
"Sial! Kenapa masih belum ada perkembangan" gerutu Cullen di meja kerja nya
"Tuan, kami dapat kabar" ucap Dony
"Apa tentang Xana?" tanya Cullen datar
"Iya tuan, beberapa bulan lalu ada orang yang melihat nona Xana berada di dekat mansion Amartha" ucap Dony
"Mansion Amartha?" tanya Cullen
"Iya tuan mereka melihat nona dengan seorang pria" jawab Dony
"Pria??" ucap Cullen lagi
"Ayo kita ke mansion Amartha!" perintah Cullen dengan cepat
"Ta-tapi tuan" ucapan Dony dengan cepat di cegat oleh Cullen
"Aku akan mengatasinya!" tegas Cullen dan Dony hanya menganggukan kepalanya saja.
Hampir empat jam lebih Cullen dan Dony mengendarai mobil menuju mansion Amartha, terlihatlah pagar warna putih bercorak emas atas nama keluarga Amartha.
Mobil Cullen memasuki kediaman mereka perlahan,
"Siapa itu?" tanya Mom kepada Alnerd yang sedang sibuk mengetik di leptop nya.
"Ada apa mom?" Alnerd balik bertanya dan seketika terkejut saat melihat plat mobil khusus milik seseorang.
" Itu keluarga Alfarizi mom.." ucap Alnerd seraya berlari menghampiri mobil tersebut,
"Mom tunggu disini saja!" perintah Alnerd yang terlihat was-was akan terjadi sesuatu.
Seorang pria muda menghampiri mobilnya Cullen dengan wajah datar nya menyambut tamu tak di undang itu, Cullen langsung keluar dari dalam mobil dan mengangkat senjata nya secara langsung tanpa banyak bicara lagi.
Mom yang menyaksikan kejadian itu langsung berlari ke arah Alnerd,
"Alnerdddd!!" teriak mom, Alnerd yang terkejut langsung mengangkat tangannya ke atas
"Mom diam d sana saja!" tegas Alnerd saat melihat ibunya hampir mendekati dirinya.
"Ada apa?" tanya Alnerd datar
"Dimana kau sembunyikan Xana?!" ucap Cullen dingin membuat Alnerd mengangkat satu alisnya,
__ADS_1
"Bisa kita bicara baik-baik, dan letakan senjata mu itu!" ucap Alnerd datar, tapi Cullen tidak bergeming akan ucapan Alnerd tadi.
"Aku tahu apa yang membuat mu kesini, tapi kita tidak bisa bicara disini" ucap Alnerd lagi yang mulai terlihat kesal karna diabaikan.
Cullen memberikan kode kepada Dony dan pria itu dengan cepat membuka kan pintu mobil untuk Alnerd,
"Masuklah!" tegas Cullen
"Alnerd??" panggil ibunya
"Mom tenang saja aku keluar sebentar dengan teman" ucap Alnerd terlihat tenang
"Ouh iya mom jangan katakan pada siapapun tentang kejadian ini, apalagi dengan kakak!" ucap Alnerd berbisik di telinga ibunya dan si ibu hanya mengangguk saja walaupun agak ragu-ragu.
Beberapa jam kemudian saat mobil Cullen keluar dari mansion keluarga Amartha,
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Alnerd walaupun ia tahu kedatangan Cullen itu karna hilangnya Xana.
"Ku rasa kau sudah tahu kenapa aku datang ke mansion mu itu!" tegas Cullen membuat Alnerd sedikit tersenyum tipis
"Ya, ku rasa juga begitu" sahut Alnerd berani dan jawabannya itu membuat Cullen menarik kerah baju Alnerd.
"Jangan pernah berani menentang ucapan ku! JIKA AKU BERTANYA KAU HANYA PERLU MENJAWAB!" tegas Cullen dingin membuat Alnerd bergidik, dia tidak pernah melihat Cullen semarah ini.
"Kenapa kau baru hari ini mencari nya!" ketus Alnerd lagi membuat Cullen mengerutkan keningnya
"Xana hampir mati diculik penjahat 7 bulan yang lalu! Dan kau baru hari ini mencarinya!" ketus Alnerd membuat Cullen melonggarkan sedikit kerah baju Alnerd yang ditariknya tadi.
"Jaga ucapan mu! Tuan Cullen sudah lama terus mencari nona Xana, tapi kami tidak berhasil melacak keberadaannya." sahut Dony seraya mengemudi mobil
"Hehhh, orang sehebat dirimu tidak bisa menemukan Xana apa lagi aku!" gumam Alnerd pelan tapi tetap terdengar oleh Cullen dan Dony.
"Apa maksud mu Xana hampir mati?" tanya Cullen datar tapi dengan intonasi sedikit bersahabat.
Alnerd sedikit ragu mengatakan kebenaran nya karna kakaknya Theo Welman Amartha ikut terlibat dalam penculikan itu, dan juga masih diselidiki oleh Alnerd apa motif dibalik penculikan itu semua.
"???" ekspresi Cullen penuh pertanyaan terhadap pria di depannya ini membuat Alnerd terpaksa menjawab pertanyaan itu,
"Aku tanpa sengaja mengikuti seseorang yang ternyata mereka dalang penculikan Xana dan waktu itu aku melihat Xana hampir dinodai oleh seorang pria, tapi aku berhasil mencegah nya dan menyelamatkan Xana. Kami pergi dari tempat itu tepat tengah malam dan aku membawa Xana diam-diam menginap di mansion kami..." ucapan Alnerd terhenti ketika Cullen kembali menarik kerah baju nya dengan kasar
"Kenapa kau tidak langsung mengantar nya ke mansion ku!" tegas Cullen
"Aku ingin! Tapi keadaan Xana sangat lemah waktu itu dia disuntik zat aneh oleh pria yang hampir menodainya itu!!" teriak Alnerd yang sedikit emosi karna kekasaran Cullen
__ADS_1
"Siapa pria b*jingan itu!?" ketus Cullen
"Kalau tidak salah namanya Morvin Elvano" jawab Alnerd keceplosan
"Sialan b*jingan itu!!" ucap Cullen dingin
"Dony siapkan anak buah sekarang!! Kita ledakan mansion Elvano malam ini!!" perintah Cullen
"Ehh tunggu jangan!" sahut Alnerd
"Kenapa?" tanya Cullen
"Waktu itu aku menembak Morvin tepat di kaki nya dan ku rasa dia berada di rumah sakit milik nya" sahut Alnerd
"Kalau begitu kita ledakan saja rumah sakit keluarga Elvano!" sahut Cullen enteng membuat Alnerd menepuk dahi nya sendiri karna kekejaman Cullen
"Apa kau juga ingin membunuh orang-orang yang tidak terlibat? Orang-orang yang tidak bersalah akan menjadi korban jika kau langsung meledakannya!" ketus Alnerd yang lebih berkeprimanusiaan dari pada Cullen
"Aku tidak peduli!" ketus Cullen membuat Alnerd kembali menghembuskan nafas kasar dan Dony hanya geleng-geleng saja melihat perdebatan kedua pria di bangku belakang tersebut.
"Aku tidak mungkin membawa mereka ke tempat rahasia itu, jika Cullen mengetahui bahwa dosen Xana yang menjadi dalang penculikan dan jika Cullen mengetahui kalau Theo adalah kakak ku! Bisa semakin rumit masalah ini, tapi jika tidak di ungkapkan kami tidak akan bisa menemukan Xana.." gumam Alnerd dalam hati, tanpa dia sadar Cullen terus memperhatikan gerak-gerik Alnerd yang mencurigakan dan terlihat sedang menyembunyikan sesuatu.
"Apa yang membuatnya ragu untuk mengatakan kebenarannya?" pikir Cullen
"Dimana Xana jika dia tidak bersama Alnerd" pikir Cullen lagi
"Kemana kalian setelah dari mansion Amartha?" tanya Cullen
"Aku ingin mengantarnya ke tempat mu, padahal keadaan Xana masih lemah tapi dia keras kepala ingin pulang." sahut Alnerd
"Lalu setelah keluar dari mansion Amartha aku meminta nya menunggu di luar pagar kediaman, dan setelah itu Xana pergi entah kemana padahal aku hanya ingin mengambil mobil lalu mengantarnya ke mansion mu. Aku pikir dia sudah di mansion mu, tapi setelah kami terpisah itu dia tidak pernah terlihat lagi baik itu di tempat kuliah ataupun di tempat lainnya" jelas Alnerd
Cullen hanya diam mendengarkan penjelasan Alnerd dalam pikiran Cullen hanya ada satu,
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Xana? Apakah dia di culik lagi?"
"Dimana tempat Xana di culik itu?" tanya Cullen seraya menatap Alnerd datar, Alnerd terdiam seketika dia enggan dan takut jika memberitahukan tempat itu.
Seketika hawa menajadi dingin disekitar mereka, karna tidak ada lagi yang berbicara saat Cullen menanyakan hal tersebut.
'Jawab atau tidak?'
Alnerd terlihat ragu-ragu dan perlahan ia menghembuskan nafas nya untuk yang kesekian kali.
__ADS_1
...Next......