FREDELLA STORY

FREDELLA STORY
SUDAH BIASA


__ADS_3

"Hadapi sendiri, telan sendiri, dan bangkit sendiri


kamu harus bisa bahagian diri kamu sendiri"


Yuda


VOTE


DIRGANTARA HOUSE


Melangkahkan kakinya dengan mantap, dagu yang terangkat keatas seperti biasanya. Della berjalan dengan langkah pasti, namun siapa yang tau didalam hatinya ia cukup cemas ,namun bersyukurlah ia mewarisi sifat Dirgantara yang berwajah datar.


"Darimana aja kamu?", cercah Dirga melihat sang putri yang baru memasuki rumah di jam yang cukup larut.


"Main'',jawab Della cuek.


melihat sikap cuek dari sang putri membuat Dirga geram, ia merasa tidak dihargai. Dan sejak kapan juga Putrinya ini berani sesantai ini padanya, atau lebih tepatnya ia kian berani.


"masih ada lagi gak?, kalo gak saya mau istirahat!'',tanya Della.


", YANG SOPAN DELLA!'', teriak Dirga .


"Hmmm",gumam Della santai.


''kamu ngapain tadi di sekolah?, bisa tidak kamu jadi anak yang baik, jangan buat malu keluarga Dirgantara'',cercah Dirga.


'' kalo anda sudah tau, ngapain tanya lagi, dan lagi saya tau anda juga sudah tau kan dari bodyguard anda'', jawab Della sinis.


Dirga terdiam mendengar jawaban putrinya ini, dia sedikit kagum dengan kecerdasan yang putrinya ini miliki, persis seperti dirinya saat muda, tidak takut akan apapun dan lagi yang paling penting tidak muda ditindas. Gen Dirgantara memang tidak pernah salah pikirnya.


Seakan ingin menguji seberapa mirip dirinya dengan sang putri ,Dirga senagaja menarik tangan sang putri kemudian mendaratkan pukulan pada pipinya. Namun sayang Della hanya diam dan tidak membalas pukulannya ,padahal ia yakin jika kemampuan putrinya ini tidak bisa dianggap remeh. Darimana Dirga tau, Jelas saja dari bodyguard yang selalu ia perintahkan untuk mengawasi setiap kegiatan sang putri.


Deg..


Dirga terdiam melihat wajah sang putri yang lebam akibat dari pukulannya, dan yang lebih membuatnya nyeri adalah Della hanya tersenyum melihat kearahnya.


"Del,maafin papa'', ucapnya dengan suara pelan.

__ADS_1


namun kata kata dari putrinya ini membaut ia kian bersalah.


" gak pa pa kali Pa, aku Uda biasa terluka",parau Della. ia memegang luka hasil pukulan sang papa kemudian melanjutkan.


''luka kaya gini gak ada apa apanya buat aku, aku bahkan uda pernah lewatin luka yang lebih dari ini"


setelah mengatakannya Della berlalu pergi ke kamarnya. Ia menangis dalam diam, sesekali ia menonjok tembok guna meluapkan sesak di dadanya. Rasanya Della ingin berteriak jika ia lelah, ia ingin semuanya berakhir, dan ia juga ingin seperti orang orang diluar sana, jika boleh jujur ia ingin seperti Sri ,cewek yang ia bully dulu, gadis itu mendapatkan apa yang tidak ia dapatkan ,yakni kasih sayang dari orang tuanya, dimana saat ia ingin bercerita ada yang mendengar, saat ia lelah ada yang menghibur, saat ia rapuh ada yang menguatkannya, dan saat ia jatuh ada yang mengatakan '' Tidak apa apa nak, kamu hebat, dan mama yakin kamu pasti bisa lewatin semua inil'', sungguh ia sangat menginginkan kata kata yang mungkin bagi orang lain sederhana itu diucapkan oleh orang tuanya saat ia jatuh.


'' ah bangsat gue kenapa jadi cengeng banget'', katanya kemudian terkekeh.


...Yuda🙊...


...keluar yuk, gue gabut dirumah 😂...


^^^Aku Otw^^^


setelah mendapatkan balasan dari sang sahabat Della segera keluar dari kamar dan bergegas,saat ia hendak membuka pintu, suara sang mama mengejutkannya.


''mau kemana kamu?'',tanyanya ketus.


''keluar'', katanya malas.


''saya bilang masuk Della, kamu dengar tidak jangan susah diatur, contoh tu kakak kamu,'' lanjut sang mama yang lagi dan lagi membuatnya muak.


Tanpa menghiraukan sang mama Della keluar dari rumah , dia bahkan tidak lagi menghiraukan teriakan yang berasal dari sang mama.


FD


''ada masalah apa lagi'',tanya Yuda saat Della sudah duduk diatas jok motornya.


''biasa '',jawab Della.


mendengar hal itu Yuda tidak lagi bertanya sebab sudah tau arti dari kata kata biasa itu.


''lo gak sendirian Dell, ingat ada gue, Verel , Bian, dan juga anggota Tiger yang lainnya, kita akan selalu jadi tempat ternyaman buat lo pulang'', kata Yuda panjang lebar. Hanya dengan Della Yuda bisa bicara dengan bebas sebab ia tau dan juga merasakan bagaimana rasanya jadi Della, dan percayalah itu sangat menyakitkan.


''Thanks Yud'', hanya itu yang dapat Della katakan.

__ADS_1


''Malam ini gue akan buat lo lupain masalah Lo, yah walaupun cuman sejenak doang si'',kata Yuda melajukan motornya kearah tempat yang didalamnya terdapat banyak permainan.


PASAR MALAM


ya disini lah sekarang mereka berada, Yuda benar benar menepati janjinya, ia membuat Della tertawa dengan begitu kencang, dan wajah yang menunjukkan kebahagian yang jarang ia perlihatkan. Mereka mencoba hampir semua permainan, mulai dari biang Lala, membeli gulali, lempar botol, Kora-kora, rumah Hantu, dan yang terakhir mereka mengunjungi Tong setan.


Saat ini mereka layaknya sepasang kekasih yang begitu bahagia, tangan yang saling menggenggam dan jangan lupakan canda tawa dari keduanya.


Setelah dari pasar malam, Yuda mengajak Della kesebuah rooftop hotel milik keluarganya, Della yang merasa bingung. Melihat kebingungan Sahabatnya Yuda menjelaskan walau harus menghela napas terlebih dahulu.


''ditempat ini, Lo boleh ngeluarin semua keluh kesah Lo, coba de Lo teriak dengan kencang, Lo teriakin


apa yang bikin dada Lo sesak, percaya sama gue, Lo akan ngerasain ketenangan ya walau hanya sedikit''


''gue duluan ya'',kaya Yuda


''GUE BENCI KEHIDUPAN GUE'', teriak Yuda dengan kencang setelahnya ia tertawa melupakan image datar yang selama ini ia terima.


'' KENAPA HARUS SAYA, SAYA BENCI , DAN SAYA LELAH TUHAN'', teriak Della tidak kala kencang.


setelah puas berteriak kini Della dan Yuda tidur telentang menghadap langit yang sat ini dipenuhi dengan bintang bintang. Untuk saat ini yang mereka butuhkan hanyalah ketenangan.


'' Dell biasakan bergantung sama diri Lo sendiri ya'',kata Yuda tiba tiba dengan mata yang terpejam.


'Kenapa?,'' tanya Della menghadap kearah Yuda.


''kita gak tau apa yang terjadi kedepannya Dell,,''


sebelum melanjutkan Yuda melihat kearah Della yang juga sedang menatapnya. kemudian ia melanjutkan


''Hadapi sendiri,telan sendiri, dan bangkit sendiri kamu harus bisa bahagiain diri kamu sendiri'' katanya.


''Hmm, pasti Yud, gue pasti akan bahagia suatu saat nanti'', kata Della yakin.


''mau lanjut cari angin lagi ga?,''tanya Yuda yangl angsung di angguki oleh Della.


Dan kini mereka menikmati terpaan angin diatas motor sport milik Yuda, Della tertawa saat melihat hal yang menurutnya lucu, sedangkan Yuda hanya tersenyum tipis melihat orang dibonceng- annya ini bisa banyak tertawa bahagia hari ini. Biarkan malam ini mereka menikmati kebahagian yang jarang mereka dapatkan, biarkan mereka menikmati hal yang jarang mereka rasakan. Dan semoga saja setelah ini kebahagian selalu menyertai mereka. Namun tidak ada yang tau hari esok bukan?.

__ADS_1


okay guys sampai sini dulu ya, jumpa lagi di next part. Seeyou Guys


__ADS_2