
Xana bangun lebih cepat ia mandi dan membersihkan diri nya, lalu pergi ke ruang makan sendirian. Namun saat Xana duduk sendiri, ia melihat seorang wanita yang anggun dan seksi menghampirinya dan duduk diruang makan tanpa berbicara sepatah katapun.
Alis kanan Xana terangkat sebelah karna heran dengan wanita asing dihadapannya ini, wajah wanita itu cantik namun ada luka lebam yang ditutupi oleh make up.
"Siapa dia?" pikir Xana tapi ia tidak ingin bertanya duluan karna wanita itu mengacuhkan diri nya.
Xana dihampiri oleh Yura yang membawakan nya hidangan pagi,
"Untuk ku mana?" tanya wanita itu berlagak seperti bos namun Xana tidak mengubris ucapan wanita yang terlihat arogan itu.
Kemudian Yura membawakan makanan untuk wanita asing tadi, karna Yura sudah tahu bahwa wanita itu dibawa oleh Cullen tadi malam.
Cullen yang masih berada dikamar Xana baru terbangun dan melihat Xana sudah tidak ada disampingnya,
"Kenapa gadis itu tidak membangunkan ku.." gerutu Cullen dalam hati sambil melirik jam dilengan nya, Cullen bangkit dari tempat tidur lalu ke kamar mandi dan menyegarkan diri nya sendiri dengan air pancuran.
Setelah mandi Cullen keruang makan dan menatap kedua wanita yang sedang sarapan bersama namun tanpa berbicara satu sama lain,
"Xana kenapa kau tidak membangunkan aku?" ucap Cullen sambil memegang pundak Xana dan menatap intens kedua mata bulat milik Xana, Metty yang melihat sifat Cullen berbeda dari biasanya membuat dia sedikit merasa cemburu.
"Siapa gadis itu?" tanya Metty geram
Xana hanya diam tanpa mengubris ucapan Cullen, lalu Cullen duduk disamping Xana. Bibi Key dan Yura dengan cepat menyiapkan sarapan Cullen seperti menu biasanya,
"Xana apa kau hari ini memiliki jadwal?" tanya Cullen
"Tidak.." sahut Xana singkat
"Apa kau ingin jalan-jalan?" tanya Cullen lagi sambil terus menatap Xana dan membuat Metty merasa risih karna tidak seperti biasanya Cullen yang terlihat dingin tiba-tiba berubah seperti mencari perhatian dan itu sangat membuat Metty tidak nyaman.
Xana menatap balik tatapan Cullen yang sedari tadi terus memperhatikan diri nya,
"Baiklah.." sahut Xana singkat lalu melanjutkan menyuap makanannya.
"Xana apa kau sudah mengenal dia?" tanya Cullen dan Xana hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu nya.
"Dia Metty, untuk sementara akan tinggal disini" ucap Cullen dan Xana hanya menganggukan kepala saja
"Metty ini Xana, tunangan ku!" ucap Cullen membuat Xana membelalak kan kedua mata nya saat Cullen mengatakan dirinya adalah tunangan Cullen 'sejak kapan?'
Namun Xana hanya diam tanpa mengelak ucapan Cullen itu,
"Sial! Ternyata Cullen sudah bertunangan!" gerutu Metty semakin geram apalagi dengan tingkah Xana yang menurutnya sangat sombong dan seenak nya terhadap Cullen. Selesai mereka sarapan,
"Dony?!" panggil Cullen
__ADS_1
"Iya Tuan" sahut Dony
"Siapkan mobil!" perintah Cullen dan di angguki oleh Dony
"Xana bersiaplah kita akan pergi.." ucap Cullen, Xana langsung pergi ke kamar nya dan bersiap namun Cullen tidak hanya tinggal diam ia pun juga mengikuti gadis nya itu.
"Ck! Kenapa aku jadi menonton drama disini!" gumam Metty untuk yang kesekian kalinya.
Xana yang sudah sampai dikamarnya ingin menutup pintu namun dengan cepat di cegah oleh Cullen,
'Brukk'
"Apa yang kau lakukan!" tanya Xana ketus
"Sepertinya kau marah?" tanya Cullen
"Bukankah kau meminta ku untuk bersiap, lalu kenapa kau menahan ku!" geram Xana
"Apa kau cemburu?" tanya Cullen membuat Xana heran
"Apa maksud mu?" Xana balik bertanya tidak paham
"Kau cemburu!" tegas Cullen
"Baiklah kalau kau tidak cemburu.." ucap Cullen lagi memastikan membuat Xana geram dengan kelakuan Cullen yang menurutnya sangat konyol.
Lalu Cullen membiarkan Xana bersiap, Xana sedikit emosi di buat Cullen memang benar saat ia melihat wanita yang dibawa oleh Cullen tadi malam membuat Xana sedikit tidak nyaman.
Xana keluar menggunakan dress putih sepaha cukup membuat nya terlihat seksi dan elegan apalagi dengan sedikit make up membuat wajah Xana terlihat segar, Xana berjalan menghampiri Cullen.
"Mau kemana kita?" tanya Xana datar, Cullen tercengang melihat penampilan Xana yang terlihat cantik. Begitu juga Dony, ia tidak berkedip ketika menatap Xana yang sungguh menawan baginya.
Cullen menatap tajam ke arah Dony yang terus melihat Xana, membuat Dony langsung menundukkan pandangannya.
Cullen melepas jas nya seketika dan langsung menutupi tubuh Xana,
"Pakai ini atau ku tusuk semua mata pria yang memandang mu!" ucap Cullen datar setelah itu ia membukakan pintu untuk Xana dan duduk disamping gadis itu.
"Kita ke toko perhiasan!" perintah Cullen, tanpa banyak bicara lagi mereka berangkat ke toko perhiasan seperti yang diucapkan Cullen tadi.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di toko perhiasan, Xana disuruh masuk terlebih dahulu oleh Cullen
"Pilihlah apapun yang kau sukai" ucap Cullen setelah Xana masuk dan melihat-lihat perhiasan untuk yang pertama kalinya di kehidupan kedua ini ia masuk ke toko perhiasan hati Xana cukup senang walaupun hanya melihat-lihat tanpa membelinya.
Cullen dan Dony masih di luar toko,
__ADS_1
"Perintahkan Robert untuk mengintrogasi Metty secepatnya agar urusan ini cepat selesai!" perintah Cullen lalu Cullen masuk ke dalam toko dan menghampiri Xana yang terlihat bahagia walaupun ekspresi wajahnya datar sama seperti Cullen.
Dony menelpon Robert dan memerintahkan nya untuk menyelesaikan urusan yang belum terselesaikan tadi malam.
"Bagaimana Xana apa ada yang kau suka?" tanya Cullen
"Aku suka semua" ucap Xana singkat
"Baiklah kalau begitu, PELAYAN!! Bungkus semua ini untuk tunangan ku!" pinta Cullen
"Heyy, Heyy bukan itu maksud ku!" sergah Xana membuat Cullen dan penjaga toko itu diam dan menatap dirinya.
"Aku suka semua, tapi bukan berarti aku ingin membelinya" ucap Xana menjelaskan
"Tapi aku akan membelinya untuk mu" sahut Cullen polos
"Bagaimana aku memakai semua perhiasan ini coba" ucap Xana sambil membayangkan dirinya yang di lilit oleh perhiasan satu toko membuat Xana menyerngitkan dahi nya.
"Tidak, tidak! Kau tidak perlu membelikan aku perhiasan seperti ini!" ucap Xana lagi membuat Cullen kebingungan
"Pelayan bawakan aku cincin berlian keluaran terbaru dan edisi terbatas!" perintah Cullen, lalu pelayan itu membawakan seperti permintaan Cullen tadi.
"Pas sekali ada inisialnya" ucap Cullen senang padahal itu memang ia siapkan sedari tadi sebelum mereka ke toko perhiasan itu, jauh-jauh hari Cullen menyiapkan cincin dengan inisial Xana dan Cullen.
"X♡C?" ucap Xana tidak percaya
"Aku hanya ingin mengikat dirimu, cincin ini adalah tanda bahwa kau hanya akan menjadi milik ku!" ucap Cullen
'Dug dug dug'
Jantung Xana berdetak cepat ketika Cullen memasangkan cincin itu di jari manis nya,
"Ini pasangkan di tangan ku!" pinta Cullen saat Xana melihat cincin serupa yang berinisial 'X♡C' tapi untuk pria, tangan Xana perlahan mendekati cincin itu dan memasangkan ke jari manis milik Cullen.
"Baiklah kau telah sah menjadi milik ku!" ucap Cullen seraya tersenyum tipis membuat Xana terpesona,
"Apa kau menginginkan perhiasan lainnya?" tanya Cullen namun Xana hanya menggelengkan kepala nya saja
"Bagaimana jika kalung atau gelang?" tanya Cullen lagi membuat Xana tersenyum kecil karna ia cukup bahagia dengan perhatian Cullen
"Tidak, aku tidak menginginkan apapun" ucap Xana terdengar lembut
"Sepertinya kau telah berhenti marah" goda Cullen namun Xana tidak melawannya lagi karna ia tahu jika semakin ia mengatakan tidak maka Cullen akan tetap bersikukuh menggodanya.
...Next........
__ADS_1