
"Selamat tinggal kakak ipar, nanti jika kalian menikah aku akan pulang lagi" ucap Ellena saat dibandara, Ellena memeluk Xana lalu berpamitan kepada Cullen.
"Kak jangan tinggalkan aku, ketika kalian akan menikah nanti" ucap Ellena pada Cullen dan pria itu hanya mengangguk disertai senyuman tipis seperti biasanya.
"Kau jaga diri baik-baik disana" ucap Cullen seraya mengelus-elus kepala adiknya itu
"Iyaa" sahut Ellena singkat kemudian memeluk kakaknya itu.
Perlahan pesawat yang dinaiki Ellena melaju dan lepas landas diudara,
"Apa kau ingin jalan-jalan?" tanya Cullen mengukurkan tangannya ke arah Xana, Xana menggangguk singkat dan menyambut tangan Cullen itu.
"Kemana?" tanya Xana kepada Cullen karna pria itu membawanya ke keramain ditengah kota.
"Shuttt ikuti saja aku" ucap Cullen yang jari telunjuk nya berada tepat dibibir ranum Xana.
Cullen menggenggam erat tangan Xana dan membawanya ke tempat orang menjual ice cream, lalu Cullen membawa Xana kesebuah ruangan tempat untuk berfoto dan ke wahana kuda-kudaan serta masuk ke rumah hantu. Cullen sangat memanjakan Xana, namun tiba-tiba Xana merasa sedikit mual dan kepalanya sedikit pusing.
"Apa yang terjadi padaku?" gumam Xana pelan namun karna tingkah Xana yang berbeda dan wajah nya sedikit pucat membuay Cullen memperhatikan dirinya dengan detail.
__ADS_1
"Kau kenapa?" tanya Cullen
"Entahlah, sepertinya aku kurang enak badan" sahut Xana disertai rasa mual dan ingin memuntahkan semua isi perutnya.
"Tunggu sebentar aku akan membelikan kau air" ucap Cullen, ia meninggalkan Xana sendiri yang di sebuah kursi.
"Hallo Dony jemput kami dipasar malam dekat bandara!" perintah Cullen seraya pergi ke sebuah minimarket yang tidak jauh dari situ.
Xana duduk menunggu namun ia merasa kepala nya semakin pusing, tiba-tiba ada sebuah mobil hitam berhenti tepat di hadapan Xana dan turunlah lima orang pria bermasker yang dengan cepat membius Xana.
Xana tidak mampu melawan karna ia sangat pusing dan juga obat bius itu dengan cepat bereaksi,
Xana yang mulai tidak sadarkan diri dengan cepat dibawa oleh kelima orang tersebut, sebelum Cullen datang mobil itu dengan cepat berlalu dari tempat itu.
Cullen berjalan menuju sebuah kursi kosong ia terpaku ketika melihat tidak ada seorang pun disitu.
"Xana?" teriak Cullen sambil melihat kesana kemari
"Xana??" teriaknya lagi terus berlari kecil mencari wanita yang ia tinggal sebentar tadi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Dony dengan mobilnya menghampiri Cullen yang terlihat linglung,
"T-tuan ada apa?" tanya Dony tergesa-gesa saat melihat wajah bos nya yang panik.
"Xana..." sahut Cullen namun ucapannya terhenti seketika karna rasa sakit tiba-tiba muncul dan menusuk tepat di area dada kirinya.
"Akhh..." lirih Cullen seraya memegang dada kirinya itu
"Tuan ada apa?" tanya Dony karna melihat Cullen yang tiba-tiba pucat dan berkeringat dingin.
"Akhhh..." lirih Cullen lagi karna rasa sakit itu semakin menekan dada kirinya.
"Ki-kita kerumah sakit" ucap Dony sambil mengangkat Cullen yang sudah hampir tidak mampu berdiri lagi.
"C-cepat..ker-ahkan a-nak buah, un-tuk menc-ari Xana..." perintah Cullen kemudian pria itu pingsan ditempat.
"Apa yang sebenarnya terjadi??" pikir Dony, tapi Dony dengan cepat memanggil anak buah Cullen untuk mencari Xana. Sedangkan dia membawa Cullen ke rumah sakit, disatu sisi Xana yang dibawa oleh pria asing bermasker itu menuju sebuah markas rahasia dipelabuhan. Kemudian disisi lain Cullen yang juga tengah tidak sadarkan diri dibawa oleh Dony ke rumah sakit, karna racun nya semakin menyebar dan hampir mendekati organ vital Cullen.
Bagaimana nasib keduanya??
__ADS_1
...Next......