
"om, ngapain si ngomong kaya tadi?".Della berdecak kesal dengan tingkah calon ayah mertua nya. Cieelah calon ni ye?.
"Kenapa kamu bapeer?".balas Arga jahil. Saat ini mereka sedang berada didalam mobil mewah milik Arga. Ia tersenyum kecil melihat tingkah dari kekasih anaknya ini. Pantas saja Yuda tergila gila pada Della. Sebab ia mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh wanita lain diluran sana.
"Kita mau kemana om?". Della meneliti jalan yang mereka lewati, ia yakin tadi sudah mengatakan alamat rumahnya namun kenapa ia merasa jika jalan yang mereka lewati ini bukan menuju kearah rumah orang tuanya. Jika diteliti Arga mempunyai wajah yang tampan meski usianya tak lagi muda, rahang yang tegas, bentuk hidung yang mancung dan yang menjadi daya tarik dari pria pari baya ini adalah adanya lesung pipi yang menjadikan ia terlihat berkaki kali lipat lebih tampan. Ah kenapa Della malah memuji pria ini si.
"Turun kita makan dulu, kamu pasti belum makan siang kan?".Arga membukakan pintu untuk Della. Saat ini mereka sedang berada di dalam restoran yang tak lain dan tak bukan adalah salah satu properti milik geng Tiger. Della melihat Andri salah satu orang yang mengurus kafe ini datang menghampiri mereka.
"Dell, lo apa kabar?".sapa Andri basa basi. Ia seperti tak melihat Arga yang berada disini juga.
"Baik bang, Lo apa kabar, btw kenalin ni om Arga bokapnya Yuda". Balas Della. Ia juga memperkenalkan Arga, bukannya apa apa ia hanya tak ingin adanya kesalah pahaman didepan. Ia yakin jika seluruh anggota Tiger sudah tau tentang hubungannya dengan Yuda. Maka dari itu mulai sekarang ia harus jauh lebih menjaga sikap, ia hanya tak ingin semua yang sudah ia bangun hancur berantakan.
Andri sempat terkejut dengan perkataan Della, mereka memang tau siapa Argantara, namun mereka belum pernah bertemu secara langsung. Dan pandangan pertama Andri tau jika pria ini adalah pria yang tegas dan penuh wibawa. Dengan sopannya ia mengulurkan tangannya ingin bersalaman dengan Arga.
"Baik gue dell, halo om saya Andri teman Della dan Yuda". uluran itu sama sekali tidak dibalas oleh Arga. Membuat Andri menarik tangannya kembali. Melihat hal itu Della sedikit menatap bersalah kearah Andri untungnya cowok itu hanya tersenyum seakan maklum.
"Dell mau pesan apa, om juga mau pesan apa?".tanya Andri mencoba mencairkan suasana yang sempat tegang.
"Kayak biasa gue bang, kalo buat om Arga kasih nasi goreng aja terus minumnya Oren jus".ucap Della. Andri segera mencatat pesanan Della dan pamit untuk menyiapkannya kebelakang.
"Emang saya mau itu!".tanya Arga menatap Della.
"Ya kan om sudah tua jadi lebih baik makan makanan sehat nanti cepat koit kan bahaya". Ucap Della enteng. Sungguh hanya Della orang yang pernah berani berkata begitu lancangnya pada Arga. Selama ini belum pernah ada yang berani berbicara dengan begitu santai padanya. Tapi entah mengapa Arga menyukai hal itu. Ia memang membutuhkan seseorang yang tidak takut padanya, seseorang yang bisa ia ajak bicara tanpa adanya maksud lain, tanpa melihat siapa dia, dan apa yang ia punya.
__ADS_1
"Hmm, makan baru setelah itu kita bicara".Arga memerintahkan Della untuk makan saat makanan mereka sudah diantarkan oleh pelayan. Tanpa merasa malu Della makan dengan begitu lahap. Ia bahkan tidak memberikan imege seorang wanita. Menurut Della, menjadi diri sendiri itu jauh lebih baik daripada harus berpura pura, jika menjadi diri sendiri membuat orang orang disekitarnya bertahan, berarti mereka adalah orang-orang yang memang telat untuk berada disampingnya, namun jika sebaliknya ia tak keberatan melepaskan orang tersebut.
"Rakus amat si".ejek Dirga melihat cara makan Della. Dari sini bertambah satu lagi nilai plus untuk seorang Della Dirgantara, maksudnya ia bisa menempatkan dirinya, ia jadi semakin yakin jika Della memang cocok menjadi orang yang melahirkan keturunan Argantara selanjutnya.
"Yaelah om, namanya juga masih muda soal tata Krama kita juga harus kiat tempat la".acuh Della kembali memakan makanannya.
"Tapikan ada saya, orang yang jauh lebih tua dari kamu". Balas Arga tak jengkel. Bukannya mengerti Della malah memukul pundak Arga layaknya seorang teman, memang benar-benar beda cewek satu ini.
"Iya juga si, tapi kalo diliat liat om gak terlalu tua tua banget la, mau gak angkat saya jadi sugar baby nya om".ucap Della sambil menarik turunkan alisnya menggoda. Namun yang ia tak sangka adalah jawaban yang keluar dari mulut seorang Argantara.
"Yaudah ayok kalo gitu, nanti temanin om ya cantik".Arga dapat melihat raut wajah tegang dari perempuan didepannya. Menggoda saja ia berani tapi liat saat diladeni ia malah bersikap layaknya anak kecil yang mau di culik.
"Hhahah".Arga tak bisa membendung tawanya saat melihat wajah pucat Della. Ia bahkan tak sadar jika sudah menarik perhatian pengunjung kafe akibat tawa kerasnya. Dan untuk pertama kalinya setelah sang ibu meninggal dunia ia bisa kembali tertawa dengan begitu luas, jika tau ada orang se menggemaskan Della di dunia ini ia bahkan siap untuk menunggu .
"Lagian ya om, walaupun om kaya dan hampir sempurna la ya, tapi hati saya tetap punya Yuda Argantara".ucap Della dengan yakin. Mengingat tentang Yuda, Della malah menjadi merindukan cowok itu, apa iya sudah makan?,sudah bangun ka?,dan sedang apa sekarang?,. Tanpa sadar Della malah senyum senyum sendiri membuat Arga menatap mau heran.
"Ngapain kamu?". tanya Arga menyentil pelan jidat Della. Ia jadi ngeri sendiri , tadi pucat, terus menggodanya, dan sekarang senyum senyum sendiri, disini tidak ada setannya kan?, Ia hanya takut Della kena tempel setan penunggu kafe ini.
"Gak ada si om, btw ni om mau ngomong apaan sama aku?". tersadar dengan tujuan awal mereka, Della pun bertanya dengan raut wajah penasaran.
"Ini gara gara kamu si, sayakan jadi lupa mau ngomong apa".omel Arga . Waw apa ini Argantara yang terkenal dingin dan kaku itu, tapi yang Della lihat sedari tadi Arga malah terlihat seperti ibu ibu, cerewet.
"Kok jadi aku om, omnya aja yang udah tua, jadi cepat lupa".elak Della, tak terima disalahkan. Pada dasarnya cewek itu selalu benar bukan.
__ADS_1
"Hmm, jadi gini Dell, om mau ngomong tentang Yuda sama kamu".mulai Arga, Della yang mendengar nama sang kekasih langsung memfokuskan perhatian nya lada Arga.
"Tapi maaf om, sebelum itu saya potong dulu, saya mau nanya kenapa selama ini om dan Tante selalu beda bedain Yuda sama adiknya?". Della sebenarnya sudah lama ingin bertanya tentang ini, namun baru sekarang ada kesempatan.
Arga menghela nafasnya kasar, ia tak menyangka jika Della akan mengetahui hal itu, tapi memang sudah saatnya ia memberi tahu semuanya, agar kelak tidak ada penyesalan.
"Dengarin om, om akan ceritain semua sama kamu, pertama tama om dan mamanya Yuda menikah kerja perjodohan, om tidak pernah mencintai dia, jika kamu bertanya kok bisa ada Yuda kalo gak cinta?, Mamanya Yuda menjebak Tante, dan ya hadirlah Yuda, tapi sumpah demi tuhan om gak pernah menyesal akan kehadiran Yuda di hidup om, kemudian setelah kelahiran Yuda, kira kira saat Yuda berusia sekitar 10 tahun om memergoki mamanya Yuda sendang selingkuh dengan mantan pacarnya, padahal saat itu om sedang berusaha untuk mencintai beliau, dan perselingkuhan mereka menghasilkan seorang bayi yang tak lain adalah adiknya Yuda, om marah pada saat itu, tapi tak bisa berbuat apa-apa ,om gak mau Yuda kehilangan figur seorang ibu, dan ya om menerima anak hasil perselingkuhan tersebut, tapi yang tidak om sadari adalah om mulai acuh pada Yuda, om meluapkan segala kekecewaan om padanya, dan yang lebih brengseknya mamanya Yuda jauh lebih menyayangi anak dari mantanmya dibanding Yuda,". Arga berhenti sejenak ia melihat raut tidak percaya dan syok dari Della.
"Tapi kenapa selama ini om diam aja liat Yuda diperlakukan tidak adil oleh mamanya?" .Della bertanya setelah bisa menghilangkan raut syoknya.
"Om gak tau harus apa, yang bisa om lakuin cuman mastiin Yuda baik baik saja, jujur saja sejak ada kamu om melihat Yuda jauh lebih bahagia dari sebelumnya". Arga menatap Della dengan lembut, ia menaruh banyak harapan pada sosok didepannya.
"Maksudnya gimana om, mastiin Yuda baik baik aja dengan cara apa?". Tanya Della kian penasaran. Ia merasa keluarga Yuda jauh lebih rumit daripada keluarganya. Keluaran ini seperti punya banyak rahasia dan cukup misterius.
"Kamu pasti tau, tiap kalian mau ngirim senjata ilegal selalu berhasil bukan, Bahakan kalian tidak pernah tercium oleh aparat negara, menurut kamu hal itu bisa terjadi begitu saja?,tidak Della saya , saya orang yang berada dibelakang semua itu, saya orang yang selalu mempermudah jalan kalian, saya orang yang berada dibelakang mengapa selama ini kalian mudah meraih apa yang kalian impikan". keterangan Arga membuat Della syok. Jadi selama ini mereka selalu berhasil bukan hanya karna kerja keras mereka tapi juga karna campur tangan dari pria ini.
"Lantas mengapa om terlihat tidak peduli pada Yuda?".Arga terdiam sejenak mendengar pertanyaan Della. Tapi kemudian ia menjawab dengan pelan.
"Saya tidak tau harus berekspresi seperti apa untuk menunjukkan rasa sayang saya".ucap Arga mengaduk kepalanya tang tidak gatal.
Della menganga mendengar hal itu, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, astaga jadi begini jika seseorang bersikap terlalu dingin, jatuhnya kadang malah terlihat goblok.
"Tapi Della saya berubah pikiran, saat ini saya takkan lagi membuat Yuda sedih dan kecewa, saya punya rencana dan kamu wajib ikut dalam rencana saya."
__ADS_1