
Berada di keramaian namun merasa sepi. Ada namun tak dianggap apalagi yang harus dilakukan untuk menutupi segala pilu.
Della memang tidak pernah merasa sendirian namun ia selalu merasa kesepian. Hanya satu orang yang ia butuhkan untuk kehidupannya, hanya butuh satu orang yang ia inginkan selalu ada baik dalam suka maupun duka, ia tak peduli apa yang orang lain katakan tentangnya. Namun jika sudah orang terdekat rasanya ia seperti dijatuhkan dengan paksa dari atas gedung.
Yuda adalah suport sistem kehidupannya selama ini, namun sekarang pemuda itu memilih pergi dan mengakhiri hal yang harusnya masih bisa dibicarakan.
Disinilah Della sekarang berada, terduduk di bawah pohon rindang, memandangi orang orang yang terlihat begitu bahagia, melihat anak anak yang berlarian kesana kemari, saling kejar kejaran, dan orang tua yang turut serta mengawasi buah hati mereka.
Melihat itu tanpa sadar Della tersenyum, ia menggali kembali ingatkan masa lalunya. Ternyata ia juga pernah sebahagia itu.
"Kak ayo ikut main".seorang gadis kecil datang dan menarik narik tangan Della lembut. Della menatap anak kecil ini sambil menggeleng, apa kata orang jika nanti ia ikut bermain.
Namun sepertinya gadis kecil itu tampak merasa kecewa dan Della tidak tega melihatnya. Ia menarik nafasnya sejenak sebelum akhirnya mengangguk, dapat ia lihat jika gadis kecil itu tersentak dan menarik tangannya untuk bergabung dengan anak anak yang lain.
"Aku bawah Kaka cantik untuk ikut main sama kita".adu gadis kecil itu pada beberapa temannya yang memang sedari tadi menatap mereka dari jauh. Ia menatap kearah orang tua dari anak anak ini guna meminta izin, mendapatkan anggukan ia pun ikut bergabung dengan anak anak.
"Kita main apa ni?".tanya Della menatap satu persatu wajah anak anak tersebut.
"Main kejar-kejaran aja ka".usul salah satu anak, dan diangguki oleh beberapa anak lain.
Namun seorang anak laki laki mengangkat tangannya dan berkata.
"Gak kita main petak umpet aja ka".sarkas ya dan semua orang nampak tak bisa membantah , entah ada magnet apa dalam diri anak ini hingga membuat mereka tak berkutik.
"Yaudah biar Kaka aja yang jaga, kalian sembunyi ya". Della memberikan usul yang langsung diangguki oleh anak anak itu.
__ADS_1
"Kaka mulai ya"
1
2
3
4
.....
10, selesai.
Merasa tak lagi ada suara Della kemudian membuka matanya ia tak lagi melihat keberadaan anak anak itu. Ia kemudian mencoba untuk mencari kesegala sudut yang memungkinkan anak anak bersembunyi.
Mengabaikan ajakan dari orang orang yang menyuruhnya untuk lari dan berteduh, Della malah menikmati suasana hujan saat ini, menari dan bermain dengan hujan, mengeluarkan segala air mata yang sedari tadi ia tahan di tengah derasnya hujan. Cara paling menyenangkan untuk menangis dengan deras tanpa diketahui oleh orang lain memang adalah dengan menangis di tengah tengah hujan lebat.
Yang saat ini orang lihat adalah seorang gadis menggunakan seragam sekolah elit yang sedang bermain hujan, menikmati segala rintik rintik yang membasahi wajahnya. Tapi mereka tidak tau alasan dibalik semua itu. Ditengah tengah tangisnya yang kian deras walau tanpa suara sebuah payung menghalangi hujan untuk membasahi wajahnya. Della mendongkak guna melihat pelaku, dan tangisnya malah kian deras saat melihat siapa yang saat ini memayunginya.
"Bang Bian,".ucapnya ditengah tengah tangisnya.
Pelaku yang memanyunginya adalah Bian Kusuma pria dengan rambut kriting khasnya ini menatap datar dirinya tanpa kata Bian membimbingnya menuju area yang tidak dikenai hujan. Ia memberikan Della sebuah minuman hangat, kemudian memberikan sebuah hody yang ia ambil dari dalam mobilnya. Tanpa kata pula Della menerima hody tersebut dan menggantinya di kamar mandi.
"Ada masalah apa, sampe Lo dengan gilanya berdiri di tengah tengah hujan deras kayak tadi?".tanya Bian dengan nada datar.
__ADS_1
Nada yang tak pernah ia keluarkan, saat ini emosinya sedang naik dan ia takut akan melampiaskan semua itu kepada Della .
"Yuda putusin gue". ucap Della pelan. Jangan heran meskipun mereka dijodohkan dan menolak perjodohan itu hubungan mereka tidaklah canggung seperti kebanyakan orang. Dan mengenai hubungan Della dan Yuda memang sudah diketahui oleh banyak orang. Dan Bian salah satunya.
"Alasannya?".tanya Bian tenang. Namun jika diperhatikan ia mengeluarkan smirk miliknya, dan juga senyum senang yang tidak diketahui oleh Della.
"Dia mikir gue dekat sama bokap nya, padahal om Arga cuman minta gue buat dekatin dia sama Yuda lagi".cerita Della dengan lesu.
"Gak mungkin cuman itu, lo gak tau gosip panas tentang Lo saat ini?".tanya Bian dengan raut penasaran. Sungguh saat ini sekolah sedang dihebohkan dengan gosip tentang Yuda, Della ,dan juga Arga papanya Yuda.
"Gosip apa?". Della bingung. Memangnya ada gosip apa tentang dirinya. Setaunya selama ini ia selalu bersih dari gosip gosip yang kurang mengenakkan. Namun saat Bian memberikan handphone yang berisi tentang dirinya, seketika ia kembali syok, hari ini terlalu banyak kejutan,
Disana tertulis artikel jika dirinya menjadi alasan dari perceraian orang tua Yuda.
Dan lengkap juga dengan Foto foto saat semalam ia memeluk Arga saat dia memutuskan pergi dari rumah.
"Sumpah Bi, gue gak tau tentang ini, dan lagi om Arga gak ada ngomong apa apa sama gue tentang ini". Della merasa seperti dipermainkan, bukankah tadi ia masih berangkat bersama dengan Arga,lantas kenapa sudah ada berita tentang ini, dan lagi lantas saja tadi Arga menatap dirinya dengan jijik. Sekarang apa yang harus ia lakukan?.
"Gue tau Lo gak kayak gitu, dan ya emang om Arga sama istrinya udah lama ngajuin surat perceraian,cuman ya selama ini mereka diam diam, jadi saat ada berita hari ini yang jadi kambing hitam ya Lo ".jelas enteng.
"Trus gue harus gimana sekarang, ini gak benar Bi, gue bukan cewek kayak gitu".Della merasa cemas biar bagaimanapun semuanya pasti akan menyalahkan dirinya.
Dan ia harus menemui Arga guna menyuruh orang itu untuk klarifikasi. Ya hanya itu yang bisa ia lakukan. Baru setelahnya ia menemui Yuda.
"Sama satu lagi Dell, geng Tiger udah bubar, dan semua hal yang bersangkutan dengan Tiger sudah tidak ada ".ucap Bian yang lagi lagi membuat seorang Della terkejut.
__ADS_1
"Tapi terlepas dari semua itu, Lo punya gue, dan Lo harus bergantung sama gue".ucap Bian yang tidak dijawab oleh Della.