Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 32. Cerita Cullen


__ADS_3

Xana berbaring di lengan Cullen dalam keadaan tanpa sehelai benang, hanya selimut saja yang menutupi keduanya.


"Cullen kenapa kau terus memaksa Ellena ke luar negri?" tanya Xana sambil menatap wajah tampan Cullen yang sedang memejamkan matanya,


"Disini terlalu berbahaya..." sahut Cullen singkat


"Kenapa?" tanya Xana lagi masih penasaran, sekarang ia seperti gadis kecil yang banyak tanya.


"Aku disini terlalu banyak musuh, jika keluarga ku tinggal jauh dari ku maka mereka akan jauh dari bahaya" jelas Cullen


"Apa kau masih memiliki orang tua?" tanya Xana


"Hemm" sahut Cullen singkat


"Kenapa aku tidak tahu" gumam Xana pelan namun tetap terdengar oleh Cullen, pria itu tertawa kecil.


"Tentu saja kau tidak tahu, mereka kan diluar negri" ucap Cullen seraya berbalik miring menghadap Xana. Cullen menatap wajah Xana yang manis, lalu ia mengelus-elus rambut Xana yang tergerai mengenai wajah nya itu.


"Apa kau ingin bertemu mereka?" tanya Cullen


"Aku belum siap.." sahut Xana malu-malu


"Kapan kau siap?" tanya Cullen lagi

__ADS_1


"Tidak tahu.." jawab Xana asal membuat Cullen kembali tertawa kecil


"Kau sering tertawa sekarang?" tanya Xana


"Apa aku tidak boleh tertawa?" Cullen balik bertanya


"Bukan begitu hanya saja terasa aneh.." ucap Xana pelan


"Xana..." panggil Cullen


"Hmmm" sahut Xana singkat


"Kau tahu kenapa aku memisahkan Ellena dangan orang tua ku?" tanya Cullen


"Tidak tahu, kau kan belum bercerita apa sebabnya" sahut Xana seraya memejamkan mata namun disertai senyum kecil


"Orang tua ku tinggal di Amerika sedangkan paman dan bibi ku di New Zelan bersama Ellena"


"Kenapa begitu?" tanya Xana heran


"Maksudku kenapa kau memisahkan Ellena dengan ayah dan ibumu?" tanya Xana lagi


"Aku tidak ingin Ellena menderita.." sahut Cullen membuat Xana menyerngitkan keningnya

__ADS_1


"Sejak kecil Ellena selalu tinggal dengan paman dan bibi, mereka mengadopsi Ellena karna orang tua ku tidak ingin memiliki anak perempuan" ucap Cullen menerangkan


"Hemm kasian Ellena.." ucap Xana spontan


"Tenang saja dia tidak akan kekurangan kasih sayang" sahut Cullen


"Bagaimana dengan orang tua mu?" tanya Cullen kepada Xana, Xana sempat berpikir sebentar ia harus menceritakan kisahnya atau pemilik tubuh ini sekarang. Terkadang Xana sendiri bingung akan identitas nya namun ia harus selalu menjadi Xana pemilik tubuh asli ini,


"Huhhhhh" Xana menghela nafas berat


"Jika kau tidak ingin menceritakannya tak apa.." ucap Cullen saat melihat wajah Xana yang sedikit sendu,


"Bukankah aku sudah menceritakannya" sahut Xana singkat


"Hemm tapi aku ingin mendengarnya lagi" sahut Cullen dengan nada sedikit manja


"Kau itu sebenarnya menyukai Xana atau aku?" tanya Xana secara tiba-tiba


"Aku menyukai jiwa mu, siapapun dirimu aku suka.." sahut Cullen tanpa terduga oleh Xana sendiri,


"Aku pikir kau menyukai pemilik tubuh ini" gumam Xana dalam hati, namun ucapan Cullen tadi terlihat begitu tulus hingga Xana tidak mampu berkata apa-apa lagi.


Beberapa menit berlalu kesunyian malam merayapi keduanya, tepat pukul 11.30 Xana masih belum bisa tidur sedangkan Cullen sudah tertidur lebih dulu.

__ADS_1


Pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Xana dan Xana tidak lagi melawan, karna ia perlahan mulai mempercayai Cullen dan menerima pria itu untuk memasuki hidupnya.


...Next......


__ADS_2