Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 17. Pengikut Setia


__ADS_3

Setelah Xana mandi, rencananya hari ini ia akan keluar dari mansion dan melihat kondisi rumahnya. Serta ia juga akan mendaftarkan diri ke universitas ternama di kotanya tersebut.


"Yura, aku ingin keluar sebentar.." ucap Xana, Yura dengan cepat menghampiri Xana


"Apa saya boleh ikut nona?" tanya Yura, Xana sempat berfikir sebentar namun wajah Yura yang penuh harap membuat Xana luluh.


"Baiklah ayo.." sahut Xana singkat,


"Tapi apa kau akan tetap menggunakan baju pelayan seperti itu?" tanya Xana agak tidak nyaman


"Tidak masalah nona" ucap Yura singkat membuat Xana tidak akan menghentikan tindakan Yura karna ia terlihat nyaman dalam balutan pakaian seperti itu.


"Baiklah ayo pergi.." ucap Xana


"Sebentar nona saya akan melapor kepada Bibi Key" ucap Yura sambil berlari ke arah ruang utama kepala pelayan. Xana hanya mengangguk saja tanpa banyak bertanya, karna ia pun akan melakukan hal yang sama.


'Meminta izin dari Culleh! Hehh melelahkan!'


"Cullen aku akan pergi ke luar bersama Yura" ucap Xana


"Dony sedang tidak ada, aku akan mencarikan kau supir untuk mengantar mu" sahut Cullen


"Tidak perlu, kami naik taxi saja" ucap Xana lalu Cullen hanya menganggukan kepala nya saja.


"Apa kau perlu uang?" tanya Cullen


"Tidak" sahut Xana singkat


"Terima kasih tuan Cullen, tapi uang yang kau berikan pada ku dulu masih tidak bergerak." ucap Xana,


"Cullen! Panggil aku Cullen! Jangan ada kata Tuan! Paham!" perintah Cullen dengan penuh penekanan membuat Xana agak heran dan bingung sendiri.


"Ck! Begini salah begitu salah..." gumam Xana pelan lalu ia pergi dari ruang kerja Cullen itu. Cullen menatap datar gadis kecil pemberontak yang ia pelihara saat ini, lalu ia mengambil handpone nya.


"Dony, Xana sedang keluar dengan pelayan Yura. Ikuti kemana pun mereka pergi!" perintah Cullen singkat kemudian ia melanjutkan kerja nya lagi.


Cullen membuka dokumen rahasia ia menatap seluruh rincian yang ada sana, setelah berjam-jam ia memahami semua yang ada di dokumen itu. Cullen mengambil korek api dan membakar dokumen yang menjadi incaran semua penjahat kalangan bawah.


"Sekarang kalian tidak akan mendapatkan apapun!" gumam Cullen disertai seringai yang mengerikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xana dan Yura menuju universitas yang akan ia masuki,

__ADS_1


"Nona, kau ingin mengambil jurusan apa?" tanya Yura penasaran


"Aku akan mengambil jurusan hukum" ucap Xana singkat, namun pikirannya kembali ke masa lalu waktu dulu ia hanya mengambil jurusan ekonomi dan saat kuliah sering bermain-main tidak terlalu mendalami pelajaran. Namun sekarang ia mengambil jurusan hukum, karna ia akan mencari keadilah untuk dirinya sendiri yang mati terbunuh di tangan kakak kandungnya.


"Nona, Nona!" teriak Yura membuat Xana terkejut


"Yura ada apa?" tanya Xana agak kesal dengan teriakan Yura yang melengking di telinga nya.


"Nona tiba-tiba terdiam membuat Yura takut.." ucap Yura dan Xana hanya tersenyum kecil dengan tingkah manja pelayannya ini.


"Xana Alexsandra!" panggil seseorang dari ruang pendaftaran


"Tunggu sebentar.." ucap Xana pada Yura dan Yura hanya menganggukan kepala nya saja. Xana berjalan masuk kedalam ruangan pendaftaran dan ia menyerahkan semua berkas yang sudah ia persiapkan lebih awal.


"Emm Nona Xana Alexsandra, kau akan langsung di terima di jurusan hukum tanpa tes" ucap seorang pria yang umurnya sekitar 29 tahun.


'Cukup muda untuk seorang dosen pembimbing jika benar'


Xana terdiam tidak percaya dengan apa yang ia dengan, tidak mungkin jika karna nilai walaupun nilainya tinggi dan ia mendapatkan rang satu. Tetap saja harus tes!


"Tapi jika boleh saya tahu kenapa?" tanya Xana penasaran


"Saya hanya mendapatkan laporan dari Kajur.." ucap pria itu.


* Kajur : Kepala Jurusan


"Ouh iya perkenalkan saya Theo Welman, dosen pembimbing yang akan mengajar di kelas mu nanti" ucap nya ramah


"Ouh iya pak terima kasih kalau begitu.." ucap Xana sekali lagi menyambut dosen baru nya dengan ramah.


Lalu Xana keluar dari ruangan itu,


"Bagaimana nona, apakah tes nya sudah berakhir?" tanya Yura antusias


"Aku tidak melakukan tes apapun.." ucap Xana singkat membuat Yura heran sekaligus penasaran


"Apa nona tidak diterima?" tanya Yura khawatir


"Bukan begitu, aku masuk tanpa tes satupun." sahut Xana


"Wahh bagaimana bisa? Nona sangat beruntung!" ucap Yura bahagia, tanpa mereka ketahui ada seseorang yang tengah mengikuti sedari tadi


"Bos, nona Xana sudah diterima" ucap pria yang mengikuti Xana dan Yura

__ADS_1


"Tetap ikuti kemana mereka pergi!" sahut si bos


"Siap Tuan Cullen." ucap pria itu yang ternyata adalah Dony.


"Xana masa depan mu sudah terjamin.." ucap Cullen dalam hati.


Namun tanpa Dony sadari juga kalau Xana sudah tahu bahwa ini perbuatan Cullen.


"Nona sekarang kita akan kemana?" tanya Yura


"Ke rumah ku.." sahut Xana singkat


"Wahh saya tidak sabar ingin melihat dimana tempat tinggal nona.." sahut Yura senang


"Yura sebaiknya kau jangan terlalu forman pada ku.." ucap Xana


"Emm iya Nona akan Yura usahakan.." jawab Yura seraya tersenyum bahagia, Yura sangat senang bisa dipertemukan dengan nona baik hati seperti Xana. Walaupun terkadang ia berkesan cuek sama seperti Tuan Cullen,


'Hehehe Yura harap mereka berdua memang berjodoh'


Xana berlari menuju rumah nya yang kecil, namun Yura malah tercengang dengan pemandangan yang ia lihat. Bukan karna rumah kecil Xana melainkan karna kekacauan di rumah nya itu,


"Nona apa yang telah terjadi di sini?" tanya Yura


"Kami diserang waktu Cullen masih lemah.." ucap Xana pelan, Yura menutup mulutnya tidak percaya. Ia menyentuh setiap sudut bekas peluru yang telah menancap di dinding rumah Xana.


"Pantas saja tuan Cullen tidak membiarkan nona kembali tinggal dirumah ini.." ucap Yura


"Bayangkan saja jika peluru ini merobek kulit.." ucapnya lagi dramatis


"Heyy sudahlah ayo kita pergi ke tempat lain" ucap Xana yang berlalu pergi meninggalkan Yura yang tampak masih penasaran.


Mereka kemudian pergi jalan-jalan ke pasar untuk makan-makan setiap jajanan di pasar, tapi Xana melakukan itu hanya untuk membuat Yura bahagia karna ia sudah terlalu lama terkurung di mansion.


"Tuan mereka sedang dipasar setelah ke rumah nona Xana.." ucap Dony melaporkan kepada Cullen


"Tetap ikuti mereka dan pastikan keamanan Xana!" perintah Cullen


"Baik Tuan!" ucap Dony


'Hahh dasar pengikut yang setia..'


Gumam Xana dalam hati, namun ia tidak mempermasalahkan itu.

__ADS_1


'Kita ikuti cara main Tuan Cullen!'


...Next........


__ADS_2