GADIS IBLIS MENCARI CINTA

GADIS IBLIS MENCARI CINTA
Keputusan Yang Sulit


__ADS_3

Udara dingin membuat Legolas membuka matanya. Walau salju sudah tidak turun dan di ruangannya ia tidur terdapat penghangat ruangan namun tetap saja udara terasa dingin.


Pemuda itu melihat tidak ada Lucia di kamar tersebut. Dengan segera dirinya beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan keluar untuk mencari keberadaan Lucia.


"Ini masih terlalu pagi untukmu bangun." Seru Daphne yang melihat Legolas keluar kamar. Neneknya itu sedang merapikan meja makan dengan meletakkan satu panci makanan di tengah meja makan. "Kalau begitu, sarapanlah, selagi supnya masih hangat."


"Dimana Cia, nek?" Tanya Legolas masih berdiri di depan ruangan yang sudah menjadi kamarnya.


"Cia di bawah. Sejak jam tiga pagi gadis itu belajar bagaimana caranya menjahit bersama kakek." Jawab Daphne. "Apa gadis itu tidak mengantuk? Bahkan kakekmu sudah tertidur sejak satu jam yang lalu."


Legolas berjalan menuju tangga hendak menemui Lucia di lantai satu.


"Panggil Cia ke sini, dan sarapanlah." Seru Daphne.


Legolas melihat Cia yang sedang serius duduk di salah satu mesin jahit, sedang menjahit sesuatu. Gadis itu tampak serius hingga tidak menyadari kehadirannya.


"Cia." Panggil Legolas.


"Olas, lihat ini, aku sedang membuat kemeja. Kakekmu mengajariku dan ternyata menjahit sangat menyenangkan." Ujar Cia tanpa menoleh pada Legolas yang hanya berdiri di jarak tiga meter dari tempatnya duduk. "Aku membuatkannya untukmu, kau harus memakainya nanti."


"Hari ini aku akan pergi ke Kryvcraz karena ada keperluan. Kau di sini saja."


Perkataan Legolas membuat Lucia berhenti dari kegiatannya dan menatap pada pemuda itu.


"Aku akan ikut denganmu." Ujar Lucia.


"Aku akan segera kembali ketika urusanku sudah selesai. Sebaiknya kau di sini saja, selesaikan kemeja yang kau buat, nanti aku akan memakainya."


Legolas pergi ke kota Kryvcraz, ia kembali ke tempat tinggal lamanya, namun untuk menemui Gayle dan Lucas. Ada hal yang ingin dirinya bicarakan pada kakak Lucia tersebut.


Mereka bertiga duduk di meja makan saling berhadapan. Legolas duduk menghadap Lucas dan Gayle, sedangkan Ursula sedang pergi berbelanja.

__ADS_1


"Ursula memberitahuku mengenai bagaimana caranya iblis berubah menjadi manusia. Aku sudah memikirkannya dan sudah membuat keputusan." Ucap Legolas menatap Lucas yang tepat duduk di seberang kursinya. "Aku bisa lihat bagaimana mata Lucia sudah banyak berubah. Aku takut semuanya terlambat."


"Apa maksudmu, Olas?" Tanya Gayle tidak sabar menunggu apa yang ingin dikatakan Legolas.


"Ini adalah alamat tempat kami tinggal sekarang." Legolas memberikan sebuah kertas yang tertulis alamat rumah kakeknya. Ia meletakkan di atas meja makan di hadapan Lucas. "Aku tidak ingin Cia melebur menjadi abu, bawalah dia kembali ke neraka satu minggu lagi. Bawalah pasukan untuk membawanya ke neraka."


"Sepertinya ada sesuatu yang kau sembunyikan, Olas." Ucap Lucas merasakan sesuatu yang aneh pada diri Legolas.


"Tidak ada, aku hanya tidak bisa melihatnya melebur menjadi abu." Jawab Legolas dengan wajah datar. "Hanya itu yang ingin aku katakan pada kalian. Aku akan pergi sekarang."


Pemuda itu beranjak berdiri dan langsung berjalan menuju pintu. Ketika dirinya keluar, Ursula baru saja sampai. Legolas segera berjalan mendekati wanita tersebut.


"Aku berterimakasih padamu untuk semua kebaikanmu selama ini." Ucap Legolas. "Sesekali bisa kah kau menemui Cia? Aku sudah memberikan alamat kami tinggal sekarang pada Gayle. Cia pasti akan membutuhkan manusia yang dulunya juga seorang iblis sepertimu."


Setelah berkata seperti itu Legolas melangkahkan kakinya meninggalkan Ursula yang menoleh menatap kepergian pemuda itu. Wanita itu mengerti maksud dari perkataan Legolas.


"Dia benar-benar akan melakukannya?" Ucap Ursula.


"Aku tidak mengira kalau ternyata kita berdua bersaudara." Ujar Cedric menatap Legolas yang hanya mengarahkan pandangannya ke bawah. "Apa kau harus semarah itu pada ibu kandungmu? Bagaimanapun dia tetap ibu kandungmu, kau tidak bisa menghindarinya."


"Aku menemuimu bukan untuk membicarakan masalah itu." Legolas mengarahkan matanya pada Cedric. "Bagiku itu bukanlah hal yang penting. Ketika ibumu membuangku di saat itu juga aku tidak memiliki ibu kandung. Bahkan ibu seorang iblis pun masih mau membesarkan anaknya walau tak ada cinta di hatinya. Apa yang dilakukannya membuat dia tidak pantas dipanggil dengan sebutan ibu."


Cedric menahan amarahnya mendengar perkataan buruk mengenai ibunya yang diucapkan oleh kakaknya sendiri.


"Sudahlah, jangan membahas hal itu lagi. Aku ingin mengatakan hal lainnya padamu." Ucap Legolas merubah raut wajahnya. Ia tidak berniat membuat Cedric menjadi marah karena perkataannya.


"Baiklah, apa yang ingin kau katakan?" Tanya Cedric mengatur emosinya.


Legolas meletakkan kertas yang bertuliskan alamat tempatnya tinggal sekarang ke hadapan Cedric juga seperti yang ia lakukan pada Lucas sebelumnya.


"Itu adalah alamat tempat aku dan Cia tinggal sekarang."

__ADS_1


"Kenapa kau memberikannya padaku?" Tanya Cedric heran.


"Aku tahu kau mencintai Cia." Jawab Legolas. "Kau bisa bersama dengannya ketika dia berubah menjadi manusia."


"Apa maksudmu?" Cedric terkejut mendengar ucapan Legolas. "Jadi itu benarkan kalau iblis pun bisa menjadi manusia? Tapi kenapa kau ingin Cia bersamaku? Cia itu mencintaimu, dia hanya mau tinggal bersama denganmu. Bahkan ketika kami tinggal bersama, dia hanya memikirkanmu terus."


"Aku tidak bisa bersama dengannya."


"Memangnya kau akan ke mana? Kenapa kau tidak bisa bersama dengannya?"


"Datanglah sekitar dua minggu lagi ke alamat tersebut. Jika Cia tidak mau pergi dari tempat itu, kau hanya harus membujuknya terus-menerus agar dia mau." Ucap Legolas. "Ced, apa kau mau berjanji padaku?"


Cedric tidak langsung menjawab perkataan Legolas. Ia merasa sesuatu hal terasa aneh ketika melihat Legolas berbicara padanya dengan tatapan serius sedangkan raut wajahnya muram.


"Sebagian manusia terlahir dengan keberuntungan yang jauh lebih baik dari manusia lainnya. Dan kau termasuk manusia yang beruntung itu, Ced."


Setelah mengatakan kalimat tersebut, Legolas melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Pemuda itu berjalan hendak ke halte bus karena urusannya di kota itu sudah selesai dan berencana pulang. Ia sudah merindukan Cia saat ini.


Ketika melewati sebuah toko kue yang dulu pernah dirinya datangi untuk membeli sepotong kue, langkahnya terhenti. Sesaat Legolas terdiam memandang ke dalam toko kue, di mana dirinya pertama kali bertemu dengan Edith Gringger, ibu kandungnya. Walaupun sebenarnya pertama kali mereka bertemu ketika dirinya menabrak wanita itu saat di mall, namun ketika itu Legolas tidak menyadarinya.


Setelah membeli kue tart, Legolas langsung melanjutkan perjalanannya menuju kota Parvyzki untuk kembali ke tempat tinggalnya saat ini.


Hari sudah gelap ketika Legolas sampai. Lucia berdiri menyambut kedatangannya dengan kemeja yang direntangkannya untuk menunjukan hasil karyanya pada pemuda itu.


"Olas, aku sudah selesai membuatnya." Lucia tersenyum senang menunjukkan kemeja berwarna hijau muda tersebut pada Legolas.


Rasa sedih Legolas menyeruak ketika melihat Lucia, ia segera mendekati gadis tersebut dan menariknya ke pelukannya dengan air mata yang sudah tidak bisa dirinya tahan lagi ketika mengingat kalau dirinya tidak bisa bersama Lucia lebih lama."


"Ada apa, Olas? Apa kau sakit?" Tanya Lucia bingung saat berada dipelukan Legolas.


"Aku sangat senang kau menyelesaikan kemeja itu tepat sebelum aku pulang." Jawab Legolas menghapus air mata di wajahnya.

__ADS_1


...–NATZSIMO–...


__ADS_2