
Xana dengan cepat pulang ke mansion Cullen, tapi ia tidak tahu bahwa Cullen telah memata-matai dirinya sepanjang perjalanan.
Walaupun Cullen tidak tahu pasti apa yang telah Xana lakukan, tapi ia harus meminta penjelasan.
Sesampainya Xana dimansion, ia melihat Cullen telah menunggu dirinya.
"Kemana kau?" tanya Cullen datar
"Jalan-jalan.." sahut Xana singkat
"Kenapa tidak bersama pelayan?" tanya Cullen seperti mengintrogasi Xana
"Aku hanya ingin sendiri saja" ucap Xana singkat seraya ingin pergi ke kamarnya
'Happ'
Tangan Xana langsung di cengkram oleh Cullen, namun Xana dengan ilmu bela dirinya langsung menarik Cullen dan hampir membantingnya. Tapi berhasil di kunci oleh Cullen sehingga Xana tidak bisa bergerak,
"Aku akui kau cukup kuat, tapi kau tidak akan bisa mengalahkan aku" ucap Cullen datar
"Lepaskan!" gerutu Xana kesal dengan kuncian tangan Cullen yang cukup kuat,
"Kau berhutang penjelasan kepada ku gadis!" ucap Cullen seraya melepaskan kunciannya tapi ia mendorong Xana hingga Xana terjatuh ke sofa, Cullen memegang dagu Xana dengan lembut ia ingin mendekatkan bibir nya ke wanita itu tapi dengan cepat Xana mendorong Cullen agar menjauh darinya.
"Bagaimana dengan mu tuan Cullen? Kau pun menyembunyikan identitas aslimu itu!" ketus Xana sambil memperbaiki posisi duduk nya.
"Aku tidak menyembunyikannya hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskannya pada mu" ucap Cullen
"Huhh alasan!" sahut Xana pelan membuat Cullen tersenyum kecil
"Apa kau marah sayang?" goda Cullen sambil mendekatkan dirinya pada Xana
"Aku tidak marah hanya saja kesal karna kau membohongi ku" sahut Xana
"Bagaimana ingin membangun hubungan yang baik jika di awalnya saja kau sudah berbohong" ketus Xana lagi
"Kau melupakan sesuatu sayang! Kau juga berhutang penjelasan kepada ku! Kemana kau tadi pergi?" tanya Cullen
"Aku hanya jalan-jalan" sahut Xana
"Jalan-jalan ke Mansion Keluarga Alvano?" tanya Cullen membuat Xana terdiam
"Ck, darimana dia tahu?" pikir Xana
__ADS_1
"Apa kau mata-mata keluarga Alvano?" tanya Cullen
"Bukan begitu!" sahut Xana ketus
"Kalau begitu apa?" tanya Cullen sambil menggoda wanitanya itu yang terlihat imut jika sedang emosi.
"Huhhhhhhh" Xana menghembuskan nafas berat
"Ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan masalah ku" gumam Xana
"Hemm jika aku tidak salah ingat, bukankah kamu gadis yang menabrak ku ketika di RS. Ratma Jaya?" ucap Cullen baru sadar akan kejadian beberapa bulan lalu
"Hah sepertinya kau salah orang!" ucap Xana singkat membuat Cullen hanya menganggukan kepalanya singkat.
Tiba-tiba ditengah pembicaraan mereka seorang gadis muncul membuat Cullen dan Xana terkejut,
"Happy weeding my brother!!!" teriak seorang gadis dari arah pintu depan
"Ellena?" ucap Xana pelan
"Kak Xana!!!" teriak Ellena langsung berlari dan memeluk calon kakak iparnya itu
"Aku sangat merindukan kalian" ucap Ellena
"Tidak ku sangka kak Xana akan menjadi kakak ipar ku" kata Ellena terus berbicara karna bahagia sampai ia tidak memberikan mereka untuk penjelasan.
"Kapan kak kapan?" tanya Ellena kepada Cullen
"Apanya yang kapan?" Cullen balik bertanya
"Ihhh kapan kalian nikahnya?" tanya Ellena terlihat antusias
"Tunangan saja belum apalagi menikah" gumam para pelayan sambil tersenyum melihat nona mereka yang sangat antusias
"Ellena kau istirahat dulu sana!" perintah Cullen sambil berlalu meninggalkan Ellena tapi ia memegang erat tangan Xana.
"Ehhh" ucap Ellena saat melihat kakaknya membawa Xana pergi meninggalkan dirinya di ruang tamu sendirian.
"Huhh sepertinya cinta kak Cullen sudah terbagi" ucap Ellena pelan namun masih merasa sangat antusias
"Nona Ellena ayo saya antarkan nona ke kamar" ucap Bibi Key yang selalu setia menunggu nona muda nya
"Bibi Keyyy aku merindukan mu!!" ucap Ellena yang langsung memeluk bibi key
__ADS_1
"Nona saya tidak bisa bernafas" ucap bibi Key membuat Ellena tertawa dan langsung meraih tangan bibi Key lalu mengajak nya untuk ke kamarnya.
Xana yang masih di tawan oleh Cullen terlihat pasrah, calon tunangannya ini sangat keras kepala.
Cullen langsung membawa Xana masuk ke kamarnya,
"Kenapa kita kemari?!" ucap Xana ketus
"Bisa tidak jangan kasar dengan ku..." ucap Cullen lembut lalu memeluk tubuh Xana dengan erat.
"Jangan marah lagi..." ucap Cullen
"Aku tahu aku salah..tapi jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku.." sambung Cullen
"Apa pria ini mempunyai kepribadian ganda? Kenapa ia bertingkah seperti anak kecil?" gumam Xana dalam hati
"Apa kau tahu Xana kau wanita pertama yang membuat aku begini.." ucap Cullen membuat Xana merona
"Huuuu ternyata ucapan pria balok ice ini manisss juga" pikir Xana yang mulai luluh akan tindakan Cullen
"Apa kau masih meragukan ku?" tanya Cullen membuat Xana terdiam
"Jangan seperti ini!" sahut Xana singkat
"Bagaimana caranya agar kau percaya pada ku.." ucap Cullen sambil terus memeluk Xana
"Huhhh bisa tidak jangan seperti ini!" gerutu Xana sambil berusaha melepaskan pelukan Cullen
"Baiklah asalkan kau jujur terhadap ku" sahut Cullen
"Bagaimana dengan kau? Apa kau akan jujur terhadap ku!?" tanya Xana
"Oke" sahut Cullen singkat membuat Xana menghembuskan nafas kasar.
Xana langsung duduk di sofa kamar milik Cullen, dia terlihat berfikir sebentar sambil menatap wajah Cullen.
"Kau bicaralah dulu.." ucap Xana lalu Cullen mengambil posisi berbaring di kedua kaki Xana tanpa sempat Xana mencegahnya.
Sambil memainkan rambut Xana, Cullen mulai menceritakan semua kisah hidupnya kepada pujaan hatinya saat ini yang mulai mencair oleh setiap rayuan yang ia layangkan.
"Xana...aku adalah seorang mafia pemilik pasar gelap...." ucap Cullen seraya melihat ekspresi Xana yang masih terlihat tenang, lalu ia menceritakan kisah hidupnya kembali.
...Next......
__ADS_1