
"Aku mencintaimu walau harus ke neraka..."
Sebuah lagu kesukaan Lucia terdengar di penjuru mall ketika gadis tersebut sedang mengantri bersama Legolas di kasir. Tanpa berpikir Lucia melepaskan pegangannya pada baju Legolas dan berjalan mencari sumber suara.
Sebuah panggung berada di tengah-tengah mall dengan para penonton memenuhi pinggir panggung menikmati seorang pemuda sedang bernyanyi di tengah panggung dengan memetik gitar. Pemuda tersebut adalah Cedric Hartman, pemilik lagu yang berjudul Aku Mencintaimu Walau Harus Ke Neraka.
Lucia menyelinap masuk ke kerumunan penonton untuk mendekati pemuda tersebut karena saat ini ada yang ingin ia tanyakan pada Cedric. Tanpa ragu gadis itu menaiki tangga panggung walau beberapa penjaga mencoba menghentikannya.
Cedric yang hampir menyelesaikan lagunya melihat Lucia, dan memberi gestur pada para penjaga untuk membiarkan Lucia menaiki atas panggung.
Sebelum Lucia sampai di atas panggung Legolas lebih dulu memegang lengan gadis itu dan menariknya turun dari sana. Dengan sangat kesal Legolas membawa Lucia keluar dari kerumunan penonton yang jumlahnya sangat banyak.
"Kenapa kau tidak pernah mendengarkan perkataanku?!" Kesal Legolas dengan sangat marah.
"Olas, orang itu yang rela ke neraka demi cintanya." Ujar Lucia tidak memedulikan kemarahan Legolas. "Aku ingin menemuinya. Ada yang ingin aku tanyakan padanya."
"Dengar Cia, itu hanya lagu yang—"
"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" Tiba-tiba Cedric yang turun dari panggung mendekati mereka berdua. "Silakan, kau bisa bertanya."
Legolas yang melihat penyanyi itu mendekat pada mereka hanya bisa membuang napasnya karena mereka juga menjadi pusat perhatian dari para penonton.
"Siapa orang itu? Orang yang membuatmu ingin ke neraka?" Tanya Lucia dengan polosnya.
Cedric tertegun mendengar pertanyaan aneh Lucia. Siapapun akan tahu jika lagu ciptaannya tersebut hanyalah kata kiasan untuk menunjukan rasa cintanya pada seseorang dan bukan benar-benar dirinya ingin ke neraka. Namun saat ini penggemarnya sedang memperhatikannya sehingga ia harus mencari jawaban yang bagus.
"Kau." Jawab Cedric dengan sebuah senyum. "Kau dan para penggemarku yang membuat aku ingin ke neraka karena aku mencintai kalian."
"Tapi saat di neraka kau tidak akan merasakan cinta." Ucap Lucia. "Karena itu aku datang ke dunia—"
Legolas langsung menutup mulut Lucia agar gadis itu tidak meneruskan perkataannya.
"Maaf, dia agak kurang waras. Jangan dipikirkan perkataannya." Seru Legolas setelah itu membawa Lucia pergi dari sana.
__ADS_1
Dari kejauhan, seorang pemuda lainnya yang berada di lantai dua melihat pada mereka semua. Pemuda berambut merah dengan wajahnya yang tampan tersenyum dengan mata hampir tertutup karena sudah menemukan seseorang yang ia cari.
"Akhirnya aku menemukanmu." Ucap Leviathan.
...----------------...
Legolas terus menarik lengan Lucia agar mengikutinya keluar dari mall, namun saat mereka sampai di pintu keluar tiba-tiba rasa panas mulai terasa di tangannya yang memegang Lucia. Legolas meringis kesakitan dengan melepas tangan Lucia.
"Kau kenapa?" Lucia merasa aneh melihat Legolas yang meringis kesakitan.
"Efek apelnya habis." Ujar Legolas sambil membuka tas ransel yang dibawanya dan mengambil satu buah apel. "Cepat makan apel ini lagi, kalau tidak aku tidak akan bisa menghentikanmu berbuat sesukanya."
"Aku mencintaimu." Ucap Lucia sambil mengambil apel dari tangan Legolas.
Sebuah mobil mewah melintas melewati pintu keluar di mana Legolas dan Lucia sedang berdiri. Cedric yang berada di dalam mobil memperhatikan Lucia dengan rasa penasarannya pada gadis tersebut.
"Ada apa, Ced?" Tanya seorang wanita yang duduk di samping Cedric di kursi belakang mobil tersebut. Wanita berusia 45 tahun itu adalah ibunya yang bernama Edith Gringger.
"Gadis itu terlihat sangat aneh." Jawab Cedric menunjuk ke luar jendela mobil.
"Ada apa, mom?" Kali ini Cedric memperhatikan ibunya yang masih melihat ke arah belakang mobil melalui jendela.
Edith menoleh pada anak laki-lakinya. "Pemuda itu tadi tidak sengaja menabrak mom. Sepertinya dia sedang mencari gadis itu makanya tidak memperhatikan jalannya. Pasti dia sangat mengkhawatirkan gadis itu."
"Apa seperti itu?" Tanya Cedric.
...----------------...
Legolas dan Lucia sampai di panti asuhan Greenville. Letak panti asuhan tersebut berada di kota yang lebih kecil dari kota Kryvcraz, yaitu kota Parvyzki, yang berjarak hampir 200 km dari Kryvcraz. Panti asuhan tersebut ukurannya tidak terlalu besar dan hanya di isi oleh 22 anak saat ini. Di mana anak-anak yang dewasa sudah keluar dari panti asuhan dan sudah menikah sehingga memiliki keluarga masing-masing. Hanya Legolas yang masih belum menikah, karena itu dirinya setiap awal bulan akan datang untuk memberikan sedikit gajinya pada ibu mereka, Bethany Greenville.
Melihat kehadiran kakak mereka semua anak dari berbagai usia terlihat senang menyambut Legolas. Legolas pun tampak gembira dengan memberikan pelukannya pada semua adiknya.
"Lihat, aku membawa apa?" Legolas mengeluarkan bungkusan plastik dari tas ranselnya.
__ADS_1
Lucia melihat yang dikeluarkan Legolas adalah satu kantong plastik apel miliknya.
"Olas, itu punyaku!!" Seru Lucia mencoba mengambil kantong plastik yang berisi apel merah, namun Legolas memegang tangan Lucia agar tidak mengambilnya.
"Nanti akan aku belikan lagi." Ucap Legolas. "Ini untuk kalian semua. Annie, tolong potongkan untuk mereka semua." Legolas berbicara pada gadis yang berusia 12 tahun, dan memberikan apel tersebut padanya.
"Olas, siapa dia? Apa kekasihmu?" Tanya Annie melihat pada Lucia.
Pertanyaan gadis berambut ikal itu membuat Legolas bingung harus menjawab apa padanya.
"Hhmm." Lucia mengangguk. "Walaupun aku tidak mencintai Olas saat ini tapi nanti aku akan mencintainya. Aku akan merasakan cinta seperti manusia merasakan cinta pada umumnya."
"Tidak-tidak..." Seru Legolas dengan gerakan tangannya. "Tidak seperti itu. Namanya Cia—"
"Olas, kau datang?" Tiba-tiba pemilik panti asuhan datang.
Ia adalah Bethany Greenville, wanita berusia 55 tahun. Ia juga merupakan ibu angkat dari semua anak di panti asuhan tersebut, termasuk ibu angkat Legolas.
"Ya, aku datang bu." Jawab Legolas. "Annie, tolong ajak Cia juga ya."
"Ayo, Cia!" Seru Annie.
"Cia, tunggu sebentar!!" Legolas langsung menarik tangan Lucia menjauh dari sana untuk memperingatkan gadis itu lagi. "Ingat, jangan melakukan hal-hal yang sudah aku larang sebelumnya. Aku tidak akan membelikanmu apel lagi kalau kau tidak mendengarkan aku!!"
"Hhmm." Lucia mengangguk. "Kau harus membelikan aku apel yang banyak karena kau sudah memberikan apel-apelku pada mereka semua."
Legolas mencoba tersenyum mendengar permintaan Lucia.
"Apa kau ke sini untuk memberikan undangan?" Tanya Bethany pada Legolas ketika pemuda itu melihat Cia berjalan pergi bersama anak-anak panti asuhan.
"Apa?" Legolas menoleh pada Bethany. Ia tidak mengerti dengan pertanyaan ibu angkatnya itu.
"Bulan lalu aku bilang padamu kau hanya boleh kesini lagi saat memberikan undangan pernikahanmu. Tapi tidak aku sangka kau datang bersama calon menantuku juga."
__ADS_1
Legolas terdiam karena terkejut mendengar ucapan Bethany.