
Legolas datang ke sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Fashion. Perusahaan tersebut merupakan milik Edith Gringger, ibu kandung Cedric, sekaligus ibu kandung dirinya yang tidak ia ketahui.
"Aku sudah mendengar dari Komisaris mengenaimu." Ujar seorang pria berumur pada Legolas.
Saat ini Legolas sedang berada di sebuah ruangan yang berada di dalam perusahaan Grins Fashion. Seorang pria yang ada dihadapannya adalah seorang direktur yang menangani bagian keuangan.
"Kebetulan asistenku bulan depan akan mengundurkan diri. Komisaris ingin agar kau menggantikan posisi tersebut."
Legolas sangat terkejut mendengarnya. Menjadi asisten direktur adalah sebuah perkerjaan yang tidak mungkin ia dapatkan karena dirinya hanyalah lulusan sekolah menengah atas. Perasaannya menjadi sedikit tidak enak karena dirinya menduga mendapatkan perlakuan istimewa. Semua itu karena Edith Gringger adalah orang yang baik.
"Komisaris." Direktur itu melihat ke arah pintu dan langsung bangkit berdiri ketika Edith Gringger masuk ke dalam ruangannya.
Legolas menoleh pada Edith Gringger yang tersenyum padanya.
Edith Gringger mengajak Legolas ke sebuah restoran untuk berbincang dengan pemuda yang merupakan anak kandungnya itu. Ia merasa senang karena Legolas memutuskan untuk bekerja di perusahaannya dengan hadir ke sana hari ini.
"Bagaimana? Kata direktur kau bisa mulai bekerja senin minggu depan." Ujar Edith dengan raut wajah yang tampak senang.
Saat ini ada sesuatu yang mengganjal pikiran Legolas. Pemuda itu merasa kalau yang kemarin dikatakan Edith padanya tidak sesuai dengan yang terjadi sekarang. Awalnya ia mengira kalau dirinya akan mengikuti tahap seleksi pekerja terlebih dahulu, namun itu terjadi dan bahkan dirinya dengan mudah ditawarkan di posisi asisten direktur keuangan sedangkan Legolas sendiri merasa posisi itu terlalu berlebihan untuknya.
"Ada apa? Apa kau tidak senang?" Edith menyadari jika saat ini Legolas tidak terlihat senang.
"Kemarin nyonya bilang kalau akupun juga akan mengikuti tahap seleksi. Tapi bahkan aku langsung diminta bekerja sebagai asisten direktur keuangan rasanya itu terlalu berlebihan untuk orang dengan berpendidikan rendah sepertiku." Jawab Legolas. "Aku merasa tidak enak dengan nyonya. Sepertinya aku jadi memanfaatkan kebaikanmu karena mengenal nyonya."
"Legolas, jangan berpikir seperti itu. Tidak ada yang dimanfaatkan. Aku merasa kau memiliki potensi dalam hal pekerjaan. Kau seorang pemuda yang selalu bekerja keras. Aku hanya ingin membantumu dalam meraih sesuatu yang lebih baik. Saat mulai bekerja, kau juga bisa sekalian melanjutkan pendidikanmu untuk mendukung karirmu kelak." Ujar Edith mencoba meyakinkan Legolas. "Terimalah pekerjaan itu, dan jangan menolaknya."
"Kau sangat baik nyonya." Ucap Legolas. "Aku menghargai kebaikanmu itu namun jika boleh aku hanya ingin bekerja di bagian produksi saja, itu sesuai dengan ijasahku."
"Legolas!!" Edith terlihat kesal pada Legolas dengan menatap tajam pemuda yang duduk dihadapannya. "Kau harus menerimanya, jika kau menolaknya itu berarti kau tidak menghargai diriku."
Legolas bisa melihat tatapan memaksa dari Edith, ditambah dengan kata-katanya. Dirinya tidak mengerti mengenai kebaikan hati wanita yang ada di depannya hingga ia memaksa dirinya untuk menerima pekerjaan itu.
__ADS_1
"Aku yakin kau bukan pemuda yang berlaku tidak sopan pada seseorang yang berusaha memberikan kebaikan padamu." Ucap Edith. "Aku bisa lihat itu, kau adalah pemuda yang baik."
"Baiklah, nyonya." Jawab Legolas akhirnya tidak bisa menolak perkataan Edith.
Edith bernapas lega karena putranya itu mau menerima pekerjaan yang sudah disiapkan dirinya itu. Ia berharap kelak Legolas akan mengambil alih perusahaannya karena Cedric tidak tertarik dan memilih menjadi seorang penyanyi, sesuai dengan cita-citanya. Edith ingin menebus rasa bersalahnya pada Legolas, anak yang sudah dibuangnya dulu.
...----------------...
Legolas selesai bekerja dan hendak akan pulang namun saat ini dirinya berada diruang karyawan untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Drake, si penanggung jawab tempatnya bekerja.
"Kau serius ingin keluar dari pekerjaanmu, Olas?" Tanya Drake. "Bukankah ini terlalu terburu-buru?"
"Maafkan aku, Drake. Senin minggu depan aku sudah mulai bekerja di tempat baru." Jawab Legolas.
"Itu bagus kalau kau sudah mendapat pekerjaan yang baru. Baiklah, suratmu akan aku sampaikan ke kantor pusat."
...----------------...
"Olas, apa benar kau mengundurkan diri?" Tanya Chloe ketika dalam perjalanan pulang bersama Legolas.
"Itu benar, aku mengundurkan diri. Hari jumat adalah hari terakhirku bekerja di restoran." Jawab Legolas berdiri berhadapan dengan Chloe di trotoar pinggir jalan.
Hari sudah mulai hampir gelap dan jalanan tampak sepi karena salju turun walau tidak terlalu lebat, membuat udara sangat dingin saat ini.
"Cepat sekali, hari ini hari rabu, itu berarti lusa hari terakhirmu bekerja bersamaku." Ujar Chloe. "Kenapa terburu-buru?"
"Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus dan akan mulai bekerja senin minggu depan." Jawab Legolas.
"Itu kabar yang bagus." Chloe tersenyum mendengarnya. "Aku sedikit sedih karena itu berarti kita akan jarang bertemu nanti. Tapi itu tidak masalah kalau kau sudah memutuskannya. Dimana kau akan bekerja, Olas?"
"Grins Fashion. Aku akan bekerja sebagai asisten direktur keuangan." Ucap Legolas.
__ADS_1
"Be—benarkah? Kau serius, Olas? Itu pekerjaan yang sangat bagus. Jauh lebih bagus dari pekerjaanmu saat ini."
"Tahun depan aku juga berencana melanjutkan pendidikanku."
"Kau akan kuliah?" Tanya Chloe.
"Ya, tapi aku masih menunggu jawabanmu juga, Chloe." Ujar Legolas. "Tapi aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya. Kau bisa memikirkannya dan aku akan menunggu sampai kau menjawabnya."
Chloe masih terdiam, dirinya saat ini merasa sangat senang mengenai kabar yang barusan ia dengar mengenai kekasihnya itu, namun ia tidak ingin terburu-buru menjawab ajakan Legolas untuk menikah karena ada sesuatu yang gadis itu rasakan pada Legolas saat ini.
"Terimakasih, Olas, kau tidak memaksaku untuk menjawabnya dengan cepat." Chloe tersenyum. "Sebaiknya kita cepat pulang. Saljunya semakin turun dengan lebat."
Legolas memegang lengan Chloe yang hendak melanjutkan jalannya.
"Chloe, saat aku pindah bekerja, kau bisa sering datang ke tempatku." Seru Legolas menatap Chloe.
Legolas melanjutkan perjalanannya setelah berpisah dari Chloe yang lebih dulu sampai di rumahnya. Pemuda itu menghela napasnya dengan kasar. Ia menengadah dan melihat salju yang turun semakin lebat.
Pikirannya menjadi memikirkan Lucia saat ini. Ketika tidak turun salju, Lucia selalu mengeluh kedinginan bagaimana dengan saat ini? Gadis itu pasti sangat tidak bisa menahan rasa dinginnya. Namun ia berpikir itu tidak akan terjadi karena di rumah Cedric pasti terdapat penghangat ruangan yang bagus sehingga akan membuat Lucia selalu hangat.
Ia kembali teringat dengan perkataan Cedric padanya tempo hari. Jika dipikir-pikir, yang diucapkannya ada benarnya juga. Jika malaikat diciptakan dengan semua rasa yang baik, lalu kenapa Lucifer bisa menjadi iblis? Kalau memang seperti itu berarti makhluk ciptaan Tuhan lainnya pun akan bisa berubah menjadi yang lainnya. Apa itu berarti kalau Tuhan menciptakan semua perasaan pada semua makhluk tanpa terkecuali? Jika Lucifer yang seorang malaikat merasakan rasa iri hingga merubahnya menjadi iblis, apakah mungkin iblis bisa merasakan cinta? Dan apakah iblis itu bisa berubah menjadi manusia?
"Malaikat dan iblis. Kenapa Tuhan menciptakan manusia di antara kedua makhluk itu?" Tanya Legolas bergumam. "Apa bisa manusia menjadi malaikat?"
Pertanyaan membuatnya teringat pada kebaikan Edith Gringger padanya. Ia berpikir jika manusia bisa menjadi malaikat, pasti orang seperti Edith Gringger yang akan berubah menjadi malaikat karena kebaikan hatinya pada dirinya yang hanya orang asing yang biasa saja.
"Ya, dialah manusia pertama yang akan menjadi malaikat." Ucap Legolas melangkah masuk ke dalam kawasan tempat tinggalnya.
"Legolas..." Panggil seseorang.
Legolas mengangkat kepalanya dan melihat Edith Gringger berdiri di depan rumahnya dengan sebuah senyum hangat.
__ADS_1
"Malaikat itu ada di sini..." Gumam Legolas saat melihat sosok yang membuat hatinya merasa hangat saat ini.
...–NATZSIMO–...