Gadis 5 Milyar

Gadis 5 Milyar
Lepaskan Aku!


__ADS_3

Viona sudah berjalan sangat jauh dari rumah. Ia juga kebingungan karena jalan bertambah sepi dari keramaian penduduk. Sendirian di bawah air hujan yang bertambah deras, Viona memeluk erat tas nya. kulit putihnya terlihat pucat, tubuhnya menggigil, jika berteduh ia takut sendirian, apalagi di tempat yang tidak ia ketahui dan terasa asing di benaknya.


Di tengah kesendirian itu, nampak dua orang pria tengah memperhatikannya. Kedua orang itu berjalan sempoyongan sembari memegang botol minuman. Mereka berdua berjalan saling melawan arah.


Viona yang melihatnya menunduk ketakutan. Tubuh gadis mungil itu basah kuyup hingga baju yang ia kenakannya begitu merekat dengan kulit. Hal itu juga membuat bentuk tubuh Viona tercetak jelas dan terpampang nyata.


"Ah, ada cewek jalan sendirian." Pria itu memperhatikan Viona dari atas hingga bawah dan balik lagi dari bawah ke atas.


"Wow, tubuhnya bagus sekali. Kecil-kecil tapi menggairahkan. Kita samperin dia." Salah satu darinya berjalan sempoyongan mendekati Viona.


"Santapan lezat ini mah, mana cuaca sangat mendukung, hujan dan sepi." Keduanya terpancing birahi setelah menonton video syur. Apalagi ada mangsa membuat keduanya ingin menyalurkan hasrat yang sedari tadi mereka tahan. Di tambah keadaan mereka yang mabuk berat membuat emosi jiwa tak terkontrol.


"Halo nona manis, sendirian saja." cegah kedua orang itu membuat Viona terkejut ketakutan. Dia menunduk memeluk erat tasnya dan ingin menghindari para preman di hadapannya.


Viona berjalan ke samping, tapi malah di cegah. Dia berjalan ke kiri kembali di cegah.


"Wow ternyata di lihat dari dekat sangat cantik dan sangat sexy." Pria bertubuh tinggi dan sedikit gemuk itu memperhatikan tubuh Viona dari ujung kepala sampai ujung kaki balik lagi dari atas bawah sampai keatas.


Jakunnya naik turun menyaksikan lekukan tubuh indah Viona yang menggugah selera mata kedua pria nakal itu.


Viona menyadari tatapan nakal pria itu. Dia menyilangkan tangan semakin erat memeluk tas di dada sesekali mengusap air hujan membasahi wajahnya.


"Permisi, aku mau lewat." Viona hendak menghindar, tapi di cekal tangannya. Gadis itu terbelalak dan menghempaskan tangan nakal yang menyentuh tangannya.


"Mau kemana cantik? kau tidak akan mudah pergi dari sini. Mending kau ikut kaki saka, kita bersenang-senang, hahahaha"


"Maaf Tuan, tolong minggir! Aku ingin lewat," ucap Viona menunduk takut. Meski dirinya tengah di landa ketakutan, Viona tetap berbicara sopan dan juga berusaha tenang. Tapi tak dipungkiri jika jantungnya berdebar dan tubuhnya gemetar takut.


"Enak saja mau lewat begitu saja. Tidak bisa!"


Viona cepat-cepat melangkah menjauhi sedikit berlari kesamping. Namun, dia malah di cekal lengannya di tarik kebelakang oleh kedua orang tersebut sehingga Viona terhenti. Dan saat itu juga tas yang ia peluk dirampas begitu saja dan di lemparkan ke sembarang arah. Kedua tangannya pun di cekal sisi kanan dan sisi kiri.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" teriak Viona memberontak berusaha melepaskan tapi, tenaganya tidak sekuat dua orang itu.


"Hahaahahaa.. melepaskan ikan segar seperti mu? Tidak akan! Enak saja mau melepaskan sebelum menikmati."


"Kita bawa di ke tempat sepi! Kita nikmati tubuh indahnya ini," timpal pria satunya.


Viona di seret paksa oleh keduanya. Dia berteriak minta tolong berharap ada yang menolongnya. Dirinya hanyalah wanita lemah tidak memiliki kekuatan seperti superhero lainnya. Dia hanya wanita biasa tidak memiliki bekal ilmu bela diri.


"Tolong!" Viona berlari meminta tolong, tapi dirinya berhasil di tangkap lagi.


Viona tengah berjuang mempertahankan dirinya dari serangan kedua preman mabuk itu untuk kabur dari mereka. Viona menggigit lengan yang mencekalnya, lalu menginjak kaki yang satunya lagi. Dia berlari menjauh dibawah guyuran air hujan.


"Aw.. sialan." Pria jangkung itu menyalang marah tidak terima di tolak. Mereka mengejar Viona dan kembali bisa mendapatkan.


"Aku tidak mau! Lepaskan aku! Tolong!!" Viona menjerit teriak meminta tolong.


"Berteriaklah, Nona. Tidak akan ada orang yang menolongmu di sini. Tepat ini sepi hahaha."


Ray terus menjalankan mobilnya di bawah air hujan. Ia memicingkan mata ketika melihat seseorang yang menurutnya ia kenal. "Viona!"


Ya, Ray kebetulan lewat jalan sepi itu dan mendapati Viona tengah diganggu oleh dua orang pria. Terlihat sekali gadis itu memberontak meminta tolong.


Ray segera menepikan mobilnya, lalu segera turun. Hatinya tidak tega melihat Viona menjerit memberontak.


"Mau di bawa kemana dia?" pekik Ray berdiri menatap silih berganti mereka bertiga. Dan ketika tatapan matanya bertemu dengan Viona, hati Ray mendadak merasakan sesuatu.


"Ray tolong aku!" pinta Viona terisak pelan. Dia lega ada orang yang ia kenal dan berharap jika Raymond mau membantunya.


"Minggir kau anak muda! Jangan halangi kegiatan kami. Ayo bawa dia pergi!" Para preman itu seakan enggan berurusan dengan Raymond.


Viona kembali menggigit salah satu tangan yang mencekal tangannya dan menendang senjata pria satunya lagi. Lalu, Viona berlari ke arah Ray dan berdiri di belakangnya.

__ADS_1


"To-tolong aku, mereka mau menyakitiku, Ray." Tangan Viona merangkul erat tangan kekar suaminya.


Ray menoleh ke samping, ia bisa melihat sebuah ketakutan dan juga mata Viona sudah sembab dan kacau.


"Mending kau pergi dan tidak usah ikut campur! Atau kau juga menginginkan dia dan ingin menikmati tubuhnya? Lebih baik kita nikmati bersama-sama dan itu jauh lebih nikmat. Bagaimana? Tawaran yang bagus bukan?"


Ray tidak mendengarkan, ia mencekal tangan Viona dan menariknya hendak pergi. Namun, salah satu dari preman itu tidak terima dan memegang pundak Ray kemudian memukulnya.


Bug ....


"Akkhhh ...." Viona menjerit kaget.


Ray mendongak sambil memegang pipinya, tapi tatapan matanya begitu tajam dan langsung saja kakinya menerjang pria yang sudah memukulnya.


"Rupanya kalian ingin bermain-main dengan ku. Baiklah, kita akan bersenang-senang!" pekik Ray marah dan membalas pukulan mereka.


Dan perkelahian pun terjadi antara Raymond melawan dua orang preman. Ray terus menghindari pukulan demi pukulan yang preman itu layangkan kepadanya. Dia juga berhasil memukul kedua orang itu hingga tersungkur ke tanah.


"Hanya segitu kemampuan kalian? Ck, memalukan." Ray berbalik dan kembali mendekati Viona.


Tapi, salah satu dari kedua premannya tidak terima begitu saja. Dia mengambil botol minuman yang tergeletak di tanah dan segera berdiri. Lalu, dia berlari mendekati Ray bersiap untuk memukul Ray dari belakang.


Viona yang menyadari pergerakan itu segera berlari ke arah Ray dan memeluknya llau, memutar tubuh Raymond ke depan sehingga kini dia yang membelakangi premannya.


Bruk ... prang ....


Botol itu malah kena kepala Viona. Raymond terbelalak, "Viona!" pekik Ray tak menyangka wanita itu melindunginya. Preman itu segera lari dari sana.


"Sssttt, aw." Viona meringis merasakan sakit di bagian kepala. Tangan kanannya memegang kepala bagian belakang dan ia merasa sesuatu keluar dari kepalanya.


"Viona!!" Ray segera merangkul pinggang Viona yang hendak terhunyung. Seketika mata Ray melotot melihat cairan merah tergenang di bawah bercampur air.

__ADS_1


"Darah!" Ray menatap Vio, "kepalamu berdarah Viona!"


__ADS_2