GADIS IBLIS MENCARI CINTA

GADIS IBLIS MENCARI CINTA
Akhirnya Aku Menemukanmu


__ADS_3

Legolas bersama dengan Lucia memasuki sebuah restoran setelah mereka turun dari bus. Tempat makan tersebut tidak jauh dari daerah tempat tinggal mereka. Tempat makan tersebut adalah sebuah restoran yang buka 24 jam dan menjual makanan-makanan serta minuman Thurk, minuman beralkohol asli kota tersebut.


"Olas!!" Tiba-tiba seorang gadis yang sedang duduk sendiri di salah satu meja di dalam tempat makan tersebut melambaikan tangan pada kedua orang yang baru saja masuk ke dalam tempat makan. "Ayo kita minum bersama."


Gadis yang sudah setengah mabuk itu adalah Gayle Dorothy, seorang programmer wanita dengan kemampuan luar biasa walau saat ini baru berusia 22 tahun. Ia merupakan kemenakan dari suami Ursula yang sudah lama meninggal. Gayle juga tinggal bersama Ursula saat ini dan baru saja pulang dari perjalanan dinas ke luar kotanya selama dua minggu.


"Gayle, kau sudah kembali?" Tanya Legolas menghampiri Gayle yang wajahnya sudah tampak memerah karena pengaruh alkohol yang diminumnya.


"Duduklah, kita harus minum bersama. Kau pasti kedinginan kan?" Ujar Gayle menyodorkan gelas pada Legolas. "Siapa gadis manis itu? Argh, dia sangat imut... apa kekasihmu?"


"Dia sepupuku" Jawab Legolas sambil duduk di kursi yang ada di sisi lain Gayle di sebelah kiri gadis itu.


"Olas, aku ingin makan mie goreng dunia manusia." Ucap Lucia melihat ke meja lain, seorang pria sedang memakan mie goreng di piringnya.


"Baiklah, kami pesan dua piring mie goreng dan dua gelas teh hangat." Legolas berseru pada pemilik kedai. "Ini sudah jam sepuluh kenapa kau tidak langsung pulang, Gayle?"


"Akhirnya aku bebas, mulai besok aku akan bekerja di rumah. Aku ingin merayakannya seorang diri." Jawab Gayle dengan tawa senang. "Siapa namamu gadis kecil?"


"Aku bukan gadis kecil, aku seorang iblis." Jawab Lucia.


"Jangan didengarkan apa katanya. Dia selalu berkata seperti itu. Namanya Cia." Legolas tertawa untuk menyembunyikan kebenaran agar Gayle tidak serius mendengar ucapan Lucia.


"Aku juga kenal iblis lainnya." Gayle meracau dengan tertawa diakhir perkataannya. "Apa topi itu kau pakai untuk menutupi tandukmu?" Gayle menunjuk pada topi yang dipakai Lucia yang duduk di hadapannya.


"Hhmm." Lucia mengangguk. "Kau sangat hebat, kau bisa menebaknya dengan benar. Aku mencintaimu."


Gayle tertawa mendengar perkataan Lucia. Sedangkan Legolas hanya bisa ikut tertawa dibuat-buat. Ia merasa kalau saat ini Gayle pasti sudah sangat mabuk karena di atas mejanya sudah ada tiga botol Thurk kosong, sehingga apa yang diucapkannya hanyalah efek dari mabuknya.


"Olas, aku juga mau minum itu." Ucap Lucia.


"Minumlah, gadis kecil." Gayle menyodorkan sebotol Thurk pada Lucia sebelum dirinya menjatuhkan kepala ke atas meja karena sudah mabuk.


Dengan cepat Legolas mengambilnya. Pemuda itu tidak ingin jika Lucia meminumnya dan akhirnya menyukai minuman tersebut. Ia akan meminumnya terus hingga mabuk. Itu akan gawat, karena bisa saja gadis itu membakar apapun saat mabuk.

__ADS_1


"Usiamu masih 17 tahun, kau boleh meminumnya saat berusia 18 tahun." Seru Legolas.


"Usiaku 17.000 tahun!!" Jawab Lucia.


"Cia, dengarkan kata-kataku, kalau kau meminum ini kau akan seperti dia. Aku akan meninggalkanmu di sini nanti." Ujar Legolas. "Kau makan mie saja ya."


Saat yang bersamaan pemilik tempat makan mie goreng pesanan mereka sampai.


"Aku mencintaimu, Olas." Ucap Lucia dengan mulut dipenuhi mie goreng.


"Kau mencintai mie goreng bukan aku." Gumam Legolas. "Gayle, bangunlah!! Apa kau bisa berjalan pulang?"


Akhirnya Legolas menggendong Gayle untuk membawa gadis mabuk itu pulang ke rumahnya. Karena sudah sangat mabuk, Gayle tampak sudah tak sadarkan diri lagi sejak tadi.


"Kenapa kau tidak meninggalkannya? Kau bilang padaku jika aku sepertinya kau akan meninggalkan aku?" Tanya Lucia berjalan di samping Legolas yang menggendong Gayle di punggungnya.


"Kalau kalian berdua mabuk aku tidak bisa menggendong kalian sekaligus. Aku harus membawa salah satu saja dari kalian." Jawab Legolas.


"Apa kau mencintainya?"


"Dia hanya takut aku bunuh kalau meninggalkan aku." Tiba-tiba Gayle terbangun. "Turunkan aku!! Aku masih kuat jalan sendiri!! Aku tidak semabuk itu sampai harus digendong pulang."


Legolas menurunkan Gayle segera. Gadis itu berjalan dengan sempoyongan dan berusaha tidak terjatuh sambil bernyanyi tak jelas. Legolas melanjutkan jalannya namun Lucia masih terdiam, membuat pemuda itu menoleh padanya.


"Ada apa? Ayo cepat jalan." Seru Legolas.


"Aku juga ingin digendong." Jawab Lucia.


"Kau bisa berjalan sendiri, untuk apa aku menggendongmu. Sudah ayo jalan, besok aku sudah harus bekerja lagi." Ujar Legolas mulai melangkah namun kembali berhenti karena Lucia masih terdiam. "Kau dengar aku kan?"


"Hhmm." Jawab Lucia mengikuti Legolas berjalan dari belakang.


Ursula keluar rumahnya ketika Gayle menekan bel bersamaan dengan Legolas dan Lucia yang sampai. Dengan wajah marah Ursula melihat kemenakannya itu pulang dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


"Seharusnya kau tidak pulang jika mabuk seperti ini!! Kau akan membuat seisi rumah menjadi bau alkohol!!" Seru Ursula dengan marah.


"Bibi, kau benar-benar terlihat seperti iblis saat marah." Jawab Gayle yang langsung menyelinap masuk pintu tidak memedulikan kemarahan bibinya.


"Gadis itu!!" Geram Ursula kesal namun menahan emosinya. "Kalian dari mana kenapa baru pulang hampir tengah malam begini?"


"Kami habis dari berjalan-jalan. Lihat, Olas membelikan pakaian untukku, Ursula. Kau benar, walau tidak punya uang, Olas sangat baik." Jawab Lucia.


Legolas cukup terkejut mendengar perkataan Lucia yang bilang mengenai Ursula yang mengatakan dirinya adalah orang yang sangat baik.


"Kau jadi semakin manis mengenakan pakaian seperti itu." Ucap Ursula tersenyum. "Aku juga membuat pakaian untukmu, Cia. Tunggulah sebentar."


Legolas tak menunggu, pemuda itu langsung masuk ke dalam rumahnya sedangkan Lucia menunggu Ursula hingga wanita itu keluar dengan tiga buah pakaian dengan wajah yang terlihat bahagia.


'Ini untukmu." Ursula memberikan pakaian tersebut pada Lucia. "Kau pasti akan terlihat semakin manis memakainya."


"Aku mencintaimu."


Ursula tersenyum senang pada gadis itu.


"Oh iya, bilang pada Olas ada tetangga baru di samping rumahnya sana. Tadi dia baru saja pindah." Ujar Ursula. "Cia, berhati-hatilah, dan jaga dirimu."


"Hhmm." Lucia mengangguk.


"Ya sudah, masuklah dan segera beristirahat." Setelah berkata demikian Ursula masuk ke dalam rumahnya.


Sejenak Lucia memperhatikan tiga tumpuk pakaian yang diberikan Ursula padanya. Gadis itu sangat senang melihatnya.


"Aku akan memakai ini besok."


"Lucia..."


Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil nama Lucia. Lucia menoleh ke sumber suara. Pintu di samping rumah Legolas terbuka, dan muncul seseorang dari dalam pintu.

__ADS_1


Pemuda dengan warna rambut merah dan mata yang juga merah seperti mata Lucia. Pemuda berwajah tampan itu tersenyum pada Lucia dengan hampir menutup matanya.


"Akhirnya aku menemukanmu." Ujar Leviathan.


__ADS_2