Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 31. Posesif


__ADS_3

"Bagaimana kuliah mu?" tanya Cullen pada Xana yang terlihat diam saja sedari tadi,


"Tak ada yang menarik" sahut Xana singkat


"Tapi baru saja kau masuk kuliah sudah cukup terkenal" ucap Cullen lagi seolah-olah telah mengetahui apa yang sudah terjadi dikampus nya. Xana menatap Cullen tidak paham,


"Darimana kau tahu jika aku terkenal?" tanya Xana


"Dan bagaimana bisa aku menjadi terkenal?" tanya Xana lagi


Cullen menatap Xana dengan intens,


"Dengar sayang! Dimana pun kamu berada dan bagaimana pun keadaan mu, aku akan tetap mengetahui semua gerakan mu" ucap Cullen


"Apa kau meletakan cips atau penyadap kepada ku?" tanya Xana dengan wajah tak suka


"Tidak..." sahut Cullen cool


"Lalu?? Apa kau memata-matai ku?" tanya Xana lagi


"Entahlah, tapi dengar Xana aku tidak suka jika kau dekat dengan pria lain!" ucap Cullen tegas membuat Xana menyerngitkan keningnya.


"Lihatlah betapa posesif nya orang ini" gumam Xana pelan namun tetap di dengar oleh Cullen dan Dony yang masih fokus dengan kemudi nya, namun Dony tetap mendengarkan dua orang dibelakangnya itu yang selalu bertempur dan tidak ada yang mau mengalah.


Tidak lama setelah itu mereka sampai di mansion Cullen, terlihat Ellena yang sedang duduk menunggu mereka.


"Kenapa kalian lama sekali!" gerutu Ellena kesal karna berjam-jam ia menunggu Cullen dan Xana.


"Ellena kapan kau pulang ke luar negri?" tanya Cullen mengalihkan pembicaraan


"Kakak aku baru saja sampai di sini, kenapa kau harus menanyakan hal itu" gumam Ellena


"Kau harus melanjutkan study mu disana!" sahut Cullen


"Tapi paman dan bibi sedang liburan di villa mawar" sahut Ellena ketus, ia lelah jika terus dipaksa keluar negri oleh kakak nya itu.


"Ellena" ucap Cullen datar membuat Ellena terdiam


"Baiklah setelah kalian bertunangan" sahut Ellena menuruti perintah kakak nya itu, lalu Ellena yang tampak kesal langsung berlalu pergi ke dalam kamarnya.


"Kenapa kau memaksa Ellena ke luar negri?" tanya Xana heran


"Karna dia harus disana.." sahut Cullen singkat membuat Xana kembali menyerngitkan keningnya karna merasa heran.

__ADS_1


"Aku akan kekamar.." ucap Xana dan hanya diangguki saja oleh Cullen.


Saat Xana sampai di kamarnya, ia langsung membersihkan diri lalu duduk di meja belajar.


Xana sedang membaca sebuah buku yang selalu membuat dia penasaran, di tengah-tengah bacaan itu ia teringat jika Cullen adalah seorang mafia yang tentunya akan terjerat hukum karna Cullen tidak terlepas dari transaksi ilegal dan kejahatan lainnya yang pernah ia perbuat.


Xana termenung seketika ia terhanyut dalam pikirannya sendiri,


"Hukum mengatur tata tertib umat manusia, dan ia menjaga setiap hak maupun martabat harga diri seorang manusia."


"Hukum meliputi berbagai aturan yang dapat menentukan tingkah laku masyarakat dan menjaga hubungan antara yang satu dengan yang lain. Peraturan-peraturan hidup kemasyarakatan tersebut juga disebut sebagai hukum di negara. Tujuan dari adanya peraturan ini adalah untuk mewujudkan tata tertib di masyarakat."


Xana mencerna semua isi pikirannya tentang hukum, namun tiba-tiba...


"Xana?" panggil Cullen, dia membawakan segelas susu dan cemilan untuk Xana.


"E-ehh apa ini?" tanya Xana spontan


"Apa kau tidak ingin mengganjal perut mu?" tanya Cullen lalu tanpa banyak bertanya lagi Xana menyambut hidangan yang dibawakan oleh Cullen itu.


"Terima kasih" ucap Xana singkat


"Hemm" sahut Cullen seraya duduk di hadapan Xana dan melihat buku yang telah di baca oleh Xana.


"Apa kau ingin jadi jaksa atau pengacara?" tanya Cullen


"Entahlah..." sahut Xana singkat


"Atau Hakim saja" ucap Cullen lagi membuat Xana tersedak karna ia tertawa kecil


"Pelan-pelan" ucap Cullen sambil melap mulut Xana yang ada bekas air susu


"Kenapa kau tertawa?" tanya Cullen


"Aku tidak yakin jika menjadi hakim" ucap Xana singkat


"Kenapa?" tanya Cullen penasaran membuat Xana tertawa terbahak-bahak


"Apanya yang lucu?" tanya Cullen heran


"Kau itu lucu" sahut Xana singkat


"Huhhhh, Tuan Cullen bagaimana jika nanti aku menjadi hakim dan mengumpulkan semua bukti kejahatan mu lalu menjebloskan diri mu ke penjara?" ucap Xana datar, Cullen menatap Xana dengan intens.

__ADS_1


"Nona Xana yang budiman jika itu kau yang melakukannya aku bisa apa?" ucap Cullen singkat membuat Xana mengangkat satu alisnya karna heran dan penasaran.


"Apa kau bersedia?" tanya Xana


"Hmmm" sahut Cullen singkat


"Apa kau seperti itu terhadap calon suami mu?" goda Cullen seraya mendekatkan diri kepada Xana,


"Jangan dekat-dekat" ucap Xana datar


"Hanya aku yang boleh mendekatimu! Yang lain tidak!" ucap Cullen tepat ditelinga Xana hingga membuat nya merinding,


"Apa maksud mu begitu?" gerutu Xana


"Aku masih kesal dengan orang-orang yang mendekati mu" ucap Cullen


"Memangnya siapa yang mendekati ku?" tanya Xana kesal


"Pria di kampus mu" ucap Cullen singkat


"Astaga...kau tidak percaya pada ku?" tanya Xana ketus membuat Cullen tertawa kecil


"Kenapa kau marah jika aku tidak percaya pada mu" ucap Cullen berusaha menahan tawa


"Apa kau sudah mulai menyukai ku sayang?" goda Cullen


'Brukkk'


Xana menendang kaki Cullen karna ia kesal


"Aduhhhh..." ucap Cullen berpura-pura kesakitan sambil memegang kaki nya


"Ehh apa sakit?" tanya Xana tanpa sengaja karna ia merasa sangat keras menendang kaki Cullen. Cullen mengangguk dengan wajah seolah-olah kesakitan, dan ketika Xana mendekatkan diri kepada Cullen dengan cepat pria itu menangkap gadisnya dan mendorong Xana ke kasur.


"Ehh kau" tunjuk Xana tepat didepan wajah Cullen, tapi tangan nya Xana langsung di tahan ke atas oleh Cullen.


"Kau tahu aku benci pria lain mendekati mu" ucap Cullen


"Kau hanya akan menjadi milik ku!" ucap Cullen lagi, kemudian ia mendekatkan bibir nya itu keleher Xana. Membuat Xana merasakan geli namun entah kenapa ia merasa nyaman dengan dekapan Cullen saat ini,


"Aku mencintai mu Xana.." ucap Cullen, seraya terus menciumi Xana dan terbuai akan kehangatan kasih sayang dua pasang kekasih di malam itu.


...Next......

__ADS_1


__ADS_2