
"Ada apa, papa?" Tanya Lucas saat memasuki kamar sang raja iblis, Lucifer.
Lucifer sedang melihat keberadaan Lucia di layar besar yang ada di kamarnya. Lucia sedang berjalan keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Ia melihat warna bola mata Lucia yang sudah mengalami perubahan.
"Aku berencana datang ke dunia manusia saat malam nanti. Kau lihat sendiri kan bagaimana warna mata adikmu berubah?" Ujar Lucifer tanpa menoleh pada Lucas yang berdiri dibelakangnya. Matanya masih tertuju pada layar besar dihadapannya. "Kenapa kau tidak membawanya selama ini?"
"Maaf, papa. Aku tidak tahu dimana keberadaannya selama ini. Maksudku, aku tahu dimana dia berada sebelumnya tapi setelah itu dia pergi dari manusia yang bersama dengannya sehingga aku kehilangannya lagi." Jawab Lucas.
Lucifer menoleh pada Lucas dengan tatapan dingin. Ia tahu kalau Lucas berbohong karena dirinya mengenal putranya itu.
"Persiapkan beberapa pasukan untuk datang ke dunia manusia nanti malam. Dan bawa aku menemui Tuhan terlebih dahulu, aku harus meminta ijin darinya untuk datang ke dunia manusia." Seru Lucifer.
"Papa, biar aku yang membawa Lucia kembali." Ucap Lucas dengan terlihat sangat yakin. "Aku berjanji padamu kalau aku akan membawa Lucia hari ini juga."
"Ada apa? Apa kau takut kalau manusia akan binasa karena kedatanganku?"
"Ya, itu salah satunya. Tapi aku rasa kau tidak perlu repot-repot membawa anak itu kembali seorang diri." Jawab Lucas meyakinkan ayahnya. "Aku yang akan membawanya dengan kedamaian. Hari ini dunia manusia sedang merayakan Natal, Tuhan pasti akan melarangmu juga nanti."
"Kau benar." Jawab Lucifer berjalan mendekati Lucas. "Bawa Lucia hari ini juga, atau aku akan menarik gadis yang kau cintai itu ke neraka."
Tatapan Lucas yang semula agak menunduk menjadi melihat menatap sang raja iblis. Ia terkejut kalau ayahnya tahu mengenai Gayle, dan bahkan ayahnya itu mengancam dirinya dengan menggunakan Gayle.
"Kau tidak perlu khawatir, aku berjanji padamu. Aku akan membawa Lucia hari ini juga."
Lucas berjalan keluar dari kamar ayahnya. Wajahnya tampak kesal setelah mendengar ancaman Lucifer mengenai Gayle.
"Aku tahu kau hanya menakutiku. Kau tidak akan bisa melakukan apapun pada manusia tanpa seijin dari Tuhan." Gumam Lucas sambil berjalan. "Bahkan kau pun tidak bisa ke dunia manusia tanpa seijin dari Tuhan. Berbeda denganku." Saat yang bersamaan Lucas menghilang dan langsung pergi ke dunia manusia, ke tempat Gayle.
...----------------...
"Selamat natal, Cia." Senyum Cedric memberikan sebuah hadiah natal pada Lucia yang baru saja berjalan menghampirinya yang berdiri di dekat pohon natal.
Lucia menerima hadiah natal tersebut dengan wajah datar. Ia menatap Cedric dengan wajah bertanya apakah dirinya boleh membuka hadiah tersebut atau tidak.
"Bukalah." Ujar Cedric.
Tanpa menunggu lagi, Lucia membuka hadiah yang dibungkus dengan kertas kado tersebut. Sebuah kotak berukuran sedang ada di dalamnya. Lucia segera membuka dan mengambil sebuah boneka beruang yang ada di dalamnya.
__ADS_1
Melihat boneka beruang tersebut membuatnya mengingat mengenai boneka beruang Legolas yang ia bakar. Tanpa sadar, gadis itu memeluk boneka pemberian Cedric.
Cedric tersenyum melihatnya karena berpikir kalau Lucia menyukai hadiah natal darinya.
"Maaf, aku tidak punya hadiah apapun untuk aku berikan padamu." Ucap Lucia menatap senyum Cedric.
"Tidak masalah." Jawab Cedric. "Hari ini aku akan mengisi suatu acara, apa kau ingin ikut denganku?"
Lucia menggeleng. "Di luar salju sangat lebat, aku tidak ingin kemanapun dan akan berada di kamarku terus.
"Di hari natal sebaiknya kau pergi keluar, banyak acara di gelar di sepanjang kota. Hiasan Natal juga tampak indah, Cia." Kata Cedric. "Tapi baiklah kalau kau tetap ingin di rumah. Sebaiknya ayo kita makan siang dulu, Cia."
"Baiklah, aku juga sudah lapar. Ced, aku ingin makan apel." Ujar Lucia.
"Aku akan meminta pelayan membelikannya untukmu." Jawab Cedric tersenyum.
Cedric langsung memanggil kepala pelayan di rumahnya. Seorang pria yang berseragam pelayan menghampiri pemuda itu dengan sopan.
"Ada apa tuan muda?" Tanya si kepala pelayan.
"Dimana mom?" Tatap Cedric pada kepala pelayan.
"Kemana mom pergi di pagi hari di hari natal?" Cedric tampak bergumam. "Tolong belikan buah apel. Belilah lebih banyak lagi dan segera beli."
"Baik tuan muda."
...----------------...
Legolas masih tertegun mendengar jawaban dari Edith barusan, jawaban yang mengatakan kalau dirinya adalah anak dari wanita tersebut. Ia terkejut mendengar jawaban itu.
"Ma—maksudku seperti yang aku bilang tadi. Aku menganggapmu seperti anak kandungku." Ujar Edith meralat jawabannya. "Aku minta maaf kalau kau jadi berpikiran yang buruk."
"Tidak nyonya, aku yang minta maaf." Jawab Legolas. "Tapi rasanya sudah cukup untuk semua kebaikan yang nyonya berikan padaku. Aku tidak ingin membuat siapapun salah paham. Aku tidak suka mendengar perkataan buruk mengenai dirimu di perusahaan."
Edith tersenyum menanggapi perkataan Legolas. Sekarang ia harus menahan keinginannya untuk memberikan semua kebutuhan putranya itu. Ia merasa tidak masalah, asalkan dirinya masih bisa melihat putranya itu saat ini.
"Baiklah, aku akan pulang. Terimakasih untuk teh hangatnya." Ujar Edith setelah itu bangkit berdiri.
__ADS_1
Legolas mengantar Edith keluar rumahnya hingga wanita yang merupakan ibu kandungannya itu pergi dengan mobilnya. Saat yang bersamaan Chloe sampai.
"Siapa yang ada di mobil itu, Olas?" Tanya Chloe.
"Dia ibunya Cedric." Jawab Legolas.
"Ibunya Cedric? Kenapa dia datang ke sini?"
"Sebenarnya aku mendapatkan pekerjaan darinya." Ujar Legolas. "Masuklah, di luar dingin sekali."
"Sepertinya kalian sudah semakin dekat." Seru Leviathan yang baru saja keluar dari rumahnya dan melihat pasangan tersebut. "Apa jangan-jangan kalian memang sudah berpacaran?"
"Ya, kami sudah berpacaran, Levi." Ujar Chloe tersenyum.
"Itu bagus." Jawab Leviathan. "Semoga kalian berdua segera menikah. Ah, barusan Lucas menemuiku, Olas."
Legolas yang awalnya tidak ingin memedulikan Leviathan menjadi menoleh pada pemuda iblis itu setelah mendengar perkataannya mengenai Lucas.
"Hari ini juga dia akan membawa Lucia kembali." Lanjut Leviathan. "Kami berdua akan kembali, dan sepertinya kami akan segera menikah."
"Lucia? Maksudmu itu Cia? Kau dan Cia akan menikah?" Tanya Chloe bingung.
"Hhmm." Leviathan tersenyum dengan ciri khasnya. "Apa Olas tidak pernah menceritakan kalau aku dan Cia adalah tunangan?"
Chloe yang tampak bingung menatap Legolas yang diam saja mendengar perkataan Leviathan. Saat ini dipikirannya hanya memikirkan mengenai Lucas yang akan membawa Lucia kembali ke neraka hari ini.
Tanpa berpikir apapun Legolas langsung berjalan ke arah rumah Ursula. Pemuda itu langsung memegang kenop pintu untuk membuka pintu rumah yang terkunci sehingga membuatnya menekan bel berkali-kali dengan tidak sabar.
Chloe hanya diam memandang pada kekasihnya yang tampak aneh.
Gayle membuka pintu dengan tatapan kesal pada Legolas yang berdiri di depan pintu. Gadis itu kesal karena Legolas tidak sabaran hingga menekan bel terus menerus.
"Kenapa kau menekan belnya berkali-kali?"
Pertanyaan Gayle tidak dihiraukan Legolas. Pemuda itu langsung berjalan masuk dan menuju pintu kamar Gayle, lalu membukanya dengan kasar.
Lucas yang berada di dalam kamar itu menatap kehadiran Legolas. Namun tanpa basa-basi Legolas mencengkramnya dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1
"Katakan padaku, apa tujuanmu yang sebenarnya?" Tanya Legolas.
...–NATZSIMO–...