
Lucia masuk ke dalam rumah Legolas setelah pemuda itu membawanya ke sana. Dalam hati Lucia merasa senang karena sepertinya Legolas tidak lagi bersikap dingin padanya.
Gadis itu langsung duduk di sofa dengan bola mata yang berputar memperhatikan setiap sudut rumah itu. Sudah beberapa minggu ia tidak tinggal di sana dan dirinya menjadi teringat kembali sewaktu ia muncul dari bawah neraka di rumah itu.
"Seharusnya kau tidak berjalan di tengah salju." Ujar Legolas yang baru saja masuk setelah memarkirkan mobilnya. "Walau kau memakai payung itu juga masih tetap berbahaya." Legolas berjalan ke arah meja dapur dan membuatkan teh hangat untuk mereka berdua.
"Olas, aku ingin tinggal denganmu lagi." Ucap Lucia menatap punggung Legolas yang sedang sibuk membuat teh.
Legolas tidak menjawab perkataan Lucia. Saat ini ada hal lain yang dipikirkan olehnya. Teh yang dibuatnya sudah jadi, pemuda itu langsung membawanya dan diletakkan ke meja di hadapan Lucia dan satu cangkir digenggamnya.
"Kau mendengarku kan, Olas? Aku ingin tinggal denganmu." Ulang Lucia dengan menatap Legolas yang duduk di sofa satunya.
Bola Mata Lucia yang semula berwarna merah terang saat ini sudah berubah menjadi merah gelap dan hampir menjadi berwarna hitam. Legolas melihatnya dan itu membuat dirinya menjadi semakin yakin dengan keputusannya.
"Olas, kau tidak menjawabku." Ujar Lucia. "Aku akan tinggal di sini. Aku tidak ingin kembali ke rumah Cedric. Walau di sana semuanya ada tetapi aku merasa ada yang kurang—"
"Tunggu sebentar, aku punya sesuatu untukmu, Cia." Seru Legolas memotong perkataan Lucia dan langsung beranjak dari duduknya.
Sesuatu diambil oleh Legolas dari lemari yang dekat dengan kasur tempatnya tidur. Lalu berjalan kembali dan menyodorkannya pada Lucia. Sebuah kotak yang terbungkus kertas kado, sebuah bingkisan.
"Ini hadiah Natal untukmu, Cia. Selamat natal." Ujar Legolas.
Hati Lucia merasa sangat senang, dengan cepat gadis itu mengambil hadiah Natal dari Legolas dan membukanya. Dirinya semakin merasa senang saat melihat sebuah kotak musik yang tadi baru saja dirinya pandangi saat berada di depan jendela etalasi sebuah toko musik. Ia tidak mengira kalau Legolas akan memberikan benda yang diinginkannya itu, dan yang terjadi adalah sebuah kebetulan.
"Tekan tombolnya akan ada musik yang keluar dan goyangkan sedikit, akan terlihat seperti salju yang turun." Seru Legolas yang sudah kembali duduk di sofa.
__ADS_1
Lucia mengikuti perkataan Legolas dan segera menghidupkan musiknya, ia juga menggoyangkan benda itu dan melihat boneka sepasang pria dan wanita di dalam kristal kaca terlihat seperti bergandengan tangan di bawah salju yang turun.
Tanpa sadar Lucia tersenyum kembali ketika melihat kotak musik kristal tersebut. Legolas memperhatikannya dan tahu kalau Lucia menyukai hadiah Natal darinya itu.
"Apa kau suka?" Tanya Legolas.
"Aku juga ingin merasakan salju tanpa harus merasakan kesakitan karena terbakar." Ucap Lucia masih memperhatikan kotak musik yang ada digenggamannya dan sesekali sedikit menggoyangkannya.
Raut wajah Lucia terlihat muram saat mengatakannya. Legolas tahu kalau saat ini Lucia sedang berharap kalau dirinya bukanlah seorang iblis. Sebenarnya itu juga yang diharapkan pemuda itu saat ini.
"Kau tahu Olas? Tadi sebelum kau datang, aku juga sedang memperhatikan benda ini di toko tadi. Tidak aku sangka kau akan memberikan beda yang sama dengan yang aku inginkan. Apa ini sebuah kebetulan, atau Tuhan sudah merencanakannya?" Lucia menoleh pada Legolas. "Aku berharap itu semua rencana Tuhan." Lucia tersenyum kembali pada Legolas.
"Cia dengarkan aku." Ucap Legolas setelah sesaat memikirkan apa yang ingin ia katakan pada gadis iblis itu.
"Olas, jangan menyuruhku kembali ke neraka." Jawab Lucia dengan sangat cepat menanggapi ucapan Legolas. "Aku ingin tinggal di dunia ini sampai aku melebur menjadi abu. Aku juga sudah bilang pada Lucas. Raja iblis tidak akan bisa datang ke dunia manusia tanpa seijin Tuhan sedangkan hanya Lucas yang bisa membawanya menemui Tuhan saat Tuhan tidak menemuinya. Jadi biarkan aku tinggal di sini bersamamu."
"Sekarang aku tahu kenapa iblis tidak seharusnya merasakan cinta. Iblis adalah makhluk paling rapuh yang diciptakan Tuhan. Hanya dengan merasakan hal itu semua iblis akan rela melebur menjadi abu, begitu juga denganku."
"Kau harus tetap kembali ke neraka. Dengarkanlah perkataanku Cia. Kau sudah merasakan apa yang kau ingin rasakan karena itu kembalilah sekarang. Jangan pernah kembali lagi ke dunia manusia." Ujar Legolas tetap membujuk Lucia agar mau kembali ke neraka. "Aku tidak ingin membiarkanmu melebur menjadi abu. Itu akan lebih menyedihkan untukku dari pada kau kembali ke neraka."
Lucia bangkit berdiri dari duduknya setelah mendengar beberapa langkah hendak masuk ke rumah Legolas. Ia hendak pergi dari rumah Legolas lagi, namun pintu langsung terbuka dan muncul Gayle dan Leviathan dari luar.
"Cia, kau harus segera kembali ke neraka." Seru Gayle.
Lucia mundur beberapa langkah untuk menjauh dari arah pintu saat Gayle dan Leviathan masuk. Ia menatap Legolas yang masih duduk di sofa. Dirinya sangat ingin tinggal kembali bersama pemuda itu dan tidak ingin ke tempat asalnya.
__ADS_1
"Lucia, dengarkan kami. Pulanglah bersamaku." Kali ini Leviathan mencoba membujuk Lucia.
Bukannya menurut, Lucia malah terlihat marah saat ini. Dengan segera gadis itu mengeluarkan bola api dan di lemparnya ke arah Gayle dan Leviathan.
Lucas muncul dengan sayapnya untuk menghalau bola api Lucia. Lucia tahu kalau saat ini juga Lucas berniat membawanya ke neraka, namun dirinya tetap tidak ingin kembali.
"Lucia, sudah tidak ada waktu lagi. Aku akan membawamu sekarang juga." Seru Lucas sambil memunculkan rantai belenggu di tangannya untuk mengikat Lucia agar adiknya itu tidak memberontak.
"Olas, aku tidak ingin pergi." Lucia menatap Legolas yang hanya diam saja menatap padanya dengan tatapan yang tampak datar, pemuda itu masih duduk di sofa. "Aku mohon padamu, Olas."
"Kau harus menurut padaku, kau tidak mempunyai pilihan apapun bahkan tidak akan ada yang bisa menghalangiku untuk tidak membawamu." Ujar Lucas.
Sekali lagi Lucia menggerakan tangannya untuk meluncurkan bola api namun Lucas lebih dulu menjulurkan rantai belenggu miliknya, mengikat gadis iblis itu sehingga Lucia tidak bisa berkutik lagi.
Legolas yang masih tidak bergeming dari posisinya menatap Lucia yang terlihat sangat bersedih dengan air mata yang mengalir menatap padanya, berharap agar pemuda itu melakukan sesuatu untuk menghentikan dirinya dibawa kembali ke neraka.
Namun Lucia tahu, Legolas tidak akan berbuat apapun untuk menghentikannya.
"Olas, aku mencintaimu." Ucap Lucia dengan lirih.
Seketika Lucia menghilang dari pandangan Legolas bersama dengan Lucas dan Leviathan yang juga lenyap dari sana.
Legolas hanya menundukan kepalanya ketika Gayle menatapnya. Ia menahan kesedihannya saat ini. Bagaimanapun ia harus merelakan gadis yang dicintainya kembali ke tempatnya berasal, neraka.
"Tidak ada yang bisa kau lakukan. Kau harus merelakannya. Manusia tidak akan pernah bisa bersama dengan iblis. Jika itu terjadi, kaulah yang akan mati seperti pamanku." Ucap Gayle dengan air mata yang keluar dari matanya.
__ADS_1
...–NATZSIMO–...