GADIS IBLIS MENCARI CINTA

GADIS IBLIS MENCARI CINTA
Menjadi Budak Cinta


__ADS_3

Beribu tahun lalu seorang malaikat tampan turun ke bumi setelah merasakan sebuah rasa yang seharusnya tak dimiliki oleh seorang malaikat surga ciptaan Tuhan. Malaikat itu bernama Lucifer. Lucifer memiliki rasa iri dengki pada manusia karena menganggap manusia lebih dicintai Tuhan ketimbang para malaikat surga.


Di lain tempat, di ujung terbawah kematian, seorang iblis cantik yang baru saja dinobatkan sebagai ratu iblis, naik dari kerak neraka menuju bumi karena sebuah rasa penasaran pada umat manusia. Iblis wanita tersebut adalah Lamia.


Lucifer dan Lamia secara tidak sengaja bertemu di dunia manusia. Mereka menyembunyikan identitasnya masing-masing dan menjalin suatu hubungan terlarang. Hingga hubungan tersebut diketahui oleh Tuhan.


Akhirnya Tuhan yang marah mengusir Lucifer dan mengubah Lucifer dari seorang malaikat menjadi seorang iblis. Namun sebuah hal besar terjadi. Lamia yang merupakan ratu iblis mengandung seorang anak dari Lucifer yang saat berhubungan dengannya masih menjadi seorang malaikat.


Dan melahirkan seorang anak laki-laki yang memiliki cahaya putih milik malaikat dan tanduk panjang milik iblis. Anak tersebut adalah makhluk yang satu-satunya tercipta dari api neraka dan cahaya surga sehingga membuat dirinya bisa dengan bebas masuk ke surga ataupun keluar dari neraka. Bahkan dengan keunikan dirinya, anak itu bisa kapan saja datang ke dunia manusia.


"Si—siapa kau?" Tanya Gayle pada sosok yang ada di dalam kamarnya.


Sosok itu berjalan secepat cahaya mendekati Gayle dan menarik gadis itu untuk menciumnya. Gayle yang hanyalah manusia biasa tidak mampu berbuat apapun ketika sosok aneh itu menciumnya dan hanya bisa membeku.


"Sudah aku bilang, kita harus bekerja sama demi umat manusia dan bangsa iblis." Ucap sosok tersebut, dengan tangan yang memegang dagu Gayle, menatap gadis itu lekat.


"Siapa kau?" Tanya Gayle lagi.


"Lucas. Namaku adalah Lucas, utusan Tuhan untuk membantu umat manusia dari kemarahan sang raja iblis, yang merupakan ayahku juga, Lucifer." Jawab Lucas dengan menyunggingkan senyumnya. "Adikku harus segera kembali ke neraka sebelum kemarahan ayahku sampai puncaknya."


"Siapa adikmu?" Tanya Gayle.


"Lucia, maksudku... Cia, gadis yang tinggal di sebelah." Jawab Lucas. "Dia adalah calon ratu iblis selanjutnya, dia tidak akan bisa lama tinggal di dunia manusia. Semakin lama dirinya akan semakin terbakar hingga seluruh warna matanya berubah menjadi hitam, saat itu terjadi, dia akan melebur menjadi abu. Lucifer tidak akan membiarkan itu terjadi sehingga sebelum putri kesayangannya berubah menjadi abu, dia berencana datang ke bumi. Namun kehadiran Lucifer akan membawa umat manusia binasa."


"Apa yang bisa aku lakukan?" Tanya Gayle dengan bingung.


"Tujuan adikku datang ke dunia manusia karena dia ingin merasakan cinta. Buatlah dia mengerti bagaimana cinta itu mampu membinasakan dirinya." Jawab Lucas.


'Bagaimana jika aku tidak ingin membantumu?" Tatap Gayle dengan tajam.


"Aku akan menjerat jiwamu dalam kotak pandora." Jawab Lucas sambil menarik tubuh Gayle mendekat pada tubuhnya. "Kau tidak akan bisa menolakku karena aku sudah mengikatmu dengan rantai belenggu malaikat, bahkan iblis sekali pun tidak mampu melepasnya."

__ADS_1


"A—apa? Di mana kau mengikatnya?" Gayle tampak bingung karena saat ini dirinya tidak melihat sebuah belenggu yang mengikatnya.


"Ciuman tadi. Sekarang kau akan menuruti semua perkataanku." Ujar Lucas.


Gayle terlihat menahan emosinya saat ini. Mendengar omong kosong dari pemuda yang ada di hadapannya membuatnya sudah sampai batas kesabarannya.


"DASAR PENIPU!! KALAU RANTAI BELENGGU YANG KAU BILANG ITU ADA KENAPA KAU TIDAK MENGIKAT ADIKMU SAJA DAN MEMBAWANYA KEMBALI KE NERAKA?!" Seru Gayle sangat kesal. "Apanya kotak pandora, apanya rantai belenggu malaikat? DASAR MESUM!!"


Gayle menatap pemuda yang ada di hadapannya dengan sangat kesal. Bisa-bisanya pemuda itu berusaha menipunya agar mau membantunya.


Lucas hanya bisa tertawa terpaksa untuk menutupi semua kebohongannya mengenai kotak pandora dan rantai belenggu. Ia tidak mengira jika gadis yang bersama dengannya tidak bisa ia tipu.


"Heh, kau kira aku tidak tahu siapa gadis itu sebenarnya?" Ujar Gayle. "Hhuft... kenapa iblis suka sekali mencari masalah?"


"Be—benarkah?" Tanya Lucas tampak terkejut. "Bagaimana kau bisa tahu?"


"Karena bukan adikmu iblis pertama yang aku temui di dunia ini." Jawab Gayle dengan tatapan meremehkan pada Lucas.


...----------------...


"Olas, sepertinya catatan dosamu ada yang sudah membukanya." Ucap Lucia.


"A—apa? Benarkah?" Legolas menoleh pada Lucia yang sedang fokus pada bonekanya.


"Karena itu kau jadi merasakan hal yang tidak seharusnya kau rasakan. Kau mendengarkan bisikan iblis. Iblis yang membuatmu tidak percaya diri. Bukan begitu Phoebe?"


Lucia menoleh pada arah yang ia tebak saat ini sahabatnya sedang menontonnya di layar televisi di kamarnya yang berada di neraka. Phoebe adalah spesialis menyerang rasa percaya diri manusia, dan Lucia sudah sangat tahu itu.


Phoebe menjadi tertawa melihat Lucia mengetahui perbuatannya. Saat ini dirinya berada di kamar Lucia setelah dirinya membantu Lucas untuk mencari keberadaan sahabatnya itu.


"Lain kali jangan menggunakan tanggal lahirmu untuk mengunci catatan dosa seseorang bodoh. Karena kebodohanmu aku dan Lucas jadi tahu di mana kau berada. Untung saja hanya kami berdua yang tahu." Ucap Phoebe pada Lucia yang ada di layar televisi. "Sepertinya kau sangat menikmati hidup di dunia manusia. Aku menjadi kesepian di sini tanpamu, bodoh."

__ADS_1


"Kau harus terbiasa hidup sendirian di sana karena aku tak ada niat sama sekali kembali ke neraka." Ujar Lucia pada Phoebe. Padahal dirinya tidak bisa mendengar apa yang Phoebe katakan padanya.


"Ya, tapi kau harus pulang, kalau tidak kau akan melebur menjadi abu." Jawab Phoebe meski Lucia tidak mendengar apa yang diucapkannya.


"Ada apa, Cia?" Kau bicara apa tadi?" Tanya Legolas yang sedang memasak membuat makan malam mereka.


"Tidak ada." Jawab Cia.


...----------------...


"Aku rasa kau tidak perlu tahu siapa iblis pertama yang aku temui." Ucap Gayle. "Itu tidak ada kaitannya dengan masalah ini. Lebih baik itu tetap menjadi rahasia demi umat manusia dan bangsa iblis."


"Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanya Lucas penasaran pada perkataan Gayle, karena dari perkataan gadis itu, menyiratkan sesuatu hal yang tidak boleh siapapun tahu. "Apa akan sangat berbahaya jika siapa orang itu diketahui?"


"Ya, sepertinya begitu." Jawab Gayle.


"Tapi bagaimana dengan masalah adikku? Apa kau akan membantuku?" Tatap Lucas berharap mendapatkan jawaban yang diinginkannya.


"Kau bilang, dia kabur dari neraka karena ingin merasakan cinta kan?" Gayle menundukan kepalanya dengan melirik pada Lucas yang berdiri di hadapannya. "Lalu bagaimana denganmu?"


"Bagaimana denganku apa?" Tanya Lucas tampak tidak mengerti dengan ucapan Gayle. "Apa maksud pertanyaan—"


Belum sempat Lucas melengkapi perkataannya, Gayle lebih dulu menariknya dan mencium bibir pemuda setengah malaikat dan setengah iblis itu.


"Apa yang kau lakukan—"


Sekali lagi Gayle mencium Lucas. Hal itu membuat Lucas menjadi ingin marah. Namun Gayle mencengkram dirinya dan menatap Lucas tajam.


"Kau ingin aku membantumu kan?" Tatap Gayle seperti sinar laser pada Lucas. "Aku yang akan menjerat jiwamu dalam kotak pandora dan mengikatmu dengan rantai belenggu penyihir."


"A—apa maksudmu?" Lucas terlihat ketakutan pada tatapan Gayle.

__ADS_1


"Aku ingin kau menjadi budak cintaku!! Dasar makhluk mesum!!"


__ADS_2