GADIS IBLIS MENCARI CINTA

GADIS IBLIS MENCARI CINTA
Sepasang Kekasih


__ADS_3

Cedric yang membuka topi Lucia secara tiba-tiba melihat tanduk gadis itu dengan sangat terkejut. Bahkan pemuda itu mundur karena takut pada apa yang dilihatnya.


Lucia tidak langsung menjawab. Gadis itu masih membeku karena melihat reaksi Cedric yang terlihat takut padanya. Itu membuat dirinya kembali teringat pada reaksi Legolas saat pertama kali melihatnya keluar dari neraka. Legolas terlihat tidak takut dan bahkan pemuda itu memadamkan kobaran api yang keluar dari tubuhnya. Ia jadi semakin merasa merindukan Legolas.


"Katakan padaku, sebenarnya kau ini apa, Cia?" Cedric memperjelas pertanyaannya. "Kenapa ada tanduk di kepalamu?"


"Aku adalah iblis." Jawab Lucia.


Jawaban Lucia semakin membuat Cedric terkejut dan rasa takutnya semakin menjadi. Ia teringat dengan semua yang dikatakan gadis itu padanya. Mulanya Cedric menganggap kalau Lucia hanya bergurau dan tidak sungguh-sungguh dengan semua yang diucapkannya. Tapi ternyata semua itu memang benar. Lucia adalah iblis.


"Apa kau takut padaku?" Tanya Lucia karena ekspresi Cedric dengan jelas menunjukan hal tersebut.


"Ba—bagaimana kau bisa muncul di depan manusia biasa dan kenapa kau seperti itu?" Akhirnya Cedric memberanikan dirinya bertanya hal yang membuatnya heran.


"Aku memakan apel kehidupan agar bisa dilihat manusia dan kabur ke dunia manusia." Jawab Lucia. "Iblis tidak memiliki cinta karena Tuhan menciptakan iblis tanpa perasaan cinta di dalamnya, sedangkan aku sangat penasaran dan ingin merasakan hal itu. Karena itu aku kabur ke dunia manusia. Aku juga sudah bilang padamu kalau aku ingin merasakan cinta."


"Aku tidak mengira kalau alasan kau berkata seperti itu sebelumnya karena kau seorang iblis."


Lucia tidak menjawab dan hanya menundukan kepalanya.


"Apa Olas juga tahu jika kau seorang iblis?" Tanya Cedric. "Ya, pasti dia tahu, tidak mungkin dia tidak tahu. Lalu kenapa dia mengusirmu dari rumahnya?"


Lucia mengangkat kepalanya, kembali menatap pada Cedric. Legolas tidak mengusirnya karena Lucia sendiri yang ingin pergi karena perkataan Legolas yang membujuknya kembali ke neraka.


"Cia, kenapa Olas mengusirmu? Bahkan tadi saat bertemu di mall dia langsung pergi setelah menghampirimu dengan mengatakan satu kalimat saja." Ujar Cedric. "Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?"


"Ced, apa kau tidak suka kalau aku seorang iblis?" Lucia balik bertanya. "Apa aku harus pergi dari rumahmu juga? Kau terlihat takut padaku."


"Ti—tidak, bukan seperti itu." Seru Cedric. "Aku hanya terkejut saja. Kau masih bisa tinggal di sini kalau kau mau. Aku tidak masalah meski kau seorang iblis."


"Apa kau yakin?" Tatap Lucia memastikan.


Cedric tersenyum menjawab pertanyaan Lucia dan membuat hati gadis itu lega karena baru saja ia berpikir untuk membakar Cedric tadi.

__ADS_1


...----------------...


"Filmnya seru sekali tadi. Aku sangat suka akhir ceritanya karena berakhir dengan bahagia." Ujar Chloe dengan wajah yang senang menatap Legolas. "Bagaimana menurutmu film tadi, Olas?"


Pertanyaan Chloe menyadarkan Legolas yang baru saja melamun. Ia masih saja memikirkan Lucia saat ini.


"Kau melamun, Olas?" Tatap Chloe. "Apa filmnya membosankan untukmu?"


"Tidak, itu film yang bagus." Jawab Legolas. "Sekarang sebaiknya kita makan."


"Bagaimana kalau kita pulang saja?" Tanya Chloe.


"Pu—pulang?" Legolas terkejut karena ia berpikir kalau Chloe tidak suka pergi dengannya. Pasti seperti itu, pasti sangat membosankan pergi bersama dengan dirinya. "Baiklah kalau begitu."


"Olas, ayo kita ke rumahmu." Ucap Chloe. "Maksudku kita bisa memasak bersama untuk makan."


"Apa?" Legolas tampak terkejut.


"Kau tidak keberatan kan?"


"Ini pertama kalinya aku masuk ke tempat seorang pria." Ujar Chloe.


Legolas merasa sedikit malu. Ia merasa tempat tinggalnya biasa saja dan tidak ada apapun yang bisa ia perlihatkan, bahkan ia tidak memiliki sofa atau kursi untuk diduduki. Legolas sedikit lega karena sebelumnya ia sudah lebih dulu membersihkan rumahnya.


"Kau hanya tidur di kasur itu, Olas?" Tanya Chloe dengan pandangan ke arah kasur. "Cia tidur dimana?"


Legolas menjadi bingung menjawab apa untuk pertanyaan Chloe tersebut. Memang terlihat aneh karena mereka berdua tinggal bersama tetapi hanya memiliki satu kasur, itu karena Lucia tidak tidur. Tetapi tidak mungkin ia mengatakan hal tersebut pada Chloe. Mana ada manusia tidak tidur.


"Aku tidur dengan tikar, Cia yang tidur di kasur." Jawab Legolas berbohong.


"Olas, Cia kenapa bisa bersama penyanyi terkenal seperti Cedric? Apa mereka berpacaran?"


Legolas tidak langsung menjawab. Ia berpikir kembali untuk mencari jawaban yang akan ia berikan. Hari ini ia jadi merasa aneh karena terus menerus berpikir untuk semua pertanyaan yang diajukan Chloe padanya.

__ADS_1


"Ada apa, Olas? Kau tampak aneh hari ini."


"Maafkan aku. Sepertinya karena cuaca dingin aku jadi merasa kurang sehat." Jawab Legolas. "Chloe, sebenarnya, Cia bukan anak dari panti asuhan tempat aku dibesarkan. Aku hanya menampungnya di rumahku karena tidak tega melihatnya yang butuh pertolongan."


"Aku sudah bisa menebaknya."


"Tapi kami tidak memiliki hubungan apapun. Maksudku, kami hanya teman." Legolas mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia berniat mengatakan isi hatinya pada Chloe saat ini. "Sekarang Cia sudah pergi. Dia sudah tidak tinggal denganku lagi di sini."


"Kenapa Cia pergi? Apa karena Cedric? Jadi mereka benar berpacaran?" Tanya Chloe dengan penasaran.


"Aku tidak tahu karena Cia pergi tanpa mengatakan apapun padaku. Aku tidak ingin memikirkannya." Kata Legolas terlihat sangat serius. "Chloe, ada yang ingin aku katakan padamu."


"Mengenai apa? Kau bisa mengatakannya, Olas." Senyum Chloe.


"Mungkin ini terlalu terburu-buru, tapi apa kau mau menjadi pacarku? Sebenarnya sudah sangat lama aku menyukaimu. Aku ingin memiliki hubungan yang spesial denganmu." Ujar Legolas dengan perasaan yang sangat berdebar-debar.


Chloe tidak langsung menjawab. Gadis itu menatap lekat Legolas dengan tatapan yang terlihat terkejut.


"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku akan menung—"


"Aku senang akhirnya kau mengatakan hal itu padaku, Olas." Sambar Chloe dengan wajah merona tersenyum senang. "Aku sudah merasa kalau sebenarnya kau menyukaiku, dan aku menunggu kau mengatakannya selama ini. Akhirnya kau mengatakannya juga padaku. Aku pikir perasaanmu itu sudah hilang karena ada Cia."


Legolas sangat terkejut mendengar perkataan Chloe. Tetapi perasaannya menjadi tidak enak ketika Chloe menyinggung soal Lucia saat ini.


"Baiklah Olas, ayo kita berpacaran." Jawab Chloe berjalan mendekati Legolas.


Jawaban Chloe membuat Legolas merasa lega. Ia sudah merencanakan ini sebelumnya, ia sangat ingin menjalin hubungan yang romantis dengan gadis cantik itu.


Tiba-tiba Chloe mendekatkan wajahnya ke wajah Legolas dan tanpa pemuda itu duga, Chloe menciumnya.


"Maafkan aku, tanpa sadar aku menciummu. Entah karena apa aku jadi ingin menciummu." Ujar Chloe yang menundukan kepalanya karena malu melihat Legolas yang tertegun menatapnya.


Melihatnya, Legolas menarik tengkuk Chloe dan mencium gadis itu. Mereka berdua berciuman layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai.

__ADS_1


...–NATZSIMO–...


__ADS_2