
"Kami sangat berterimakasih nyonya, setelah dua bulan lalu kau datang ke sini dengan memberikan sumbangan yang banyak pada panti ini." Ujar Bethany yang duduk di sofa di salah satu ruangan di panti asuhan yang ia kelola.
"Tidak masalah. Aku akan terus memberikan sumbangan pada panti ini." Jawab Edith yang duduk di salah satu sofa juga. "Sebenarnya kali ini aku datang ke sini karena ada hal yang ingin aku tanyakan."
"Silakan nyonya, jika bisa aku pasti akan menjawabnya." Bethany tersenyum dengan ramah.
Dengan pertimbangan sebelumnya, Edith mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sapu tangan milik Legolas. Ia meletakannya di atas meja yang agak dekat dengan arah Bethany duduk.
Bethany yang melihat sapu tangan tersebut langsung tahu jika itu adalah sapu tangan yang diberikan olehnya pada Legolas ketika terakhir kali pemuda itu datang ke panti. Dengan perasaan penuh tanya, Bethany melihat ke arah Edith tanpa menyentuh sapu tangan tersebut.
"Dua puluh tahun yang lalu, seorang wanita terpaksa membawa anak yang baru dilahirkannya tiga hari ke panti ini. Wanita itu terpaksa melakukannya karena dia akan segera dinikahkan dengan seorang pria bangsawan dalam waktu dekat." Ujar Edith dengan tatapan menerawang ke masa lalu. "Wanita itu harus melakukannya karena dalam pelariannya dengan ayah dari bayi tersebut berakhir dengan meninggalnya ayah bayi itu. Ayah bayi itu meninggal di hari yang sama ketika bayi itu lahir."
Bethany terus mendengarkan cerita Edith tanpa mengeluarkan sepatah kata, bahkan ketika wanita di depannya mulai mengeluarkan air mata dan berhenti sejenak untuk mengatur napasnya. Bethany hanya memandang pada Edith menunggunya melengkapi semua ceritanya.
"Bahkan kami belum memberinya nama." Lirih Edith seraya menyeka air mata yang ada di pipinya. "Aku terpaksa melakukannya karena jika aku membawanya, orang tua dari pria yang akan aku nikahi itu pasti akan berbuat sesuatu yang buruk pada anakku itu karena mereka juga yang menabrak pria yang aku cintai, ayah bayi itu."
Bethany berjalan mengambil kotak tisu dan memberikannya pada Edith untuk menghapus air matanya, dan kembali ke tempat duduknya lagi.
"Pemuda yang memiliki sapu tangan ini, apa dia anak itu? Apa dia anakku?" Tanya Edith pada Bethany dengan tatapan agar Bethany menjawabnya. "Ya, dia anakku, saat pertama melihatnya dari kejauhan aku langsung merasa seperti itu. Dia sangat mirip seperti ayahnya."
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Bethany. "Apa sekarang kau ingin mengakui dia anakmu? Kau ingin dia kembali padamu?"
"Ya, aku ingin menebus semua kesalahanku."
__ADS_1
"Dia akan membencimu." Jawab Bethany. "Selama ini dia menganggap jika orang tuanya menaruhnya di panti karena keadaan ekonomi mereka yang memaksanya, jadi saat dia tahu jika ibunya adalah orang yang sangat kaya, dia akan membencimu."
Legolas berjalan menuju panti asuhan Greenville setelah meninggalkan rumah yang merupakan tempat tinggal ayahnya. Pikirannya di penuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang membuat perasaannya bercampur aduk saat ini.
Ketika memasuki pintu gerbang panti asuhan, Legolas melihat sebuah mobil mewah melintas keluar. Ia bisa melihat kalau orang yang di dalam mobil tersebut adalah ibu Cedric, Edith. Namun Edith tidak melihat kehadiran anak kandungnya tersebut karena rasa sedih sedang menyerangnya saat ini.
"Dimana Cia? Kenapa kau datang sendiri?" Tanya Bethany ketika duduk di sofa bersama dengan Legolas.
"Dia sudah pergi. Aku sudah tidak menampungnya lagi." Jawab Legolas dengan nada suara datar. "Tadi itu bukannya nyonya Edith Gringger, bu? Ada perlu apa dia kesini?"
"Dia wanita yang memberi sumbangan pada panti ini beberapa bulan lalu." Ucap Bethany. "Ternyata kau mengenalnya."
"Ya, dia wanita yang baik. Aku juga mengenal anaknya. Dia beruntung memiliki seorang ibu yang baik seperti nyonya Gringger." Ujar Legolas.
"Ini berat badan ideal semua pria di negara ini, bu." Jawab Legolas dengan sebuah senyum, namun tidak berapa lama raut wajah Legolas berubah karena ingin mengatakan apa yang sudah ia ketahui saat ini. "Aku baru saja menemui seseorang bu. Dia tinggal di Pavyzki."
"Menemui siapa?"
"Pemilik sapu tangan itu." Tatap Legolas. "Ternyata orang itu sudah meninggal sekitar 20 tahun lalu." Legolas menundukan kepalanya.
Bethany tidak langsung menanggapi perkataan Legolas dan masih menunggu pemuda itu melanjutkan perkataannya.
"Di rumah itu hanya ada kedua orang tuanya. Tapi yang membuat aku terkejut ternyata pria itu meninggal sebelum menikah. Bahkan kedua orang tuanya tidak tahu jika dia memiliki seorang anak." Suara Legolas terdengar gemetar saat berkata seperti itu.
__ADS_1
Sejenak Legolas menghela napasnya untuk mengatur emosinya agar tidak mengeluarkan air mata. Ia mengangkat kepalanya segera dan menatap Bethany dengan sebuah senyum yang dibuatnya.
"Tapi itu bukan masalah untukku. Tidak akan ada yang berubah padaku. Aku mengerti kenapa aku berada di panti asuhan ini. Wanita yang adalah ibuku pasti hidup dalam penderitaan jika membesarkan aku seorang diri, makanya mau tidak mau dia menaruhku di sini agar dia bisa bertahan hidup."
"Lalu apa kau ingin mencari wanita itu?"
Sesaat Legolas terdiam, ia memikirkan pertanyaan tersebut dalam benaknya. Ia merasa harus mencari ibunya sekarang karena berpikir mungkin saja ibunya tersebut menderita karena hidup kekurangan.
"Aku akan mencarinya. Aku ingin membantu hidupnya agar dia hidup lebih baik. Semoga saja dia masih bertahan hidup dan tidak mati kelaparan." Jawab Legolas dengan penuh keyakinan.
"Lalu bagaimana jika ternyata ibu kandungmu adalah orang yang hidup berkecukupan, bahkan jauh dari kata cukup? Apa kau akan menerima dirinya, Olas?"
"Itu tidak mungkin. Jika dia hidup berkecukupan dia tidak akan membuangku, bukan? Dia pasti hanya wanita miskin yang hidup dalam kekurangan."
Bethany menjadi bingung harus berkata apa pada Legolas. Ibu kandungnya hidup dengan baik, bahkan jauh lebih baik dari dirinya. Hal itu membuat Bethany mengurungkan niatnya untuk memberitahu Legolas mengenai Edith Gringger yang adalah ibu kandung Legolas. Wanita yang bahkan sudah dikenalnya.
"Apa kau tahu sesuatu mengenai ibu kandungku?" Tatap Legolas merasa ekspresi wajah yang ditunjukan Bethany terlihat menyimpan sesuatu. "Sejak awal aku perhatikan ada yang berbeda dengan sikapmu."
"Olas, carilah seorang gadis dan segera menikah. Kau harus memiliki hidupmu sendiri agar tidak perlu ke sini lagi. Dan sebaiknya kau fokus saja pada masa depanmu, kau tidak perlu mencari tahu siapa ibumu. Aku tahu kau hidup pas-pasan sekarang. Kalau kau mencari ibumu dan ingin membantunya, kau tidak akan bisa memenuhi kebutuhanmu lagi." Ujar Bethany berharap perkataannya dimengerti. Ia tidak ingin Legolas kecewa dan marah pada hidupnya saat tahu siapa ibu kandungnya.
"Itu tidak masalah untukku. Aku akan mencari pekerjaan yang lebih baik atau pekerjaan tambahan sementara setelah menemukan ibu kandungku, bu." Jawab Legolas dengan sebuah senyum. "Kau menyuruhku menikah, itu juga akan menambah pengeluaranku karena harus hidup dengan istriku nanti. Tapi kau tenang saja, aku juga sudah memikirkannya dan berniat menikah dalam tahun depan. Tahun ini akan segera berakhir, kan?"
...–NATZSIMO–...
__ADS_1