Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 35. Terbongkar!


__ADS_3

"LEPASKAN TUNANGANKU!!" tegas Cullen dengan tatapan dingin ketika ia melihat Xana dikeroyok.


Semua orang yang berada diruangan itu terdiam dan ketakutan dengan tatapan tajam Cullen seperti ingin memangsa mereka semua, Cullen menghampiri Xana yang dengan cepat dilepaskan oleh genk Vania juga Mei dan Vely.


"Apa kau terluka sayang?" tanya Cullen membuat mereka cukup terkejut, Xana menggelengkan kepala nya. Lalu Cullen menatap wajah Xana dan mengangkat wajah itu dengan kedua tangannya,


"Sedikit saja ada lecet di wajah tunangan ku ini, maka akan ku potong tangan kalian satu-satu!" ancam Cullen dengan tatapan dingin kearah mereka semua.


"Ayo kita pulang sayang" ucap Cullen lembut kepada Xana lalu ia menggandeng tangan Xana hingga membuat semua orang menatap tidak percaya.


"Ck! Sekali lagi aku dipermakukan oleh gadis cupu itu!" geram Vania tidak berdaya.


Ketika Cullen, Xana dan Dony keluar dari ruangan itu. Mei menatap Vania dengan sinis,


"Apa Xana tunangan Tuan Cullen?" tanya Mei dingin kepada Vania


"Ya!" sahut Vania singkat


"Bodoh!! Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal!" teriak Mei kepada Vania disertai jambakan rambut hingga membuat Vania terjatuh


"Brengsek apa yang kau lakukan ******!!" teriak Vania tidak mau kalah ia juga menjambak rambut Mei hingga mereka berdua berkelahi, Vely yang ingin membela Mei malah dihalangi oleh Keren dan Celsy.


"Minggir bodoh!" ucap Vely ketus


"Kau yang bodoh!!" teriak Keren, lalu mereka bertiga juga ikut berkelahi.


Alvend yang masih terdiam bengong karna kejadian tadi, ia masih tidak percaya jika Xana adalah tunangannya tuan Cullen.


"Hahh kalian semua yang bodoh" gumam Alnerd ketika melihat kelima orang yang mengganggu Vania itu malah saling bertengkar.

__ADS_1


Alnerd menutup ruangan itu dan membiarkan mereka berkelahi sampai puas,


"Huh! Dasar tidak tahu malu!" gerutu Alnerd lalu ia mencoba mengejar Xana yang telah dibawa oleh Cullen.


Cullen memegang erat tangan Xana disepanjang koridor,


"Lepaskan tangan ku! Banyak yang menonton" ucap Xana pelan karna banyak mahasiswa yang menatap tidak percaya ataupun kagum dengan Cullen dan Xana yang berpegangan tangan.


"Lalu apa jika banyak yang menonton?" tanya Cullen datar membuat Xana terdiam sebentar


"Dony cepat laporkan kepada Rektor kalau Xana telah dikeroyok!" perintah tegas Cullen kepada Dony yang merupakan tangan kanannya. Dan Dony hanya mengganggukan kepala nya saja,


"Tidak perlu berlebihan seperti ini.." ucap Xana pelan, lalu Cullen langsung mendorong Xana dengan lembut ke dinding.


"Apa yang kau lakukan!" tanya Xana tapi pertanyaannya diacuhkan oleh Cullen


"Jangan macam! Banyak orang yang menonton kita.." belum selesai Xana berbicara Cullen langsung menempelkan bibirnya itu kepada bibir Xana.


"Astaga betapa beruntungnya wanita itu..." sahut seorang wanita lagi.


Sedangkan Xana yang dicium oleh Cullen malah mengutuk Cullen dalam hati,


"Sialan ku mempermalukan ku!" gerutu Xana yang berusaha melepaskan ciuman lengket dari Cullen.


"Sedikit saja aku terlambat datang ke sana kau mungkin terluka!" tegas Cullen setelah ia melepaskan ciumannya itu


"Kenapa kau tidak melawan!" tanya Cullen


"Apa kau ingin membuat diri mu terluka? Kau tahu hati ku sakit jika melihat mu selalu ditindas!!" ucap Cullen yang merasa sangat marah

__ADS_1


"Jika saja kau benar-benar terluka mungkin mereka tidak akan aku biarkan hidup lagi!" tegas Cullen dan Xana yang merasa bersalah hanya diam saja karna ia tidak tahu harus berkata apa, buka mulut hanya akan membuat Cullen semakin marah jadi Xana tidak menjawab semua pertanyaan Cullen itu.


Cullen kembali menggenggam tangan Xana dan membawanya ke ruangan Rektor, sesampainya diruangan itu wajah Cullen yang merah padam karna menahan emosi langsung meledak di hadapang sang Rektor.


'Brukkk'


Cullen menampar meja sang Rektor dengan keras hingga membuat Rektor bergidik ngeri,


"Tenang tuan Cullen, kita bisa bicarakan secara baik-baik.. Ada masalah apa ini?" tanya Rektor itu mencoba membujuk Cullen yang benar-benar naik pitan.


"Apa kau punya pisau aku ingin memotong tangan mahasiswa yang mengganggu tunangan ku!" ucap Cullen dingin membuat Rektor meneguk kasar salivanya, baru kali ini dia melihat Cullen semarah ini.


"Aku hanya punya pistol saja, jika tidak ada pisau aku akan memecahkan kepala mereka satu-satu" ucap Cullen lagi


"Cullen..." ucap Xana yang mencoba menenangkan Cullen


"Se-sebentar tuan Cullen, saya tidak tahu jelas situasi apa yang membuat tuan menjadi sangat marah" tanya Rektor yang cukup kebingungan.


"Silahkan duduk dahulu..." ucap Rektor ramah.


Lalu Dony yang sudah sedari tadi berada diruangan itu menceritakan apa yang telah terjadi,


"Aku tidak mau tahu, kau harus bersikap kejam kepada mahasiswa mu itu atau aku yang akan bertindak" tegas Cullen lalu ia beranjak dari tempat duduk nya dan membawa Xana pulang ke mansion.


Niatnya Xana kuliah tidak ingin menonjol karna orang dibelakangnya adalah Cullen yang merupakan tunangannya, namun masalah kali ini malah menjadi tranding topik yang membuat Xana tidak bisa mengelak lagi.


Saat Cullen menggandeng tangan Xana dan membawanya ke mobil, sosok pria tengah melihatnya dengan tajam.


"Hahhh akhirnya kau memiliki kelemahan juga CULLEN ALFARIZI!" gumam Theo Welman Amartha yang terus menatap sinis Cullen dengan Xana.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2