
Walau perasaannya ketakutan, namun Legolas tidak bergeming dari posisinya ketika Lucia menggerakan tangannya, dan mengeluarkan bola api namun. Lucia tidak langsung melempar bola api tersebut. Gadis itu sejenak menatap Legolas lalu melenyapkannya kembali bola api di tangannya.
Legolas bernapas lega melihatnya. Sedangkan Lucia, gadis itu berpikir ia tidak bisa membakar Legolas. Ada sesuatu di dalam hatinya yang melarangnya untuk tidak melakukan hal tersebut.
"Cia, dengarlah perkataanku. Kau harus kembali ke neraka—"
"Sudah aku bilang, aku tidak mau!!" Seru Lucia dengan datar. "Aku tidak akan kembali ke sana, aku tidak peduli jika aku akan melebur menjadi abu."
"Kau memang tidak akan melebur jadi abu karena ayahmu yang raja iblis itu akan membawamu kembali ke neraka. Tapi kehadirannya di dunia manusia akan memusnahkan semua manusia di muka bumi ini." Ujar Legolas.
"Aku tetap tidak peduli!! Aku akan tetap di sini bersamamu. Aku tidak peduli dengan yang lainnya."
"Kau tidak boleh egois seperti itu!!" Seru Legolas dengan suara keras. "Karena kehadiranmu ke dunia ini semua umat manusia akan musnah. Aku menyesal membiarkanmu tinggal bersamaku. Jika tahu kau akan membawa kehancuran seperti ini aku tidak akan mau menampung iblis egois sepertimu!!"
Entah kenapa mendengar ucapan Legolas membuat Lucia bersedih saat ini. Tatapan dingin Legolas juga membuat gadis itu menganggap kalau Legolas menjadi membencinya.
"Olas, biarkan aku tinggal di sini sampai aku merasakan cinta." Pinta Lucia.
"Itu mustahil, kau seorang iblis, kau pun iblis tak berperasaan, kau tidak akan pernah merasakan cinta. Karena keegoisanmu seluruh umat manusia di bumi harus menanggung akibat yang kau lakukan."
"Tidak! Aku pasti akan merasakannya!!" Seru Lucia berteriak. "Aku pasti akan mencintaimu."
"Apa? Mencintaiku?' Tatap Legolas dengan mendengus pada Lucia. " Jangan melawak Cia, kau seorang iblis, iblis tidak bisa merasakan cinta. Lagi pula apa maksudnya dengan akan mencintaiku? Kalau pun itu sampai terjadi, lalu apa? Aku tidak akan pernah mencintaimu."
"Tidak masalah, aku akan kembali ke neraka setelah aku merasakan cinta. Setelah aku mencintaimu." Jawab Lucia. "Jadi biarkan aku tinggal di sini."
"KAU MASIH BELUM MENGERTI JUGA?!" Dengan kesal Legolas berteriak pada Lucia. "Sebelum itu terjadi semua manusia sudah musnah, begitu pun dengan aku!! Rasa cintamu akan membuat kehancuran di dunia manusia!! Aku tidak ingin itu terjadi!!"
"Itu tidak akan terjadi, karena itu kau harus ber—"
"AKU TIDAK INGIN MELIHATMU LAGI, PERGILAH KE NERAKA!!" Legolas membentak Lucia dengan sangat kesal.
__ADS_1
"Baiklah Olas, kalau kau tidak ingin melihatku lagi, aku akan pergi. Tapi aku tidak akan kembali ke neraka." Jawab Lucia setelah itu berjalan keluar dari rumah Legolas.
Kepergian Lucia membuat Legolas sedikit khawatir dan bingung. Lucia terlihat sangat marah sebelum keluar. Namun Legolas tak berbuat apapun. Pemuda itu hanya terperenyak ke atas kasurnya.
"Setidaknya aku sudah berusaha untuk meyakinkan dia agar kembali ke neraka." Legolas bergumam. "Kalau dia melebur ataupun umat manusia musnah, itu semua bukan salahku. Aku sudah berusaha." Legolas terlihat sedang meyakinkan dirinya untuk tidak mengkhawatirkan Lucia lagi.
Lucia yang pergi meninggalkan rumah Legolas berjalan dengan menundukan kepalanya. Tak ada tempat yang ia tuju. Dirinya hanya berjalan menjauh dari rumah pemuda itu dengan perasaan yang tidak pernah ia rasakan. Gadis itu merasakan sakit di hatinya saat mendengar semua perkataan Legolas. Apa lagi Legolas berbicara dengan nada suara yang keras dan terdengar kesal. Bahkan kemarahan Lucifer tidak pernah membuatnya merasa sedih seperti sekarang ini.
"Cia?" Tiba-tiba Cedric yang baru keluar dari mobilnya menatap Lucia yang berjalan tertunduk.
Lucia menatap pada Cedric, entah kenapa saat ini gadis itu merasa Cedric mirip seperti Legolas.
"Ada apa? Kau baik-baik saja?" Tanya Cedric yang menatap Lucia. "Kau terlihat sedih, apa terjadi sesuatu? Apa Olas memarahimu?"
Lucia memeluk Cedric dengan cepat. Ia berpikir jika sebaiknya dirinya bersama dengan pemuda itu karena ia tahu kalau Cedric selalu baik padanya.
"Aku mencintaimu." Ucap Lucia dalam pelukan Cedric.
Cedric membawa Lucia ke rumahnya setelah Lucia bilang kalau Legolas mengusirnya karena kesalahan kecil yang dilakukannya. Gadis itu juga bilang kalau dirinya ingin tinggal bersama Cedric, sedangkan Cedric yang menyukai Lucia karena tingkah aneh gadis itu sangat senang mendengarnya.
Cedric tersenyum dengan ucapan Lucia sambil menatap gadis itu.
"Mama, kenalkan dia Cia." Ujar Cedric saat dirinya dan Lucia memasuki rumah.
Edith yang sedang duduk di sebuah sofa besar di dalam rumah segera berjalan menghampiri ketika putranya datang bersama seorang gadis.
"Cia gadis yang waktu itu ma, yang ingin naik ke panggung saat di mall." Ucap Cedric.
Lucia melihat pada Edith, dan entah bagaimana ketika melihat wanita itu, dirinya seperti melihat Legolas. Warna rambut mereka sama, cokelat yang juga terang.
Sesaat Edith menatap pada Lucia, ia juga tahu kalau gadis yang datang dengannya adalah gadis yang dilihatnya bersama Legolas, pemuda yang pernah bertemu dengannya di toko kue.
__ADS_1
"Kau gadis yang sangat manis."
Edith ingin memegang Lucia, namun karena efek apel yang dimakan Lucia sudah habis, gadis itu mundur ke belakang untuk menghindar. Hal itu membuat Edith heran hingga menatap Cedric.
"Ced, aku ingin makan apel." Ucap Lucia.
"Berikan dia apel, Ced. Mama mau pergi keluar dulu." Senyum Edith.
Lucia masuk ke kamar barunya sambil memakan buah apel yang diberikan Cedric padanya. Pemuda itu mengantar Lucia ke kamar barunya saat tinggal bersama dengannya.
"Ini kamar yang bagus dan tempat tidurnya sangat besar. Olas pasti akan suka saat tidur di tempat tidur ini." Lucia duduk di sisi tempat tidur untuk merasakan betapa nyamannya tempat itu. "Tapi aku tidak butuh tempat tidur."
Mendengar perkataannya Cedric hanya memulas senyum pada gadis itu. Ia berjalan mendekati Lucia dan berdiri di hadapannya.
"Cia, apa Olas itu benar sepupumu?" Tanya Cedric penasaran. Pemuda itu merasa jika Lucia dan Legolas bukanlah saudara.
"Karena sekarang aku akan tinggal denganmu, kau adalah sepupuku." Jawab Lucia.
"Jadi kalian bukan saudara? Kau bukan sepupu Olas?" Ternyata apa yang dikira Cedric adalah benar. "Aku bukan sepupumu, jangan katakan pada siapapun kalau kita saudara."
"Ya baiklah, kau bukan sepupuku."
"Lalu apa hubunganmu dengan Olas, Cia?" Tatap Cedric. "Apa kalian berpacaran?"
"Aku akan mencintainya." Jawab Lucia tapi setelah itu memutar matanya karena saat ini dirinya sudah tidak bersama dengan Legolas. "Tidak, sekarang aku akan mencintaimu."
Cedric tidak mengerti dengan perkataan Lucia namun kalimat yang dikatakan gadis itu membuatnya senang. Sejak melihat Lucia, pemuda itu langsung menyukainya, bahkan setelah beberapa kali bertemu dengannya ia menjadi memiliki rasa cinta pada gadis itu.
"Itu benar, kau harus mencintaiku." Cedric tersenyum pada Lucia.
"Baiklah—"
__ADS_1
Tiba-tiba Cedric menarik Lucia dan mencium gadis iblis itu.
...–NATZSIMO–...