
...''Terkadang dua manusia dipertemukan bukan untuk dijadikan sebagai sepasang kekasih, melainkan hanya untuk teman bercerita dikala sedih dan senang"....
VOTE
Tawuran sudah berlangsung sejak lima belas menit yang lalu. Namun sepertinya tidak ada yang mau mengalah, padahal sudah lumayan banyak anggota yang terjatuh baik itu dari geng Semut atau bahkan dari geng Tiger sendiri. Terlihat disana Yuda sedang menangkis beberapa serangan dari anggota geng Semut begitu juga dengan uang lain.
Perkelahian hampir usia, dan seperti biasanya dimenangkan oleh geng Yuda.Akan tetapi tanpa mereka sadari dari arah belakang seorang pemuda datang membawa senjata tajam dan menusukkannya tepat kearah punggung Yuda,
"Yuda Awas".teriak Verel melihat seorang pemuda yang hendak menusukkan senjata tajam kearah Yuda. namun apa mau dikata Yuda terlambat menghindar hingga kini ia tumbang sebab tak bisa menghindar.
"anjing Lo apa apaan ".murka geng Tiger memukul Pemuda yang menusuk Yuda dengan membabi buta.
"hahahaha, dia pantas buat dapat semua ini".ujar ketua geng semut dengan nada sinis kemudian berlalu pergi dengan anggotanya.
"anjing gue balas Lo nanti".teriak anggota Tiger.
"Uda Uda bang, mending kita bawa bang Yuda aja dulu ke rumah sakit".usul Fandi mencoba mengangkat tubuh besar Yuda..
semua anggota geng Tiger berbondong-bondong kearah rumah sakit. Mereka harus memastikan jika Yuda selamat sebab kejadian tadi sungguh diluar rencana mereka.
RUMAH SAKIT WIJAYA
disinilah mereka sekarang berada di luar UGD menunggu sang dokter keluar dari dalam. ruangan serta memberikan info tentang sahabat mereka.
Keadaan anggota geng Tiger saat ini tidak bisa dikatakan baik , baju yang acak acakan , luka dibeberapa wajah mereka. bahkan tatapan lelah mereka pun tidak bisa disembunyikan.
dikursi paling pojok Verel terdiam mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. rasanya kaya mimpi dan sungguh tidak pernah terpikirkan olehnya. sahabatnya , ketuanya, dan orang yg selalu ada disisinya kini sedang berjuang untuk bertahan hidup didalam sana. sial ini semua karena geng semut sialan tadi. jika saja Yuda hanya mendapatkan satu luka tusukan mungkin ia masih bisa tenang. namun ini dua, Jika saja Leon ketua geng sialan itu tidak memberikan tusukan pada perut Yuda sebelum pergi mungkin saat ini Yuda masih bisa bersama mereka.
cklek
suara pintu yang dibuka membuyarkan lamunan mereka, semua orang yang tadinya menunduk kini berdiri dan menatap harap kearah sang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.
"gimana keadaan sahabat saya dok?".tanya Verel tidak sabaran.
sang dokter meneliti keadaan orang orang di sini dengan seksama sebelum akhirnya membuka suaranya.
__ADS_1
"kalo boleh tau orang tua pasien dimana?".tanya balik sang dokter.
"keluarga nya lagi diperjalanan dok".jawab Verel tak sabaran.
"kalo ada apa apa bilang sama kita aja dok, kita sahabatnya".
"Baik, jadi begini, akibat luka tusukan yang dialami oleh pasien, mengakibatkan ia kekurangan darah, sementara darah pasien adalah dara yang langkah, dan ditambah dengan penyakit bawaan mengakibatkan keadaan pasien saat ini kritis". jelas sang dokter.
"penyakit bawaan?".tanya Verel memastikan.
"ia pasien mempunyai penyakit jantung koroner".jawab sang dokter.
seluruh anggota geng Tiger menahan nafasnya mendengar penjelasan sang dokter. bagaimana bisa orang yang selama ini terlihat sehat, dan juga kiat ternyata mengidap penyakit mengerikan tersebut.
"jantung koroner".ujar mereka bersamaan guna untuk meyakinkan diri sendiri.
...----------------...
sementara itu disebuah restoran terdapat dua keluarga yang sedang makan siang dengan tenang. Mereka menikmati makanan mereka dalam diam.
Della dan Bian serentak melihat kearah Dirga. Entah mengapa saat ini Della merasakan perasaan gelisah sesekali ia mengecek ponselnya, namun tak ada satupun pesan yang ia terima dari kekasihnya dan bahkan pesan yg ia kirim tadi pagi juga belum dibaca.
"ada apa ya om?".tanya Bian .
"jadi om dan papa kamu berencana untuk menjodohkan kalian berdua, dan yang saya lihat kalian juga sudah mengenal sejak lama bukan?".ujar Dirga penuh harap.
Della dan Bian saling melihat dan terkejut.
dengan tegas Della berkata.
"maaf om, pa aku nolak".Della sungguh tidak punya rasa pada Bian dan kalian tau hatinya milik siapa. dan lagi Della sudah menganggap Bian sebagai sosok Abang .
Bian yang melihat Della menolak tanpa pikir panjang sebenarnya merasa nyeri di ulu hatinya. namun ia takkan pernah sanggup untuk memaksa Della .
"Della".geram Dirga dingin.
__ADS_1
"maaf pa, untuk kali ini aku gak bisa nurutin kemauan papa, aku juga punya pilihan sendiri. cukup selama ini papa dan mama selalu ngatur dan kontrol kehidupan aku. sekarang aku gak akan terima lagi''. Pada akhirnya Della mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam. ia harus tegas kali ini. bahkan is mengabaikan tatapan peringatan dari sang papa, dan juga tatapan marah sang mama.
"Tapi apa kamu gak bisa pikirkan lagi nak Della".bujuk Widi mama tiri Bian.
"maaf Tante, tapi keputusan saya sudah bulat.''tegas Della.
"kamu dan Bian bukannya sudah berteman lama, dan saya yakin tidak akan sulit untuk kalian menjalani sebuah hubungan baru".bujuk Widi tak ingin menyerah.
"terkadang' dua orang manusia dipertemukan bukan untuk jadi sepasang kekasih, melainkan hanya untuk menjadi teman bercerita sedih dan juga senang".ungkap Della bijak.
"maaf Tante, om, papa , mama dan juga Lo Bi, gue pamit duluan ya".kata Della berakal dari kursinya kemudian tanpa melihat kearah kedua orang tuanya ia bergegas pergi dari ruangan tersebut.
"jadi gak ada yang mau dibicarakan lagi kan?".tanya Bian dengan tenang.
"kamu gak bisa apa, bujuk Della saya yakin kamu punya pengaruh besar dalam kehidupan Della".kata Celine melihat kearah Bian dengan tatapan harap.
"maaf Tante, tapi sampai kapanpun saya gak akan pernah untuk memaksa apa yang tidak Della sukai dan inginkan".ucap Bian enteng.
"Lagian benar apa yang Della katakan, kita dipertemukan hanya untuk jadi teman bercerita tidak lebih".lanjut Bian.
untuk beberapa saat terjadi keheningan namun tak lama suara Bian kembali memecahkan keheningan tersebut.
"saya undur diri dulu semua".,pamit Bian menyalami dua pasangan lanjut usia tersebut.
.
"hati hati".peringat Aldi.
''ckkk, kamu kemana si by?''tanya Della entah pada siapa. ia kesal sebab Yuda tidak bisa dihubungi. dengan kaki yang sesekali menendang batu batu kecil dijalanan. Hari ini benar benar menguras tenaga entah apa yang ada dipikiran kedua orang tuanya ,setelah mengkontrol kehidupannya terlalu jauh. kini mereka juga akan mengontrol masa depannya. sungguh menjengkelkan. dan lagi apa apaan tatapan Bian tadi. ia merasa Bian menatapnya kecewa saat ia menolak perjodohan tadi.
tringg ..
Della mengalihkan atensinya pada ponsel miliknya. seketika matanya membola dan dadanya sesak membaca pesan tersebut. ponselnya jatuh ketanah tanpa bisa ia hindari dan tubuhnya seketika lemas.
''gak , ini pasti bohong''.racaunya. Kemudian berlari tanpa arah. yang ada dipikirannya saat ini adalah ia harus bertemu dengan orang itu.
__ADS_1
halo guys ketemu lagi kita, btw cerita ini ada yang baca gak si , dan kalo boleh jujur gue juga kurang pede sama cerita ini. tapi semoga ada yang nikamatin ya. btw jangan lupa kasih vote dan juga komen ya guys. see you next part guys.