
" Jika kalian tidak memberikan hak yang seharusnya menjadi keharusan, tolong jangan pernah menambah luka yang tanpa sengaja kalian buat"
Takdir Tuhan memang unik ya, kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi bahkan hanya Samapi lima menit yang akan datang. kita seperti robot yang harus mengikuti skenario dari sang pencipta. Hari ini kita bahagia bisa juga dalam sekejap mata kebahagiaan itu lenyap. kita layaknya orang yang dipaksa untuk kuat dalam tiap kesempatan.
"yok pulang". suara Della mengangetkan Yuda yang sedang melamun.
"Yang lain pada kemana?".Yuda melihat kearah sekeliling ruangan pasalnya didalam ruangan ini ia hanya melihat keberadaan Della.
"aku nyuruh mereka buat gak datang, biar aku aja yang nemanin kamu".sahut Della. ia memang meminta teman teman Yuda untuk tidak datang sebab ia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Yuda.
hari ini tepat sudah 3 hari Yuda berada didalam rumah sakit , Della tidak pernah meninggalkan nya barang sejenak pun, ia memerintahkan pembantu dirumahnya untuk membawakan keperluannya selama berada disini. dan jadi lah sekarang ia merasa kerepotan membawa dua tas ,yang satu milik Yuda dan satu lagi miliknya.
"kalo gak kuat tuh bilang dell, jangan biasakan nanggung beban sendiri, aku jadi ngerasa kaya gak guna tau".omel Yuda melihat Della yang sama sekali tidak meminta bantuan nya untuk membawa barang barang mereka.
"ishh kamu ma, yauda Yuda yang ganteng bawain semuanya ya, Della yang cantik mau jalan tenang ini".Della memberikan dua tas besar itu kepada Yuda. Yuda menatap tidak percaya, padahal kan maksudnya hanya ingin minta sebagain bukan semuanya, ia menatap Della yang hanya bersikap bodoh amat.
"aku yang nyetir ya". pinta Della saat mereka sudah berada didalam mobil.
"Gak ada aku aja yang nyetir kamu duduk manis aja"Yuda langsung membuka pintu kemudi dan duduk tenang di kursi kemudinya, kemudian Della melakukan hal yang sama.
Yuda menjalankan mobilnya dengan keadaan hening, akan tetapi sebelah tangannya menggenggam tangan Della dengan lembut, ia mengecup sesekali, perlakuan sederhana itu mampu membuat Della melayang.
MARKAS GENG TIGER
"he Lo jangan ambil makanan gue ya, gue timbuk juga Lo entar". itu suara Ando yang memarahi Fandi sebab mengambil makanan miliknya tanpa izin.
"yellah bang baru juga sedikit".sahut Fandi enteng.
"pala kau sedikit, ini tu Lo ngabisin hampir 4 bungkus punya gue tau".Ando tidak bisa untuk bersikap tenang, pasalnya Fandi memang suka melakukan hal ini berulang ulang kali. Yang lebih tidak masuk diakal adalah ia tidak akan mereda bersalah, walaupun dia merupakan anggota yang paling muda, bukan berarti hal seperti ini harus dimaklumi bukan. Ando tidak mempermasalahkan tentang makanan nya tapi ke lebih cara dia mengambil makanan tersebut.
"sorry bang , gak bakal lagi da gue". Ujar Fandi saat ia merasa memang sudah keterlaluan ia melakukan itu hanya pada Ando, sebab memang Ando adalah orang yang mempunyai sisi yang lembut, ia hanya berpikir jika Ando tidak akan mempermasalahkan perbuatan kecilnya,akan tetapi ia kembali menyadari jika dari hal hal kecil saja ia sudah menganggap sepele,bukan berarti ia tidak akan melakukannya pada hal yang lebih besar dikemudian hari kan. Bukankah attitude adalah induk dari segala kehidupan.
__ADS_1
"wkwkk, marahin aja ni bocah bang, emang gak ada akhlak banget ni anak". salah satu anggota ikut memanas manasi yang kemudian didukung oleh anggota yang lain. membuat wajah Fandi menjadi pias dan yang lain menyukai hal itu. Persahabatan memang seunik itu ya, kadang saking berselisih paham namun tetap tak ingin kehilangan.
"Lo kemana aja Bi?".mengabaikan kerusuhan yang teman temannya perbuat, Verel menyuarakan pikirannya selama 3 hari ini. Ia sudah tidak melihat Bian selama tiga hari , dan tak bisa dihubungi pula. sekarang cowok itu datang tiba tiba ke markas dan tanpa penjelasan apapun.
"Lo gak perlu tau Rel".sahut Bian dengan nada yang kurang enak untuk didengar.
"gue cuman khwatir tau, kok Lo jadi gini si". Bian menegang mendengar perkataan Verel, ia baru menyadari sikapnya yang sedikit berbeda, ia jarsu tetap jadi Bian yang orang lain kenal untuk memudahkan rencananya. Ia tak mau semua rencana yang sudah ia susun selama tiga hari ini hancur berantakan.
"sorry Rel, gue cuman lagi banyak masalah, btw Yuda apa kabar?".Bian berusaha mengalihkan pembicaraan , bukan sepenuhnya mengalihkan si ia memang penasaran dengan keadaan ketuanya itu.
"hari ini dia balik, cepat sembuh tu ketua kita, soalnya ceweknya selalu memantau doi".cerita Verel dengan terkekeh geli mengingat sikap Della yang sangat protektif , ia bisa melihat betapa kedua orang itu saking mencintai dan melengkapi. Yuda yang datar, dan cool, serta memiliki sikap penyayang namun hanya ditunjukkan pada orang terdekatnya, disandingkan dengan Della yang memiliki sikap berbeda jauh, namun intinya adalah mereka saling nyaman sudah itu saja.
"pacar , Yuda punya pacar?,siapa ko gue gak pernah liat?".Bian tidak menyangka jika orang yang selama ini terlihat tidak peduli pada perempuan itu memiliki seorang kekasih, sungguh informasi yang menakjubkan.
"Della, mereka Uda jalan selama 2 tahun". Bian tidak bisa menyembunyikan raut terkejut nya. Diam diam tangannya mengepal dibawah meja, namun sedetik kemudian ia kembali kewajah awalnya.
"Gila gak nyangka banget gue, tapi sayang mereka gak akan bisa selamanya". gumam Bian. yang masih bisa didengar oleh Verel, dalam hatinya Bian sudah menyebutkan nama nama penghuni kebun binatang, ia tak tau harus berbuat apa, di satu sisi Yuda adalah orang yang menjadi sahabatnya selama ini, namun disisi lain ia juga menginginkan Della untuk ada disisinya, namun ia akan bersikap egois untuk kali ini. Yuda memiliki apa yang semua cewek impikan dan mudah bagi pemuda itu untuk mendapatkan perempuan yang ia inginkan, Jadi memberikan Della ia rasa bukan hal yang besar untuk Yuda.
''bercanda gue, semoga mereka selalu bahagia ya''.jawab Bian disertai senyum. senyum yang jika diperhatikan akan terlihat seperti senyum sinis.
"Guys main Ludo Yo".ajak Fandi dengan Hp yang memperlihatkan aplikasi Ludo.
"yok la guskeyn".sahut yang lain kemudian markas itu dipenuhi dengan canda tawa yang berasal dari mereka hanya karna sebuah aplikasi Ludo. kadang memang bahagia sesederhana itu.
RUMAH ARGANTARA
Rumah mewah yang menjadi salah satu kisah kehidupan seorang Yuda Argantara sudah ada didepan mata. Rumah yang memiliki gaya klasik namun mewah ini adalah awal dari penderitaan seorang Yuda , tapi sayangannya ia tidak pernah bisa meninggalkan rumah ini dengan alasan apapun
"ayok masuk".Yuda menggenggam tangan Della dan mamasuki rumah itu setelah pintunya dibuka oleh salah satu pembantu.
"selamat datang den Yuda dan neng Della silahkan masuk".sapa pembantu saat melihat Yuda dan Della.
__ADS_1
"makasih bi''. balas Della ramah. sedangkan Yuda hanya menatap datar seperti biasanya. ia kemudian menarik tangan Della pelan kemudian membawanya kearah tangga yang akan menghubungkan mereka ke dalam kamar miliknya.
''ingat pulang juga kamu'.. sebuah suara menghentikan pergerakan mereka. Yuda dan Della melihat kearah pemilik suara dan dapat mereka lihat disana berdiri seorang pria paru baya, yang masih terlihat tampan diusianya yang sudah tidak mudah lagi.
"halo om, kenalkan saya Della pacarnya Yuda". Ujar Della memperkenalkan dirinya. Namun pria itu hanya menatap datar kearah Della tanpa menjawab sapaan dari Della.
Yuda yang melihat hal tersebut merasa geram, namun ia tidak bisa berbuat apa apa untuk saat ini.
''Yuda saya tanya , kamu habis darimana?.tanya pria itu saat Yuda tak menyahut .
''apa peduli anda''.jawab Yuda dingin. Della yang mendengar hawa yang tidak mengenakkan itu seketika merasa berada ditempat yang salah, ia memang tau jika Yuda dan orang tuanya tidak pernah akur, tapi ia tidak pernah melihatnya secara langsung. dan ini merupakan kali pertama ia melihat orang tua Yuda, dan segala masalah yang Yuda hadapi.
''dimana sopan santun kamu ,saya tidak pernah mengajari kamu seperti itu'.'' geram orang yang tak lain tak bukan adalah ayah dari Yuda. ia merasa tidak suka dengan sikap Yuda yang tidak pernah menghargainya berbeda sekali dengan adik nya.
''anda tidak pernah mengajari saya apapun, kecuali bagaimana caranya untuk membenci dan hidup sendiri, lantas bagian mana yang anda katakan''. balas Yuda tenang . ia bisa melihat ayahnya sedang menahan marahnya, dan ia juga yakin jika sebentar lagi ayahnya akan memberikan kata kata pedas padanya.
"dasar anak sialan, mau kamu itu apa, saya nyesal udah besarin kamu, jika saja bisa saya tak pernah ingin kamu ada di dunia ini, kamu tau kehadiranmu adalah hal yang paling saya sesali dalam hidup saya, kamu memang tidak pernah pantas menjadi keluarga Argantara''. Yuda hanya diam mendengar segala umpatan yang keluar dari mulut ayahnya. Sudah biasa batinnya. jika boleh memilih ia pun tak ingin dilahirkan ke dunia ini. ia tak ingin berada dalam situasi yang saat ini ia alami. jika ia ia dilahirkan pun ia hanya ingin berada dalam keluarga yang memang benar-benar kelurga bukan seperti ini.
"saya bahkan tak ingin ada dalam keluarga anda, jika sayapun bisa memilih saya akan sangat senang jika saya tidak pernah lahir ke dunia ini terlebih terlahir sebagai anak dari bajingan seperti anda'' . balas Yuda tak kalah kejam.
ayahnya hanya menatap datar kearah mereka saat ia selesai mengatakan hal itu, namun ia dufa tidak peduli lagi yang ia butuhkan saat ini hanya pelukan dari gadis yang sedari tadi terdiam disampingnya ini.
"mau kamu bawa kemana gadis itu, jika ia benar-benar gadis baik baik sudah pasti ia tidak akan diajak masuk kedalam kamar seorang cowok, terlebih lagi hanya berduan''. ucapan tersebut menghentikan langkah mereka , Della sempat terkejut dengan ucapan dari ayah Yuda namun ia kembali bersikap seperti semula.
"Saya sudah menjodohkan kamu dengan anak rekan bisnis saya, yang pasti dia jauh lebih baik dari gadis disamping kamu, dan saya tidak mau menerima penolakan.''. lanjut Arga ayahnya Yuda.
''kenapa bukan anda saja yang menikahinya, bukankah anda sudah mencobanya terlebih dahulu''. balas Yuda enteng kemudian melanjutkan langkah mereka.
'' dasar anak kurang ajar.'' teriak Arga dari arah lantai bawah.
halo , halo guys jumpa lagi ni kita , btw jangan lupa kasih coment ya, see you guys.
__ADS_1