
Sejak awal memang itu adalah tujuan Legolas. Ia ingin mengubah Lucia berubah menjadi manusia meski dirinya harus mati demi mengubah gadis iblis yang dicintainya itu. Walau dirinya tidak bisa berada di sisi Lucia nantinya. Pemuda itu hanya ingin memberikan apa yang diinginkan Lucia yaitu merasakan salju tanpa harus merasakan terbakar.
Cerberus menyemburkan api ke arah Lucia namun karena Legolas menghalanginya, api tersebut mengarah padanya.
Namun siapa sangka kalau seseorang mendorong Legolas sebelum semburan api mengenai pemuda itu, dan menjadi mengenai orang tersebut.
Legolas yang terpental ke samping menoleh dan melihat ke arah orang yang menggantikannya terkena semburan api dari Cerberus. Ia sangat terkejut ketika kobaran api melahap tubuh tersebut.
"Aku akan menyusulnya ke neraka sekarang." Ucap Ursula menatap Legolas dari dalam kobaran api yang sedikit demi sedikit menghilangkan wujud Ursula. "Terimakasih karena kau datang ke dunia ini, Lucia." Ursula tersenyum pada kemenakannya tersebut.
Seketika tubuh Ursula menghilang bersama dengan Cerberus yang juga langsung tenggelam ke permukaan lantai yang langsung terbuka.
"Bibi..." Seru Gayle yang datang bersama dengan Ursula tadi. Air matanya membasahi wajahnya.
Legolas langsung bangkit berdiri dan melihat ke arah Lucia. Ia memegang wajah gadis itu untuk memperhatikan kondisi matanya. Seketika bola mata Lucia berubah warna, yang tadinya berwarna hitam pekat sekarang berubah menjadi berwarna abu-abu muda. Tanduk yang tertutup topi juga langsung menghilang.
Dengan rasa senang Legolas memeluk Lucia yang tampak bingung. Namun gadis itu menangis karena Ursula yang berkorban untuknya.
"Aku tahu sejak awal dirinya menginginkan hal ini." Ucap Gayle pada Lucas yang memegang pundaknya. "Dia sangat senang ketika Cia datang, dia tahu kalau raja iblis akan mengirim Cerberus dan dia sudah memutuskannya untuk berkorban demi Cia. Dia bilang, dia akan menemui pamanku di neraka."
Lucas memeluk Gayle untuk meringankan kesedihan gadis itu. Sedangkan Lucia beserta Legolas hanya bisa memegang pundak Gayle yang sedang sangat bersedih.
...----------------...
Satu minggu kemudian...
Lucia akhirnya berubah menjadi seorang manusia setelah Ursula mengorbankan dirinya demi kebahagiaan gadis itu. Ia kembali ke kota Kryvcraz bersama dengan Legolas. Ke tempat tinggal Legolas sebelumnya, rumah sewaan milik Ursula.
Lucia membuka matanya setelah bangun dari tidur. Setelah menjadi manusia, dirinya merasakan bagaimana rasanya tertidur. Ia melihat Legolas yang berbaring memeluknya saat ini. Lalu gadis manusia itu mendaratkan kecupannya ke bibir tipis Legolas dengan senyum merona di wajahnya yang tampak memerah.
"Selamat pagi." Sapa Legolas yang masih berada di balik selimut bersama dengan Lucia. Matanya masih setengah tertutup karena rasa mengantuk masih menyerangnya.
"Olas, belilah tempat tidur agar kita tidak tidur hanya menggunakan kasur." Ujar Lucia.
"Tidak, aku tidak punya banyak uang. Kalau mau kau bisa tidur di sofa." Jawab Legolas dengan tersenyum.
Lucia tampak kesal, namun gadis itu memeluk Legolas segera. Asalkan bersama dengan pemuda itu bagi Lucia tidak masalah bagaimana keadaan dirinya selama dirinya sudah menjadi manusia.
"Aku akan membelinya, agar kau bisa tidur dengan nyaman nanti." Ucap Legolas.
"Sudah sesiang ini dan kalian masih bermesraan dibalik selimut? Bahkan kalian belum berpakaian." Terdengar suara Lucas di arah sofa. Ia mendengus melihat adiknya yang sudah berubah menjadi manusia bersama pemuda yang dicintai adiknya itu.
Legolas langsung segera duduk dan melihat ke arah Lucas.
"Bukankah itu tidak sopan? Kenapa kau berada di sini? Jangan bilang kau terus mengintip apa yang kami lakukan ya?" Seru Legolas dengan kesal.
"Kalian berdua bangunlah, kalian belum sarapan juga kan?" Kali ini terdengar suara Gayle dari arah dapur.
__ADS_1
Legolas hanya bisa menghela napasnya mengetahui kalau bukan hanya Lucas saja yang berada di dalam rumahnya, melainkan Gayle juga berada di sana."
...----------------...
"Apa rencana kalian saat ini?" Tanya Lucas saat mereka semua berada di ruang tamu duduk di sofa.
"Aku akan mencari pekerjaan lagi." Jawab Legolas. "Aku akan mengumpulkan banyak uang untuk menikah dengan Cia."
"Menikah?" Tanya Gayle.
"Ibu angkatku ingin agar kami segera menikah." Jawab Legolas. "Bagaimana dengan kalian? Kalian tidak bisa bersama selamanya, kan?"
Gayle mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya dan memperlihatkan sebuah alat tes kehamilan. Yang terdapat dua garis merah. Semua orang menjadi sangat terkejut melihatnya. Termasuk Lucas.
"Tidak aku sangka kalau aku bisa hamil dengan makhluk setengah-setengah sepertinya." Ujar Gayle dengan senyum. "Anak ini akan seperti apa ya? Seperempat iblis, seperempat malaikat dan setengahnya manusia."
"Benarkah kau hamil, Gayle?" Tanya Lucia.
"Bagaimana bisa?" Legolas tampak bingung.
"Semua anak adalah pemberian Tuhan, jika Tuhan memberiku anak darinya itu berarti tidak masalah kami bersama. Bukan begitu, Lucas?" Gayle memeluk Lucas yang duduk di sampingnya.
"Ya, Tuhan pasti mempunyai rencana dari semua yang terjadi. Tidak ada kesalahan yang dibuat Tuhan pada hidup siapapun. Setiap anak yang lahir di dunia terlahir dengan rasa cinta dari kedua orang tuanya. Anak ini pasti juga akan hidup dengan penuh cinta pada siapapun termasuk kita berdua walau kita berbeda. Bukan begitu, Gayle?" Ucap Lucas.
Gayle mengangguk dan tersenyum menjawab Lucas.
Akhirnya Legolas memutuskan untuk menemui ibu kandungnya, Edith Gringger ke rumahnya. Bersama dengan Lucia mereka pergi ke sana.
"Sebelumnya aku minta maaf." Ucap Legolas yang duduk di sofa bersama dengan Edith. Sedangkan saat ini Lucia bersama dengan Cedric berada di luar rumah karena gadis itu sendiri yang ingin menunggu di luar. "Seharusnya aku mendengarkan alasanmu mengambil keputusan tersebut terlebih dahulu dan mau memahaminya. Aku minta maaf karena bersikap egois."
"Tidak, kau tidak salah sama sekali. Hanya situasi dan kondisi yang membuat kita berdua terlalu cepat mengambil keputusan di dalam hidup kita." Jawab Edith. "Olas, aku senang akhirnya kau mau mengerti." Edith menitihkan air mata menatap putra tertuanya.
"Aku juga senang kalau ternyata ibu kandungku baik-baik saja." Legolas tersenyum simpul.
"Pindahlah ke rumah ini, Olas. Tinggallah bersama kami. Kau dan Cia bisa tinggal bersama di sini. Cedric pasti mengerti."
"Tidak perlu. Walaupun begitu tetap tidak akan ada yang berubah. Aku akan tetap menjalani kehidupanku seperti biasanya. Biarkan aku hidup diatas kakiku sendiri dan tidak ingin memanfaatkan apapun darimu walau ternyata kau adalah ibu kandungku."
"Kalau seperti itu setidaknya, kembalilah bekerja."
"Akan aku pertimbangkan lagi nanti." Jawab Legolas. "Baiklah, aku tidak ingin membuat Cia kedinginan di luar." Legolas bangkit berdiri.
Edith ikut bangkit berdiri dan langsung memeluk Legolas dengan penuh kehangatan. Wanita itu merasa sangat bahagia bisa memeluk anak dari pria yang dicintainya.
"Aku akan sering menghubungimu, bu." Ucap Legolas setelah itu berjalan menuju pintu keluar.
Lucia yang bersama Cedric di luar rumah hanya berdiri bersebelahan di teras, menatap keluar halaman rumah di mana saat ini salju turun dengan sangat lebat.
__ADS_1
"Aku senang akhirnya kau dan Olas bisa selalu bersama, Cia." Ujar Cedric tersenyum pada Lucia yang menatapnya. "Aku berharap agar kalian berdua selalu bahagia. Bagaimanapun Olas lah orang yang selalu bersama denganmu sejak awal ketika kau datang ke dunia ini. Jadi aku mengerti seberapa berharganya dia untukmu, Cia. Begitupun sebaliknya."
Lucia tersenyum mendengar perkataan Cedric yang sudah dianggap gadis itu sebagai sahabatnya.
Legolas membuka pintu dan membuat kedua orang itu menoleh ke arahnya. Ia melihat Cedric sesaat dan sedikit merasa bersalah karena waktu itu meminta pemuda itu untuk bersama dengan Lucia jika dirinya mati.
"Ced, maafkan aku." Ucap Legolas.
"Tidak ada yang harus aku maafkan karena kau tidak salah apapun." Jawab Cedric. "Olas, tidak ada manusia yang lebih beruntung dari manusia lainnya. Semua itu hanya ada di cara pandang orang tersebut. Jangan pernah lagi merasa kau tidak seberuntung siapapun, Olas."
"Baiklah."
Setelah berkata demikian, Legolas berjalan bersama dengan Lucia hendak pergi.
"Olas..." Panggil Cedric.
Legolas menghentikan langkahnya dan menoleh pada adiknya itu.
"Aku senang memiliki seorang kakak." Ucap Cedric dengan sebuah senyum terlukis di wajah tampannya.
Legolas pun membalas senyum tersebut.
Di tengah salju yang turun cukup lebat. Legolas dan Lucia berjalan di tengah-tengah salju tanpa payung yang melindungi mereka berdua. Lucia terus memeluk lengan Legolas dengan sangat senang.
"Apa kau kedinginan?" Tanya Legolas menghentikan langkahnya dan menatap gadis yang dicintainya.
Lucia mengangguk namun setelahnya tersenyum. Tangan mereka masih saling terkait, bergandengan tangan.
"Tapi aku senang, akhirnya aku bisa merasakan salju." Jawab Lucia.
Legolas langsung mencium Lucia di tengah salju yang jatuh ke mereka berdua.
"Terimakasih kau datang ke dunia manusia, Lucia." Ucap Legolas dan langsung memeluk gadis itu.
"Terimakasih karena kau aku merasakan cinta, Legolas." Jawab Lucia dalam dekapan Legolas.
...~THE END~...
...–NATZSIMO–...
Terimakasih untuk yang membaca hingga cerita ini berakhir. Semoga terhibur.
Jangan lupa baca karya author lainnya ya dan follow author agar dapat notifikasi kalau author membuat karya baru.
IG : natzsimo.author
...❤❤❤❤❤...
__ADS_1