
Gayle sempat tertegun mendengar pertanyaan Legolas. Ia tidak mengira jika pemuda itu akan menanyakan hal tersebut padanya.
"Kenapa tidak langsung menjawab?" Tanya Legolas. "Apa ada yang kau sembunyikan?"
"Apa yang aku sembunyikan?" Gayle balik bertanya dan langsung bersikap santai seperti biasanya. "Aku juga tidak tahu apa yang terjadi padanya sekarang."
"Benarkah seperti itu?" Selidik Legolas memperhatikan Gayle yang langsung kembali sibuk dengan laptopnya. "Kapan terakhir kau bertemu dengannya?"
"Olas, kenapa kau menanyakannya?" Tatap Gayle dengan tatapan mulai serius.
"Beberapa hari lalu Cedric menemuiku. Dia mengatakan banyak hal yang awalnya membuat aku tidak mengerti maksudnya berkata seperti itu." Jawab Legolas. "Tapi setelah aku pikirkan, yang dikatakan olehnya ada benarnya juga."
"Mengenai hal apa? Apa yang dikatakan bocah bodoh itu?" Gayle tampak kesal saat membicarakannya. "Dia itu orang yang sangat egois setelahmu. Apa yang dikatakannya?"
"Dia bilang jika seorang malaikat bisa berubah menjadi iblis, itu berarti iblispun bisa berubah menjadi malaikat, atau bisa juga menjadi manusia. Bagaimana menurutmu?"
Gayle langsung mengalihkan pandangannya dari Legolas, memutar matanya mencoba mencari jawaban. Ia tahu sesuatu tapi dirinya tidak berniat untuk mengatakan pada pemuda yang berdiri dihadapannya saat ini.
"Sepertinya kau tahu sesuatu. Jika dilihat dari ekspresimu, kau pasti tahu sesuatu kan?" Curiga Legolas.
"Bagaimana aku bisa tahu? Aku bukan salah satu dari malaikat atau pun iblis. Aku hanya manusia biasa." Jawab Gayle kembali mengarahkan fokusnya pada laptop yang ada dihadapannya.
"Apa iblis sebenarnya bisa merasakan cinta?" Tanya Legolas lagi.
"Kenapa kau menanyakan hal itu lagi? Kau sudah tahu kan kalau iblis tidak bisa merasakan cinta, karena itu Cia ingin merasakannya hingga dia kabur ke dunia manusia ini." Ujar Gayle masih mengutak-atik laptopnya.
"Jika seperti itu, apa malaikat juga tidak mungkin merasakan iri dengki?"
"Ya, itu sudah pasti kan?"
"Lalu bagaimana bisa Lucifer merasakan iri dengki pada manusia hingga membuatnya dirubah Tuhan menjadi iblis?" Legolas melangkah maju mendekati meja makan agar Gayle menatap padanya. "Jika seperti itu, itu berarti malaikat pun bisa merasakan iri dengki kan? Kalau itu benar, iblispun bisa merasakan cinta."
__ADS_1
Gayle menatap Legolas dengan sangat lekat. Ia melihat rasa penasaran pemuda itu terpancar dari matanya yang berusaha memaksa dirinya mengatakan sesuatu mengenai hal yang ia tahu.
"Jangan bertanya padaku, sudah aku bilang aku tidak tahu apapun. Pergilah, aku sudah ingin tidur." Seru Gayle setelah itu menutup laptopnya.
Akhirnya Legolas keluar dari rumah itu dengan pertanyaan yang masih menggantung. Gayle tetap tidak memberikan jawaban mengenai hal tersebut padanya.
Saat hendak masuk ke rumahnya, tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu. Ia menoleh ke sebelah kanannya ke pintu rumah yang ada di sebelah kiri rumahnya, dan langsung berjalan mendekati pintu tersebut.
Leviathan membuka pintu rumahnya ketika Legolas menekan bel rumahnya. Ia langsung berjalan masuk ke dalam dan Legolas mengikutinya.
"Ada apa?" Tanya Leviathan tanpa basa basi.
"Aku ingin mengetahui sesuatu." Jawab Legolas. "Apa penghapusan dosa kekal yang kau lakukan dapat merubah perasaanmu?"
Leviathan terdiam sesaat, ia mencerna pertanyaan Legolas dan mencoba merasakan sesuatu di dalam dirinya. Ia pun tidak mengerti apakah perasaannya berubah setelah penghapusan dosa kekal yang dilakukannya namun yang ia rasakan saat hidup di dunia manusia semua menjadi terasa berbeda.
"Aku tidak tahu, aku hanya merasa memang ada yang berbeda ketika aku hidup di dunia manusia." Jawab Leviathan.
"Terkadang aku merasakan sesuatu perasaan yang belum pernah aku rasakan."
"Contohnya?"
"Ketika bekerja, saat yang lain terlihat butuh pertolonganan ada sesuatu yang mendorongku untuk menolong orang itu, aku juga tidak mengerti kenapa begitu. Awalnya saat aku menolong hanya untuk memperlihatkan rasa peduliku yang sebagai manusia, tapi semakin lama sesuatu jadi terasa berbeda, aku melakukannya karena sesuatu mendorongku untuk melakukannya walau aku mencoba menahannya untuk mengabaikannya tetap saja tidak bisa. Malah semuanya menjadi terasa mengganjal." Terang Leviathan.
Legolas tertegun menatap Leviathan, mendengarkan semua perkataan pemuda iblis yang berdiri di hadapannya saat ini. Ia merasa yang dimaksud Leviathan adalah perasaan yang tidak seharusnya dimiliki seorang iblis. Akan tetapi ia masih tidak tahu apakah Leviathan bisa merasakan hal itu karena penghapusan dosa kekal yang dilakukannya atau bukan. Jika karena itu berarti Lucia tidak akan bisa merasakan hal yang sama karena gadis itu tidak melakukan ritual tersebut.
"Apakah itu karena penghapusan dosa kekal yang kau lakukan sebelum ke dunia manusia?" Tanya Legolas berharap Leviathan mengetahuinya.
"Aku tidak tahu. Lagi pula apakah itu penting?" Ujar Leviathan merasa aneh. "Kenapa kau bertanya begitu? Apa yang ingin kau cari tahu?"
"Cia datang ke dunia manusia karena ingin merasakan cinta. Jika saja dia merasakannya besar kemungkinan dia akan mau kembali ke neraka saat sudah bisa merasakan cinta—"
__ADS_1
"Itu sesuatu yang tidak mungkin!!" Potong Leviathan. "Iblis tidak akan bisa merasakan cinta, Tuhan tidak menciptakan perasaan itu untuk iblis. Jadi mana mungkin Lucia bisa merasakannya."
Legolas masih memikirkan semuanya. Ia merasa yang diucapkan Cedric ada benarnya walaupun itu sesuatu yang aneh.
"Lucia tidak akan bisa merasakan cinta. Ada kemungkinan penghapusan dosa kekal yang aku lakukan membuat aku bisa merasakan perasaan seperti yang manusia miliki, sedangkan gadis itu tidak melakukan ritual itu. Jadi itu tidak mungkin." Seru Leviathan. "Lagi pula Lucia adalah iblis yang sangat tidak bisa diatur, dia mempunyai hati batu dan tidak pernah memikirkan orang lain, itu juga akan membuatnya sulit merasakan cinta jika memang dia bisa merasakannya."
"Aku merasa ada yang aneh." Ujar Legolas dengan mata yang menerawang.
"Apa yang aneh?"
"Kau tahu mengenai kakaknya Cia?" Legolas menatap Leviathan dengan lekat.
"Maksudmu Lucas? Bagaimana kau bisa tahu mengenai kakak Lucia?" Leviathan merasa heran karena Legolas juga mengetahui tentang Lucas. "Apa Lucia yang menceritakannya padamu?"
"Aku pernah bertemu dengannya."
"Kau bertemu dengan Lucas? Dimana? Aku harus menemuinya. Aku ingin dia membawaku kembali ke neraka." Seru Leviathan. "Dia bisa membawaku tanpa aku harus menunggu raja iblis datang."
"Siapa itu Lucas? Apa dia benar setengah iblis dan setengah malaikat?" Legolas merasa sesuatu ada yang aneh setelah mendengar perkataan Leviathan.
"Ya, karena itu dia satu-satunya makhluk Tuhan yang bebas keluar dan masuk ke neraka dan surga, dia juga bisa ke dunia manusia. Dia adalah makhluk spesial ciptaan Tuhan. Kau juga melihatnya sendiri kan?"
"Lalu... apa dia juga bisa membawa Cia kembali ke neraka?" Tanya Legolas curiga.
"Ya, tentu saja, karena itu aku ingin bertemu dengannya. Bahkan dia bisa membawa manusia berjalan ke neraka atau pun ke surga." Jawab Leviathan. "Beritahu aku, dimana kau bertemu dengannya? Aku ingin menemuinya."
Ternyata dugaan Legolas benar, sesuatu ada yang dirahasiakan Lucas. Lucas bisa membawa Lucia kembali ke neraka tapi kenapa dia tidak melakukannya? Itu adalah sesuatu yang sangat aneh dan mencurigakan. Pasti ada tujuan lain Lucas melakukannya.
"Kau dengar aku? Di mana kau melihat Lucas? Kau bertemu dimana?"
"Dia datang saat sebelum Lucia pergi. Aku tidak tahu lagi dia dimana." Jawab Legolas menyembunyikan kebenaran kalau Gayle berhubungan dengan Lucas.
__ADS_1
...–NATZSIMO–...