
"Emangnya kau tidak tahu dia siapa?" tanya Adit menatap Ray dan juga beralih menatap Viona.
"Ray, aku sudah memasak buat kamu. Ayo kita makan." Viona tidak ingin orang itu membongkar masalalunya. Viona juga menarik tangan Raymond, tapi Ray menahannya.
"Tunggu sebentar!" ujar Ray seraya menatap Adit. "Kau kenal Viona? Apa sebelumnya kalian pernah bertemu?" Ray penasaran mengenai itu.
"Tentu saja kami pernah bertemu. Eh, tunggu dulu. Kau kenal dia darimana?" Adit penasaran, apalagi dari dulu ia mengincar Viona dan tentunya tertarik kepada Viona. Dan kali ini ia menemukannya sehingga tidak akan Adit biarkan pergi lagi.
"Kita ketemu lagi nona manis, tidak akan ku biarkan kau pergi lagi dariku setelah kau ku beli." Adit menatap intens penampilan Fiona dari atas hingga bawah, terlihat sangat mempesona.
"Dia ..." Ray melirik Viona. "Tidak mungkin aku bilang jika Viona istriku, 'kan semua orang sudah tahu kalau aku ini sudah menikah."
"Ayo Ray, tolong bilang padanya kalau aku ini istrimu. Aku tidak mau dia mengejar ku, aku takut, Ray. Bantu aku buat menyingkirkan dia." Gumam Viona dalam hati, dan ia berharap Raymond menyebut dirinya istrinya. Namun, pengakuan Ray membuat Viona tertegun merasakan sesak yang begitu dalam.
"Dia siapa?" tanya Adit di buat penasaran.
"Dia ... dia pembantuku," ucap Ray tidak mengakui Viona. Hal itu membuat Viona kecewa dan sedih.
"Pembantu, dia bahkan menyebutku pembantunya. Dia tidak mengakui ku sebagai istrinya. Tuhan, rasanya sakit sekali. Hatiku terasa perih." Viona menunduk seraya menggigit bibirnya menahan diri untuk tidak menangis. Tangannya menggenggam erat rantang yang ia bawa dan juga tubuhnya berusaha untuk berdiri tegap di saat rasa lemas menghampiri tubuhnya.
"Seharusnya kau sadar diri, Viona. Tidak mungkin Raymond menyukaimu. Kau yang terlalu tinggi berharap padanya dan mengartikan sebuah kebaikan Raymond merupakan perasaannya. Kau bodoh sampai terbawa suasana, kau bodoh menyukai orang yang tidak mungkin menyukaimu, kau terlalu bodoh, Viona."
"Wow, dia pembantu mu? Ini kabar mengejutkan, seorang Raymond memiliki pembantu cantik seperti ini, di luar dugaan setiap orang." Adit terus menatap nakal pada Viona.
"Kali ini kau akan menjadi milikku, Viona. Tidak aku biarkan kau kabur lagi. Aku harus cari cara agar Ray membencinya dan mengusir Viona dari kediaman keluarganya." Seringai penuh misteri Adit rencanakan.
"Ray, Ray, Anda sungguh tidak tahu siapa dia? Kau bahkan membiarkan dia masuk kedalam keluarga kalian. Kau tidak takut jika dia menggoda ayahmu atau menggoda mu?" Adit mulai memancing Ray agar terus kepikiran dengan perkataannya.
Ray nampak mengerutkan keningnya, "maksudmu apa?" Ray masih belum mengerti.
__ADS_1
Viona panik, ia takut Adit menghasut Ray dengan perkataan yang tidak benar.
"Ray, jangan dengarkan dia! Ayo kita pergi!" ajak Viona enggan untuk mendengarkan lanjutan perkataan dari Adit.
"Lihatlah pembantu mu ini, dia bahkan sudah berani menyebut namamu tanpa embel-embel Tuan. Bukannya itu tidak sopan? Kau 'kan majikannya." Adit semakin gencar bicara yang mulai menjurus pada hal tertentu.
"Dia itu ..." Ray bingung harus berkata apa. Jika dia jujur pasti akan ada masalah yang akan terjadi ke depannya. Tapi jika dia menyembunyikan pernikahan dia dan Viona, pasti semuanya salah paham atas apa yang barusan ia katakan.
"Dia seorang wanita malam," celetuk Adit membuat keterkejutan dalam diri Raymond dan Viona.
"Kau jangan bicara bohong! Aku bukan wanita malam!" balas Viona tidak terima dirinya di tuduh seperti itu.
Sedangkan Ray, ia diam mencerna setiap kata yang barusan Adit lontarkan. Dia menatap Viona tak percaya.
"Ray jangan percaya sama ucapan pria gila ini, aku bukan wanita malam." Viona berusaha keras untuk membela dirinya.
"Aku tidak pernah menghabiskan malam panas dengan mu, kau berbohong. Dan aku juga tidak menerima uang itu! Aku tidak pernah melakukan itu!" pekik Viona teramat marah atas apa yang Adit katakan. Dia takut Ray mempercayai ucapan Adit. Apalagi melihat Ray diam begitu saja membuatnya panik jika suaminya termakan ucapan Adit.
"Jadi kalian?" Ray tidak percaya kalau papanya menikahkan dia dengan seorang wanita malam.
"Tentu saja seperti yang kau pikirkan. Apa mungkin ayahmu juga salah satu pelanggannya? Makanya aku sarankan jangan terlalu percaya sama dia, dia itu pintar mengambil hati orang. Dia meninggalkan ku setelah berhasil memuaskan ku dan mengambil uang lima milyar itu." Adit semakin gencar menghasut Ray agar pria itu memecat Viona dan dia yang akan membawanya pergi.
"Apa mungkin papa mempertahankan Viona karena papa menyukai wanita ini? Lalu papa menyuruhku menikahinya karena takut skandal mereka terbongkar?" Ray mulai berpikiran yang tidak-tidak tentang papanya dan Viona. Jika mengingat bagaimana papanya membela Viona, membuat Ray selalu bertanya-tanya ada hubungan apa Papa Bram dan istri keduanya? Perhatian papa, pembelaan papa, dan perlakuan papanya membuat Ray bingung.
"Apa ini alasan papa begitu mempertahankan Viona karena papa dan Viona memiliki hubungan di belakang nama?" batin Ray seketika merasa panas dengan tangan terkepal kuat.
"Ray jangan percaya dia, dia itu bohong!" Viona hendak menggapai tangan Raymond, tapi Ray segera menepisnya. Dia memandang Adit.
"Kau kenal dia di mana?" tanya Ray memastikan.
__ADS_1
"Club xxx." jawab Adit tanpa ragu. Lalu, Ray menatap Viona begitu intens dengan sorot mata merah menahan amarah.
"Kau kenal dia dimana?" kali ini Ray bertanya pada Viona dengan pertanyaan yang sama. Dia ingin memastikan apa pertemuan itu sama atau tidak.
"Aku ..." Viona gugup dan tentunya bingung juga.
"Jawab!"
"Club xxx, tapi aku bisa jelaskan a ..."
"Cukup!" Ray memotong perkataan Viona. Dia sudah yakin jawabannya karena ia tahu jiga kliennya ini terkenal sebagai casanova penjelajah wanita. "Tidak perlu kau jelaskan apapun lagi. Sekarang aku mengerti kenapa Papa begitu ngotot mempertahankan mu di rumah. Pasti kau dan papa memiliki hubungan."
"Ray, kau salah faham. Itu tidak benar." Viona menggelengkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.
"Wow, rupanya orangtuamu juga menginginkannya? Hmmm pantas saja sih, toh pelayanan dia begitu memuaskan," ujar Adit semakin memperkeruh suasana.
"Diam kau brengsekk! Aku tidak seperti yang kau tuduhkan. Kau telah memfitnah ku!" pekik Viona geram atas tuduhan Adit membuat kekacauan dalam hubungan dia dan suaminya.
"Ayolah Viona sayang, jangan sok jual mahal. Akui saja jika kau itu wanita malam club xxx dan majikan mu Louis." Adit mencolek dagu Viona dan Viona menepisnya saking jijik di sentuh pria gila itu.
Ray merasa panas dan berlaru dari sana dengan rahang mengeras penuh amanah.
"Ray, tunggu Ray! Ini tidak benar, Ray!" Viona hendak mengejar, tapi Adit mencekal pergelangan tangan Viona.
"Mau lari kemana lagi cantik? Kali ini aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi dariku."
"Brengsek kau!" sentak Viona menghempaskan tangan Adit dan mendorong tubuh pria itu. Lalu, Viona mengejar Ray.
Adit tersenyum menyeringai, "pasti kau akan di pecat. Kita tunggu waktu itu tiba."
__ADS_1