Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 14. Pesta Terkacau


__ADS_3

"Hahhhhhhh brengsekkkk!" teriak seorang pria di dalam ruangan dan terlihat satu orang yang telah dipukuli dengan hebat nya, orang itu terluka sangat parah. Kaki nya yang patah dan tangannya yang terluka menganga, ia menjerit kesakitan namun tidak mampu melawan.


"Hahahaha inilah akibat kalian lalai menjaga Cullen!" ucap orang itu dingin, lalu ia kembali memukul orang tersebut dengan sangat keras dibagian kepala. Hingga kepala orang itu retak dan ia mengalami pendarahan otak, kemudian meninggal di tempat.


"Bos Daniel, dia sudah mati.." ucap salah satu anak buah orang itu yang ternyata Daniel Amartha,


"Kremasi mayat nya dan taruh abu nya di lemari!" perintah Daniel, lalu ia berjalan ke salah satu ruangan yang di mana anak buah nya sedang berkumpul.


"Cihh sialan, bagaimana Cullen bisa bebas?" tanya Daniel Amartha kepada seluruh anak buah nya, tidak luput Flind Flower dan Metty terkena imbas dari kemarahannya Daniel Amartha.


"Bos Cullen sudah berada di mansion nya" ucap salah satu anak buah Daniel Amartha yang tadi menyerang ke rumah kecil milik Xana dan terus memata-matai pergerakan Cullen.


"Ck sial! Sangat sulit untuk memasuki mansion itu, karna di sana ada ranjau dan sinar inframerah yang langsung menembak sasarannya dengan mudah." ucap Daniel Amartha


"Kenapa Cullen bisa kabur?" tanya Filnd heran membuat mereka semua merasa ada yang aneh dengan kejadian ini


"Sepertinya ada penghkianat diantara kit!" ucap salah satu anak buah Daniel, lalu Daniel Amartha menatap anak buanya satu persatu.


"Sepertinya begitu..." ucap Daniel dengan sumringah yang mengerikan dan entah kenapa mata nya tertuju kepada salah satu wanita yang terlihat berkeringat dingin.


"Baiklah kalian pergi saja dari sini! Tetap awasi pergerakan Cullen!" perintah Daniel Amartha, setelah mereka semua meninggalkan ruangan itu.


"Max, awasi pergerakan Metty dan Flind diam-diam!" perintah Daniel tegas


"Apa tuan merasa tidak percaya dengan mereka?" tanya Max


"Jika dugaan ku tidak salah, maka antara kedua orang itu yang menyelamatkan Cullen hanya saja kita tidak ada bukti nyata.." ucap Daniel


"Tapi dengan alasan apa jika Flind berkhianat?" tanya Max penasaran


"Bukan Flind tapi yang satunya..." sahut Daniel dan tanpa bertanya lagi Max mengangguk mengerti apa yang paling diinginkan ruannya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tuan, aku ada pesta kelulusan malam ini jadi aku akan keluar untuk beberapa jam.." ucap Xana kepada Cullen karna tidak enak rasanya jika pergi tanpa meminta izin


"Baiklah Dony akan mengantar mu.." ucap Cullen singkat dan Xana hanya mengangguk saja lalu ia pergi dari ruang kerja Cullen tersebut,


"Dony?!" panggil Cullen


"Iya tuan Cullen?" sahut Dony


"Belikan Xana gaun terindah keluaran terbatas!" perintah Cullen dan Dony hanya mengangguk tidak percaya


"Baru kali ini tuan Cullen begitu perhatian dengan wanita.." gumam Dony dalam hati lalu ia pergi ke toko baju kelas atas dan membelikan sejumlah gaun terbaik di toko itu.


Sesampai nya di mansion


"Tuan saya sudah memilihkan gaun terbaik yang ada di toko" ucap Dony


"Berikan kepada Xana minta ia untuk memilih lalu datang ke ruangan ku!" perintah Cullen lagi, Dony langsung menjalankan perintah itu tanpa basa-basi.


'Tok! Tok! Tok!'


Bunyi ketokan di pintu,


"Iya ada apa?" tanya Xana kepada Dony yang terlihat membawakan banyak bingkisan


"Apa itu?" tanya Xana penasaran

__ADS_1


"Bibi Key dan Yura akan membantu mu berpakaian.." ucap Dony dan terlihatlah Bibi Key dengan Yura yang juga membawakan bingkisan.


Kemudian mereka berdua memasuki kamar Xana dan mengunci nya dari dalam,


"Nona ini gaun yang dikirim oleh tuan Cullen untuk mu malam ini.." ucap bibi Key, Xana terdiam tidak percaya


'Ternyata Cullen bisa melakukan hal ini juga?' pikir Xana masih tidak percaya, dalam hidupnya yang sebelumnya ia tidak pernah bertemu Cullen Alfarizi hanya saja sering mendengar nama itu disebut oleh kakek nya dulu. Andai Xana pemilik tubuh asli ini tahu bahwa ia sekarang sudah menjalani kehidupan yang lebih baik, mungkin dia akan sangat senang.


Beberapa saat kemudian Xana mencoba memakai gaun berwarna biru malam dan bercorak warna perak, lekukan tubuhnya yang indah dan mungil membuat nya terlihat sangat mempesona. Kulit putih nya pun juga semakin berkilau karna cahaya baju yang ia pakai,


"Nahh sekarang kau diminta tuan Cullen untuk menghadap nya" ucap bibi Key setelah ia selesai mendandani Xana dengan sangat cantik.


Xana tidak percaya ia terlihat bersinar dan berbeda sekali karisma dirinya semakin menonjol 'luar biasa!'


Seperti pinta Cullen tadi, Xana pun menuruti untuk ikut ke ruang kerja Cullen.


"Tuan Nona Xana ada di sini.." ucap bibi Key, seketika saat mereka menatap wanita itu terlihat sangat memukau. Dony dan Cullen tidak percaya dengan pemandangan yang mereka lihat,


'Nona Xana adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat'


Gumam Dony, Cullen yang menatap Xana tidak berkedip membuat ia menjadi salah tingkah.


"Pergilah, Dony akan mengantar mu.." ucap Cullen agak kikuk, terlihat di wajah Cullen untuk yang pertama kalinya ia merona?


Xana pergi diantar oleh Dony ke pesta perpisahan sekolahnya, di sana terlihat banyak orang berpasang-pasangan bukan hanya para siswa dan siswi tapi juga anggota keluarga kelas atas pun ada di tempat itu.


"Sepertinya ini bukan hanya pesta kelulusan saja?" pikir Xana, karna terlihat berbeda dari biasanya.


Semua mata tertuju padanya,


"Siapa dia?" tanya salah seorang pria yang tampak familliar.


"Izinkan aku memperkenalkan diri, nama ku Ben George aku adalah alumni dari sekolah ini." ucap nya singkat ketika ia ingin mencium tangan Xana, Dony dengan cepat mencegah nya.


"Jangan berani-beraninya menyentuh nona kami!" ucap Dony sinis


"Ouhh maaf nona, jika boleh tahu siapa nama mu dan dari keluarga mana?" tanya Ben George, George adalah nama kelas atas namun masih di bawah tingkatan Alfarizi. Jika Alfarizi kelas satu, maka George masih berada di tingkatan kelima.


"Nama ku Xana Alexsandra..." sahut Xana singkat


"Alexsandra? Kenapa aku tidak pernah tahu keluarga tingkat apa itu?" tanya Ben


"Aku hanya orang biasa..." ucap Xana singkat lalu ia berjalan menjauh dari orang yang bernama Ben George itu


'Tidak mungkin?' gumam Ben dalam hati masih tidak percaya.


Keluarga tingkat atas terbagi enam kelompok, kelas pertama di duduki oleh kekuarga Alfarizi, yang kedua Amartha, yang ketiga Flowen, yang ke empat Elvano, yang kelima George dan yang ke enam Hendrix.


Jika kalian bertanya siapa orang-orang itu, merekalah yang pertama menciptakan kasta berdasarkan tingkat kekayaan dan ke populeran di masyarakat.


Setelah Xana meninggalkan Ben George ia duduk sendiri sambil melihat acara yang orang-orang mainkan, sedangkan Dony hanya berjaga di luar saja karna ia di perintahkan untuk menjaga Xana.


Xana minum jus apel yang ada diatas meja ia menatap orang-orang yang sedang berdansa dengan pasangannya,


'Hahhh pesta yang membosankan' gumam Xana ia bosan, suara musik yang mendayu-dayu hanya akan membuat diri nya tertidur.


"Ck sial, andai saja ini bukan pesta sekolah aku tidak akan datang.." ucap Xana pelan


"Hayyy cupuuu?" sapa seseorang yang membuat Xana berhenti melamun karna ia tahu betul suara siapa itu.

__ADS_1


"Ouhh buka cupu lagi yahh? Terus kita manggil apa yah?" ucap Vania yang mulai mendominasi Xana


"Emm simpanan sugar dady?" sahut Keren dan mereka tertawa menatap Xana yang tidak mengatakan apapun.


"Hehhh sepertinya si cupu udah mulai berlaga nih, karna kita sudah memberinya ruang beberapa hari ini" ucap Celsy


"Gimana kalau gitu malam ini kita bersenang-senang?" tanya Celsy pada Keren dan Vania


"Aku ngikut apa mau kalian aja" ucap Vania seperti badmood.


Celsy maju ke atas panggung tanpa malu-malu mereka mulai mengintimidasi Xana secara terbuka.


"Guyysss kalian tahu tidak kalau temen kita yang bernama Xana itu ternyata simpenan sugar dady loh" ucap Celsy seraya menampilkan foto-foto Xana bersama seorang pria yang membukakan diri nya mobil.


"Tuan Cullen sepertinya nona Xana dalam masalah.." ucap Dony ia menelpon Cullen dengan cepat sebelum terjadi sesuatu.


"Aku akan datang disaat yang tepat, biarkan dia membalas perbuatan orang-orang yang telah menindas nya." ucap Cullen ia tersenyum sinis


"Xana ku rasa kau tidak bodoh kan?" gumam Cullen dalam hati, lalu ia pergi dari ruangan kerja nya itu untuk datang ke pesta.


Xana masih diam, ia hanya melihat sejauh apa orang-orang ini akan mempermalukan diri nya.


"Wahh tidak disangka gadis polos seperti mu ternyata kelakuannya seperti itu" ucap seseorang yang mencoba mengintimidasi Xana


"Jangan seperti itu! Dia hanya bekerja untuk membiayai hidupnya!" ucap Vania dan mereka semua tertawa menatap Xana yang hanya diam saja.


"Waktunya untuk bermain.." ucap Xana pelan disertai seringai yang tidak dilihat oleh orang-orang.


"Vania kenapa kau bisa menuduh ku seperti itu, bukankah itu ayah mu?" ucap Xana asal membuat mereka semua menatap Vania tidak percaya


"Apa Xana simpanan ayahnya Vania?" tanya orang-orang yang ada di pesta itu.


"Dasar ****** berani nya kau memfitnah ayah ku!" teriak Vania keras dan langsung mendorong Xana sampai Xana terjatuh, orang-orang yang melihat itu tidak menyangka jika Vania anak seorang jaksa telah berlaku kasar terhadap teman sekelasnya.


"Hey jika itu tidak benar kau tidak perlu sampai mendorongnya" ucap seorang pria yang ternyata itu Ben George, ia membantu Xana berdiri.


"Bu..bukan maksud ku begitu.." ucap Vania gelagapan


"Hehh itu salah mu yang memfitnah ayah nya Vania!" teriak keren ia mendorong Xana sampai terjatuh kedalam kolam renang.


Sebenarnya Xana ingin melawan tapi sepertinya opini publik lebih tajam dari perlawannya terhadap geng itu, buktinya saja Xana sudah mampu membalikkan keadaan.


Xana menatap Vania dengan tampang yang menyedihkan, dan itu adalah drama yang ia buat untuk menghancurkan reputasi Vania, Keren dan Celsy.


"Kenapa kalian memfitnah ku begitu...bukankan itu keren dan Celsy yang menemani ayah mu berbelanja?" ucap Xana dengan wajah menyedihkan namun disaat yang bersamaan ia juga menyeringai.


"Brengsek kau memfitnah ku!" teriak Keren dan Celsy membuat semua orang yang ada di pesta kembali membicarakan mereka, dan itu membuat Vania, Celsy dengan Keren merasa tidak nyaman.


"Apa benar mereka hanya memfitnah Xana, ternyata mereka lebih jahat dari kelihatannya" ucap seseorang yang membuat geng Vania terlihat frustasi


'Hahh begitu saja sudah frustasi! Dasar mental lemah!' gumam Xana dalam hati.


Tiba-tiba sebuah mobil menarik perhatian semua orang, mobil dengan plat khusus.


"Tuan Cullen??" gumam orang-orang dipesta mereka tidak percaya pria itu akan datang ke pesta kelulusan mereka.


"Apa yang tuan Cullen lakukan di sini?" pikir mereka semakin penasaran karna tuan Cullen tidak pernah datang di acara yang seperti ini.


'Kenapa ia datang kemari?'

__ADS_1


...Next.......


__ADS_2