Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 6. Dendam


__ADS_3

"Selidiki siapa yang telah menjebak adikku!" ucap Cullen dingin dengan sorot matanya yang tajam,


"Aku tidak akan membiarkan orang itu lolos!" gerutu Cullen dalam hati.


Lalu beberapa anak buah Cullen pergi dari ruangan besar tempat bos mereka bekerja


"Siapkan mobil kita akan pergi sekarang!" perintah Cullen kepada Dony


"Siap bos, tapi kemana kita akan pergi?" tanya Dony penasaran


"Ke Mansion Antonium" sahut Cullen datar


Lalu Dony bergegas mengambil mobil mereka untuk pergi ke mansion orang yang bernama Antonium tadi. Antonium adalah salah satu mafia terkenal dikalangan bawah, tepatnya ia menjadi fatner Cullen dalam mengendalikan bisnis gelap yang sedang mereka kerjakan.


Sesampai di mansion Antonium terlihat sepi mungkin karna sudah pukul 9 malam, akan tetapi ada sesuatu yang tidak beres tengah terjadi.


Mobil Cullen memasuki halaman mansion yang cukup besar itu, tanpa penjaga disekitar


"Ini aneh tidak seperti biasanya" gumam Dony pelan namun tetap terdengar oleh Cullen


"Tetap waspada!" peringatan dari Cullen membuat Dony mengeluarkan pistol dari balik jas nya. Mereka memasuki perlahan mansion yang terlihat sepi itu, tepat ketika mereka sudah didalam mansion. Banyak noda darah dan mansion itu sangat berantakan seperti telah terjadi perkelahian juga baku tembak, Cullen memberikan kode tangan kepada Dony agar memperhatikan sekitar namun tiba-tiba..


'Dorr! Dorr! Dorr!


Suara tembakan menggema diseluruh ruangan entah dari mana asalnya itu membuat Cullem menodongkan senjata nya kedepan,


'Dorr! Dorr! Dorrr!!'


'Brukkk!'


'Planggg'


Tembakan bertubi-tubi mengenai lampu meja juga aksesoris yang ada didalam mansion pecah dan hancur seketika.


'Dorr! Dor!'


Tembakan itu hampir mengenai Cullen dan Dony


"Sialan sepertinya mansion ini sudah diserang" gerutu Cullen


Lalu Cullen mencari si penembak yang berani menggertak mereka, terlihat seseorang tengah bersembunyi dibalik dinding tepatnya dilantai atas namun orang itu menembak sebaliknya ke arah lain.


"Sepertinya itu bukan musuh" pikir Cullen namun ia tetap waspada


"Dony naik ke atas!" perintah Cullen kepada anak buah satu-satunya yang ia bawa, Dony menganggukan kepala nya dan berjalan perlahan menaiki tangga diikuti oleh Cullen mereka sama-sama menjaga satu sama lain dari arah yang berlawanan.


Cullen sampai diatas dan ia bergegas menghampiri orang yang ia lihat tadi,


"Jangan bergerak!" perintah Cullen seraya menodongkan pistol ke kepala pria itu, pria itu berbalik menghadap Cullen


"Tu..tuan Cullen" ucapnya gugup


"Robert.." sahut Cullen spontan lalu ia menurunkan pistolnya


"Apa yang telah terjadi?" tanya Cullen tegas


"Mansion kami diserang orang yang tidak dikenal, sepertinya mereka pembunuh bayaran.." ucap pria tadi yang bernama Robert anak buah nya Antonium.


"Pembunuh bayaran?" ucap Cullen

__ADS_1


'Dorr! Dorr!'


Suara tembakan kembali bersahutan diarah lain,


"Waspada!" perintah Cullen, kemudian mereka berjalan keruangan lain mencari anak buah Antonium yang masih hidup.


"Dimana Antonium?" tanya Cullen


"Saya masih belum menemukan mereka, karna kami terpisah ketika menghadapi musuh" sahut Robert dengan sorot mata tajam kearah lain karna waspada terhadap sekitar.


"Berapa banyak musuh yang dilawan?" tanya Cullen lagi


"Sekitar 20 orang, namun ada tambahan lagi sepertinya mereka melakukan penyerangan besar-besaran" ucap Robert khawatir


"Dony panggil anak buah lainnya dan perintahkan mereka untuk datang ke mansion Antonium beserta senjata lengkap!" perintah Cullen dengan tegas,


"Baik tuan.." sahut Dony, kemudian ia menelpon anak buah Cullen lainnya agar datang membantu mereka. Namun belum selesai Dony memberi perintah tembakan bertubi-tubi datang menghampiri mereka,


'Dorr! Dorr!' Dorr!'


Suara tembakan kembali menggema, dan muncul lah sosok wanita berparas cantik berhadapan dengan Cullen


"Hayy Mister Cullen Alfarizi? Bagaimana kabar mu?" ucap nya disertai senyuman miring


"Nona Metty.." ucap Cullen datar


"Apa kau yang membuat kekacauan?" tanya Cullen dingin


"Heyy ayolah aku hanya bermain-main saja.." ucapnya dengan nada menggoda


"Apa kau ingin bermain juga dengan ku?" tanya wanita yang bernama Metty itu.


Metty adalah seorang pembunuh bayaran yang tidak bisa diragukan lagi cara kerja nya. Ia salah satu wanita terkuat dikalangan bawah yang membunuh tanpa ampun, namun sayangnya ia juga naksir terhadap Cullen sehingga wanita itu hanya luluh terhadap Cullen saja.


"Ouuh iya aku lupa, kalau Antonium itu rekan kerja mu" ucap Metty sambil menepuk-nepuk dahinya seolah-olah ia melupakan hal yang sangat penting


"Tapi sayangnya tuan Antonium sudah tidak bernyawa lagi.." ucapnya santai tanpa rasa bersalah.


Cullen mengepalkan tangannya lalu menodongkan pistol kearah wanita itu,


"Siapa dalang dibalik penyerangan ini?" tanya Cullen dingin dengan sorot mata tajam dan hawa membunuh


"Cullen, kenapa kau begitu kasar dengan ku.. Aku hanya bermain-main saja!" ucapnya santai dengan eksfresi gadis kecil yang lucu, namun yang Metty lakukan itu malah membuat Cullen meresa muak.


"Aku tidak pernah menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya Metty!" ancam Cullen masih dengan tatapan dingin.


"Sial jika begini terus aku akan terbunuh!" gerutu Metty dalam hati,


"Baiklah, baiklah aku akan menjawabnya.." ucap Metty seperti gadis penurut, perlahan Metty mengambil sesuatu dari dalam baju nya


"Apa yang kau lakukan!" tanya Dony tegas


'Brussssss'


Metty menaburkan bubuk rahasia ke arah Cullen, Dony dan Robert hingga membuat mereka batuk dan tidak dapat melihat.


'Dorr! Dorr! Dorr'


Tembak Cullen asal ke arah depan,

__ADS_1


"Akhhh sial!" Metty memekik kesakitan, ia tertambak dibagian lengan walaupun Cullen tidak melihat tapi tembakannya tetap mengenai sasaran.


Metty kabur lewat jendela, namun musuh mereka masih banyak karna yang memasuki mansion bukan hanya Metty saja.


"Brengsek dia kabur" ucap Robert,


"Jangan ikuti dia!" perintah Cullen membuat Dony dan Robert menatapnya tidak mengerti


'Apa Cullen jatuh cinta kepada wanita itu? Sehingga tidak membiarkan mereka mengikutinya?' pikir Dony dan Robert


"Mungkin dia hanya memancing kita untuk masuk keperangkap lainnya." kata Cullen seolah-olah mengerti apa yang dipikirkan oleh dua orang yang sedang menatapnya heran.


"Lebih baik kita mencari Antonium dulu, temukan dia dalam keadaan hidup atau mati!" perintah Cullen.


Mereka mencari-cari keberadaan Antonium, dan ketika mereka melawati koridor ada lima orang lainnya yang sedang menyelinap ke dalam mansion.


"Mereka musuh!" ucap Cullen


"Bagaimana tuan tahu?" tanya Robert


"Pakaian mereka terlihat berbeda" ucap Cullen singkat, membuat Robert dan Dony menyipitkan mata mereka untuk melihat dengan lebih detail lagi pakaian yang orang itu gunakan.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Dony


"Bunuh mereka semua!" perintah Cullen tegas, dan secara spontan Dony dengan Robert berjalan mengendap-endap ke arah orang-orang itu


'Srettt! Srettt!'


'Brukkkk!'


Dengan mudahnya Dony menyayat urat nadi leher orang-orang itu hingga tumbang, begitu juga Robert ia dengan ganas nya menusuk belati miliknya kepada orang-orang yang berhasil menyelinap dan memasuki mansion itu.


Mereka melanjutkan perjalanan mencari Antonium, namun sebelum itu mereka mengamankan mayat agar tidak terlihat oleh orang lain.


Sesampainya disebuah ruangan yang cukup gelap terlihat sosok tengah terbaring tidak bernyawa lagi, tangannya putus dan lehernya juga digorok. Tubuhnya penuh dengan luka tusukan, terlihat sebuah siksaan sebelum ia benar-benar mati.


Cara membunuh yang sadis, siapa lagi jika bukan oleh wanita itu 'Metty'


"Tu..tuan Antonium..." ucap Robert tidak percaya mereka menatap jasad yang sudah terbujur kaku itu


"Hikss, hikss, dia abang ku yang baik" ucap Robert lagi disertai isakan tangisan


"Abang??" ucap Dony tanpa sadar


"Ibuku menikah dengan ayahnya, tapi aku menyembunyikan kebenaran itu karna aku takut dia akan membenciku. Ibuku menikah setelah orang tua nya bercerai..." ucap Robert lirih, tidak disangka ternyata Robert saudara tidak seibu Antonium yang tidak diketahui oleh siapapun.


Robert menatap jasad kakaknya, ia memegang tangan kanan Antonium yang masih utuh dengan erah.


"Kakak aku akan membalaskan dendam mu! Siapapun yang telah menyakiti mu!" ucap Robert dengan tubuh bergetar menahan emosinya.


Setengah jam berlalu, anak buah Cullen telah tiba dibawah mansion sedangkan Cullen dengan yang lainnya berada dilantai atas.


Cullen memerintahkan anak buah nya untuk mengamankan mansion dan membunuh orang yang terlihat mencurigakan, anak buah Cullen sekitar 30 orang lebih mereka menyebar dan memperketat penjagaan.


Hampir setengah malam mereka bertempur dan aksi tembak menembak dengan musuh, sehingga cukup banyak orang yang gugur. Dan lebih banyak lagi yang kabur dari sana karna misi mereka hampir selesai,


"Antonium telah terbunuh, tertinggal satu target lagi..." ucap seseorang dari balik topengnya


"Bagus, tuntaskan misi secara sempurna!" perintah seseorang dari balik telpon pria bertopeng. Pria bertopeng itu menatap sosok tinggi yang tengah di ikuti oleh dua orang pria muda lainnya,

__ADS_1


"Cullen kau akan tamat malam ini!" ucapnya disertai senyuman smirk dibalik topeng hitamnya.


...Next......


__ADS_2