Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 18. Cemburu


__ADS_3

Setelah Xana dan Yura pergi dari rumah kecil nya itu, mereka rencananya akan lanjut ke toko buku. Toko buku itu tidak jauh dari kampus yang Xana masuki tadi,


"Nona kenapa kita kembali ke kampus ini lagi?" tanya Yura heran


"Aku tadi melihat ada toko buku yang cukup menarik, tapi kita terlanjur melewati nya.." sahut Xana dan hanya diangguki oleh Yura


"Nona sepertinya kau sangat suka belajar" ucap Yura lagi


"Iya" sahut Xana singkat


"Tuan Cullen dan Nona Xana benar-benar sangat mirip jika begini terus" gumam Yura untuk yang kesekian kalinya ia terkekeh pelan, namun tanpa sadar Xana melihatnya


"Ada apa?" tanya Xana heran


"Emm ti..dak apa-apa nona.." sahut Yura gelagapan, setelah itu mereka tidak berbicara lagi hingga sampai ke tempat tujuan.


"Nona Xana, Yura duduk menunggu disini saja.." ucap Yura, dan dibalas Xana hanya dengan mengangguk singkat saja.


Dikejauhan Dony yang terus mengikuti Xana hanya menyamar sebagai orang lain agar tidak dicurigai ketika memata-matai Xana saat masuk toko buku itu.


Xana melihat toko buku yang besar dengan mata berbinar seperti melihat emas, lalu tanpa banyak basa-basi lagi ia langsung masuk ke tempat itu.


Xana memilih buku-buku yang akan ia pelajari namun tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang pernah di kagumi oleh pemilik tubuh ini,


"Xana?" ucap seorang pria muda dan tampan


"Ernando?" ucap Xana spontan


"Akhirnya sudah lama kita tidak bertemu.." ucap Ernando antusias


"Kau tahu aku tidak bisa mengikuti pesta kelulusan, tapi pesta alumni nanti aku akan datang.." kata Ernando lagi namun ditanggapi oleh Xana hanya dengan anggukan


"Emm apa kau tidak bertanya pada ku? Kenapa aku tidak datang?" kata Ernando membuat Xana merasa heran sendiri


"Emm maksud ku apa kau tidak merasa penasaran saat aku tidak ada?" tanya Ernando lagi penuh harap


Jika boleh jujur, jangankan penasaran kenapa Ernando tidak ada dipesta waktu itu. Kepikiran tentangnya pun tidak ada terlintas di otak Xana jadi untuk apa ia bertanya?


Namun demi menghargai tubuh asli ini yang pernah mengagumi Ernando, Xana akan mencoba berbaikan dengan nya.


"Memangnya kemana kamu?" tanya Xana terpaksa, Ernando tersenyum cerah mendengar pertanyaan itu namun kemudian ia memasang tampang sedih.


"Aku akan melanjutkan study ku ke luar negri.." sahut nya datar


"Emm semoga sukses di sana.." ucap Xana lagi, Ernando seperti senyum terpaksa


"Kau juga Xana jaga diri baik-baik, jangan sampai geng Vania menindas mu lagi.." ucap nya,


'Dari mana Ernando tahu kalau aku di tindas oleh geng Vania, bukankah ia selalu menyangka kalau Vania berteman dengan Xana?' Gumam Xana heran.

__ADS_1


"Ouh iya kau mencari buku apa?" tanya Ernando mengalihkan pembicaraan mereka karna Xana tampak sedang menyelidiki dirinya


"Ini..." sahut Xana singkat


"Wahh apa kau mengambil jurusan hukum?" tanya Ernando antusias dan hanya dibalas oleh Xana dengan anggukan singkat lagi dan lagi


Tidak lama Xana dan Ernando bersama, setelah itu teman-teman Ernando pun datang menghampiri mereka.


"Wahh ada Xana.." ucap Ferdian


"Sudah lama kami tidak melihat mu.." ucap Ferdian lagi sambil melihat Xana dengan rasa kagum


"Xana video mu tersebar luas di internet." ucap Victor yang juga terlihat kagum dengan Xana


"Maksudnya? Video apa?" tanya Xana heran


"Itu Video mu waktu di gendong oleh Cullen Alfarizi" ucap Victor


"Keren kamu Xana, bisa menarik perhatian tuan Cullen" sahut Ferdian sambil terkekeh


Dony yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Xana dan teman laki-lakinya itu disamping rak buku baris kedua diantara rak dengan Xana, ia memasang telinga nya dengan seksama sambil sesekali tersenyum kecil mendengarkan orang-orang itu membicarakan bos nya.


"Kenapa kau tertawa Dony?" tanya Cullen dingin di aerphone, Dony hampir lupa jika bos nya selalu memperhatikan setiap detail dari pekerjaannya jika menyangkut dengan Xana.


"I..tu tuan Cullen, Xana bertemu dengan teman-teman nya" ucap Dony gelagapan


"Teman-teman?" sahut Cullen


"Laki-laki..." sahut Dony singkat


"Serlok!" perintah Cullen


"Hahh?" jawab Dony bingung


"Serlok!!" tegas Cullen lagi


"Ehhh, i..iya tuan Cullen" sahut Dony, kemudian Dony memberitahukan posisi mereka. Setelah itu Cullen dengan cepat menuju lokasi yang sudah Dony kirimkan.


Xana masih memilih buku-buku yang ia minati, sedangkan tiga pria mengikuti nya saja di belakang Xana.


"Kalian nyari buku apa?" tanya Xana heran dengan ketiga pria yang cengar-cengir menatapnya.


"Ah! Ferdian dan Victor mengganggu waktu berduaan ku dengan Xana!" gerutu Ernando dalam hati, ia sangat kesal dengan tingkah laku kedua temannya yang juga mengikuti Xana.


"Kami, lagi liat-liat dulu" sahut Ferdian cengengesan, Xana dengan acuhnya meninggalkan ketiga pria itu ke rak sebelahnya tapi ketiga pria itu tetap mengikutinya.


"Apa sebenarnya mau kalian? Kenapa terus mengikuti ku?" tanya Xana ketus


"Hehehe, begini Xana..." ucap Ferdian ingin berterus terang tapi dengan cepat disenggol oleh Victor yang biasanya pendiam kini telah menjadi periang, karna ujian dan olimpiade nya sudah selesai jadi Victor merasa sedikit bebas.

__ADS_1


"Langsung ke intinya!" ucap Xana ketus, namun belum sempat ia menjelaskan tiba-tiba seorang pria tinggi, berkulit putih dan berwajah dingin menghampiri Xana.


"Kenapa lama sekali?!" ucap pria itu datar namun tegas


"Tu..tuan Cullen?" ucap Ferdian dan Victor serempak.


"Tuan Cullen kami penggemar mu.." ucap Ferdian antusias begitu juga Victor, kedua pria muda itu langsung mengelilingi Cullen dengan wajah kagum.


"Tuan, kata ayah ku kau adalah orang terkaya nomor satu." ucap Ferdian lagi namun tidak ditanggapi oleh Cullen karna ia menatap Xana dengan datar.


"Ayo pulang!" ucap Cullen seraya memegang pergelangan Xana


"Aku masih mencari buku!" sahut Xana tegas


"Biar Dony yang mempersiapkan keperluan mu! Ayo pulang!" perintah Cullen menyeret Xana bersamanya, namun dengan cepat Ernando menangkap tangan Xana.


"Permisi Tuan Cullen! Xana masih harus mencari buku yang dia perlukan!" ucap Ernando ketus dengan tatapan tidak suka kepada Cullen


"KAU! Diam!" ucap Cullen dengan nada penuh penekanan diakhir kalimatnya,


'Plakk'


Cullen melemparkan tangan Ernando menjauh dari tangan Xana, hingga cengkramannya terlepas.


"Ayo pulang!" ucap Cullen sekali lagi kepada Xana. Xana yang sedari tadi hanya diam mengikuti saja ke mana arah Cullen membawanya, entah kenapa ia merasa nyaman jika Cullen yang datang bukan ketiga pria tidak jelas tadi.


Ketiga pria muda itu hanya menatap nanar Xana yang dibawa oleh Cullen dalam genggamannya,


"Sial! Aku terlambat!" gerutu Ernando kesal dalam hati.


Dony sudah berada di mobil nya bersama Yura, setelah itu Cullen membuka pintu mobil untuk Xana dan Cullen pun masuk lalu duduk didepan dekat Dony.


"Jalan!" perintah singkat Cullen, sepanjang jalan mereka hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun.


Dan sesampainya di mansion, Cullen meraih tangan Xana dan membawa nya masuk. Cullen langsung menyeret Xana ke dalam kamar milik nya,


"Dengar! Kau dilarang dekat dengan pria mana pun selain aku!!" bentak Cullen tiba-tiba membuat Xana merasa aneh dan heran. Xana mengangkat alis kirinya karna bingung ingin berkata apa,


"Dengar Xana! Apa selama ini kamu masih belum paham juga bagaimana perasaan ku terhadap mu!!" bentak Cullen dengan tegas membuat Xana terperanjat karna kaget,


"Memangnya bagaimana?" tanya Xana spontan


"Kau!!" tunjuk Cullen ke wajah nya


"Hey itu tidak sopan!" bentak Xana seraya memukul tangan Cullen namun dengan cepat ditangkap oleh Cullen sehingga Xana terdorong dan terjatuh ke atas kasur milik Cullen. Sekarang posisi Cullen berada di atas Xana,


"Dengar Xana aku menyukai mu!" ucap Cullen membuat hati Xana bergetar


"Aku cemburu melihat mu dengan pria lain!" ucap nya lagi di daun telinga Xana yang membuat Xana merinding. Lalu Cullen perlahan mendekati bibir milik Xana,

__ADS_1


"Kau milik ku sekarang!" ucap nya penuh penekanan.


...Next.......


__ADS_2