Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 41. Ruangan Putih


__ADS_3

Seorang pria mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali hingga pandangannya kembali jernih lagi,


"Tuan Cullen" panggil Dony merasa khawatir dengan bos nya itu


"Apa Xana sudah ditemukan?" tanya Cullen seraya melihat kesetiap sudut ruangan mencari sosok wanita itu


"Maafkan kami tuan, nona Xana masih belum ditemukan" sahut Dony dengan perasaan bersalah.


"Memangnya apa yang sudah terjadi?" tanya Dony penasaran, Cullen memegang dadanya yang masih terasa nyeri.


"Xana menghilang saat aku membeli air didekat situ" ucap Cullen singkat


"Ku rasa ini ada hubungannya dengan kejadian tadi pagi" sambung Cullen


"Apa yang terjadi tuan?" tanya Dony lagi


"Tadi pagi aku pergi ke mansion Antonium, Robert meminta ku kesana tapi ternyata itu hanya jebakan saja. Robert mati karna bom yang ditanam dalam dirinya oleh seseorang, kau tahu orang itu ternyata bersama Morvin. Mereka berencana ingin menghancurkan kekuasaan ku dipasar gelap" jelas Cullen


"Morvin??" gumam Dony pelan


"Apa hilangnya nona Xana bersangkutan dengan ini semua" tebak Dony

__ADS_1


"Ya! Ku rasa begitu.." sahut Cullen dingin


"Tapi kenapa tuan bisa terluka?" tanya Dony lagi dengan rasa cemas


"Aku terkena gelombang ledakan tapi tidak terlalu fatal hanya saja..." ucapan Cullen terhenti sebentar membuat Dony penasaran


"Mungkin aku terkena sesuatu...seperti gas beracun yang tidak berbau dan tidak berwarna" ucap Cullen membuat Dony pias


'Apakah bos nya akan mati karna racun itu sangat mengerikan'


Pikir Dony yang terlihat sangat cemas akan keadaan bos yang telah ia anggap seperti saudara sendiri.


"Mungkin itu sejenis karbon monoksida" ucap Cullen, tidak lama setelah itu seorang dokter pun mendatangi kedua pria itu,


"Berapa lama aku akan menjalankan terapi itu?" tanya Cullen


"Mungkin akan memakan waktu tiga bulan atau lebih, tergantung kondisi dan daya tahan tubuh" ucap dokter


"Dony sebelum aku sembuh, tolong temukan Xana dan beri tahu aku setiap detail apa yang terjadi nantinya. Dan jangan beritahukan kondisi ku pada siapapun!" ucap Cullen untuk yang pertama kalinya Cullen mengatakan tolong kepada seseorang,


"Baik tuan saya akan mencari nona Xana bagaimanapun caranya" sahut Dony yang terlihat berkaca-kaca, seolah-olah mereka akan berpisah untuk selamanya.

__ADS_1


Ruangan dijaga ketat dan Cullen berada dilantai rumah sakit paling atas, hanya dia sendiri yang menempati ruangan itu. Anak buah Cullen berjaga dari luar pintu hingga disamping tangga, 10 orang berjaga di lantai tersebut dan dokter yang merawat Cullen pun adalah dokter pribadi yang terpercaya dirumah sakit itu.


Perlahan Cullen dipasangkan selang oksigen dan ditempatkan disebuah ruangan khusus.


Terapi ini dilakukan dengan cara memberikan oksigen murni di dalam ruangan bertekanan tinggi. Pada ruangan tersebut, tekanan udara akan ditambah 3-4 kali lebih tinggi dibanding tekanan udara normal. Metode ini dapat mengantarkan oksigen lebih banyak ke dalam jaringan-jaringan tubuh.


Disisi lain, Xana tengah terbaring disebuah ruangan berwarna putih polos. Entah apa yang telah terjadi ia hanya mengingat jika ada lima orang pria tidak dikenal membawanya masuk mobil dan membius dirinya, Xana memegang kepalanya yang masih terasa berat.


"Dimana aku?" gumam nya dalam hati sambil melihat kesana-kemari, tubuhnya terasa lemah dan tidak bertenaga.


"Kenapa aku merasa sangat lelah.." gumam Xana pelan tiba-tiba pintu ruangan terbuka perlahan dan terlihatlah dua orang pria umur 30 tahun ke atas menghampirinya.


"Wahh tuan putri sudah sadar..." ucap salah satu pria tersebut, Xana menyipitkan mata nya mencoba mengenali orang itu tapi yang ia lihat seperti bayang-bayang tanpa rupa.


"Kenapa aku? Apa ini pengaruh obat?" ucap Xana pelan dan terdengar lemah


"Ya! Betul sekali, tidak ku sangka Cullen mendapatkan wanita cerdas ini" sergah nya dengan nada suara kemenangan.


Salah seorang pria ikut tertawa dan suara tawa itu terdengar begitu familiar ditelinga Xana, perlahan Xana memfokuskan netra mata nya dan benar saja pria itu adalah orang yang paling ia kenal.


"Kak Morvin...." lirih Xana pelan

__ADS_1


...Next......


__ADS_2