
Seseorang pernah berkata jika cinta dan benci pada dasarnya beda tipis, jangan terlalu membenci karena bisa jadi suatu saat kau akan begitu mencintai,dan jangan pula terlalu mencintai sebab bisa jadi pada akhirnya kau akan membencinya.
"Yud, kamu kenapa bisa lakuain ini, kamu gak percaya sama aku?". Tanya Della lirih . Sementara orang yang ditanya hanya menatap Della dingin.
"Gak, Lo penyebab kehancuran keluarga gue yang pada dasarnya udah hancur". Yuda memandang Della remeh.
"Kamu kenal aku Yud, gak mungkin aku lakuin hal yang bisa buat kamu terluka". Della mencoba meraih tangan sang pemuda. Namun sayang tangan itu ditepis dengan begitu saja.
"Mungkin Lo licik kali, dan oh ya gue juga udah ada pacar , jadi sekarang Lo jauh jauh dari gue". Bagai tersambar petir Della menatap Yuda terkejut.
Rasanya baru kemarin mereka tertawa bersama, baru kemarin mereka berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain, dan baru kemarin juga mereka berjanji untuk saling percaya. Dan hari ini mereka sudah ditimpa masalah, secepat itukah.
Bahkan dalam mimpi sekalipun Della tidak pernah berpikir akan seperti ini kejadiannya.
"Kamu serius?".tanya Della serak. Ia masih berharap jika ini hanya bualan Yuda saja.
__ADS_1
"Iya, dan gue harap Lo jangan ganggu gue lagi".sarkas Yuda. Tanpa menatap Della Yuda berbalik dan meninggalkan Della seorang diri.
Sementara Della yang ditinggalkan hanya menatap Yuda dengan pandangan kosong, seakan mengerti dengan keadaan Della hujan pun turun dan membasahi bumi, Della berjalan diantara derasnya hujan, menangis diantara derasnya rintik rintik hujan, Della tertawa dengan miris, menertawakan keadaan nya.
Ditengah tengah hujan yang masih berjatuhan dengan derasnya, sebuah mobil mewah berhenti tepat disamping Della.
"Dell, kamu ngapain disini , ayo masuk biar om yang nganterin kamu". ujar pemilik mobil itu,. menatap miris keadaan anak gadis didepannya.
Dengan patuh Della ikut, dan menerima uluran tangan dari pria paruh baya didepannya. Mengeringkan dirinya dengan handuk yang pria itu lakukan, pandangan nya saat ini kosong, dan yang paling menyedihkan adalah penampilan Della yang jauh dari kata baik.
Yang bisa ia lakukan hanya menarik Della kedalam pelukannya, ia mengelus rambut halus yang sedang basah karena hujan tersebut dengan sayang.
"Dell ,dengarin om, jangan terlalu memaksa apa yang memang sudah tidak bisa lagi dipertahankan, ada saatnya kamu harus melepaskan walau berat, jika memang sayang bukan kah kebahagian orang yang kamu sayangi adalah hal yang paling penting".nasehat Arga. Pria yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari tempat Della dan juga Yuda mengobrol, ia melihat semuanya, dan saat Della meninggalkan lokasi tempat Yuda, Arga bergegas masuk kedalam mobilnya dan juga mengikuti Della, ia merasa tidak habis pikir saat Della dengan bodohnya menerjang hujan yang begitu deras. Menunggu beberapa saat namun Della belum juga menepi untuk berteduh,dan ya inilah yang terjadi .
Menurut Arga Della dan Yuda masih terlalu dini dan kekanakan dalam menjalani sebuah hubungan, marah, putus, dan sebagainya masih menjadi hal biasa menurut Arga. Terlebih di usia saat ini harsunya Yuda dan Della fokus pada masa depan mereka, meraih segala impian, bermain bersama teman temannya, dan juga menghabiskan masa muda yang tidak akan terulang kembali. Namun bertemu dan berpisah bukankah hal yang wajar, terlebih dalam sebuah hubungan. Melihat Della yang begitu terluka saat ini , Arga jadi bertanya tanya bagaimana dengan keadaan putranya. Arga sangat yakin jika saat ini Yuda sebenarnya sedang membutuhkan dukungan, masalah anaknya pasti sangatlah berat, keadaan orang tua yang tidak lagi bersama, dan ditambah dengan kandasnya hubungan percintaan.
__ADS_1
"Om gak akan ngerti, lagian ini semua salah om". Della melepaskan dirinya dari pelukan pria ini. Jujur saja ia merasa nyaman dipeluk pria ini, seperti ia merasakan peluakn yang dulu papanya berikan, pelukan hangat dan sarat akan perlindungan. Namun mengingat tentang orang tuanya apa saat ini ia masih menjadi anggota keluarga Dirgantara, ataukah ia memang sudah dibuang.
"Lah salah saya dimana, saya kan gak ngapa ngapain?". Tanya Arga tidak mengerti. Salahnya dimana coba, ia bahkan hanya diam dan jadi penonton. Jadi darimana nya ia menjadi penyebab masalah gadis ini.
"Ya seandainya om gak minta bantuan aku, seandainya om gak cerai sama istri om, dan seandainya om jelasin yang sejelas jelasnya sama Yuda,". Cercah Della. Ia menatap Arga sinis seakan melupakan jika pria yang didepannya adalah pria yang usianya terpaut jauh darinya, ia kesal dan marah kata seandainya terus berputar didalam otaknya.
"Ya mau gimana yang bisa bantu saya kan cuman kamu, dan lagi kamu tau masalah saya Della, untuk masalah gosip yang saat ini menimpah kamu yang tentu saja bersangkutan dengan saya, tenang saja saya akan membereskan nya, dan nama kamu akan kembali baik". Janji Arga. Hanya itu yang bisa ia lakukan, untuk masalah Yuda dan Della itu bukan lagi jadi ranah nya. Ditambah ia pun sudah berjanji pada Yuda.
"Tapi masalhaku sama Yuda juga ya om, ingat ya saya gak mau tau". Keluar sudah sikap tukang ngatur Della. Ia hanya merasa Arga pantas disebut sosok Kaka untuknya. Ia merasa mendapatkan dua hal dari Arga, yaitu sosok seorang ayah dan juga sosok seorang kaka, seandainya Yuda dekat dengan pria ini, Della yakin Yuda akan menjadi sosok yang paling beruntung.
"Kalo itu saya gak bisa dell, itu udah jadi keputusan kalian berdua, dan lagi kamu kenapa ngebet banget pengen balik sama Yuda, kamu cantik, kaya, dan lagi saya dengar kamu lagi dijodohkan dengan anak keturunan Wijaya, lantas mengapa tidak menerima saja". Ungkap Arga. Ia heran kenapa anak muda jaman sekarang sangat suka membuat luka batin tersendiri. Bukankah dengan menerima semua yang terjadi jauh akan lebih muda, dan lagi didepan sana pasti akan ada yang terbaik diantara yang baik.
"Kalo ngomong si mudah om, yang susah itu negelakuik, lagian om kaya gak pernah muda aja".balas Della. Ia menatap malas pada Arga, entah kemana tangis nya tadi, ia seakan lupa dengan apa yang baru saja ia alami. Mungkin memang benar, bercerita dapat meringankan beban yang saat ini kita pikul.
Dan saran ku, jika seandainya saat ini kalian sedang mempunyai masalah, akan lebih baik jika diceritakan, kunci dari segala masalah adalah komunikasi, jadi ingat seandainya kalian sedang berada diposisi itu alangkah lebih baik jika diselesaikan dengan baik baik.
__ADS_1