FREDELLA STORY

FREDELLA STORY
PUTUS


__ADS_3

Sebagian orang beruntung lahir dengan keluarga yang penuh dengan kasih sayang, namun sebagian lagi jauh lebih beruntung karena telah dibentuk dan diasah sejak kecil. Tak mendapatkan kasih sayang dari keluarga adalah sakit yang paling menyayat dan keutuhan keluarga adalah impian semua anak. Namun ada beberapa yang utuh namun tidak menggambarkan arti utuh itu sendiri.


Seorang gadis sedang duduk termenung di kursi mobil mewah yang dikemudikan oleh pria paru baya. Sedari tadi otaknya terus memikirkan hal hal random, mengingat tentang perjalanan hidupnya selama enam belas tahun ia hidup.


"Del, nanti jangan lupa rencana pertama kita".suara itu mengembalikan kesadaran Della. Ia menatap pria disamping nya. Orang yang baru pertama kali ia kenal namun dengan beraninya mengajaknya bekerja sama. Tapi entah kenapa dengan orang ini ia merasa kasih sayang walau sedikit, dan ia juga merasa betapa beruntungnya anak dari pria ini. Walau memiliki sikap dan wajah datar akan tetapi pria ini mempunyai perhatian dan sikap lembut, hanya saja tertutup oleh sikap datarnya.


"Siap om, tapi saya harap om jangan nyerah ya, seandainya di nolak".nasehat Della.


Saat ini mereka sudah tiba di sekolah tempat Della menimbah ilmu, dari dalam mobil Della bisa melihat Yuda dan teman temannya sedang bersenda gurau di parkiran. Ia tersenyum menatap Yuda yang sudah kembali sehat, tapi entah kenapa Della yakin jika luka tusuk itu bekum benar-benar sembuh.


"Ayo om". Della keluar dari mobil terlebih dahulu, kemudian tak lama setelahnya pria itu keluar. Ia bisa melihat raut wajah teman-teman nya yang kaget, tapi raut wajah Yuda membuatnya tersenyum. Pria itu kaget namun dengan cepat mengembalikan raut wajahnya.


"Hai guys" sapa Della seperti biasa. Namun tak ada satupun yang menjawab sapaannya.


"Hei kamu udah sembuh?".Della mendekat kearah Yuda, menatap pemuda itu dengan raut wajah senyum seperti biasa. Della juga menggenggam tangan besar milik Yuda lembut, namun pemuda itu tidak menjawab tapi tidak menolak juga.

__ADS_1


"Papa ngapain kesini, dan apa yang sedang papa rencanakan?".tanya Yuda membuka suara setelah lama hanya bungkam.


"Hei gak boleh gitu, dia tetap papa kamu".tegur Della lembut. Sementara pria paruh baya yang tak lain Argantara hanya diam, ia bingung harus bersikap seperti apa , alhasil ia hanya bisa menampilkan wajah datar.


"Kamu diam , dan ngapain kaku dekat sama dia?".Yuda bahkan tak sadar ia sudah mengeluarkan nada datar pada Della. Sementara anggota geng Tiger sudah pergi dari tadi, mereka tau jika masalah ini bukan ranah yang bisa dicampuri sembarang orang. Untuk kenyamanan mereka bahkan  tidak mengizinkan siapapun untuk mendekati area parkiran.


"Tapi aku gak mau kamu bersikap kayak gitu, aku cuman pengen kamu dekat sama papa kamu, apa itu salah?".ucap Della lesu. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Biar bagaimanapun jika seandainya ia berada diposisi Yuda, ia akan melakukan hal yang sama atau mungkin lebih. Tapi kembali lagi ia hanya tak ingin Yuda menyesal dikemudian hari, ia tau kebenaran nya maka dari itu ia membantu Arga.


"Aku atau kamu, kamu pikir aku gak tau kalo sekarang kamu tinggal diaprtemen bajingan ini, atau jangan-jangan kamu jadi simpanan dia".tunjuk Yuda pada wajah Arga. Della yang mendengar itu menatap tidak percaya kearah Yuda.  Ia menatap cowok itu dengan pandangan yang menyiratkan ketidak percayaan. Namun sayang Yuda tidak menyadari hal itu.


Jangan salah paham dulu, ia hanya tak ingin anaknya menyesal nanti, ditambah lagi ia sudah menganggap Della sebagai putrinya.


"Kenapa emang kenyataannya gitu kan?".tantang Yuda. Ia bahkan menatap Della dan Arga bergantian dengan tatapan remeh. Bahkan entah sejak kapan genggaman tangan Della pada tangannya sudah terlepas.


"Kamu jahat banget si Yud".ungkap Della lemah. Ia hanya berharap jika saat ini Yuda hanya sedang bercanda. Setaunya Yuda adalah orang yang tidak akan mengatakan hal yang tidak baik tentangnya. Namun sekarang didepan matanya sendiri ia melihat Yuda melakukan itu, tidak pasti ada yang salah bukan?

__ADS_1


"Emang benar kan, Lo bukan cewek baik baik, nyesal gue pernah suka sama Lo, dan mulai sekarang kita putus".bagai tersambar petir Della kaget bukan main. Apalagi ini tuhan?,bukankah penderitaan nya baru saja dimulai,keluar dari rumah, dan sekarang kehilangan orang yang ia anggap bisa menopangnya.sungguh kejutan yang luar biasa.


"Kamu serius?".tanya Della bergetar.


"Iya, dan jangan ganggu gue lagi,anggap kita gak pernah kenal".Yuda berkata dengan datar. Ia bahkan menatap Della dengan tatapan tajam.


"Okay,kalo itu mau kamu, baik baik ya kamu, semoga bahagia, aku pamit".tanpa menunggu Yuda menjawab segala perkataan nya Della langsung berlari dengan air mata yang mengalir, ia bahkan tidak menghiraukan tatapan penasaran dari orang orang yang ia lewati. Yang saat ini ia butuhkan adalah tempat sepi dan juga sunyi. Ia ingin melampiaskan segala yang ia rasakan saat ini.


"Apa yang kamu lakukan?".tanya Arga pada putranya ia tak pernah menyangka jika Yuda akan bertindak seperti ini.


"Hmmm papa tau apa yang aku lakuin".jawab Yuda lesu. Jika bisa memilih ia pun tak ingin melakukannya namun biar bagaimanapun ia harus melakukan itu, sebab pada akhirnya mereka akan tetap berpisah mereka tak mungkin bisa menyatu.


"Tapi tidak seperti ini, kamu membuatnya menangisi dan saya tidak suka itu".geram Arga. Ia tak ingin siapapun membaut Della menangis bahkan jika Yuda sekalipun.


"Mending papa diam, dan lakuin aja apa yang Yuda minta, itupun kalo papa memang sayang sama aku".bantah Yuda . Ia kemudian pergi meninggalkan Arga seorang diri. Jika kalian tanya kenapa mereka terlihat seperti tidak ada masalah?,maka jawabannya adalah mereka sudah berdamai tadi malam, saat Arga kembali dari mengantarkan Della ke apartemen pribadi miliknya, entah darimana Yuda tau,  tapi yang pasti malam itu mereka kembali layaknya anak dan ayah seperti selayaknya, Arga pun sudah menceritakan semuanya,  dan mamanya entah berada dimana saat ini, mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan semestinya, akan tetapi Yuda memberikan syarat untuk Arga, yaitu menjaga Della layaknya putri, serta mengikuti segala keinginan Yuda, dan Arga dengan senang hati melakukan hal itu.

__ADS_1


"Semoga kamu tidak menyesal Yud". gumam Arga.


__ADS_2