
Gayle datang ke rumah Cedric bersama Leviathan, mereka berencana membawa Lucia kembali ke neraka bersama Lucas nanti. Namun ternyata tanpa mereka tahu, Lucia tidak berada di rumah tersebut karena sedang pergi keluar seorang diri.
"Nona Lucia tidak ada di kamarnya." Ujar kepala pelayan di rumah Cedric. "Kami tidak tahu dia kemana. Atau sepertinya dia sedang bersama tuan muda Cedric yang sedang mengisi sebuah acara di balai kota."
"Benarkah? Kira-kira kapan dia pulang?" Tanya Gayle.
"Sekarang baru jam enam sore, kemungkinan dua sampai tiga jam lagi." Jawab si kepala pelayan. "Apa ada pesan yang bisa kami sampaikan?"
"Tolong berikan aku nomer handphone Cedric." Ujar Gayle.
"Mohon maaf, tuan muda menyuruhku untuk tidak memberikan nomer handphone-nya pada orang karena takut jika orang tersebut adalah penggemarnya yang berniat mengganggunya." Jawab kepala pelayan.
...----------------...
Lucia berjalan sendirian di pinggir jalan di tengah kota. Akhirnya gadis iblis itu memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan di tengah kota seorang diri. Melihat-lihat hiasan Natal yang kerlap-kerlip dan memperhatikan keramaian di sepanjang jalan di hari yang sudah mulai gelap. Walau salju sedang turun sangat lebat, orang-orang tetap merayakan Natal dan tidak memedulikan udara yang sangat dingin saat ini.
Langkah kecil Lucia berhenti di depan sebuah toko musik. Tangan kirinya menggenggam sebuah payung berwarna hijau untuk melindungi dirinya dari tetesan salju yang bisa membakar kulitnya. Matanya tertuju ke sebuah etalase toko pada sebuah kotak musik di mana ada boneka sepasang pria dan wanita terdapat di dalam kotak musik kristal yang bersalju tersebut. Boneka pria dan wanita itu bergandengan tangan.
Gadis itu hanya diam memandanginya. Saat ini ia tidak memikirkan apa pun dan hanya melihat kotak musik tersebut.
...----------------...
Gayle dan Leviathan mendatangi balai kota untuk bertemu dengan Cedric. Mereka bergegas ke suatu ruangan setelah mengetahui jika Cedric berada di ruangan tersebut. Gayle mengatakan kepada petuga kalau dirinya adalah saudara dari Cedric dan hendak menemuinya untuk menyampaikan sesuatu padanya.
"Cedric." Panggil Gayle ketika masuk ke dalam ruangan.
Cedric yang hanya berada sendiri di ruangan tersebut melihat heran pada kehadiran kedua orang tersebut. Namun perasaannya menjadi tidak enak karena tahu kalau sesuatu akan terjadi pada Lucia. Pemuda itu langsung bangkit berdiri dari duduknya.
"Di mana Cia?" Tanya Gayle tanpa basa basi ketika tidak melihat Lucia berada bersama Cedric di ruangan tersebut.
"Ada apa ini?" Ujar Cedric bingung melihat pada Gayle dan Leviathan. "Cia?"
__ADS_1
"Lucia pasti ada di sini juga kan?" Leviathan terlihat tidak sabar menunggu jawaban Cedric mengenai keberadaan Lucia.
"Memangnya kenapa kalian mencari Cia?" Cedric tidak langsung menjawab pertanyaan mereka berdua mengenai Lucia. "Apa yang akan kalian lakukan?"
Tiba-tiba Lucas muncul di ruangan tersebut. Melihat kehadirannya, Cedric menjadi sangat yakin kalau mereka mencari Lucia untuk membawa gadis itu ke asalnya.
"Beritahu di mana gadis itu?" Lucas mencengkram Cedric karena merasa tidak sabar.
"Apa kau akan membawanya kembali ke neraka?" Cedric menatap Lucas dengan dingin.
"Lucifer akan datang hari ini juga kalau sekarang aku tidak membawanya ke neraka." Jawab Lucas masih tidak mengendurkan cengkraman tangannya ke kerah baju Cedric. "Jangan sembunyikan Lucia dariku!!?"
Cedric tidak menjawabnya, ia berpikir kalau mereka semua datang menemuinya ke balai kota karena pasti tidak menemukan Lucia di rumahnya. Jika Lucia pergi dari rumahnya, ia pun juga tidak tahu dimana gadis itu berada.
"Jawab Cedric, ini untuk kebaikan kita manusia. Dia harus membawa Cia sekarang juga untuk menghindari Lucifer datang ke dunia manusia." Tambah Gayle berjalan mendekati Cedric dan Lucas.
"Katakan padaku, kenapa waktu itu kau tidak langsung membawa Cia kembali ke neraka? Apa ada maksud lain darimu kenapa kau masih membiarkan adikmu tinggal di dunia manusia sedangkan sebenarnya kapan pun kau bisa membawanya?" Tanya Cedric dengan tatapan tajam. "Apa karena kau ingin tahu mengenai kebenaran tentang iblis yang juga bisa merasakan cinta?"
"Aku tahu." Senyum Cedric.
Melihat reaksi Cedric, Lucas melepaskan cengkramannya dan melihat heran pada pemuda tersebut. Lucas menjadi tahu kalau Cedric pun tahu siapa yang Lucia cintai.
"Beritahu aku juga, apakah iblis bisa menjadi manusia?" Tanya Cedric dengan dingin.
"Jangan berkata hal aneh, Ced. Itu tidak mungkin." Seru Gayle.
"Lucifer tidak akan membiarkan Lucia menjadi manusia sekalipun iblis bisa berubah menjadi manusia." Ujar Leviathan. "Karena dia akan menjadi ratu iblis, dan kami akan menikah."
Cedric menoleh pada pemuda iblis berambut merah yang menatapnya juga. Dia cukup terkejut mendengar perkataan itu mengenai Lucia yang akan menikah dengan pemuda itu. Tapi dia merasa kalau itu bukanlah hal yang penting karena dia yakin iblis bisa berubah menjadi manusia.
"Ced, katakan saja di mana Cia saat ini?" Sekali lagi Gayle bertanya dengan tidak sabar.
__ADS_1
"Sayangnya, aku tidak tahu di mana Cia." Jawab Cedric. "Dia bilang padaku kalau dirinya hanya ingin berada di rumah dan tidak ikut bersamaku ke tempat ini."
"Apa yang kau ucapkan itu benar?" Selidik Lucas dengan tatapan tidak percaya.
"Aku hanya pemuda menyedihkan, jadi tidak ada alasan untukku lagi menyembunyikan atau menahan Cia." Jawab Cedric dengan wajah muram.
...----------------...
Legolas memutuskan untuk pergi berjalan-jalan setelah mengantar Chloe pulang. Ia menjalankan mobilnya dengan perlahan mengelilingi kota untuk menikmati suasana natal di malam hari.
Dirinya sudah memutuskan untuk menghentikan rencananya yang ingin menikah dengan Chloe. Setelah mendengar perkataan Chloe kemarin, Legolas memutuskan untuk tidak memaksakan dirinya karena tidak ingin menyakiti Chloe. Pemuda itu sudah menyadari perasaannya yang berubah pada Chloe saat ini.
Ia menjadi merasa bersalah sekarang. Kenyataan kalau Lucas juga akan membawa Lucia kembali ke neraka membuat dirinya merasakan sebuah kesedihan. Akan tetapi Lucia memang harus segera kembali ke neraka agar semua manusia tidak binasa dan agar gadis iblis itu juga baik-baik saja. Itulah yang terbaik saat ini.
Ketika Legolas berbelok ke kanan saat di persimpangan jalan, Tiba-tiba ia melihat sosok yang dikenalnya berdiri di depan etalase toko kotak musik dengan payung hijau, saat yang bersamaan Gayle meneleponnya. Pemuda itu menghentikan mobilnya untuk menjawab telepon tersebut.
"Olas, ada kabar buruk." Seru Gayle di ujung telepon. "Cia menghilang lagi. Dia harus kembali ke neraka malam ini juga kalau tidak Lucifer akan datang sekarang."
Tak ada jawaban dari pemuda itu. Ia langsung menutup teleponnya dan keluar dari mobilnya.
Lucia menarik pandangannya dari kotak musik yang untuk beberapa menit ia perhatikan. Ia hendak kembali ke rumah Cedric sekarang karena kulitnya sudah seperti tertusuk karena udara yang sangat dingin.
"Cia..."
Langkah Lucia tertahan saat mendengar seseorang memanggilnya dari arah belakang. Ia sangat mengenal suara orang yang memanggilnya tersebut. Dengan segera dirinya berbalik untuk menghadap pemuda yang dipunggunginya.
"Selamat natal, Cia."
Sebuah senyum tergambar di bibir Lucia saat melihat Legolas berdiri dihadapannya saat ini. Itu adalah senyuman pertama gadis iblis tersebut.
...–NATZSIMO–...
__ADS_1