Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 47. Mimpi Dalam Koma


__ADS_3

"Mahhh"


"Pahhhhh"


"Kakekkkkkkk!"


'Kenapa kalian meninggalkan aku dengan cepat?'


'Hiks, Hiks, Hiks aku lelahhh!'


Teriakan itu berasal dari suara hati Alexsa Elvano, wanita yang sedang menempati tubuhnya Xana Alexsandra itu tengah mengalami mimpi buruk dari masa lalunya.


Tubuh Xana yang masih terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma, dan ia sedang melawan rasa takut dari pikirannya sendiri sehingga semakin lama maka akan semakin sulit Xana untuk terbangun dari koma nya itu.


"Xana...." panggil seorang pria di mimpi Xana itu, Xana menoleh karna suara itu sangat familiar bagi nya tapi sayangnya Xana tidak menemukan asal suara itu.


"Xanaaaa.." panggil pria itu lagi Xana yang masih kebingungan mencari asal suara hanya bisa terdiam disertai isak tangis yang ditahan, Xana yang terlihat emosional adalah bentuk dari jiwa nya yang rapuh. Dalam mimpi ini Xana terlihat tidak berdaya ia hanya mempu menangis seraya memanggil orang-orang terdekatnya, tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Xana dari belakang.


"Xanaaa.." panggil pria itu dengan lembut didaun telinga Xana


"Cu-cullen.." sahut Xana sesegukan


"Jangan takut, aku selalu bersama mu.." ucap pria itu yang tak lain adalah Cullen, tapi mimpi Xana itu seketika buyar dan berubah menjadi lebih buruk. Ketika Xana menoleh ke arah pria tersebut dangan cepat rupa itu berganti menjadi Morvin yang secara spontan menikam dada kiri Xana,

__ADS_1


"Akhhhh" jerit Xana rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhnya ia menatap nanar sang kakak yang telah menjadi mimpi buruk nya.


"Xanaaaa" teriak Cullen yang ternyata dia juga di tikam oleh Morvin secara membabi buta, Xana berusaha bangkit dengan tenaga terakhirnya menghampiri Cullen yang telah berlumuran darah.


Xana menatap intens Cullen yang perlahan memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya,


"Aku mencintai mu Xana.." ucap Cullen lirih di detik terakhir membuat tangisan Xana pecah.


'Trettttttt'


Bunyi ventilator di ruang ICU,


"Dokter, pasien kembali kritis!" ucap salah satu perawat membuat para dokter kembali ke ruang ICU dan langsung melakukan CPR kejut listrik.


Beberapa menit kemudian jantung Xana kembali normal setelah dokter melakukan CPR.


"Bagaimana keadaan wanita itu?" tanya wanita paruh baya yang telah menabrak Xana


"Masa kritisnya sudah berhasil di lewati dan ini untuk yang ke tiga kalinya, jika nanti dia kembali seperti itu saya akan sangat sulit memprediksi kapan pasien akan bangun" ucap sang dokter


"Dok saya mohon lakukan yang terbaik untuk wanita itu dan bayi nya" ucap sang suami wanita tadi


"Baik Pak akan kami usahakan" sahut dokter lalu ia pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.

__ADS_1


"Bagaimana ini?" tanya istrinya


"Juana, bagaimana jika kita bawa saja dia ke luar negri. Ku rasa peralatan medis disana akan lebih canggih lagi.." ucap suaminya itu kepada sang istri yang bernama Juana.


"Tapi Zo kita tidak mengetahui siapa keluarga korban, bagaimana jika mereka mencari wanita itu" sahut Juana kepada suaminya yang bernama Zo


"Aku akan menggali informasi wanita ini, kau tunggu saja di sini" ucap Zo dan Juana hanya mengangguk saja.


Beberapa bulan kemudian usia kandungan Xana sudah memasuki tujuh bulan, tapi dia masih mengalami koma dan selama itu juga tidak ada yang mencarinya di rumah sakit Taman Indah ini. Sehingga membuat Zo dan Juana ragu jika terus bertahan dirumah sakit ini,


"Baiklah sudah diputuskan Xana akan kita bawa ke luar negri" ucap Zo


"Xana, ternyata dia yatim piatu sungguh wanita malang. Tapi kita juga masih tidak mengetahui siapa ayah dari anak yang Xana kandung.." ucap Juana


"Nanti saya memikirkan itu yang pastinya kita harus membuat dia bangun sebelum melahirkan, setelah itu baru kita tanyakan siapa ayah anak itu dan apakah dia sudah berkeluarga apa belum" ucap Zo membuat Juana terdiam sesaat.


"Baiklah kapan kita berangkat?" tanya Juana


"Malam ini" ucap Zo mantap


Mereka tidak tahu bahwa Cullen terus mencari Xana mati-matian, hampir seluruh waktu Cullen mencoba mencari wanita yang sangat ia cintai itu. Tapi sayang nya entah kenapa mereka tidak bertemu sama sekali, adapun keadaan Morvin yang telah sehat beberapa bulan lalu masih mendendam dengan orang yang menembak dirinya tersebut.


Sedangkan Alnerd juga mencari Xana yang masih tidak diketahui keberadaannya, lalu Alnerd mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu. Dan kenapa waktu itu Theo yang merupakan kakaknya sendiri menargetkan Xana, Alnerd diam-diam menyelidiki Theo dan tanpa diketahui oleh dirinya sendiri jika Theo pun sama sedang menyelidiki pria yang telah menyelamatkan Xana beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


...Next.......


__ADS_2