Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 28. Bertemu Genk Vania


__ADS_3

Xana masih berdiri menatap ketiga wanita yang menghalangi jalannya itu,


"Tidak ku sangka si cupu bakalan ngambil jurusan hukum" gumam Vania kepada Celsy dan Keren.


"Hahh, cukup menarik orang seperti dia mampu menjajakkan kaki nya lagi di kelas elite seperti kita" sahut Keren memprovokasi


"Jangan samakan kita dengannya! Aku tidak suka disama-sama kan!" sahut Celsy yang tampak kesal


Xana menatap ketiga wanita itu dengan dingin,


"Ck, tidak ku sangka ternyata dunia ini sempit yahh" ucap Keren sambil mendekati Xana dan memainkan rambut Xana yang terikat rapi.


'Plakkk!'


Xana menepiskan tangan Keren cukup keras,


"Hahh, bukan dunia yang sempit tapi otak kalian" sahut Xana datar


"Hehh apa maksud mu!" tanya Vania ketus seraya mendorong bahu Xana beberapa kali


'Happp'


'Brukkkk'


Tangan Vania ditepis lalu dicengkram oleh Xana dengan keras


"OTAK KALIAN SEMPIT!" ucap Xana pelan tepat di telinga Vania dengan penuh penekanan, membuat Vania tidak bisa menggerakkan tangannya karna cengkraman Xana yang kuat.

__ADS_1


'Wusss'


'Brukkk'


Tangan Vania dilepaskan oleh Xana ketika wanita itu berusaha keras menarik tangannya, hingga membuat Vania terjatuh.


"Brengsek kau!" teriak Keren dengan cepat melayangkan tinju nya ke arah Xana namun,


'Brukkk'


Xana dengan cepat menangkis dan menjatuhkan Keren dengan satu bantingan, hingga wanita itu juga terduduk.


Celsy yang melihat kejadian itu melongo menatap Xana, ia tidak percaya jika gadis cupu itu telah berubah dan menjadi kuat.


Begitu juga Vania dan Keren mereka meringis kesakitan akibat tindakan Xana itu,


"Orang tua kalian berpendidikan tinggi dan kalian mengambil jurusan hukum, tapi moral dan tingkah laku kalian rendah! Suka membully dan merendahkan orang lain! Itulah kenapa aku mengatakan kalian tidak punya otak, tidak punya rasa empaty!!" tegas Xana


"Percuma pintar tapi tidak bermoral!!" ucap Xana ketus seraya berlalu pergi meninggalkan ketiga wanita yang hanya diam tanpa berkata-kata lagi.


"Sejak kapan gadis cupu itu berubah menjadi lebih mengerikan?" tanya Celsy yang tanpa sadar bergidik ngeri dengan dingin nya ucapan Xana dan tepat mengenai diri mereka.


"Hahh sial!" gerutu Vania


"Awasss saja akan ku balas kau Xana" ucap Vania geram, ternyata ia tidak jera juga.


"Vann, ku rasa yang di ucapkan Xana itu ada benarnya" sahut Celsy

__ADS_1


"Hehh sejak kapan kau berfikir begitu!" ucap Keren ketus kepada Celsy yang mulai ciut


"Digertak seperti itu saja sudah lemah" balas Vania kepada Celsy yang hanya diam saja


"Aduhh sakit punggung ku" ucap Keren lalu ia meminta bantuan untuk bangun kepada Celsy yang dari tadi hanya diam saja.


Setelah itu Vania juga meminta bantuan untuk bangun kepada dua temannya itu,


"Aku akan membalas atas apa yang terjadi hari ini! Awass kau Xana" ucap Vania pelan tapi masih bisa terdengar oleh Keren dan Celsy.


"Aku akan tetap mendukung mu" sahut Keren


"I..iya aku juga" sahut Celsy ketika Keren menyenggol dengan sengaja bahu Celsy.


Untung saja saat ini masih belum banyak mahasiswa yang berdatangan ke kampus sehingga tidak ada yang melihat apa yang telah terjadi hari ini di depan gerbang.


"Ku rasa gadis ku cukup kuat untuk menjaga diri sendiri" gumam Cullen karna ia sedari tadi telah memperhatikan semua yang terjadi,


"Tuan apa sekarang kita pulang saja?" tanya Dony


"Yaa! Tapi kau akan tetap menjaga Xana dari kejauhan!" perintah Cullen.


Lalu mereka langsung pulang ke mansion karna setelah Xana turun dari mobilnya Cullen tadi mereka tidak langsung pulang, hanya saja memperhatikan Xana dari kejauhan. Dan benar saja Xana yang tengah di cegat di depan gerbang kampus, namun Cullen tidak mengambil tindakan karna ia hanya ingin melihat bagaimana Xana menghadapi masalahnya itu.


Ternyata Xana bertindak diluar dugaan, ia berani membalas perbuatan geng Vania yang mulai menggertak nya lagi.


...Next.......

__ADS_1


__ADS_2