Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 7. Pembunuh Nomor Satu


__ADS_3

Malam semakin larut tepatnya pukul 2 subuh, Mansion besar milik Antonium begitu sepi dan mencengkam. Walaupun begitu anak buah Cullen tetap berjaga dan waspada takut nya akan ada serangan dadakan dari musuh,


"Tuan ini sudah larut malam, sebaiknya kau istirahat dulu.." ucap Dony ketika melihat Cullen yang masih terjaga dari tidurnya


Cullen menggeleng dengan wajah datarnya, ia terus memegang keningnya yang terasa sedikit sakit.


"Tuan sebaiknya kau istirahat aku takut kau akan sakit" ucap Dony lagi, Cullen menatap Dony yang banyak bicara


"Jika kau ingin tidur maka tidurlah." sahut Cullen karna ia masih ingin berjaga malam ini


"Aku yakin seseorang akan datang.." gumam Cullen dalam hati


Tidak berapa lama kemudian tepatnya pukul 3 subuh, tiba-tiba suara ledakan terjadi dihalaman mansion secara bersamaan ledakan terjadi dibelakang mansion.


'Duaaaaaaarrr! Duaaaaaaaaar'


Ledakannya cukup besar membuat separuh anak buah Cullen mati ditempat,


"Dia muncul!" ucap Cullen pelan membuat Dony dan Robert tercengang, mereka menatap keluar jendela yang dipenuhi dengan kepulan asap lalu muncul lah sosok tinggi dengan topi hitam dan stelan yang rapi.


"Si..siapa dia?" tanya Dony gelagapan


'Plukkk'


Robert memukul kepala Dony cukup keras


"Jangan seperti penakut!" timpal nya kasar


Sedangkan Cullen menatap sosok tersebut dengan tatapan dingin, ia tahu siapa orang itu, ia tahu kenapa orang itu datang di jam 3 subuh. Cullen sangat mengenali orang tersebut,


"Dia pembunuh nomor satu di kalangan bawah, pembunuh tersadis dan lebih kejam dari Metty." ucap Cullen dengan nada datar tanpa ekspresi, yang membuat Dony dan Robert tanpa sadar meneguk kasar salivanya.


"Hawawawaaaa......" suara dari sosok itu yang terlihat menguap dan menepuk-nepuk pelan mulut nya sendiri.


"Apa kabar Tuan Cullen? Atau Tuan Mafia yang terkejam dan haus darah?" ucap nya memancing emosi Cullen, tapi Cullen hanya diam dengan wajah datarnya ia tidak menanggapi ucapan orang tersebut.


"Ahh hati ku sakit jika kau mengacuhkan aku begini.." ucapnya dengan nada layaknya seorang yang tengah patah hati.


Anak buah Cullen yang masih hidup dengan cepat mengepung orang itu,

__ADS_1


"Heyy ayolah jangan terlalu serius!" gerutu nya layaknya orang konyol, jangan tertipu dengan sikap luarnya yang terlihat bodoh karna itu akan membuat orang yang meremehkannya mati dengan mudah.


"Well, well, well, tampaknya aku tidak disambut disini..." ucapnya lagi karna tidak ada respon dari siapapun, kemudian orang itu tertawa keras sambil bertepuk tangan membuat mereka yang memperhatikan itu tercengang menatap dirinya yang tidak jelas.


Namun dengan gesit pria itu menghunuskan ke arah anak buah Cullen, gerakannya yang lincah dan cepat membuat anak buah Cullen tidak sempat bertindak sehingga


'Sretttt!'


'Sretttt!!'


Belati yang ia mainkan dengan mulus mendarat ke leher anak buah Cullen satu persatu korban berjatuhan, darah membanjiri halaman depan mansion. Cullen, Robert dan Dony melompat dari jendela mereka sekarang berhadapan langsung dengan orang tersebut.


Flind Flower membersihkan belatinya dengan cara menjilati darah dari korbannya, sampai tidak terlihat noda kotor lagi dibelati nya. Pemandangan itu membuat Robert dan Dony merasa jijik, sedangkan Cullen hanya menatapnya dingin tanpa ekspresi seperti biasanya.


"Flind Flower hahh nama yang lucu!" ucap Cullen dengan nada datar tapi penuh penekanan diakhir kalimat, seolah-olah ia sedang memancing balik emosi orang yang bernama Flind Flower itu.


Sebuah seringai membentuk kedua sudut bibir Flind Flower,


"Kau satu-satu nya orang yang berani mengejek ku TUAN CULLEN!" ucap Flind diakhir kalimat yang bernada penekanan tidak mau kalah dari Cullen.


"Tapi sayangnya...dulu pernah ada yang mengejek ku seperti itu. Sama sepertimu namun...akhirnya mulutnya robek akibat belati kesayangan ku ini!" kata Flind Flower lagi seraya mengelus-elus belatinya yang mengkilat karna sangat tajam setelah ia jilati.


"Apa kau mau mencoba belati ku Tuan Cullen? Hem?" tanya Flind Flower santai


"Cekk! Kau ini.." ucap Flind singkat, lalu ia mengambil sebuah botol dari saku baju nya. Botol itu berisi cairan hijau, kemudian Flind tumpahkan secara merata dibelatinya.


"Apa kau ingin mencoba?" tanya Flind lagi


"Psikopat gila ini mulai serius.." ucap Robert ia menodongkan pistolnya ke arah Flind, begitu juga Dony mereka sama-sama bersiap jika Flind berani mendekati bos mereka.


"Hahahaa...kalian ini tidak bisa diajak bercanda" ucap Flind namun ia dengan gesit mendekat ke arah Cullen dengan belatinya yang telah ia siram dengan racun.


Namun di halangi oleh tembakan dari Dony, begitu juga Robert ia menembak sayangnya tidak tepat sasaran karna begitu cepatnya orang itu menghindari peluru.


'Pantas ia menyandang status pembunuh nomor satu'


Flind dengan gerakan cepat nya memutar dan melenting ke sana ke mari menghindari tembakan, lalu disaat peluru Robert telah habis ia mendekatinya dan menghunuskan belati itu kepada Robert.


'Brukkkk!!'

__ADS_1


'Planggg!'


Belati itu terjatuh dari tangan Flind karna tembakan dari Cullen! Lalu mereka bertarung dengan tangan kosong, tiga lawan satu.


Posisi Flind terjepit, ia dikunci oleh Robert, Dony dan Cullen. Namun walaupun begitu Flind masih mempunyai rencana cadangan, disaat kaki dan tangannya telah terkunci ia bersiul layaknya memanggil bantuan.


Setelah ia bersiul, tiba-tiba ledakan terjadi didalam mansion hingga membuat mereka semua terlempar sejauh enam meter.


Otomatis saja kuncian terlepas dan mereka semua terluka tidak terkecuali, tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal menyeret tubuh Cullen setelah mereka membantu Flind berdiri.


Samar-samar Cullen melihat orang-orang itu mengangkatnya namun setelah itu gelap 'Cullen tak sadarkan diri lagi'.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bunyi burung berkicau bernyanyi ria dibalik pepohonan, namun terlihat dibawahnya ada kepulan asap seperti bekas pertempuran. Bangunan yang hancur dan hanya meninggal kan bekas reruntuhan.


"Akhh kepala ku sakit!" ucap seorang pria sambil meringis kesakitan ia memegangi kepalanya, lalu ia melihat seluruh tubuh nya yang penuh luka disertai debu bekas runtuhan bangunan. Untunglah mereka tidak tertimpa runtuhan bangunan itu, jika saja tertimpa mungkin bakal penyek.


Kemudian ada sosok pria yang satunya lagi terbangun karna sinar matahari sudah menerangi wajahnya,


"Apa yang terjadi..." ucapnya singkat sambil memegangi tangan dan kakinya yang sangat sakit.


"Hah!! Robert dimana Bos Cullen?!" tanya pria itu yang ternyata adalah Dony, ia mencari kesana kemari dengan tubuh yang masih begitu lemah dan berjalan sempoyongan.


Begitu juga Robert ia mencari ke sekelilingnya namun tidak ada orang yang mereka cari, hanya terlihat banyaknya anak buah Cullen juga beberapa musuh mereka yang telah tidak bernyawa lagi.


Mayat berhamburan entah berapa banyak itu,


"Sepertinya kita akan membuat kuburan massal" ucap Robert pasrah


"Kalau tidak ingin repot bakar saja!" timpal Dony dengan muka acuh karna mencari Si Bos yang pergi entah kemana


"Ehh!" ucap Robert baru sadar


"Psikopat gila itu juga tidak ada!" ucapnya datar yang membuat mereka berdua pucat pasi karna sangat panik


'Dag! Dig! Dug'


Bunyi jantung yang berdetak cepat

__ADS_1


"Sepertinya Bos Cullen dalam bahaya!!" sahut Dony pelan.


...Next.......


__ADS_2