
..."Kita ciptakan bahagia kita sendiri, sampai kita lupa kalau kita pernah terluka begitu dalam"...
Verel Bramantyo.
VOTE
Jam sudah menunjukan pukul 21.00, saatnya Della dan juga tiga Sahabatnya bergegas keluar dari pesta ini, ada satu tujuan yang harus mereka singgahi untuk malam ini. tempat yang menjadi kesukaan mereka, tempat dimana mereka merasa berharga dan dihargai.
"Yuk pamit sama, bentar lagi acara mulai ni".ajak Della berdiri dari kursinya.
Della berjalan kembali kearah pelaminan kemudian diikuti ketiga pria dibelakangnya.
"om, Tante kita pamit pulang duluan ya".kata Della sopan.
"loh kok cepat banget si Dell, padahal Tante mau ngobrol banyak sama kamu". kata Widi tidak rela. Ia masih ingin mengobrol banyak dengan sahabat anaknya ini. Ia tau jika Della sangat berharga untuk tiga pemuda yang salah satunya adalah anak tirinya itu. Tidak, dia bukannya mau memanfaatkan Della. ia hanya ingin tau lebih banyak tentang Bian dari Della.
"ckkk ,apaan si Dell yuk balik aja, ngapain si nanggepin orang orang ini".ketus Bian menarik tangan Della turun dari pelaminan meninggalkan Yuda dan Verel yang merasa tidak enak.
"om, Tante kita juga pamit ya, semoga langgeng sampe kakek nenek".ujar Verel mencoba mengembalikan suasana yang sempat tegang.
"iya, gapapa ko nak Verel, kalian hati hati ya pulangnya".nasehat Aldi.
"iya siap , aman om".sahut Verel dengan mengangkat tangannya hormat.
"by, om, Tante, Verel Gans cabut dulu ya".teriak Verel saat Yuda menariknya turun dari panggung.
sementara para undangan yang melihat itu hanya tertawa melihat kelakuan anak muda didepan mereka.
"kok Lo gitu si Bi, biar gimanapun mereka kan orang tua Lo". cerosos Della saat mereka sudah berada diluar hotel.
"hmm, jangan marah marah entar cantiknya ilang".jawab Bian tidak nyambung.
"ish ,serah lo Bi, serah lo".sahut Della kesal.
Bian yang melihat Della kesal hanya tersenyum dan mengelus rambut Della kasar yang mana hal itu malah membuat Della kian kesal. Entah kenapa membaut Della kesal dan marah adalah hal yang menyenangkan untuk Bian dan juga Verel tentunya.
"ada apa ni kok gue gak tau, ada apa,?,ada apa?''.tanya Verel melihat kearah Della dan juga Bian yang sejak tadi terlihat asik.
Della dan Bian hanya mengajar bahunya, Verel kesal sendiri melihat kelakuan dua temannya ini. ingin rasanya ia mengirim Della dan Bian ke planet Pluto. Dasar sahabat tidak ada akhlak.
"Uda Uda,ini kita kapan berangkatnya si?''.learai Della saat melihat akan ada peradauan cekcok antara Bian dan Verel.
"Lo bereng gue ya Dell!".ajak Bian menarik tangan Della menuju kearah motornya. Namun belum sampe tiga langkah tangan Della sudah dicekal dari belakang.
'Della sama gue!''.kata Yuda penuh penekanan yang artinya ia tidak ingin dibantah.
''sorry bang Bi,gue sama Yuda ya''.ucap Della melepaskan tangan Bian dan berbalik mengikuti Yuda.
''sabar bro, Lo belum beruntung, silakan coba lagi nanti,''kata Verel mengejek kearah Bian.
''apaan lo,gue tonjok juga muka ngeselin lo itu''.sahut Bian melihat muka Verel yang mengejek dirinya. Namun dengan cepat Verel naik motornya serta melaju dengan kencang dan tak lama kemudian diikuti oleh Bian, baru setelah nya Yuda dan Della dalam boncengan nya.
''kamu marah?''.tanya Della hati hati sambil memeluk perut Yuda erat.
mengelus tangan yang berada di perutnya dengan. lembut, Yuda hanya menjawab dengan gelengan.
''kalo kamu gak suka bilang ya, biar aku tau kayak gimana bersikap''. ujar Della dengan menyandarkan kepalanya dipunggung lebar milik Yuda.
__ADS_1
''aku cuman gak suka Bian terlalu dekat sama kamu, ntar dia suka lagi, ingat ya kamu itu cuman punya aku''.kesal Yuda .
''kamu tenang aja, Iam yours''.kata Della menenangkan Yuda.
Yuda mempercepat laju motornya namun sesekali ia masih sempat mengelus tangan Della yg melingkar dengan erat di perutnya.
...****************...
suara hiruk pikuk terdengar dijalanan in, suara motor yang sengaja dikencangkan, jangan lupakan juga para manusia manusia yang sedang berteriak memberi semangat untuk jagoan mereka masing masing.
Verel ,Bian dan juga anggota Tiger yg lain sudah berdiri disisi jalan , dan jangan lupakan jaket kebanggan yg sudah melekat pada diri mereka,
''hai para Abang abangnya Della'', sapa Della saat berada didepan geng Tiger.
''hai neng Della''.sahut mereka serempak.
''nwng Della cantik pisan euy, kan AA Fandi jadi suka''.goda Fandi salah satu anggota Tiger.
''makasih AA Fandi''.sahut Della centil.
semuanya bersorak menggoda Fandi yang hanya dijawab dengan menepuk dada pria itu sendiri. menunjukan ia bangga dengan dirinya.
''kapan?''tanya Yuda yg sudah cengsh melihat kelakuan anggota nya.
seakan mengerti dengan pertanyaan ketuanya, Arka menjawab.
''lima menit lagi ketu, lo siap siap dulu sana''.saran Arka yg langsung dilakukan Yuda.
Yuda kini berdiri disisi motor sport hitam yang senagaja ia suruh bawa oleh anggotanya dari markas. mengecek segala sesuatu yang bersangkutan dengan lomba kali ini. Firda semua aman ia menuju kearah garis start setelah diberi arahan oleh temannya.
melihat Yuda yang akan mulai bertanding ,Della menghampiri Yuda guna untuk memberikan semangat.
''sayang semangat, aku yakin kamu pasti menang'',semangat Della dengan berbisik kearah Yuda.
''hmm, thank you sayang''.sahut Yuda membelai pipi Della dengan lembut. setelah itu Della kembali ketempat teman temannya.
kembali Ke Yuda. ia bisa melihat didepannya berdiri seorang gadis dengan pakaian yang cukup terbuka dan ditangan wanita itu terdapat kain berwarna merah, wanita tersebut ke mulai menghitung.
1.....2.....
saat bersiap siap ,sebuah suara dari sampingnya membuat Yuda mengeraskan rahangnya.
"mau taruhan, kalo gue menang gue mau cewek yang tadi nyamperin Lo, gue kasih satu perusahaan gue buat lo''.kata pemuda itu enteng.
''gue gak butuh perusahaan Lo,dan lagi gue cewek gue bukan bahan taruhan ''. kata Yuda dingin.
''bikang aja taku''.sahut pemuda itu remeh.
tidak terima dengan pertanyaan lawannya ini. Yuda kemudian berkata.
''ok kalo itu mau Lo, tapi gue juga minta kalo gue menang ko harus sujud dikaji gue''.tantang Yuda .
''deal''. jawab pemuda itu.
3...... gooo
mendengar itu dengan cepat Yuda melajukan motornya meninggalkan pemuda yang tadi menantangnya di belakang. aksi kejar kejaran pun terjadi, sesekali pria itu menyalip Yuda namun dengan cepat disalip balik oleh Yuda.
__ADS_1
aksi itu terjadi kurang lebih selama 15 menit.
dan saat melihat garis finish Yuda mengencangkan laju motornya. dan Brumm ia memenangkan pertandingan kali ini.
'' Lo liatkan, gak ada yang bisa ngalahin seorang Yuda Argantara''.kata Yuda bangga.
''ckkk, Lo cuman beruntung kali ini, kita liat aja nanti''sahut pemuda itu tak terima
Della sejak tadi sudah teriak teriak menyemangati Yuda, dan hasilnya tentu saja seperti biasa Yuda selalu jadi pemenangnya. ia sedikit kesal dengan cewek cewek yang juga meneriaki nama Yuda tadi. dan untuk membalaskan dendamnya ia menghampiri Yuda dan mengecup pipi pemuda itu. membuat semua wanita yang tadi memperhatikan merasa kecewa ,dan Della suka itu.
''selamat by''.kata Della memeluk Yuda.
''hmm''.sahut Yuda membalas pelukan della.
''selamat ketua, Lo emang gak pernah mengecewakan.''kata arka menepuk pundak Yuda.
''selamat boss, Lo keren banget tadi''.kata Verel memeluk Yuda ala lelaki. kemudian diikuti oleh Bian dan anggota Tiger yang lain.
''boss gue ni''.kata Fandi keras mengejek pada yang geng motor yang lain.
''dan lo gue minta hadiah gue''. tunjuk Yuda kearah pemuda yang masih berdiri disamping motornya dan sedang mengobrol dengan anggotanya.
''nih,''.kata pemuda itu melemparkan sebuah berkas kearah Yuda.
''yang satu lagi''.sahut Yuda remeh.
'mimpi''. sahut pemuda itu berlalu pergi meninggalkan Yuda yang geram sendiri.
Yuda kemudian berdiri dari motornya dan menarik kerah pemuda tersebut, kemudian menonjok tepat kearah pipinya. tak terima melihat ketuanya diserang anggota yang lainpun ikut saking tonjok , dan perkelahian antar dua geng tersebut tak bisa dihindari.
''dasar sampah''. umpat Yuda memberikan tonjokan terakhir saat pemuda tersebut sudah tak berdaya.
jangan lupakan anggotanya juga yang mengalahkan anggota pemuda yang ia tonjok, walau beberapa ada yang memar dan luka luka . sedangkan Della sudah menyingkir saat ia melihat Yuda yg emosi tadi.
mereka kemudian pergi meninggalkan area balapan setelah aksi tidak terpuji yang mereka lakukan. meninggalkan para manusia manusia yang sudah tak berdaya tersebut.
''puas banget gue tadi nonjokin muka sok mereka''.kata Verel saat mereka sudah berada di basecamp.
''gue juga''.sahut yang lain kemudian tertawa.
''kamu senang?''.ketus Della kearah Yuda.
tak mendapat jawaban dari Yuda Della pun kelauar dari basecamp, dan duduk diluar yang memang disediakan kursi. sedangkan Yuda yang melihat itu hanya berdecak kemudian berlalu masuk kearah kamar yang juga tersedia di basecamp ini. masalah Della nanti dulu, yang penting saat ini ia begitu lelah dan butuh istirahat, pikirnya
''Dell, are you okay?''.tanya Verel hati hati.
'Iam okay, Rek''.jawab Della lesu.
''kita harus ciptain bahagia kita sendiri dell, Sampai kita lupa kalau kita juga pernah terluka,dan ya mungkin ini adalah salah satu caranya'' nasehat Verel .
''tapi gak harus dengan ngebahayain diri sendiri kan rel''.elak Della
''mungkin Yuda lagi punya masalah dell, yang paling dekat sama dia kan cuman Lo, coba tanyain dan temanin dia,''saran Verel kemudian kembali masuk kearah basecamp meninggalkan Della yang merenung.
''bodoh banget si lo dell, Lo harusnya dukung dia dan tanyain apa yang terjadi bukannnya malah marah gak jelas''.monolog Della dengan memukul mukul kepalanya merasa bodoh dengan dirinya sendiri.
halo guys ketemu lagi kita, btw cerita ini ada yang baca gak si , dan kalo boleh jujur gue juga kurang pede sama cerita ini. tapi semoga ada yang nikamatin ya. btw jangan lupa kasih vote dan juga komen ya guys. see you next part guys.
__ADS_1