GADIS IBLIS MENCARI CINTA

GADIS IBLIS MENCARI CINTA
Dasar Manusia Biasa!!


__ADS_3

"Olas, di mana Cia?" Tiba-tiba Gayle masuk rumah Legolas tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. "Aku mendengar kau berteriak padanya, apa yang terjadi?" Tatap Gayle pada Legolas yang masih duduk di atas kasur.


"Dia sudah pergi. Aku membujuknya agar kembali ke neraka tapi dia tidak mau dan pergi." Jawab Legolas menoleh pada Gayle. "Setidaknya aku sudah berusaha. Jika manusia musnah itu bukan salahku." Legolas bangkit berdiri hendak ke kamar mandi.


Tiba-tiba Lucas muncul begitu saja di hadapan Legolas. Kakak Lucia itu terlihat marah mendengar perkataan Legolas barusan hingga mencengkram Legolas dengan kasar.


"Kenapa kau membiarkannya pergi?" Geram Lucas. "Dengan susah payah aku mencari keberadaannya dan sekarang dia menghilang lagi. Kenapa kau tidak menghentikannya?"


"Tidak ada yang bisa aku lakukan. Dia sama sekali tidak mendengar semua perkataanku. Dia sendiri yang ingin pergi." Jawab Legolas.


Lucas melepaskan Legolas dengan sangat kesal. Sedangkan Legolas langsung berjalan ke kamar mandi.


"Sekarang aku harus mencari lagi keberadaannya." Gumam Lucas kesal. "Gayle, kau harus membantuku untuk menemukannya segera."


"Olas, kau memang sangat bodoh!! Kita semua akan musnah kalau dia tidak kembali ke neraka." Seru Gayle dengan nada suara keras dan terdengar kesal. "DASAR BODOH!!"


Di dalam kamar mandi Legolas mencuci wajahnya dengan air berkali-kali lalu menatap dirinya di pantulan cermin. Lucia sudah pergi, namun kenapa rasanya seperti ada sesuatu yang hilang di dalam hatinya.


Legolas terus mencari tahu ada apa dengan dirinya, namun ia meyakinkan dirinya sendiri kalau sekarang hidupnya akan kembali seperti semula dengan tidak adanya Lucia lagi yang mengganggunya selama ini. Pemuda itu juga tidak ingin memikirkan mengenai keberadaan Lucia karena baginya itu bukan urusannya.


Dengan sangat berat, Legolas menghela napasnya.


...----------------...


Cedric yang mencium Lucia tampak terkejut dengan apa yang dilakukannya sendiri. Entah bagaimana pemuda itu menjadi ingin mencium gadis yang ada di hadapannya. Cedric langsung melepas ciumannya dengan tatapan menghindar dari Lucia yang melihat padanya.


Lucia yang merasa biasa saja setelah dicium Cedric malah memutar matanya untuk merasakan sesuatu di dirinya, namun gadis itu tidak merasakan apapun.


"Ternyata aku belum mencintaimu." Ujar Lucia datar dan membuat Cedric menoleh padanya. "Apa aku boleh menciummu setiap hari? Kau juga boleh menciummu kapan saja, tapi sebelumnya aku harus memakan apel."

__ADS_1


Perkataan Lucia membuat Cedric bingung. Ia tidak menyangka kalau Lucia berkata seperti itu. Bahkan gadis itu terlihat biasa saja setelah dia menciumnya.


"Apa aku boleh menciummu setiap hari?" Lucia mengulangi pertanyaannya dengan harapan Cedric menyetujuinya. "Apa aku harus bertanya untuk meminta persetujuan dulu sebelum menciummu?"


"Apa? Persetujuan?" Tanya Cedric.


"Olas selalu melarangku saat ingin menciumnya, dia bilang aku harus meminta persetujuannya terlebih dahulu sebelum menciumnya. Dia juga tidak mau dicium setiap hari." Ucap Lucia.


"Ka—kau mencium Olas?" Cedric tampak terkejut mendengar ucapan Lucia. "Kalian sudah pernah berciuman?"


"Ya, sepertinya aku sering menciumnya dengan tiba-tiba, tapi Olas pernah menciumku satu kali ketika dia sedang tidur, saat itu aku berbaring di sampingnya. Tapi tetap tidak ada perubahan di diriku. Aku rasa aku belum merasakan cinta."


Sesaat Cedric berpikir mengenai hubungan Lucia dan Legolas, karena mendengar perkataan Lucia barusan entah kenapa itu terdengar seperti dirinya dan Legolas adalah sepasang kekasih.


"Cia, kau tidak perlu menemui Legolas lagi. Kau akan tinggal di sini bersamaku. Kau mengerti?" Tanya Cedric memegang wajah Lucia dan menatapnya


"Hhmm..." Jawab Lucia sambil mengedipkan matanya. "Ced, aku ingin makan ayam goreng."


Saat Cedric keluar, Lucia melepas topi nya dan segera berbaring di tempat tidur barunya. Gadis itu menggerakkan kedua kaki dan tangannya menikmati tempat tidur baru miliknya walau masih tetap dengan wajah datarnya.


"Aku tidak akan kembali ke neraka, aku akan tinggal di sini dengan Cedric sekarang." Ucap Lucia dengan tatapan satu arah.


Namun setelahnya gadis itu menghentikan gerakan tangan dan kakinya karena tiba-tiba terpikirkan Legolas di benaknya. Saat ini ia merasakan sesuatu hal yang tidak ia mengerti di dalam hatinya. Sebelumnya, ia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Akan tetapi Lucia tidak mengerti apa yang dirasakannya tersebut.


"Padahal aku sudah membelikannya handphone, kenapa Olas ingin aku kembali ke neraka?" Gumam Lucia.


...----------------...


Legolas berjalan keluar kamarnya ketika hari sudah malam. Ia mengetuk pintu rumah yang ada di sebelah kirinya. Dan tidak berapa lama, Leviathan membuka pintunya dengan tatapan aneh pada Legolas, sebelum berjalan masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Levi, aku minta maaf, sepertinya kau memang harus terjebak di dunia manusia." Ucap Legolas.


"Apa maksudmu?" Leviathan tampak bingung mendengarnya dan di tambah dengan keadaan Legolas yang terlihat tidak bersemangat.


Legolas membuang napasnya dan menatap Leviathan untuk memberitahu apa yang terjadi, mengenai kepergian Lucia.


"Aku sudah mencoba untuk membujuknya tetapi seperti yang kau bilang, dia iblis tak berperasaan. Katanya dia tidak ingin kembali ke neraka dan tetap ingin di sini, bahkan dia bilang kalau dia tidak peduli dengan apapun." Jawab Legolas.


"Sudah aku katakan padamu, kau hanya manusia biasa!!" Seru Leviathan dengan kesal. "Lalu di mana dia? Kita harus mencari cara untuk membuatnya kembali ke neraka, kalau perlu saat tidur kita mengikatnya. Ya ampun, karena sudah lama jadi manusia biasa, aku lupa kalau iblis tidak tidur."


"Tidak ada yang bisa kita lakukan." Ucap Legolas. "Dia sudah pergi. Cia tidak ingin kembali ke neraka dan langsung pergi meninggalkan aku."


"Apa kau bilang?" Leviathan mencengkram Legolas karena terkejut dengan perkataannya. "Kenapa kau tidak menghentikannya? Dengan susah payah aku yang hanya manusia biasanya ini berhasil mencarinya, kenapa kau membiarkan dia pergi?!"


"Sudah aku bilang, aku sudah berusaha jadi jangan menyalahkan aku. Dalam hal ini aku hanya ingin membantumu saja." Ujar Legolas.


Leviathan melepaskan cengkramannya pada Legolas. Pemuda itu terlihat kebingungan sekarang dengan mengusap wajahnya.


"Aku akan menunggu hingga raja iblis datang ke dunia manusia ini dan memusnahkan umat manusia, tapi sebelum itu tiba aku ingin kau pergi dari sini." Legolas menatap Leviathan dengan maksud tertentu. Pemuda itu datang ke sana untuk mengatakan hal yang lainnya pada pemuda iblis tersebut. "Aku tahu kau sebenarnya hanya seorang iblis pengganggu karena itu sekarang kau pergilah dari sini dan jangan ganggu hubunganku dengan Chloe lagi!!"


Leviathan menatap Legolas dengan heran. Ia mengerti ternyata tujuan utama Legolas menemuinya untuk mengatakan hal tersebut.


"Aku tahu dengan sengaja kau menggangguku karena tahu aku menyukai Chloe, itu benar kan? Dasar iblis sialan!!" Legolas terlihat kesal saat mengatakannya. "Lucia sudah tidak ada, karena itu pergilah dari sini juga!! Jangan mencoba-coba menggangguku dengan berusaha mendekati Chloe!!"


Leviathan menyunggingkan senyumnya. Untuknya apa yang diucapkan Legolas sangatlah lucu.


"Memangnya apa yang bisa dilakukan manusia biasa sepertimu?" Tanya Leviathan meremehkan. "Kau hanya seorang pecundang yang tidak berani mengungkapkan isi hatimu pada gadis yang kau suka. Kau benar-benar payah. Dasar manusia biasa!!"


Legolas tersulut emosi hingga menarik Leviathan, mencengkramnya dengan kasar. Tatapannya menajam karena marah.

__ADS_1


"Bukankah saat ini kau pun manusia biasa, brengsek?!" Geram Legolas sebelum mendaratkan pukulannya pada Leviathan. "Enyahlah!!" Ucap Legolas dingin.


...–NATZSIMO–...


__ADS_2