Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 12. Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Keesokan pagi tepatnya di hari senin, Xana berfokus dengan ujian akhir sekolah. Sedangkan Cullen masih berada dirumah nya dengan Dony yang akan menjaga nya sementara.


'Kenapa aku jadi terlibat?'


Xana tidah habis pikir dengan kedua orang kaya yang menumpang dirumah kecil nya, namun apa daya untuk mencegah terdeteksi nya posisi Cullen oleh musuh. Xana terpaksa menerima ice kutub itu di rumah nya sendiri.


Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi, seluruh siswa masuk kedalam ruangan meraka masing-masing dan melakukan ujian tertulis. Ujian akhir dilakukan selama lima hari, selain ujian tertulis para siswa juga menggunakan ujian komputer.


Hari-hari berlalu dengan cukup mudah, geng Vania untuk sementara tidak mengganggu Xana karna beberapa hal yang harus mereka pertimbangkan ketika ingin membully gadis cupu itu yang kini menjadi idaman siswa di sekolah mereka.


'Hehh, dia sekarang cukup populer!'


Xana merasa aman untuk sementara karna tidak ada yang mengganggu dirinya ketika masih fokus di ujian akhir ini.


Setelah lima hari ujian, waktunya untuk libur panjang namun setelah itu Xana akan mempersiapkan tes untuk masuk universitas yang paling ia idamkan sedari dulu.


Xana pulang ke rumah kecilnya, sebenarnya ia malas untuk pulang karna ada Cullen dan Dony yang merupakan tangan kanannya Cullen. Tapi apa boleh buat itu rumah ku woy!


Ketika Xana ingin membuka pintu rumah nya, tanpa sengaja ia mendengar sebuah percakapan rahasia antara Cullen dan Dony.


"Tuan dokumen rahasia yang kau serahkan pada ku beberapa hari yang lalu, sudah aku simpan ditempat yang paling aman" ucap Dony


'Dokumen rahasia apa itu?' pikir Xana seraya memasang telinga nya dengan lebih tajam


"Jaga dokumen itu baik-baik, karna Morvin Elvano masih belum menyadari akan hilang nya dokumen itu.." sahut Cullen tegas


Xana terdiam dengan wajah pias nya, ia tidak tahu bahwa sang kakak Morvin Elvano terlibat dalam pasar gelap.


"Tapi bagaimana bisa dokumen rahasia sebelumnya itu ada padanya?" tanya Dony heran


"Entahlah aku masih belum tahu kenapa dokumen itu ada pada keluarga Elvano sebelumnya" kata Cullen datar

__ADS_1


"Apa mungkin pasar gelap juga berhubungan dengan keluarga Elvano?" tanya Dony


"Mungkin saja! Kau tahu di dunia ini tidak ada manusia yang benar-benar bersih!" ucap Cullen datar dan tegas


"Iya tuan Cullen, tapi apakah kita akan menyelidiki untuk kasus ini?" tanya Dony lagi, Cullen tampak sedang memikirkan sesuatu namun kemudian ia mengangguk tegas.


"Tuan sudah lebih dari seminggu kau menginap di rumah kecil ini, apa kau tidak memutuskan untuk pulang ke mansion saja?" tanya Dony heran padahal Cullen sudah terlihat segar dan baik-baik saja.


"Aku masih penasaran dengan gadis kecil pemilik rumah kumuh ini..." ucap Cullen asal, namum Xana mendengarnya dengan jelas ia langsung naik pitan karna rumah nya dikatakan 'rumah kumuh!'.


"Baru kali ini tuan Cullen penasaran dengan seorang wanita? Apa dia tertarik?" pikir Dony seraya senyum-senyum tanpa sadar, kemudian Xana yang sudah menahan emosi sedari tadi tanpa menunda-nunda lagi mendobrak pintu rumah nya sampai terdengar sangat nyaring.


'Dbrukkkk'


Xana melangkah masuk tanpa bicara ia menaruh tas nya asal,


"Gawat sepertinya nona Xana mendengar ucapan tuan Cullen.." gumam Dony dalam hati


"Aku masih merasa sedikit pusing, mungkin karna efek racunnya masih ada" ucap Cullen bertingkah sambil memegangi kepala nya yang tidak sakit, namun sorot mata nya tidak lepas dari Xana.


Xana tampak tidak peduli, namun malah Dony yang panik dan kalang kabut.


"Ap..apa saya harus memanggil dokter lagi?" tanya Dony panik dan Cullen dengan sorot mata tajam nya menatap Dony


"Dasar tidak peka!" gerutu Cullen dalam hati, lalu Cullen memijit-mijit pelipis nya seolah-olah sakit kepala. Tapi untuk yang kesekian kalinya Xana tidak menanggapi,


"Tu..tuan apa benar-benar sakit?" tanya Dony yang masih tidak paham


"Akhhh sakit sekali kepala ku, tubuh ku juga terasa kaku.." ucap Cullen sambil terus melihat Xana


'Ada apa dengan orang ini?'

__ADS_1


Xana kembali menggerutu ingin sekali ia memukul-mukul orang itu sepuasnya untuk melampiaskan amarah yang tertahan, apalagi drama yang di mainkan oleh Cullen nyaris sempurna.


"Tu..tuan Cullen.." ucap Dony panik, Dony yang masih belum sadar akan tindakan yang dilakukan Cullen hanya karna ia tidak ingin meninggalkan rumah kecil ini.


'Ya ampun Cullen apa yang kau pikirkan!'


Setelah tidak ada respon dari Xana yang terlihat asik memainkan ponsel nya, entah apa yang dilakukan gadis itu ia terlihat begitu serius menatap layar hp.


"Dony kau pulang saja ke mansion, katakan pada Ellena aku akan pulang besok!" ucap Cullen yang berhenti melakukan aksi nya tadi untuk menarik perhatian Xana, namun gadis itu dengan acuhnya tidak menoleh sedikit pun. Lalu Cullen memberikan kode kepada Dony untuk pergi dari situ, Dony hanya mengangguk patuh saja tanpa bertanya lagi.


Setelah Dony pergi dan ruangan itu kembali hening untuk beberapa saat, Cullen yang merasa kehausan ia berjalan ke dapur untuk mengambil air. Namun belum sempat ia sampai ke dapur tiba-tiba...


'Dor! Dor! Dorr! Dorr!'


Suara tembakan bertubi-tubi menghancurkan barang yang terkena oleh peluru, Xana terkejut bukan kepalang ketika ia ingin berlari Cullen dengan cepat menangkap tangan Xana dan memeluk tubuh gadis itu agar tidak terkena tembakan.


"Sial sepertinya mereka sudah tahu tempat persembunyian ku." ucap Cullen pelan namun tetap terdengar oleh Xana karna bibir Cullen tepat berada ditelinga nya, nafas Cullen yang menggelitik telinga Xana membuat nya geli dan hampir tertawa.


"Kenapa kau tersenyum?" tanya Cullen dan Xana dengan kikuk hanya menggelengkan kepala dan kembali memasang raut wajah datar.


'Dorr! Dorr! Dorr!'


Suara tembakan kembali menggema,


"Kita harus pergi dari sini!" ucap Cullen yang terus menggenggam tangan Xana dengan erat,


'Untuk yang kesekian kali jantung Xana kembali berdebar karna Cullen, tapi bukan karna mereka yang tengah berlari. Namun ada hal lain!


Xana menatap pria tampan didepannya ini, wajah dingin namun tersimpan kelembutan dan perhatian Xana perlahan mulai mengenali orang yang membawa nya berlari dalam bahaya ini. Tapi juga orang itu penyebab datangnya bahaya yang sedang ia alami ini!


...Next......

__ADS_1


__ADS_2