
Hari senin tiba, Legolas berada di tempat kerja barunya yaitu di perusahaan Grins Fashion. Sejak datang ia berkeliling bersama direktur keuangan dan Edith Gringger untuk diperkenalkan kepada karyawan perusahaan tersebut.
Terdengar sayup-sayup dari beberapa karyawan yang berbicara mengenai dirinya yang hanya seorang lulusan Sekolah Menengah Atas namun bisa menduduki sebagai asisten direktur keuangan. Legolas tidak terlalu memikirkannya dan menahan perasaannya karena siapapun pasti akan berpikir aneh mengenai hal tersebut.
"Semoga kau nyaman bekerja di sini, Legolas." Senyum Edith di akhir perjalanan mereka. "Direktur, agar pekerjaannya lebih mudah sebaiknya perusahaan bisa menyediakan kendaraan untuknya."
Pekerjaannya pun berakhir, Legolas masuk dan duduk di dalam sebuah mobil yang baru ia terima. Mobil sedan tersebut diberikan perusahaan untuk fasilitasnya dalam bekerja. Ia tidak mengerti apakah seorang asisten memang mendapatkan fasilitas mewah tersebut atau tidak namun untuknya ini terasa aneh.
Akan tetapi dirinya tidak ingin ambil pusing dan mulai menjalankan mobil tersebut. Ia tahu, jika dirinya menolak untuk Edith Gringger pasti akan memaksanya untuk menerimanya. Ia semakin tidak mengerti mengenai semua kebaikan yang dilakukan Edith Gringger padanya.
"Olas, ini mobilmu?" Tanya Gayle memperhatikan mobil yang dikendarai Legolas ketika sampai di depan rumahnya. "Bagaimana bisa kau memilikinya?" Gayle masih mengagumi mobil tersebut dan melirik sesaat pada Legolas yang baru keluar dari mobil.
"Tempat baruku bekerja memberikannya sebagai fasilitas." Jawab Legolas.
"Fasilitas? Memangnya apa jabatanmu, Olas? Kau bekerja dimana sekarang?" Tanya Gayle tampak aneh.
Legolas kembali teringat mengenai pemikirannya tentang Lucas beberapa hari ini. Ia berjalan mendekati Gayle untuk menanyakannya pada gadis itu. Ia sangat yakin kalau Gayle pasti tahu apa tujuan Lucas yang sebenarnya.
"Gayle, aku tahu kau dan Lucas berhubungan dekat." Ucap Legolas.
Gayle terlihat serius saat mendengar ucapan Legolas yang berjalan mendekatinya.
"Apa kau tahu kalau sebenarnya Lucas bisa membawa Lucia kembali ke neraka?" Tatap Legolas dengan lekat untuk memperhatikan ekspresi wajah gadis tersebut.
"Benarkah?" Gayle balik bertanya dengan menyembunyikan kebenarannya kalau dirinyapun mengetahui tentang hal tersebut. "Siapa yang bilang? Aku baru tahu, dan itu tidak mungkin."
"Kenapa tidak mungkin?"
"Apa kau tahu kalau Lucia adalah calon ratu iblis selanjutnya?" Ujar Gayle sambil mengusap telapak tangannya karena udara yang dingin walau saat ini salju tidak turun. "Tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya, begitupun juga dengan Lucas. Walau dia adalah kakaknya tapi kenyataan dirinya yang hanya setengah iblis tidak memiliki kekuatan yang melebihi adiknya itu."
"Apa benar seperti itu?" Selidik Legolas.
"Ya, aku rasa begitu. Apa kau ingin berbicara langsung dengannya?"
__ADS_1
"Tentu saja. Apa kau bisa memanggilnya?"
"Saat dia datang, aku akan memanggilmu." Jawab Gayle. "Di luar sangat dingin, sebaiknya segera masuk."
"Gayle." Panggil Legolas menghentikan langkah Gayle yang hendak berjalan masuk ke dalam rumahnya. "Apa kau tahu kalau Lucas juga bisa membawa manusia pergi ke neraka dan surga?"
"Benarkah? Aku tidak tahu."
Dari ekspresi Gayle, Legolas merasa Gayle berbohong. Ia yakin kalau gadis itu menyembunyikan banyak hal darinya.
"Olas." Tiba-tiba terdengar suara Chloe. Legolas yang hendak berjalan mendekati Gayle menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Chloe. "Kau sudah pulang?" Chloe berjalan mendekati Legolas.
"Baiklah, aku akan masuk dulu." Ujar Gayle setelah itu berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Kau datang, Chloe?" Ucap Legolas.
"Aku menghubungi handphone-mu tapi tidak aktif." Seru Chloe.
Legolas segera merogoh saku celananya dan melihat handphone-nya yang baterainya habis. Ia tidak sadar mengenai hal tersebut.
Chloe memperhatikan Legolas sejenak dengan pakaian yang dikenakan pemuda itu. Ia melihat Legolas tampak berbeda dengan setelan jas yang dikenakannya.
"Kau terlihat berbeda dengan pakaian itu, Olas." Sebuah senyum tergambar di wajah Chloe. "Kau menjadi sangat tampan."
Mendengar pujian tersebut membuat Legolas tersipu malu. Itu suatu kebahagiaan mendapatkan pujian dari gadis yang disukainya.
"Lalu milik siapa mobil itu? Itu mobil yang bagus." Chloe menoleh ke arah mobil Legolas yang terparkir.
"Perusahaanku bekerja memberikan fasilitas mobil tersebut padaku." Jawab Legolas.
"Benarkah?" Tanya Chloe tampak tidak percaya. Wajahnya terlihat kagum pada kekasihnya tersebut. "Kau benar-benar mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik, Olas."
"Sebaiknya kita masuk ke dalam. Di luar sangat dingin."
__ADS_1
Udara sangat dingin saat ini, walau salju belum turun hari ini. Penghangat ruangan yang rusak di rumah Legolas juga belum diperbaiki.
"Maaf ya, penghangatnya masih rusak." Ujar Legolas sambil memberikan secangkir teh hangat pada Chloe yang sudah duduk di sebuah sofa yang baru Legolas beli kemarin.
"Kau membeli sofa baru?" Tanya Chloe sambil memperhatikan sofa yang ia duduki.
"Aku harus membelinya karena sangat berguna saat ada tamu yang datang. Udara sangat dingin tidak mungkin menyuruh tamu duduk di atas karpet." Jawab Legolas yang berdiri di hadapan Chloe.
"Tapi kau membiarkan penghangatnya rusak. Bagaimana kau tidur di udara yang sangat dingin ini?"
"Aku akan membeli penghangat ruangan yang baru besok." Ujar Legolas. "Aku akan mandi sebentar, tunggulah."
...----------------...
Lucia keluar dari kamarnya saat mendengar suara Cedric yang baru saja pulang. Gadis itu sangat merasa bosan karena hanya berada di dalam kamarnya dengan membaca komik.
"Ada apa Cia?" Tanya Cedric saat Lucia berjalan mendekatinya.
"Ced, aku harus mengatakannya padamu." Ujar Lucia.
"Apa yang ingin kau katakan?" Cedric melihat wajah Lucia yang tampak muram. "Apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin sesuatu? Katakan apa yang kau ingin kan?"
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, Ced." Ucap Lucia menundukan kepalanya sambil mencoba merasakan sesuatu yang ada di hatinya. "Tapi bisakah kau mengantarku untuk menemui Olas? Aku sangat ingin bertemu dengannya saat ini."
...----------------...
Gayle masuk ke dalam kamarnya. Lucas sudah berada di dalam kamar melihat kehadirannya dengan sebuah senyuman. Hampir setiap waktu pemuda itu memang berada di dalam kamar Gayle. Mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama.
"Sepertinya Olas mencurigai sesuatu." Ujar Gayle pada Lucas yang duduk bersila kaki di sisi tempat tidur. "Dia ingin bertemu denganmu. Dia tahu kau bisa membawa Lucia kembali ke neraka bahkan ia juga tahu kau bisa membawa manusia ke surga dan neraka."
Lucas bangkit berdiri mendekati Gayle dan menarik gadis itu hingga tubuhnya menempel padanya. Ia menatap lekat gadis itu.
"Kenapa kau tidak mau memberitahuku mengenai yang sebenarnya, Gayle?" Tanya Lucas pada Gayle. "Aku tahu kalau kau sebenarnya mengetahui kebenaran mengenai iblispun bisa merasakan cinta. Aku juga sudah tahu siapa iblis yang kau kenal selama ini."
__ADS_1
Gayle terkejut mendengar perkataan Lucas mengenai sesuatu hal yang ia sembunyikan selama ini.
...–NATZSIMO–...