
"Hahh apa kalian ingin mendengarkan kelanjutannya?" tanya Anetha sesekali dia menguap karna mengantuk.
"Lanjutkan aku ingin mendengar semua informasi yang kau tahu!" sahut Cullen
"Hehh ternyata wanita ini lebih penting dari pada dokumen rahasia itu" gumam Theo dalam hati
"Baiklah kalau kalian ingin mendengarkan lanjutannya" ucap Anetha sambil tersenyum kecil
"Kejadian Alexsa di bunuh itu tepat setelah dua tahun Megi Flowen meninggal, yaa mungkin ada alasan tertentu jadi Alexsa dibunuh dan itu urusan keluarga Elvano sendiri jadi aku tidak akan mengatakan nya lebih lanjut. Hanya saja.... Dibalik kematian Megi dan Alexsa banyak kekacauan yang terjadi, wowowowowowo" cerita Anetha seketika terhenti karna dia benar-benar mengantuk sekali
"Jam berapa ini sudah Madam?" tanya Anetha
"Baru pukul 01.33" sahut Madam Alice
"Kalian gila ya! Siapa yang mau begadang mendengarkan cerita lama ini!" gerutu Anetha kesal karna waktu istirahat nya yang berantakan karna pertemuan ini.
"Anetha informasi dari mu sangat penting, aku tidak akan mengumpulkan keempat keluarga ini karna kita perlu meluruskan semua permasalahan silam!" ucap Cullen
"Maafkan aku tuan Cullen, tapi ku rasa kau bukan mencari info itu!" ucap Anetha seolah-olah tahu apa yang ingin Cullen sampaikan
"Hemm bilang saja jika kau ingin menggali informasi tentang kekasih mu" ucap Anetha lagi seraya tersenyum kecil
"Kekasih??" ucap beberapa orang disana
"Baiklah, karna kau tahu tujuan ku tapi tidak sepenuh nya itu benar! Aku ingin membalas semua perbuatan seseorang terhadap tunangan ku itu!" gertak Cullen
"Hahaha lucu sekali tuan Cullen, apa kau juga mengalami bipolar?" tanya Anetha seraya tertawa dan menepuk-nepuk kaki nya sendiri
__ADS_1
"Mood mu gampang sekali berubah" sambung Anetha lagi
"Aku ingin tahu siapa pemilik bangunan rahasia di bagian selatan?" tanya Cullen dingin ke arah Theo dan Morvin
"Hahh tapi sayangnya percuma saja kalian menjawab nya, karna bangunan itu sudah aku hancurkan" ucap Cullen membuat Theo dan Morvin terperanjat
"Sialan kau! Kenapa menghancurkannya!" ketus Theo yang belum mendapat kabar apa-apa dari anak buah nya
"Hmm jadi itu kau Theo Welman Amartha!" tegas Cullen
"Hahh tidak ku sangka pria yang menjabat sebagai dosen dikampus Xana adalah biang keladi nya" ucap Cullen sinis
"Apa maksud mu!" gertak Theo
"Huhhh kalian ini! Aku pikir kita akan membicarakan bisnis disini! Tapi ternyata hanya gara-gara wanita!" gerutu Anetha
"Huhh sungguh sangat sulit untuk dipahami!" ucap pelan Madam Alice.
"Tunggu Anetha! Kita perlu bertemu lagi nanti!" ucap Cullen
"Hmmm" sahut Anetha singkat lalu pergi dari ruangan itu tanpa sepatah kata lagi.
"Theo apa yang telah kalian lakukan terhadap Xana?" tanya Cullen
"Aku dengar kalian menjadikannya bahan percobaan?" tanya Cullen lagi dengan wajah dinginnya
"Bukan begitu.." ucapan Theo langsung terhenti ketika Cullen mengangkat pistolnya
__ADS_1
"Heyyy bukankah kita sudah kembali bersahabat lagi! Tapi kenapa kau malah mengangkat senjata mu itu?" tanya Theo dengan tampang wajah kesal tapi itu hanya tipuan nya saja.
"Hahh aku mengundang kalian kemari bukan ingin bersahabat! Tapi ingin menggali informasi tentang orang-orang yang menantang ku!" ucap Cullen seraya tersenyum sinis
"Hahh hebat akal mu Cullen!" sahut Theo karna semua rencana nya sudah terbongkar dihadapan Cullen
"Setelah aku mendengar semua informasi penting dari Anet tadi, aku baru paham apa yang sebenarnya telah terjadi" ucap Cullen lagi
"Dan kau Morvin! Tidak akan keluar hidup-hidup dari sini malam ini!" ancam Cullen
"Hahh apa maksud mu?" tanya Morvin dengan wajah sombong
"Kau pria bejat yang hampir menyentuh kekaaih ku! Dan aku tidak akan pernah memaafkan mu!" ketus Cullen tegas
"Hhahh rencana mu sempurna tuan Cullen, kau meminta kami kesini hanya untuk menjebak aku dan Theo" ucap Morvin sambil tertawa kecil
"Tapi apa kau tahu apa yang terjadi dengan gadis kecil mu itu?" tanya Morvin lagi
"Dia tidak sendiri diluar sana! Ada seseorang yang terus mengikutinya!" ancam Morvin membuat Cullen emosi lalu tanpa sadar lagi Cullen menarik pelatuk itu hingga..
'Dorrrrrr!!!'
Bunyi tembakan dilayangkan oleh Cullen hingga membuat mereka semua terkejut.
"Ayo kita akhiri semua ini! Mati sebagai pecundang atau hidup sebagai pemenang!!" ucap Cullen dengan tatapan dingin dan tajam.
...Next......
__ADS_1