
Rambut cokelat, bola mata berwarna hijau, dengan bentuk wajah yang biasa saja, membuat Legolas merasa tak ada yang spesial dari dirinya. Ia juga tidak memiliki keluarga seperti pada umumnya, apalagi memiliki uang yang banyak itu adalah hal yang mustahil. Dirinya juga tidak memiliki bakat apapun yang bisa ia tonjolkan untuk memikat para wanita.
Saat ini pemuda itu menatap dirinya di pantulan cermin di dalam kamar mandi di rumahnya. Ia merasa tak ada hal yang bisa ia banggakan pada dirinya. Dengan sangat berat Legolas membuang napasnya, membuang rasa kecewa pada dirinya sendiri dengan helaan napas yang panjang.
"Olas, kau sedang apa?" Tanya Gayle yang berada di depan kamar mandi.
Legolas mencuci wajahnya dan segera keluar dari kamar mandi. Ia menoleh pada Lucia yang saat ini sedang bersama Cedric duduk di lantai dengan beralaskan karpet tipis. Cedric sedang memetik gitarnya dan Lucia terlihat sangat serius memperhatikan.
"Kau kenapa?" Tatap Gayle yang berdiri tidak jauh dari Legolas.
"Sejak tadi kepalaku sakit. Sepertinya aku kurang tidur." Jawab Legolas sambil berjalan ke arah kasurnya berada.
Legolas memperhatikan Lucia yang sejak ia datang tak sekalipun gadis itu menatap padanya. Pemuda itu langsung duduk di atas kasurnya dengan mengambil sebuah buku yang menjadi tempatnya mencatat segala pengeluarannya.
Gayle hanya memperhatikan pemuda itu sesaat setelah itu berjalan mendekati Lucia yang bersama dengan Cedric yang tidak jauh dari pintu masuk.
"Kenapa kau ke sini? Ini sangat aneh, kau penyanyi terkenal yang sedang naik daun. Kenapa kau datang kesini?" Tanya Gayle pada Cedric.
"Aku ingin bertemu Cia." Jawab Cedric merangkul Lucia setelah meletakan gitar miliknya. "Aku merindukan adik kecil ini."
"Aku bukan anak kecil. Usiaku 17.000 tahun." Jawab Lucia menatap datar Cedric.
"Kalau begitu usiaku 18.000 tahun." Ujar Cedric dengan senyum pada Lucia. Pemuda itu masih merangkul Lucia.
Karena Lucia baru saja memakan apel sehingga membuatnya tidak memancarkan panas api neraka di kulitnya.
"Aku mencintaimu." Ucap Lucia pada Cedric.
Mendengarnya membuat Legolas menoleh pada Lucia. Ini pertama kalinya ia mendengar Lucia mengatakan kalimat tersebut pada seorang pemuda yang bukan dirinya. Entah kenapa Legolas merasakan sesuatu hal yang tidak nyaman di hatinya.
Sedangkan Cedric yang mendengar pernyataan Lucia membuatnya menjadi tersenyum senang. Pemuda itu melepas rangkulannya pada Lucia dan menatap Lucia.
"Aku juga mencintaimu." Ucap Cedric dengan serius.
"Tidak, ternyata aku tidak mencintaimu." Jawab Lucia sambil memutar matanya mencoba merasakan sesuatu di dalam dirinya.
Gayle tertawa mendengar perkataan Lucia dengan wajah tanpa ekspresi. Sedangkan Cedric langsung memasang tampang aneh karena kalimat yang diucapkannya langsung ditolak oleh Lucia.
Legolas menutup bukunya dan segera membaringkan tubuhnya setelah kalimat koreksi yang diucapkan Lucia barusan. Sebelumnya pemuda itu sekali lagi menghela napas dan menutup matanya untuk tidur.
Handphone Gayle berdering, gadis itu menatap nomer aneh yang ada di layar handphone-nya. Secepatnya ia menjawab telepon tersebut dan dapat mengira siapa yang meneleponnya.
__ADS_1
"Ada apa? Siapa kau?" Tanya Gayle dengan kesal. "Kenapa kau menggangguku? Apa kau Newt?"
Terdengar suara tawa seorang pria di ujung telepon.
"Diamlah!! Katakan siapa kau? Jangan menggangguku!!" Seru Gayle semakin kesal.
Lucia dan Cedric menatap aneh pada Gayle yang terlihat kesal berbicara di telepon. Sedangkan Legolas menutupi telinganya dengan lengannya karena merasa terganggu dengan suara keras Gayle.
"Sudah aku katakan kita harus bekerja sama demi kebaikan umat manusia dan bangsa iblis." Jawab seorang pria. "Gadis itu, buat dia kembali ke neraka tanpa ada yang terluka."
"Jangan berkata omong kosong!!" Seru Gayle. "Aku akan melaporkanmu ke—"
Perkataan Gayle terhenti karena orang tersebut lebih dulu menutup teleponnya. Dengan kesal Gayle mencoba menelepon ke nomer tersebut.
Nomer yang anda tuju tidak terdaftar. Silakan periksa kembali nomer tujuan anda.
"SIALAN KAU!! AKAN AKU BONGKAR SIAPA KAU, BEDEBAH SIALAN!!" Geram Gayle sambil berjalan keluar dari rumah Legolas.
Ketika gadis itu ingin masuk ke rumahnya tiba-tiba masuk sebuah pesan di handphone-nya.
Jangan membuatku menunggu lama. Aku akan menemuimu saat kau bisa membongkar siapa aku.
"BAJINGAN SIALAN, KAU MENANTANGKU, BRENGSEK!!" Gayle sangat kesal membaca pesan tersebut.
"Kenapa kau masih di sini?" Tanya Lucia menatap Cedric. "Apa kau ingin tinggal di sini juga? Aku akan bilang pada Olas."
"Tidak, aku tidak ingin tinggal di sini." Jawab Cedric merasa aneh pada Lucia. "Oh iya, kenapa kau bertanya padaku seperti itu kemarin?"
"Apa? Memang apa yang aku tanyakan?"
"Kau sudah lupa dengan apa yang kau tanyakan padaku kemarin?" Cedric semakin merasa aneh pada gadis itu.
Lucia mengangguk.
"Kau bertanya siapa orang yang membuatku ingin ke neraka." Ujar Cedric. "Kenapa kau bertanya seperti itu padaku?"
"Aku merasa orang yang membuatmu ingin ke neraka sangat beruntung. Apa kau sangat mencintainya?"
Cedric menjadi bingung kembali. Jelas-jelas kemarin pun dirinya sudah menjawab siapa orang tersebut. Pemuda itu mengerti sekarang, ternyata yang diucapkan Legolas memang benar. Gadis yang ada di hadapannya itu memang tidak pernah mendengarkan perkataan siapapun.
"Ya, aku sangat mencintainya. Aku akan pergi ke neraka untuk menemuinya."
__ADS_1
"Kau ingin ke neraka? Aku bisa membawamu ke sana." Ujar Lucia dengan sangat serius.
"Ba—bagaimana caranya?"
"Aku akan membuka pintu neraka untukmu."
"Apa? Kau serius?" Tatap Cedric tidak percaya. Namun setelah itu ia tertawa menanggapi perkataan Lucia. "Berapa usiamu? Kenapa kau masih seperti anak kecil?"
'Sudah aku bilang, usiaku 17.000 tahun." Jawab Lucia.
Cedric hanya tersenyum menanggapi perkataan Lucia yang tidak ia percaya. Pemuda itu mengira kalau Lucia hanya bergurau.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Handphone Cedric bergetar, pemuda itu segera menjawab telepon tersebut yang merupakan telepon dari ibunya.
"Aku harus segera pulang. Ibuku mencariku." Ujar Cedric.
"Apa ibumu mencintaimu?" Tanya Lucia.
"Ya, aku rasa semua ibu mencintai anaknya." Jawab Cedric dengan tersenyum.
...----------------...
Legolas berbalik dari posisi tidurnya. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya. Ia merasa saat ini dirinya sedang memakan marshmallow karena rasanya sangat manis. Hingga dirinya merasa seseorang mendorongnya dengan kuat.
Pemuda itu membuka matanya dan melihat Lucia tepat berada di hadapannya, bahkan saat ini lengannya merangkul tubuh gadis itu yang berbaring di sampingnya, mendekap Lucia. Ia menjadi tersadar kalau baru saja Lucia menciumnya.
"Apa yang kau lakukan, bodoh?" Legolas berseru dengan kesal sambil beranjak bangun dari posisi tidur. "Sudah aku bilang jangan menciumku lagi!!"
"Aku sudah bertanya padamu dan kau menjawabnya setuju." Jawab Lucia yang juga beranjak duduk. "Kau malah yang menarikku dan menciumku. Hampir saja aku membakarmu kalau kau tidak melepaskan aku."
"A—apa?" Tanya Legolas bingung.
Legolas berpikir mungkin yang diucapkan Lucia memang benar. Tanpa sadar dirinya melakukan hal tersebut ketika sedang tidur. Bagaimanapun dirinya adalah seorang pria normal.
"Kalau begitu, kau tidak boleh mendekatiku saat aku sedang tidur. Jangan mengajakku bicara juga ketika aku tidur!!" Ujar Legolas. "Kau mengerti?!"
"Olas, apa semua ibu manusia mencintai anak mereka?" Tanya Lucia menatap Legolas dengan serius.
"A—apa? Kenapa kau bertanya seperti itu?"
__ADS_1
"Aku ingin punya ibu yang mencintaiku juga." Jawab Lucia.