GADIS IBLIS MENCARI CINTA

GADIS IBLIS MENCARI CINTA
Anjing Penjaga Neraka


__ADS_3

Seminggu berlalu dengan sangat cepat. Legolas membuka matanya dan melihat Lucia berdiri di depan jendela kamar menatap salju yang turun.


Tanpa suara, Legolas beranjak turun dari tempat tidurnya, ia berjalan mendekati Lucia yang hanya diam menatap pemandangan yang dipenuhi warna putih.


"Kenapa kau tidak menjahit lagi? Aku senang kau suka menjahit, Cia." Ucap Legolas.


"Entah kenapa perasaanku tidak enak hari ini. Aku tidak ingin meninggalkanmu walau hanya ke bawah." Jawab Lucia. "Olas, di luar salju turun sangat lebat, tapi ayo kita ikut dengan kakek dan nenek yang akan pergi ke pertemuan warga desa. Di sana pasti akan menyenangkan."


Legolas tersenyum menjawabnya. Ia tidak ingin pergi kemanapun hari ini.


"Aku ingin pergi, tapi tidak mau jika tanpamu, Olas." Seru Lucia langsung memeluk Legolas. "Perasaanku sangat tidak enak sekarang. Rasanya akan terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan. Olas, berjanjilah padaku, kau tidak boleh meninggalkan aku."


Legolas hanya mendekap gadis itu sesaat.


"Aku mencintaimu, Olas. Hari esok hanyalah hari lainnya jika kau tidak ada bersama denganku. Semuanya akan menjadi tidak menyenangkan lagi untukku jika kau tidak ada di dunia ini."


"Cia, Olas... bangunlah... Sarapan dulu." Terdengar suara Daphne dari luar diiringi ketukan pintu.


"Keluarlah dulu, aku akan mencuci mukaku dan berganti pakaian." Ujar Legolas.


Setelah beberapa waktu, Legolas keluar dengan memakai kemeja hijau yang dibuatkan Lucia pertama kali untuknya. Walau setelah itu, banyak pakaian yang Lucia buat untuk Legolas namun karya pertama gadis itu menjadi favorit Legolas.


"Duduklah, Olas." Seru Pietro yang sudah duduk di kursi meja makan yang sederhana dengan istrinya dan juga Lucia.


"Pertemuan itu apa akan lama?" Tanya Legolas sambil duduk di kursi samping Lucia.


"Bisa jadi hingga sore hari. Padahal sedang turun salju yang lebat, tapi kenapa mereka mengadakan pertemuan?" Gumam Daphne.

__ADS_1


"Akhir-akhir ini sering terjadi pencurian di rumah-rumah warga, mereka ingin membahas hal tersebut." Jawab Pietro. "Kalian berdua bersantai saja di rumah tidak perlu membuka toko jahit-nya karena pasti tidak akan ada yang datang.


Legolas dan Lucia mengantar Pietro dan Daphne ketika pergi. Ketika mereka berdua naik ke lantai atas, mereka terkejut melihat sosok yang berada di sana.


Sosok itu sangat mereka kenal, sedang duduk di sebuah sofa yang biasa di duduki Pietro ketika beristirahat. Lucia sangat terkejut karena ia mengira kalau sosok itu tidak akan pernah mendatanginya setelah dirinya membuat sosok itu berjanji padanya.


Melihat sosok itu, Legolas tahu jika hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggunya. Ia menjadi sedikit takut, namun semua hal sudah dipikirkan oleh dirinya sebelum ia menemui sosok itu kemarin.


Dengan perlahan sosok yang duduk di sofa bangkit berdiri dan berjalan beberapa langkah mendekati Legolas dan Lucia yang masih berdiri di dekat tangga.


"Ke—kenapa kau ada di sini, Lucas?" Tanya Lucia menjadi takut. Ia merasa kehadiran Lucas di sini bukanlah sesuatu hal yang bagus.


Sebelum ini Lucas berjanji padanya kalau dirinya tidak akan memaksa Lucia kembali ke neraka, malah Lucas juga sudah setuju dengan keputusan gadis itu yang lebih memilih bersama Legolas sebelum dirinya melebur menjadi abu."


"Bukankah, kau sudah berjanji padaku untuk tidak akan menghentikan aku ataupun memaksaku kembali lagi ke neraka, Lucas?"


Lucas tidak menjawab. Mulutnya bungkam dan hanya menatap pada Legolas yang juga menatapnya. Kedatangan Lucas di sana sebenarnya bukan untuk melakukan semua itu yang seperti Lucia duga. Ia hanya ingin berada di tempat itu saat sesuatu hal akan terjadi.


Legolas memegang pundak Lucia agar Lucia tidak menjadi kesal karena Lucas. Gadis itu menatap padanya yang langsung melangkah maju.


"Mereka akan datang. Aku sudah memberitahu ayah kami mengenai keberadaan kalian. Dia juga sudah menemui Tuhan agar diperbolehkan pasukannya datang ke dunia manusia." Ujar Lucas pada Legolas.


"Baiklah." Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Legolas.


"Apa maksudnya? Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Lucia tampak kebingungan.


"Kau tenang saja, Cia, aku tidak akan membiarkan siapapun membawamu. Kau akan selamanya hidup di dunia manusia." Legolas menoleh ke belakang di mana Lucia berdiri. "Aku tidak peduli walau berbuat dosa, aku mencintaimu meski harus ke neraka."

__ADS_1


Perkataan Legolas yang dikatakannya dengan sebuah senyum tergambar di bibir pemuda itu membuat Lucia menjadi sedikit bersedih sekarang. Ia pun tidak tahu dan tidak mengerti kenapa Ia menjadi merasa seperti itu.


"Olas, ayo kita pergi dari sini—" Lucia memegang lengan Legolas.


"Cia, kau tenang saja." Potong Legolas.


Tiba-tiba dalam rumah tersebut terasa panas. Lucas mundur beberapa langkah karena lantai di antara mereka berdiri, terasa bergetar. Muncul retakan di lantai tersebut hingga lantai tersebut ambruk ke bawah dan memperlihatkan kobaran api di bawah sana yang memancarkan rasa panas yang luar biasa.


Lucia menjadi sangat takut saat ini. Gadis itu menatap pada Legolas yang terlihat serius melihat lubang besar yang ada di hadapan mereka tanpa raut wajah terkejut ataupun takut.


"Olas..." Lucia semakin erat memegang lengan kiri Legolas.


Muncul makhluk mengerikan bertubuh besar dari dalam sana. Makhluk yang terlihat seperti seekor anjing memiliki tiga kepala. Makhluk itu adalah penjaga neraka yang sebenarnya memiliki tugas untuk menjaga agar tidak ada roh yang melarikan diri dari neraka. Makhluk mengerikan itu bisa menyemburkan api neraka yang mana bisa membawa iblis langsung ke neraka akan tetapi jika manusia yang terkena maka manusia tersebut akan langsung tertarik masuk ke neraka penyiksaan. Nama makhluk tersebut adalah Cerberus.


Saat ini Cerberus diberikan tugas oleh Lucifer untuk membawa kembali Lucia dengan paksa. Tujuh belas tahun lalu, Cerberus juga lah yang diutus untuk membawa Lilith kembali ke neraka, namun karena sang suami tidak membiarkannya begitu saja sehingga dirinya yang terkena semburan api Cerberus dan menariknya langsung ke neraka penyiksaan, dan menjadikan Lilith berubah menjadi manusia.


Ketiga kepala Cerberus memancarkan api menatap pada Lucia saat ini. Gadis iblis itu merasa kalau dirinya tidak akan bisa menghindar lagi sekarang.


"Maafkan aku, Cia, ternyata aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu untuk tidak membiarkanmu melebur menjadi abu." Seru Lucas yang berada di belakang Cerberus dengan posisi agak di samping hingga Legolas dan Lucia bisa melihatnya. "Sebaiknya kau ikut saja kembali ke neraka."


Sesaat Lucia terdiam, ia merasa memang itu satu-satunya jalan, ia pun tidak mungkin bisa menghindar lagi dari Cerberus. Semburan apinya langsung akan membawanya kembali ke neraka. Lucia melangkah maju dengan rasa pasrah, namun Legolas menahan gadis itu dengan lengannya.


Legolas yang mengambil posisi maju dan berdiri di depan Lucia, membelakanginya.


"Aku tidak akan membiarkanmu kembali ke neraka, Cia. Kau akan bisa merasakan salju. Aku akan membuatmu menjadi manusia." Ucap Legolas.


Saat yang bersamaan ketiga kepala Cerberus siap menyemburkan api.

__ADS_1


"Ti—tidak, Olas!!" Pekik Lucia dengan air mata mengalir.


...–NATZSIMO–...


__ADS_2