FREDELLA STORY

FREDELLA STORY
RUMAH SAKIT


__ADS_3

"Di tengah jalan, pada saat kamu ingin menyerah, berteriak lebih keras lagi: ‘Terus kenapa?’


– BTS, “So What”


"Gimana keadaan Yuda?".


Anggota Tiger yang tadinya menunduk, mengangkat kepala mereka untuk melihat orang yang bertanya .


"Dokter sedang berusaha Del, tadi Yuda sempat kekurangan darah tapi untungnya dapat segera ditangani". Verel menjelaskan keadaan sahabatnya dengan nada yang lesu.


"ini kenapa bisa gini Rel''?". Della memeluk Verel guna untuk mencari ketenangan, mendapat pelukan dadakan Verel dengan cepat membalas pelukan dari orang yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri ini.


Suara pintu yang dibuka mengalihkan atensi mereka, dokter keluar dengan raut wajah yang membuat semua orang over thinking.


"Gimana keadaan nya dok?".tanya Fandi tidak sabaran.


"alhamdulillaah, pasien sudah melewati masa kritisnya dan saat ini meminta orang bernama Della untuk masuk terlebih dahulu".ujar sang dokter melihat raut wajah didepannya satu persatu.


"Gue masuk duluan ya".pamit Della setelah dokter itu pergi meninggalkan mereka.


"Hmm sok atu neng Della". sahut Fandi mencoba mencairkan suasana yang sejak tadi tegang.


Della melihat cowok yang biasanya bersifat garang itu, saat ini sedang dalam keadaan lemah, infus yang melekat pada tangannya, mata sayu, akan tetapi entah mengapa ia masih terlihat tetap tampan dalam keadaan apapun.


"kamu gak mau peluk aku yang". Yuda merentangkan tangannya saat melihat Della hanya diam disamping tempat tidurnya.


"gak".acuh Della.


"ih kamu ma gitu , aku ngambek ni".


"ngambek ko bilang bilang". kekeh Della namun tak lama setelahnya ia berhambur memeluk erat tubuh kekasihnya ini.


"ishh, AU".Yuda meringis saat Della tidak sengaja mengenai lukanya.


"kamu kenapa?, mana?,mana yang sakit?". Della bertanya dengan khawatir. Namun orang yang ia khawatirkan sedang senyum senyum sendiri.


"kamu kenapa senyum- senyum si orang aku benaran khawatir juga".omel Della kesal melihat kelakuan dari Yuda.


"abisnya muka kamu lucu yang".jawab Yuda mencubit pipi gembul Della.


"hmm, tapi aku gak mau tau ini terakhir kalinya kamu sakit ya, kamu gak tau aja gimana takutnya aku waktu dapat pesan dari Verel kalo kamu lagi ada dirumah sakit, rasanya jantung aku kayak mau berhenti berdetak tau yang, Uda gitu mana sepatu aku ilang sebelah lagi".Yuda tidak bisa untuk tidak tertawa melihat wajah kesal pacarnya saat bercerita, bukannya apa apa ia hanya suka saat melihat Della yang mengadu padanya. Seperti ia merasa menjadi orang yang berguna.


Dan memang benar sekarang Della hanya menggunakan sepatu sebelah untuk sesaat Yuda tidak bisa menahan tawanya. Bukannya marah Della malah terpana akan tawa dari Yuda. Ia seperti melihat malaikat yang turun dari langit saat ia melihat tawa renyah dari Yuda.


"Ganteng banget". ujarnya tanpa sadar.


"siapa yang ganteng".sahut Yuda dengan menarik turunkan alisnya menggoda.


"itu tembok dibelakang kamu yang ganteng". asal Della.


"hmm, Orang tua kamu Uda tau kamu disini?". teringat tentang orang tua dari Yuda , tanpa ia sadari raut wajah Yuda sudah kembali berubah.

__ADS_1


"gak penting , lagian mereka juga lagi sibuk, gak ada waktu buat hal yang gak berguna kayak gini". acuh Yuda namun Della tau Yuda menyimpan luka dalam tiap perkataan yang ia ucapkan.


,"Yang penting kamu punya aku, dan ya aku gak akan pernah bisa hidup tanpa kamu, kamu yakin gak si tadi itu aku bahkan uda dikira orang gila karena nangis nangis di jalanan waktu mau kesini". Della menceritakan kejadian saat ia hendak datang kesini.


"baru gitu aja kamu Uda se kacau ini, gimana kalo nanti aku gak ada, entah se kacau apa kamu". Yuda tida menyadari raut wajah Della yang sudah berubah muram.


"kamu mau ninggalin aku?".tanya Della serak, ia sedang ketakutan saat ini. Ditinggal oleh Yuda sama saja dengan ia kehilangan nyawanya.


"kalo aku ada salah tolong maafin aku, dan jangan pernah berniat untuk ninggalin aku, sumpah kalo kamu pergi aku juga mending ikut pergi". racau Della memeluk Yuda erat. ia seakan mengatakan seberapa takut ia jika cowok ini begitu berarti.


"Kan seandainya sayang".ucap Yuda mengelus rambut Della.


"tapi tadi kamu ngomongnya ngawur si". Della menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yuda.


"yang lain pada kemana?".tanya Yuda saat dirasa sudah lebih dari setengah jam ia bersama Della.


"astaga aku lupa mereka ada diluar hehehe". Della memukul kepalanya sendiri.


"jangan dipukul".peringat Yuda.


"aku panggil mereka dulu ya"


Diluar ruangan Anggota Tiger sedang bergosip tentang apa yang sedang ketua mereka lakukan didalam sana. pasalnya sudah setengah jam Della belum juga keluar. kan membaut mereka jadi berfikiran yang tidak tidak.


"kira kira bang Yuda sama neng Della lagi ngapain ya didalam?".tanya Fandi berpikir layaknya anak kecil. Dengan jari telunjuk yang berada di kening dan kepala yang sesekali menggeleng geleng kan kepala.


"hmmm pikiran Lo, tapi bisa jadi si, aw asik bentar lagi kita bakal punya ponakan guys''. Anggota Tiger kian ngaco.


"Lo kapan bang verel'?".


"kapan kawin". anggota Tiger tak bisa menahan tawanya.


"kalian kenapa pada ketawa?".Tanya Della bingung melihat teman temannya yang tertawa begitu kerasnya, bahkan sudah ada yang guling guling di lantai.


"eh neng Della, proses pembuatan keponakan kita suda selesai". tanya Fandi dengan nada yang jahil ,


"maksudnya?".tanya Della bingung.


"gak usah didengarin Dell ,dia gila".jawab Verel dengan cepat.


"oh iya sampai lupa Yuda manggil tu".


"Yaudah kita sebagain aja yang masuk, sebagain lagi sebaiknya balik soalnya Uda mau sore juga".usul Verel yang di angguki oleh anggota lain.


"gimana bang Uda baikan kan?".tanya Fandi saat mereka sudah berada didalam ruang inap Yuda.


"Uda Fan, besok juga Uda boleh balik ini ma".jawab Yuda tak seperti biasanya yang bersikap datar, saat ini ia memulai bersikap hangat. Ia hanya tidak ingin kelak ada penyesalan dalam dirinya jika hal yg tidak di inginkan terjadi.


"wow kulkas Uda cair gays".heboh Fandi yang hanya dapat gelengan dari mereka.


"Lo pasti bisa lewatin semua ini Yud, kita bakal selalu dukung Lo". ucap Verel bermakna ganda sambil memeluk Yuda gaya khas lelaki.

__ADS_1


"hmm tolong jangan kasih tau Della, dan gue juga mau kasih tau kalian satu rahasia'. ucap Yuda melihat satu persatu teman temannya.


"apa?" singkat Verel.


"gue sama Della sebenarnya Uda pacaran sejak 2 tahun yang lalu, kita cuman gak mau ada yang ganggu karena menurut kita hal itu merupakan privasi yang gak harus diketahui oleh orang lain" .jelas Yuda mendapatkan respon tidak percaya dari anggota lain.


"sudah gue duga".jawab Verel. Pasalnya tiap Della memeluk atau bermanja manja pada anggota Tiger, Yuda pasti akan mengeluarkan aura yang tidak menyenangkan, dan ternyata ini penyebabnya.


"Gue kasih tau ini ,cuman mau bilang nanti kalo gue Uda gak ada tolong kalian jaga Della, lindungi dia dan gantiin peran gue buat bahagian dia, sama satu lagi pastikan dia dapat orang yang lebih baik buat jadi pengganti gue".


mendengar perkataan dari Yuda sontak membuat mereka semua terdiam, entahlah tapi mereka merasakan perasan yang tidak mengenakkan.


Dan hanya bisa di angguki oleh mereka sebagai tanda setuju.


"woy pada kenapa ni, ngopi dong ngopi". Della datang dengan membawa banyak makanan. Memang tadi ia pamit untuk membeli makanan sebab yakin jika orang orang disini belum mengisi perut mereka.


"Pacarnya bang Yuda baik banget si". ledek Fandi yang membuat Della mengalihkan perhatiannya pada Yuda yang hanya tersenyum.


"hmm iya dong mau apa Lo?".tantangnya mengikuti permainan Fandi.


"sayang mereka jahat".adu Della pada Yuda.


"gak usah ledekin cewek gue ya".peringat Yuda main main.


"ishh jijay, alay Lo pada ".sahut Verel mengambil satu kotak makanan yang dibawa oleh Della kemudian memakannya di sofa sudut ruangan. kemudian diikuti oleh yang lain.


Sedangkan Della ia menyuapi dirinya sendiri serta Yuda secara bergantian. pemandangan yang romantis bukan.


Sementara itu disebuah ruangan seorang cowok sedang mengamuk sebab kjadain tadi siang jauh dari perkiraan nya selama ini. cowok itu menatap foto yang terletak di atas meja belajarnya. Disana terlihat tiga orang pria yang sedang memakai serang sekolah dengan seorang perempuan yang juga menggunakan seragam . Mereka terlihat bahagia didalam potret tersebut.


Sang cewek berada didepan kemudian dibelakang ketiga cowok itu menatap Sang perempuan dengan tatapan yang dalam. Dari foto tersebut bisa disimpulkan jika sang perempuan begitu berarti untuk ketiganya.


"kenapa Lo nolak Del?".tanyanya pada Foto tersebut. tangannya mengusap wajah di potret tersebut.


"kalo aja Lo terima gue pastiin lo akan jadi orang paling bahagia selama hidup Lo".lanjutnya.


"gimanapun caranya Lo harus jadi milik gue". Mata yang biasanya hangat itu kini berubah menjadi dingin dan penuh dengan kepalsuan.


Ya cowok itu adalah Bian Kusuma, cowok yang selama ini dikenal hangat menyimpan rasa yang begitu dalam terhadap satu satunya perempuan dalam lingkup pertemanannya.Ia tidak berani mengatakan hak itu selama ini, jadilah mereka terjebak dalam status sahabat, dan Della juga sudah menganggap dirinya sebagai seorang kakak. Namun bagaikan angin segar tadi kedua orang tua mereka berniat menjodohkan mereka, ia sempat bahagia, namun penolakan dari Della membaut ia terluka. Dalam pikirannya saat ini adakah bagaimana caranya agar ia bisa bersama dengan dengan Della untuk selamanya.


Bian mengambil handphone di saku jaketnya, menekan nomor papanya kemudian berkata.


''kalo papa mau aku maafin, papa harus bisa bait aku sama Della bersama''.


"itu hal mudah untuk saya, kamu tinggal terima beres aja"


"aku tunggu hasilnya, kalo gagak aku gak akan pernah anggap papa sebagai orang tua aku lagi"


"perintah diterima komandan".


Bian mengakhiri panggilannya, ia harus melakukan ini, ia ingin mendapatkan Della tanpa terlihat jelek dimata Della dan juga teman temannya. Licik bukan, namun bukankah kita harus melakukan yang terbaik untuk hasil yang baik, terlepas dari cara itu kotor atau mungkin bersih.

__ADS_1


hay Hay guys jumpa lagi kita, semoga kalian masih menikmati cerita ini ya, Btw salam hangat guys.


see you next part. Dan saya harap kalian masih dalam keadaan baik baik saja ya. dan semoga selalu baik.


__ADS_2