
Sebuah mobil ambulance melaju dengan cepat membawa tubuh seorang wanita yang bersimbah darah, wanita itu tengah sekarat karna kecelakaan yang telah ia alami.
"Bos wanita itu kecelakaan" ucap seorang pria yang terlihat menelpon seseorang, pria itu tidak lain adalah anak buah Theo.
"Apa dia mati?" tanya Theo
"Sepertinya dia sekarat" sahut pria itu
"Hmm baguslah, tetap kau awasi dia dari jauh!" perintah Theo tegas
'Rumah Sakit Taman Indah'
"Dok bagaimana keadaan gadis muda itu?" tanya seorang wanita paruh baya dan suaminya yang telah menabrak Xana tadi.
"Luka nya sangat parah kemungkinan dia akan mengalami geger otak atau lainnya.." sahut dokter yang belum bisa memastikan keadaan Xana
"Kami akan berusaha sebaik mungkin, bapak dan ibu tunggu disini dulu saja.." ucap dokter lagi, lalu dokter itu bergegas memasuki ruangan UGD dan membantu dokter lainnya yang bekerja merawat Xana.
__ADS_1
Sedangkan disatu sisi, Alnerd yang terus mencari Xana tidak mengetahui bahwa wanita itu telah mengalami kecelakaan.
"Sudah hampir satu jam aku berkeliling disini" gerutu Alnerd kesal ia agak panik takutnya wanita itu kembali tertangkap lagi oleh Theo yang merupakan kakaknya sendiri.
"Stttt sial!" geram Alnerd lagi, Alnerd tanpa sadar melalui tempat terjadinya kecelakaan tadi tapi ia tidak terlalu menanggapi hal-hal disekelilingnya karna fokus mencari Xana.
Berpindah kekeadaan Cullen yang juga terus menjalani terapi oksigen, tanpa tahu kabar Xana. Sudah beberapa hari mereka tidak saling bertemu karna kondisi satu sama lain sama-sama kritis. Cullen keracunan gas karbondioksida dan Xana telah mengalami kecelakaan parah.
Waktu melesat dengan cepat hari-hari berganti minggu dan bulan, Cullen sudah menjalani terapi oksigen selama tiga bulan lebih dan selama itu juga dia tidak mendapat kabar dari tunangannya Xana.
"Kenapa kalian lamban sekali!!" tegas Cullen dengan wajah datarnya
"Tuan, kami sudah mencari ke setiap tempat seperti yang kau perintahkan.." ucap Dony kaku membuat Cullen menghela nafas kesal.
"Kerahkan semua anak buah, setelah aku selesai terapi kali ini kita akan mencarinya secara besar-besaran!" perintah Cullen
"Jangan lupa informasikan di internet dan berita jika ada orang yang bertemu Xana segera hubungi aku dan akan aku beri hadiah senilai 2 Miliyar!!" tegas Cullen dan Dony hanya menganggukan kepala nya saja.
__ADS_1
Memasuki bulan keempat Xana masih tidak sadarkan diri, dan dia mengalami koma.
"Dok kapan wanita itu akan bangun?" tanya wanita paruh baya dengan rasa sedih
"Maafkan saya bu, masa kritisnya memang sudah berlalu tapi entah kenapa dia seperti menolak untuk bangun. Sekarang hanya tergantung pada dirinya saja dan Tuhan yang menciptakan semesta alam, kita berdoa saja semoga wanita ini mampu melawan rasa takutnya" jelas sang dokter yang terlihat bersimpati pada Xana.
"Kondisinya saat ini sangat lemah karna kandungannya yang baru menjalan empat bulan, hamil muda dalam keadaan koma tidak semudah yang difikirkan karna harus ada banyak alat bantu untuk memperkuat tubuh nya dan perkembangan janin dalam perutnya itu" jelas dokter itu lagi
"Huhhhh ku harap dia bisa cepat sadar" lirih sang wanita paruh baya itu lagi dan suaminya yang memeluk pundak istrinya seraya mengusap-usap pelan agar istrinya itu merasa tenang.
"Mana dia juga sedang hamil empat bulan.." ucap wanita itu lagi sambil melihat perut Xana yang mulai membesar,
"Kita berdoa saja semoga wanita itu dan bayi nya bisa selamat" sahut sang suami.
Angin malam berhembus pelan menerpa anak rambut seorang pria yang tengah duduk didekat jendelanya, entah kenapa rasanya kosong dan ia seperti seorang pria yang sad boy.
"Xana apa yang sudah terjadi? Kenapa aku tidak bisa menemukan mu?" gumam pria itu yang ternyata adalah Cullen si bos mafia bertampang dingin yang telah jatuh cinta kepada wanita muda bernama Xana, tapi sayangnya entah kenapa semakin mereka ingin serius menjalani hubungan ada-ada saja penghalang yang membuat mereka kembali terpisah lagi.
__ADS_1
"Xana aku akan mencari mu! Dimana pun kamu berada!!"
...Next......