
"Apa ini cinta?" Tanya Lucia kembali menundukan kepala.
Sejenak Lucia mencoba merasakan apa yang ada di hatinya. Ia menjadi ingin terus menerus melihat Legolas saat ini, tetapi jika mengingat penolakan Legolas pada dirinya yang ingin tinggal kembali dengan pemuda itu membuatnya menjadi ingin menangis.
Tanpa ia sadari, air mata keluar dari kedua matanya dan itu untuk pertama kalinya ia menangis setelah waktu yang cukup lama dirinya tidak menangis.
"Ced, tiba-tiba aku tidak bisa menahan air mataku." Ujar Lucia menoleh pada Cedric.
Cedric langsung menghentikan mobilnya ke pinggir dan menatap pada Lucia. Ia semakin yakin kalau sebenarnya gadis itu mencintai Legolas.
"Aku menjadi seperti ini saat mengingat perkataan Olas tadi. Ada apa denganku, Ced?" Tanya Lucia mencoba menghapus air matanya walau air matanya itu masih terus mengalir dari pelupuk matanya.
Cedric hanya terdiam melihat Lucia, dirinya sendiri menjadi merasakan sebuah kesedihan karena gadis yang dicintainya mencintai pemuda lain. Namun dengan perasaan yang tidak tega saat melihat Lucia berlinang air mata, Cedric menarik Lucia dalam pelukannya.
"Apa ini yang dinamakan cinta, Ced? Kenapa aku tidak merasa senang saat merasakannya?" Tanya Lucia yang berada dalam dekapan Cedric. "Kenapa rasanya menyakitkan? Jika seperti ini aku tidak ingin merasakannya."
"Itu karena cintamu tidak berbalas, Cia, karena itu rasanya menjadi menyakitkan." Jawab Cedric yang menghapus sudut matanya yang berkaca-kaca karena air mata yang ditahannya. "Inilah salah satu hal buruk dari mencintai seseorang. Kau juga akan merasakan rasa sakit di waktu bersamaan saat kau mencintainya. Itu terjadi saat cintamu bertepuk sebelah tangan."
...----------------...
Di tempat yang berbeda, Legolas mengantar Chloe pulang ke rumahnya dengan mobil yang baru ia dapatkan hari ini sebagai fasilitas bekerjanya. Ia menghentikan mobilnya ketika sampai di ujung gang rumah Chloe berada.
"Maafkan aku, Chloe." Ucap Legolas.
__ADS_1
"Maaf untuk apa?" Chloe balik bertanya sehingga Legolas menoleh padanya. "Kau meminta maaf untuk hal apa, Olas?"
"Semuanya." Jawab Legolas.
"Semuanya?" Sekali lagi Chloe balik bertanya. "Bisa kau sebutkan? Karena aku merasa tidak ada hal yang membuatmu harus meminta maaf padaku."
"Maaf karena tiba-tiba Lucia datang dan dia langsung memelukku tanpa aku menduganya. Tadi dia juga berkata kalau dirinya ingin tinggal bersamaku lagi." Ucap Legolas tidak menatap pada Chloe, sedangkan gadis itu terus menatap padanya. "Maaf karena sepertinya apa yang terjadi membuatmu bingung."
"Olas..." Panggil Chloe. "Apa benar kau mencintaiku?"
Legolas menatap Chloe mendengar pertanyaan gadis itu. Untuknya pertanyaan yang barusan diajukan Chloe sangatlah aneh. Itu sudah sangat jelas dengan jawabannya. Sejak lama dirinya memang sudah jatuh cinta dengan gadis itu. Dia juga sudah mengatakan mengenai hal itu sebelumnya namun sekarang kenapa Chloe bertanya lagi? Apa ia menjadi ragu karena kehadiran Lucia tadi?
"Olas, sebaiknya kau berpikir ulang lagi."
"Apa maksudnya, Chloe?" Tatap Legolas dengan heran pada Chloe. "Apa yang harus aku pikirkan lagi? Sejak dulu aku cintaimu, aku juga ingin menikahi dirimu. lalu apa lagi yang kurang jelas dari itu?"
"Maksudmu aku berbohong, begitu?" Rasa lelah pemuda itu hari ini membuat dirinya menjadi gampang tersulut emosi. Saat ini Legolas menjadi tidak habis pikir karena tuduhan Chloe padanya. "Apa kau berpikir aku tidak bersungguh-sungguh dengan ucapanku yang mengatakan aku—"
"Bukan seperti itu, Olas. Aku tidak bilang kau berbohong." Potong Chloe mencoba menjelaskan. "Maksudku mungkin saja perasaanmu padaku sudah berubah."
"Apa maksudmu?" Legolas terlihat tidak sabar mendengar ucapan Chloe yang sempat berfikir. "Perasaanku tidak berubah."
"Kalau begitu berarti rasa cintamu padaku sudah terganti..."
__ADS_1
"Katakan semuanya, Chloe. Perkataanmu membuat aku bingung."
"Sepertinya kau mencintai Lucia sekarang. Saat Lucia pergi dan tidak tinggal denganmu kau menjadi berbeda, dan saat Lucia pergi tadi kau terus melamun bahkan sampai-sampai kau tidak mendengarkan semua perkataan yang aku ucapkan padamu."
Legolas menarik tatapannya dari Chloe. Ia mencoba berpikir sesuatu. Pemuda itu merasa kalau yang diucapkan Chloe adalah salah karena dirinya merasa tidak ada yang berbeda setelah Lucia tidak tinggal bersama dengannya. Dan mengenai dirinya yang melamun setelah Lucia meninggalkan rumahnya, itu karena ia menjadi mencemaskan gadis itu yang warna bola matanya sudah tampak berbeda, dan jika semakin lama berubah itu berarti waktu Lucifer datang ke dunia manusia semakin dekat. Namun ia tidak bisa mengatakan semua itu pada Chloe.
Legolas yang terlihat melamun sekarang membuat Chloe merasa semakin yakin dengan perkataannya.
"Olas, sepertinya kau harus menanyakannya pada dirimu sendiri mengenai kebenaran itu." Ujar Chloe memegang lengan Legolas.
"Chloe, kau salah, aku mencintaimu bukan mencintai Lucia." Jawab Legolas menatap lekat Chloe. "Jadi aku tidak perlu menanyakan pada diriku sendiri untuk hal apapun."
Chloe menarik tangannya yang memegang lengan Legolas. Ia tidak tahu lagi harus berkata apa. Walau gadis itu sebenarnya juga mencintai Legolas namun ia tidak ingin memaksakan cintanya jika pemuda yang dicintainya tidak mencintainya lagi. Ia tidak ingin bersama dengan seseorang yang tidak mencintainya karena itu hanya akan membuatnya terus bersedih.
"Baiklah Olas, aku akan turun." Ucap Chloe hendak turun dari mobil.
Namun tiba-tiba Legolas memegang tangan gadis itu dan menatapnya dengan lekat.
"Apa kau meragukan aku? Apa kau tidak yakin kalau aku mencintaimu? Apa karena itu kau belum menjawab ajakan aku untuk menikah? Apa kau tidak percaya pada aku?" Tanya Legolas.
"Kau tahu Olas? Saat bersama denganku, walau kau melihatku namun aku tidak melihat pantulan diriku di matamu. Tatapanmu selalu menerawang entah memikirkan apa. Aku tahu tidak ada diriku dibenakmu meski aku berada di hadapanmu." Ujar Chloe dengan pelupuk mata yang tergenang. "Itu sangat menyakitkan untukku karena bagaimana pun sejak lama aku menyukaimu dan berharap kita bersama. Tapi setelah kita bersama sepertinya rasa cintamu padaku sudah tergantikan. Aku tahu kalau kau terus memikirkan Lucia. Kau terlihat sangat mencemaskan gadis itu. Dia juga selalu yang ada dipikiranmu meski kita bersama. Mungkin saja kau tidak merasakannya dan tidak bisa menyadarinya namun pasti siapapun yang berada di dekatmu akan mengetahui mengenai perasaan tersembunyimu itu pada Lucia."
Legolas hanya bisa terdiam mendengarkan semua perkataan Chloe yang diucapkan dengan air mata yang membasahi wajahnya. Dirinya masih berusaha untuk meyakinkan kalau perkataan Chloe tidaklah benar. Ia tidak ingin mengakui kalau dirinya mencemaskan Lucia karena rasa cintanya pada gadis iblis itu.
__ADS_1
"Sebaiknya kau memikirkannya, Olas. Aku tidak masalah jika ternyata kau memang mencintai Lucia." Chloe menghapus air matanya dan menatap Legolas dengan sebuah senyuman. "Akan lebih menyakitkan untukku jika harus bersama dengan orang yang tidak benar-benar mencintaiku."
...–NATZSIMO–...