GADIS IBLIS MENCARI CINTA

GADIS IBLIS MENCARI CINTA
Salju Pertama


__ADS_3

Legolas membuka pintu rumahnya dan hendak keluar. Hari ini salju turun dengan sangat lebat sehingga dirinya harus memakai pakaian tebal dan syal yang menutupi lehernya. Ia menghela napas sejenak karena merasa musim dingin adalah musim yang paling ia tidak suka. Sedangkan hari ini dirinya sudah membuat janji dengan Chloe dan hendak pergi berdua berkencan dengan gadis yang dicintainya itu.


"Salju pertama di tahun ini, ini membuat seluruh kota menjadi sangat dingin." Ujar Ursula yang sedang berada di luar sehabis kembali dari supermarket. "Olas, di mana Cia? Sudah sangat lama dia pergi. Apa dia baik-baik saja saat ini?"


"Sepertinya dia baik-baik saja." Jawab Legolas sambil mengembangkan sebuah payung yang dibawanya. "Cia tidak akan kembali, jangan menanyakan dia lagi padaku."


"Musim dingin tidak bagus untuk gadis sepertinya." Ujar Ursula setelah itu masuk ke dalam rumahnya.


Napas panjang dihela Legolas dari mulutnya. Untuknya musim dingin juga tidak bagus buat dirinya juga. Bulan Desember dan penghujung tahun adalah saat-saat yang selalu membuat Legolas tidak nyaman.


Pemuda itu mulai melangkahkan kakinya keluar dari kawasan rumah yang disewanya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Leviathan berjalan di bawah salju dengan sebuah payung dan pakaian tebal menutupi tubuhnya. Bahkan pemuda iblis itu memakai masker untung menutupi setengah wajahnya.


"Kau sedang flu?" Tanya Legolas saat melihat Leviathan bersin ketika menghentikan langkahnya di hadapannya. "Kau tidak bekerja?"


"Aku meminta ijin pulang karena sedang flu." Jawab Leviathan. "Hidup di dunia manusia sangat membuatku tidak nyaman ditambah dengan musim dingin ini. Untung saja tubuhku saat ini sepenuhnya adalah manusia."


"Apa maksudmu?" Tatap Legolas.


"Iblis yang terbiasa hidup di neraka akan selalu merasa kedinginan saat di dunia manusia, di tambah musim dingin seperti sekarang ini. Tubuh iblis manapun tidak akan mampu menahan cuaca dinginnya. Ketika tubuh iblisnya terkena salju itu lebih menyakitkan dari pada terkena bara api, api neraka. Itu juga akan memproses lebih cepat perubahan di dalam tubuh iblis tersebut hingga membuatnya melebur."


"Kau membicarakan Cia?" Tanya Legolas mengerti untuk siapa Leviathan berkata seperti itu.


"Ya, karena hanya dia iblis yang masih memiliki tubuh iblis saat hidup di dunia manusia ini." Jawab Leviathan dengan sebuah senyum ciri khasnya, dengan mata setengah tertutup. "Kau ingin pergi berkencan dengan Chloe, kan? Semoga lancar ya."


Leviathan langsung berjalan meninggalkan Legolas yang jadi termenung setelah mendengar perkataannya mengenai Lucia. Entah kenapa kekhawatiran Legolas pada Lucia saat ini semakin menjadi. Ia berpikir untuk mencari gadis itu namun perasaan lain melarangnya untuk melakukannya, ia meyakinkan dirinya kalau hidupnya sekarang sudah kembali seperti semula setelah kepergian Lucia. Pemuda tersebut terus saja berpikir seperti itu untuk meyakinkan dirinya agar tidak mencari keberadaan Lucia dan mencoba untuk tidak memikirkannya lagi.


...----------------...

__ADS_1


"Ayo Cia, cepat keluar." Seru Cedric dengan sebuah payung dan membuka pintu mobil di mana Lucia duduk. Pemuda itu menunggu di luar sambil menunduk untuk melihat Lucia yang masih belum keluar dari dalam mobil. "Kau baik-baik saja?"


Saat ini mereka berdua sudah tiba di depan mall untuk membeli semua hal yang diinginkan Lucia. Namun gadis itu merasa lebih kedinginan dari bisanya saat keluar dari rumah Cedric bahkan ketika Cedric membuka pintu, rasanya kulitnya seperti tertusuk dan membuat tubuhnya merasakan sensasi terbakar.


"Cia, ada apa denganmu?" Tatap Cedric yang melihat keanehan pada Lucia yang terlihat memikirkan sesuatu.


"Aku merasa kedinginan." Jawab Lucia menoleh pada Cedric yang terus menunggunya dengan tidak sabar.


"Karena itu ayo cepat keluar, di dalam tidak akan sedingin ini."


Akhirnya Lucia mendengarkan Cedric. Gadis itu langsung keluar dari mobil dengan Cedric yang memayunginya dari salju yang masih turun. Sejenak Lucia menatap ke atas langit dan tanpa di berpikir ia mengeluarkan telapak tangannya yang tidak memakai sarung tangan lalu menengadahkan tangan kirinya keluar payung. Setelah itu salju mengenai tangannya dan gadis itu langsung meringis kesakitan dan seketika telapak tangannya yang terkena salju mengeluarkan asap, lalu menjadi kehitaman.


"Kau baik-baik saja?" Cedric tampak merasa aneh pada apa yang dilihatnya. "Tanganmu seperti terbakar." Ucap Cedric memegang tangan kiri Lucia dan memperhatikan tangannya itu yang keluar asap dan menghitam.


Lucia menariknya dari Cedric dan segera memasukannya ke dalam saku jaket tebal yang ia pakai. Gadis itu sadar kalau dirinya tidak boleh sampai terkena tetesan salju lagi kalau tidak tubuhnya akan terbakar.


Legolas bersama dengan Chloe, juga sampai di mall tempat Lucia dan Cedric datangi. Mereka berjalan memasuki mall setelah berjalan kaki dari halte bus dengan menggunakan sebuah payung.


"Hari ini sangat dingin." Ujar Chloe ketika memasuki pintu mall. "Karena itu mall tampak sepi sekarang. Siapapun pasti akan memilih untuk berasa di rumah."


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak mengajakmu pergi." Jawab Legolas.


"Ah, bukan seperti itu. Aku senang kau mengajakku pergi, Olas." Ujar Chloe dengan sebuah senyum merona di wajah cantiknya. "Sebentar lagi Natal seluruh mall sudah di dekorasi untuk menyambutnya. Ini jadi semakin indah."


Legolas memperhatikan setiap sudut mall yang sudah dihias untuk menyambut hari natal. Pohon natal yang besar juga sudah terpasang di tengah-tengah mall dengan hiasan lampu dan pernak-pernik yang indah. Dirinya dan Chloe berhenti di dekat pohon natal tersebut.


"Tiga hari setelah hari natal adalah hari ulang tahunmu kan, Olas?" Tanya Chloe. "Itu berarti ulang tahunmu sebentar lagi."

__ADS_1


Dengan sebuah senyuman Legolas menjawab perkataan Chloe. Sebenarnya itu adalah hari di mana dirinya datang ke panti asuhan setelah dibuang oleh orang tuanya di sana. Sehingga ia tidak tahu persis kapan tepatnya hari ulang tahunnya.


"Aku harus mempersiapkan hadiah natal dan hadiah ulang tahun untukmu." Ucap Chloe.


"Tidak perlu, kau tidak perlu memberiku hadiah apapun." Wajah Legolas terlihat senang mendengar perkataan Chloe. "Sebaiknya kita langsung ke bioskop."


"Baiklah. Aku juga sudah tidak sabar menonton film itu." Jawab Chloe yang langsung menggandeng tangan Legolas.


Legolas tampak terkejut ketika Chloe menggandeng tangannya, namun gadis itu tersenyum pada dirinya.


"Tidak apa-apa kan kalau aku menggandengmu?" Tanya Chloe memulas senyum manis pada Legolas yang masih menatapnya dengan terkejut.


Chloe langsung melangkahkan kakinya dengan menggandeng Legolas setelah pemuda itu menjawab perkataannya dengan sebuah anggukan kecil yang terlihat ragu.


Mereka berdua menaiki eskalator hendak menuju bioskop di mana berada di lantai teratas mall tersebut.


"Cia? Bukankah itu Cia?" Tiba-tiba Chloe menunjuk ke arah sebuah toko ketika mereka berdua sampai di lantai dua.


Legolas menoleh ke arah yang ditunjuk Chloe dan melihat Lucia bersama dengan Cedric berada di sebuah toko dan mereka sedang memilih sarung tangan.


"Dengan siapa Cia, Olas?" Tanya Chloe.


Legolas tidak menjawab dan masih memperhatikan Lucia yang mengeluarkan tangan kirinya dari saku jaket hendak memakai sarung tangan yang akan dibelinya. Sebuah luka bakar yang ada di tangan itu terlihat oleh Legolas.


Tanpa berpikir apapun, pemuda itu melangkahkan kakinya dengan sangat cepat dan memegang tangan kiri Lucia sehingga membuat siapapun terkejut, termasuk Lucia.


"Apa tanganmu terkena salju?" Tanya Legolas dengan wajah khawatir menatap Lucia.

__ADS_1


...–NATZSIMO–...


__ADS_2