
Kehadiran Leviathan di restoran tempat Legolas bekerja membuat beberapa pekerja wanita menjadi heboh. Dengan ketampanannya Leviathan berhasil menghipnotis semua wanita di sana.
Legolas tidak mempermasalahkan hal tersebut namun satu hal yang mengganggunya adalah Chloe yang juga terlihat tertarik pada Leviathan. Dirinya menjadi menyesal jika mengingat kemarin saat Chloe mengajaknya menonton bioskop. Seharusnya ia tidak menolaknya. Semua itu karena janjinya pada Lucia yang akan mengajaknya pergi.
Pemuda itu menghela napas di balik meja kasir.
"Bukannya kau adalah pria yang kemarin?" Tiba-tiba seorang pemuda yang hendak memesan makanan pada Legolas berbicara seperti itu.
"Maaf, apa maksudnya?" Tanya Legolas pada pria bertopi yang berdiri di balik meja.
Pemuda itu agak mengangkat topinya dan memperlihatkan wajahnya dengan lebih jelas. Legolas menjadi bisa melihat siapa pemuda itu. Ia adalah Cedric Hartman, si penyanyi yang kemarin bertemu dengannya dan Lucia.
"Kau tahu siapa aku?" Tatap Cedric agak mencondongkan badannya mendekat ke Legolas.
"Tidak mungkin aku tidak tahu." Jawab Legolas dengan tidak semangat.
"Di mana gadis itu?" Tanya Cedric. Yang dimaksudnya adalah Lucia. "Gadis lucu itu."
"Maksudmu Cia? Dia di rumah, tidak mungkin aku mengajaknya bekerja." Ucap Legolas.
"Apa dia adikmu? Di mana rumahmu? Aku ingin bertemu dengannya lagi. Dia gadis aneh yang lucu."
"Dia bukan adikku. Kami tidak memiliki hubungan apapun." Jawab Legolas. "Apa yang ingin kau pesan?"
"Paket kombo 2 dan kentang goreng ukuran besar." Jawab Cedric. "Kalau begitu apa kau pacarnya?"
"Ma—maksudku, dia sepupuku." Ujar Legolas tersadar kalau ucapannya tadi salah.
"Aku ingin bertemu dengannya lagi. Aku ingin tahu alasan dia bertanya seperti itu padaku kemarin."
Legolas hanya membuang napasnya sebelum mengulangi pesanan yang dipesan Cedric.
...----------------...
Gayle yang mendapatkan pesan misterius dari seseorang mengenai siapa diri Lucia, membuat gadis itu penasaran siapa yang mengiriminya pesan itu. Gadis itu membalas pesan tersebut untuk mencari tahu siapa dia.
Siapa kau? Jangan berkata hal-hal aneh. Aku tidak percaya pada perkataanmu.
__ADS_1
Tidak berapa lama pesannya dibalas.
Apa menurutmu tanduk di kepala gadis itu hanya sebuah hiasan rambut? Percayalah padaku, ini demi umat manusia dan bangsa iblis.
Pada akhirnya Gayle dan seseorang yang mengiriminya pesan saling berbalas pesan.
Gayle:
Bangsa iblis kau bilang? Kalau begitu kau pasti juga iblis kan? Aku tidak mempercayai perkataan iblis. Jangan bercanda dengan hal-hal mustahil. Aku tahu kau hanya orang iseng.
Anonymous:
Orang iseng katamu? Kau tahu, pacarmu mengkhianatimu karena dadamu rata. Meskipun saat ini kau tidak memakai dalaman, dengan dada serata itu tidak akan membuat pria manapun tertarik.
Tiba-tiba muncul gambar diri Gayle dimana gambar tersebut lebih terfokus ke dadanya.
"Sialan kau!!" Geram Gayle sambil menutupi kamera di laptopnya karena baru saja orang yang mengiriminya pesan membajak kameranya untuk memotret dadanya.
Gayle:
Aku pasti akan membongkar dirimu!! Dasar mesum!!
"Ada orang iseng mengirimkan pesan padaku." Jawab Gayle dengan wajah kesal. "Dasar mesum!!"
...----------------...
Legolas melihat Chloe yang hendak pergi dengan Leviathan ketika jam kerja mereka selesai. Pemuda itu menahan rasa cemburunya dan melihat mereka berdua dengan sebuah senyum.
"Olas, kau ingin ikut?" Tanya Leviathan.
"Tidak, Cia pasti sudah menungguku." Jawab Legolas sambil berjalan keluar dari ruang karyawan dan langsung keluar dari restoran tersebut.
Di luar, Legolas menghela napasnya dengan kasar. Ia merasa sangat buruk saat ini. Ia menyadari jika dirinya memang seorang pengecut, semua itu karena pemuda itu tidak memiliki rasa percaya diri. Hal itu karena dirinya tahu jika tampangnya biasa saja dan ditambah dengan latar belakangnya yang hanya besar di panti asuhan. Bahkan untuk biaya hidupnya sehari-hari pun sangat sulit untuknya. Tidak mungkin Chloe yang cantik itu menyukainya. Itu yang selalu dipikirkan Legolas selama ini.
"Ibuku bilang masih muda jangan membuang napas seperti itu." Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Legolas. Ternyata adalah Cedric. Pemuda itu menunggu Legolas hingga jam kerjanya berakhir. "Ayo, aku antar pulang. Aku ingin menemui Cia."
Cedric Hartman adalah pemuda berambut pirang dan berkata biru, berusia 18 tahun merupakan seorang penyanyi pendatang baru yang sedang naik daun. Semua itu karena lagunya yang berjudul Aku Mencintaimu Walau Harus Ke Neraka sudah tiga bulan ini menduduki top hits di negara tersebut. Bahkan lagu tersebut selalu diputar dimanapun.
__ADS_1
Cedric merupakan anak seorang bangsawan di negara tersebut bernama Brandon Hartman dan ibunya seorang pengusaha yang keluarganya adalah pengusaha terkaya di negara itu. Namun Cedric tidak ingin menjadi seorang pengusaha dan lebih memilih menjadi seorang penyanyi. Padahal dirinya adalah anak satu-satunya.
"Di mana rumahmu?" Tanya Cedric saat dirinya bersama Legolas menuju rumah pemuda itu.
"Masih di ujung jalan sana." Jawab Legolas masih dengan tidak bersemangat.
"Kenapa kau terlihat tidak bersemangat. Oh iya siapa namamu?"
"Legolas Greenville." Jawab Legolas singkat.
"Legolas, apa sepupuku terlihat tidak aneh? Kenapa dia bertanya seperti itu padaku? Siapapun tahu itu hanya kata kiasan."
"Ya, dia memang aneh. Aku juga sudah menjelaskan hal itu padanya." Ucap Legolas. "Saat bertemu dengannya sebaiknya kau jangan terlalu berharap dia akan mendengarkan perkataanmu. Dia tidak pernah mendengarkan perkataan siapapun."
"Benarkah?"
"Ya, dia keras kepala dan aneh."
"Berapa usianya?"
"17.000, maksudku 17 tahun." Jawab Legolas.
"Kenapa dia terlihat lebih muda dari usianya? Aku pikir dia baru berusia 14 atau 15 tahun." Ujar Cedric tidak percaya.
Legolas juga tidak yakin karena sepertinya perhitungan usia iblis berbeda dengan manusia biasa. Namun ia hanya mengikuti apa yang diucapkan Lucia saja mengenai usia gadis itu.
"Berhentilah dulu, aku harus membelikannya apel, kalau tidak dia akan membakarku." Ucap Legolas dan Cedric hanya tertawa menanggapi perkataan pemuda itu yang terdengar seperti sebuah gurauan.
Tidak berapa lama mereka sampai di depan rumah Legolas. Saat yang bersamaan, Lucia dan Gayle baru saja keluar dari rumah Ursula. Lucia menoleh pada kehadiran Legolas yang baru saja turun dari mobil bersama dengan Cedric.
Lucia sedang membawa banyak boneka yang ditaruhnya di seprei putih seperti tempo hari dan memikulnya di belakang punggunggnya. Namun ketika melihat kehadiran kedua pemuda tersebut gadis itu menjatuhkan barang bawaannya hingga berserakan di bawah dan berjalan ke arah kedua pemuda itu.
"Cia, ini aku bawakan apel seperti yang kau minta." Seru Legolas yang menghampiri Lucia.
Namun gadis itu tidak menghiraukan dirinya dan berjalan ke arah mobil, mendekati Cedric. Melihatnya Legolas yang sedang sensitif karena Chloe pergi dengan Leviathan, menjadi merasa terabaikan oleh gadis itu.
"Bukannya kau yang bernyanyi kemarin?" Tatap Lucia pada Cedric.
__ADS_1
Legolas berjalan menuju rumahnya dengan wajah memelas, ia bahkan tidak mendengarkan perkataan Gayle yang memanggilnya dan masuk begitu saja ke dalam rumah.
Saat ini pemuda itu merasa dirinya sangat menyedihkan. Setelah Leviathan, kehadiran Cedric dengan wajah tampan, kekayaan, dan bakatnya membuat dirinya semakin tidak percaya diri.