Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 37. Acara Pertunangan


__ADS_3

"Huhhh sudah ku duga waktu itu Cullen pasti memiliki senjata rahasia, aku selalu bertanya-tanya dimana kesalahan atas kerja sama yang akan kita tanda tangani dua bulan lalu" ucap Morvin kepada salah satu rekannya


"Hmm jika benar begitu, mungkin Cullen benar-benar terlibat atas hilangnya dokumen rahasia di keluarga Elvano" sahut rekannya itu


"Theo, ku harap kerja sama kita kali ini untuk menghancurkan kekuasaan Cullen dipasar gelap akan berhasil" ucap Morvin kepada Theo Welman Amartha, mereka sama-sama berkolusi untuk melawan kekuasaan Cullen dipasar gelap.


Sudah lama kerja sama ini dilakukan namun hanya baru kali ini saja Morvin yang dari keluarga Elvano dan Theo Welman yang dari keluarga Amartha secara bersamaan menampakkan batang hidung nya dihadapan musuh.


"Sudah cukup kita bergerak diam-diam" ucap Theo dingin


"Ya! Aku juga tidak bisa menahan ini terlalu lama lagi, kita selalu di injak oleh keluarga Alfarizi secara tidak langsung." sahut Morvin


"Yaaa dan aku tahu dimana letak kelemahan Cullen kali ini..." ucap Theo seraya menyeringai di hadapan Morvin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dimansion Cullen terlihat seluruh pelayan tengah sibuk mempersiapkan acara pertunangan Xana dan Cullen, walaupun tidak banyak yang akan menghadiri tapi Cullen tetap membuat pesta kejutan untuk Xana.


"Iya tidak dipublik tapi hampir seluruh orang dikampus tahu" ucap Xana kepada Yura yang mendandani dirinya


"Nona mungkin seperti itu akan lebih baik" sahut Yura sambil tersenyum kecil

__ADS_1


"Hmmmm" sahut Xana singkat, kemudian Cullen tiba-tiba sudah berada disamping mereka. Telunjuk Cullen langsung menempel dibibirnya sendiri untuk mengisyaratkan Yura agar tidak memberitahukan Xana bahwa ia ada disitu,


"Shuttt" ucap Cullen pelan lalu Yura di perintahkan untuk meninggalkan mereka, Yura diam-diam pergi dari kamarnya Xana dan tersisalah hanya Xana dan Cullen.


Tanpa sepengatahuan Xana, Cullen dengan lembut menyisir rambut panjang nya itu.


"Yura, apa kau tahu terkadang ku rasa Cullen itu baik walaupun sedikit menyebalkan" ucap Xana lagi membuat Cullen senyum-senyum sendiri.


"Hmm sejauh ini aku tidak pernah menyangka jika kehidupan ku akan berubah sedrastis ini" ucap Xana lagi yang berbicara penjang lebar kepada orang dibelakang nya yang dia kira itu adalah Yura.


"Kau tahu Yura, banyak hal dalam hidupku yang diluar rencana awal ku. Pertemuan dengan Cullen itu membuat ku selalu bertanya-tanya apakah ini baik atau tidak" ucap Xana lagi


"Memangnya apanya yang baik atau tidak?" tanya Cullen membuat Xana sedikit terperanjat karna suara Yura berubah menjadi suara Cullen.


"K-kapan kau disini?" tanya Xana cukup terkejut


"Cukup lama" sahut Cullen singkat


"Kenapa kau tidak memberitahu ku?" tanya Xana ketus lalu Cullen mendekatkan diri kepada Xana, seperti biasa ia selalu menggoda Xana dan berbicara disamping telinga Xana.


"Apa aku salah sayang jika tidak memberitahu mu?" tanya Cullen membuat Xana ingin sekali meninju wajah poker nya yang menyebalkan.

__ADS_1


"Ekspresi mu seperti itu membuat ku semakin tergoda" ucap Cullen lagi lalu ia membangunkan Xana dari tempat duduk nya, tangan Cullen yang berada dipinggang ramping Xana semakin mendekati gadis itu kepada dirinya.


"Kau tahu Xana, kau adalah wanita pertama yang terus saja membuat ku mabuk akan pesona mu" goda Cullen jujur dalam hati


"Berhenti membual" ucap Xana datar membuat Cullen tertawa kecil


"Aku mencintai mu Xana" ucap Cullen membuat ritme jantung Xana tidak beraturan, Cullen langsung mencium bibir ranum milik Xana itu ia benar-benar suka mencium wanita kecil ini.


Dan Xana tidak menghentikan aksi Cullen itu, ia juga menikmati ciuman dari Cullen karna ini bukan yang pertama kalinya Cullen mencium dirinya.


"Salahkah jika kali ini aku percaya dengan seseorang?" gumam Xana dalam hati tapi perasaan nya tidak mampu ia tampung lagi dan kali ini ia telah jatuh dalam pelukan Cullen.


Beberapa jam kemudian tepat pukul 07.00 malam acara pertunangan Cullen dan Xana akan diselenggerakan, Cullen menggunakan stelan rapi dan Xana menggunakan gaun terbaik yang telah dibeli oleh Cullen.


Mereka menuruni anak tanggan dengan anggun, tangan Xana yang bergandengan dengan Cullen membuat mereka benar-benar menjadi pasangan yang serasi.


Wajah tampan namun berkesan dingin berpasangan dengan seorang gadis cantik dan terlihat lugu namun keduanya memiliki bola mata yang sama-sama tajam dalam membidik musuh.


Kedua pasangan itu melingkarkan cincin dijari manis mereka dan malam itu adalah malam terbaik yang pernah dilewati oleh keduanya, mereka menjerat benang merah dalam takdir masing-masing yang sama-sama tertaut dalam cerita cinta keduanya.


Semua orang bertepuk tangan atas kebahagiaan keduanya, dan acara malam itu dimeriahkan oleh pesta dansa walaupun orang-orang disana hanya para pelayan dan kerabat Cullen terdekat tapi acara malam itu cukup meriah.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2